Sinema Indonesia

Realita, Cinta dan Rock ‘n Roll (2006)

Posted by Dodi Mahendra on Sunday, 1 of April , 2007 at 11:51 pm

Waktu kami mendengar ada yang akan bikin film dengan judul Realita, Cinta, dan Rock ‘n Roll, mata kami berbalik 180 derajat sampai kelihatan putihnya saja. Setelah Joan Baez, Bob Dylan, (dan kesucian kata “indie”?) di-disgrace oleh beberapa film Indonesia, kami tidak sanggup lagi menyaksikan rock direndahkan di bioskop. Ternyata kami salah besar. Realita, Cinta, dan Rock n Roll yang berani memakai kata “rock ‘n roll” yang sangat berat tanggung jawabnya, dengan gemilang berhasil mengharumkan kata suci itu. Jiwa film ini bener-bener rock ‘n roll!

Ceritanya kira-kira seperti ini: dua orang muda bernama Nugi (Herjunot Ali) dan Ipang (Vino G. Bastian) menjalani hidup mereka seperti layaknya kita semua: mimpi buat punya band sekalipun kita sucks, berpikir bahwa orang tua adalah makhluk yang paling aneh di bumi, dan lari-lari di jalan dengan hanya memakai celana dalam (kalau anda belum pernah ngelakuinnya, lakuin sekarang deh). Di sinopsis, cerita yang ditulis sendiri oleh Upi mungkin kedengarannya nggak jelas dan dangkal. Tapi bukan berarti nggak punya tujuan. Malah, ini adalah film lokal tentang anak muda yang paling jujur, berani, liar, dan sama sekali nggak pretensius.

Vino dan Junot menampilkan performance yang paling bersinar yang pernah ditunjukkan aktor muda, mungkan sepanjang sejarah film Indonesia. Dan menurut kami, Nadine Chandrawinata juga memberikan penampilan yang sangat pas untuk karakternya sebagai cewek bernama Sandra yang akan menguji persahabatan mereka. Kehadiran karakter Sandra memberikan warna lebih dalam film ini.

Karakter-karakter lain yang sangat unik termasuk seorang ibu hippie new age pengikut Hare Khrisna (Sandy Harun) dan bapak transeksual peminat salsa dan tae kwon do (Barry Prima) menjadikan film ini selalu penuh dengan kejutan dan scene-scene yang sangat memorable. Tidak pernah kami tertawa terbahak-bahak menonton film Indonesia karena filmnya bener-bener lucu. Biasanya kami tertawa terbahak-bahak karena filmnya bodoh. Film ini sedikit goyang dalam pernceritaan di tengah-tengah (ini yang membuat film ini dapat 4 bintang dan bukan 5). Tapi segera menghentak kembali mendekati akhir.

Realita Cinta dan Rock ‘n Roll akan kami catat sebagai salah satu film terpenting dalam film sejarah film Indonesia. Sejauh yang kami ingat, ini adalah film Indonesia pertama yang politically-incorrect. Tapi film ini juga berkelas, ber-taste, dan wooo hooooo… WE LOVE IT! (Dodi Mahendra)

Sementara beberapa sutradara cowok mencoba membuat film cowok tapi ujung-ujungnya cengeng dan cemen, seorang sutradara perempuan berhasil ngegambarin kehidupan anak-anak cowok dengan nge-geber. Jangan mengharapkan ada dialog-dialog filosofis atau puitis di film ini. Yang ada cuma dialog yang kita dengar sehari-hari. Film ini punya big balls and bigger heart. Upi is a genius. YOU GO, GURL! (Nanda Meilani)

Realita, Cinta, dan Rock ‘n Roll bukan saja membuat saya berbaikan lagi dengan Dodi, tapi juga membuat kami percaya bahwa film Indonesia punya masa depan. Yang cerah banget! Kalau saja kita punya lima sutradara seperti Upi di Indonesia, dan setiap orang bikin dua film setahun, perfilman Indonesia akan berada di safe zone. Kenyataan bahwa Realita, Cinta, dan Rock a€~n Roll adalah film kedua Upi setelah 30 Hari Mencari Cinta yang ngeganggu, membuat kami berharap supaya sutradara-sutradara kita yang film pertamanya sucks akan menghasilkan film kedua dan seterusnya yang hebat (maaf, Koya Pagayo dan sutradara Psikopat, mungkin tidak termasuk).

Film ini lebih dari layak buat disejajarkan sama film-film coming-of-age penting kayak Fast Times at Ridgemont High, Lucas dan The Breakfast Club karena berhasil menangkap jiwa rebel anak-anak muda. Upi menunjukkan kalau dia adalah filmmaker Indonesia yang brilian dan juga asik.

Sampai di sini saja review saya karena saya mau nonton Realita Cinta dan Rock ‘n Roll lagi di bioskop. Ini adalah salah satu film terbaik yang pernah dibuat filmmaker Indonesia. (Ferry Siregar)

You want to go watch this new movie that everyone says is so good you’d be totally disrespectful to that mystery critics call the “Indonesian film industry.” You decide to go one afternoon, the three o’clock matinee, though no one calls it that anymore, at Kelapa Gading 21. This is an ABG movie, you think, and you want to see it where ABGs would see it, even though you’re like, pushing thirty.

And man, what wouldn’t you kill to be ABG again! In the middle of answering calls on their mobiles, making out, running back and forth to what you think would be the toilet but turns out to be the lobby to pick up more late-arriving friends, these kids actually found time to laugh at all the jokes in the screen, cry slow river of tears at all the sad moments and just sit still not saying anything whenever what appears on the screen tells them to sit still and don’t say anything just yet this is serious. We’ll give you more jokes soon. They look so happy.

This is rare, you think. The last time you went to an ABG movie, Garasi, the kids were laughing at the sad scenes, cried at the try-hard jokes and the try-hard clothes and slept through all the other bits.

You like the movie too. You think maybe it’s the kids’ enthusiasm that’s infecting you. But then you realize, after the first 20 minutes you don’t even hear the kids anymore. Probably around the time Tino Saroengallo in his bad hippie wig says “Boleh juga, boleh juga, a€¦” over and over again at the dinner table and you think, this whole Hare Krishna parody is totally lame, but it’s true, my dad talks like that at the dinner table, and what the fuck, why am I laughing?

You’re starting to forget yourself. You stop hearing the critic inside you telling you things like, this boy-girl-boy triumvirate is so Y Tu Mama Tambien, Vino and Junot, these kids look so Kids!, this looking for your dad but hello! he’s now a transvestite! thing is totally ripped off from Almodovar.

No, now you just want to be Vino G., cruising around all the fun of adolescence in his restored vintage Toyota Premiere. Get your belly to go six-pack like his the way he does it, smoke endless chains of cigarettes. Grow your fringe and cut it at Firman’s, tell him to give you the Vino G. Magnificent Fringe, get it to completely cover your left eye like a patch, so you can aim better at all life’s fun.

Sometimes the lime-faced critic inside you tries to get your attention again. Whispering things like hey you fun guy don’t you think it’s so typical that Barry Prima gets his respect back only after he reprises Jaka Sembung and kungfu-kicks a thief into submission? What about when Junot says that the only kind of family he knows is one that has a father and a mother, not a middle-aged transvestite with a taste for salsa (the dance not the condiment) and flower-arrangement? Isn’t all this just so typical, so not queer-friendly?

And you say shut up you irritating prick. Maybe you’ve seen too much Almodovar. This is Jakarta, not Barcelona. These are high-school kids who can’t even stand five minutes of Home Ec., not geeks in your Queer Politics 6969. They probably think Germaine Greer was in Anal Highway 3. I too wanted Junot to say something nice like don’t worry mama I don’t care what gender you choose in life and bury his head in Barry Prima’s warm bosom, but when he didn’t I was actually grateful to Upi (Avianto, the director. ed.) for putting the real over the ideal. And for choosing to tell a story rather than lecture me. (Mikael Johani)

Sutradara/Penulis: Upi. Pemain: Vino G. Bastian, Herjunot Ali, Nadine Chandrawinata, Sandy Harun, Barry Prima.
Produksi: Virgo Putra Film

Category: Review

23 Comments

Comment by viCiouSaiKo

Made Saturday, 2 of June , 2007 at 6:47 pm

kemaren gue nonton lagi film ini di teve entah untuk keberapa kalinya dan gue tetep suka. gue tetep sangat menikmati nonton film ini dang enggak ada perasaan bosen sedikit-pun. Jadi inget kata ‘calon bokap nugie yang baru’…boleh, boleh juga…peace

Comment by cAhntIq

Made Wednesday, 11 of July , 2007 at 8:38 am

Ini baru yang NAmanYa fiLm Keren!!!
Ok Banget PoKoknYa,,,,,,,,,,,,,, Ga nGrbOsenin WaloPun Ku dah Sering NontOn Berkali-Kali!

Comment by Aldy

Made Wednesday, 11 of July , 2007 at 8:40 am

YAh……….KereN………..!!!!!!!!!!!!!!
Film yanG beda dar4i yang laen!!!!

Comment by BLA......

Made Wednesday, 11 of July , 2007 at 8:44 am

Keren aBis…………!!!! GoKil……………….!!!!
Jarang2 ada film kayak gini, ga bosen2 gw nonton ini film walopun dah berkali-kali.

Comment by edogawa

Made Sunday, 15 of July , 2007 at 3:13 pm

bagus, ada jg akhirnya adegan ciuman cowo ma cowo di perfilman indonesia??
gak nyambung aja sih pas mereka be2 dance sama ibu/bapaknya junot.
i like vino, he’s a good actor (meskipun di catatan akhir sekolah, dia juga bagus bgt maennya, kyk nya dia cocok tuh maen peran2 kyk itu. kebanding yg di 30 hari mencari cinta..??)

Comment by teb's

Made Tuesday, 21 of August , 2007 at 1:10 pm

benar-benar seperti realita, yang berselimut cinta dalam nuansa rock ‘n roll :-)
piss aahh

Comment by Artiandi AKbar

Made Wednesday, 22 of August , 2007 at 11:47 pm

gua sih getek (geli) liat felm ini. rock n roll six pack….. rock n roll rajin fitness,,,rock n roll modelling school.

harusnya artisnya bukan cowo2 cute2 kaya vino bastian atau si junot mtv gue banget, rock n roll = kulit putih rambut mullet dan jins bolong plus kaos seks pistol (bytheway seks pistol kan punkrock..akan lebih rock n roll padahal kalo mreka pada pake kaos the rollies), halah…iamge nya terlalu harfiah dan tipikal,,,,

menurut saya mah, temen2 di sinemaindonesia terlalu berlebihan muji felm ini, kalo dibandingin sama kritikan tajam ke felm yang lainnya..ga sebanding. felmnya bagus sih tp ga bagus2 amat,

Comment by RezARed

Made Wednesday, 29 of August , 2007 at 12:48 am

Setubuh sama rekan komplencapir Artiandi diatas, rekan2 sinemaindonesia mujinya terlalu over. Memang ada beberapa hal yg oke bisa dibilang plus,co: aktingnya the V and Junot yg pas banget seperti romeo n juliet,pengambilan gambarnya yg smooth, sound&music-nya menjiwai rock n roll bgt dll.

karena judulnya dan iklanya bernuansa rock n roll bgt, gw tadinya ngarepin memang bakal RR till the end. Tapi ternyata judulnya ga boong n (sebenernya) gw yg salah estimate. 2 unsur selain RR ternyata lebih mendominasi. Dan jeleknya, ga ada anti-klimaks yg pas dari semua thesis yg ada dijudulnya.

Comment by Galaxy Raider

Made Monday, 3 of September , 2007 at 9:19 am

Film terbaik yang pernah gua beli DVD-nya di tahun 2006 ini.

Comment by gerald

Made Thursday, 6 of September , 2007 at 6:05 pm

film ini sangat saya kagumi karena dari segi cerita dan karakter yang di pakai sangatlah pas untuk film anak muda jaman skarang…film ini juga menginspirasikan saya atau anak2 muda jaman skarang untuk bergaya rock n roll. banyak sekali anak muda yang mengikuti bahasa atau adega2 di film ini yang menurut mereka itu GOKIL…wesss …saya salut dengan film ini..

Comment by D Blues

Made Sunday, 16 of September , 2007 at 10:58 pm

keren sih….eh,tadi ada yang bilang Sex pistols bukan rock n roll??tolong di gampar donk…trus ada yang bilang klo rock n roll anti fitness anti ganteng2an???tolong di jumrah donk tuh anak…

Comment by Kaca

Made Wednesday, 26 of September , 2007 at 12:16 pm

Kok bisa ya film semacam ini dikasih rating bagus? Okay,jadi film ini mencoba sesuatu yang sebenarnya sangat revolusioner seperti mengangkat banyak minorities di Indonesia kayak
bapak yg transexual, Ibu yg jadi guru yoga yg overly obsessed with hippie stuff (menurut saya sih itu cukup aneh), dan banyak hal lagi, tapi semuanya dikemas bertumpuk-tumpuk sehingga jadinya malah sama sekali ngga logical dan sooo over-exaggurated. Intinya sih, saya ngga setuju dua orang norak yang lari-lari dalam boxers dan Nadine yang ngga bisa akting dapat merefleksikan jiwa rock and roll sejati seperti yang sudah kalian puji-puji.. Saya masih ngga habis pikir.. Btw, humor di film ini sebenarnya sangat garink, jadi there’s nothing amusing about it either…

Comment by Artiandi AKbar

Made Wednesday, 19 of December , 2007 at 11:04 pm

aduh gerald..santai atuh di ruan gpublik kaya gini kita harus adu argumen jangan adu emosi. be mature

gini maksudnya, si sutradaranya tuh mau kesan so called ROCK N ROLL, tapi akan sangat sayang sekali kalo rock and roll selalu di image kan dengan sid vicious lah, rolling stone lah,…bla bla lah. COBA KALO mereka image yang ditampilin nampilin baju2 atau image JON SPENCER, atau Frank Zappa, atau mugnkin palign kekini-kiniannya TOwers of London. nah baru tuh rock and roll nya teh banget ! kalo seks pistolkan semua org juga udah tau lah, sedangkan ceritanya si juned kan RnR banget gitu loh (setidanya imagenya harus lebih DEEP aaqu CULT dalam perihal ini) yep?

maslah fitness or sixpack stuff (haha) ya lu coba tanya anak SD, rcok n rollan mana mana kaka slank ama ade rai? HAHHAHA

gotcha>

di sebuah felm hal2 kecil kaya gini nih yang harus diperhatiin. di luar sana mereka megang motto : PERFECT IN DETAIL

gitu gerald.

okey okey
ayo kelurain balasanmu.

Comment by Artiandi AKbar

Made Wednesday, 19 of December , 2007 at 11:05 pm

eh sori bukan gerald. itu td komen gua buat D’BLUES. sori2

Comment by Artiandi AKbar

Made Tuesday, 25 of December , 2007 at 11:37 am

buat d’ bleus. coba baca ini brother

http://ngcute.blogs.friendster.com/blog/2006/07/50_greatest_pun.html#comments

di situ ada course tentang PUNK, rock and roll dan how to asik dalam ber comment dalam blogging. its helps

dan disana ada kutipan
“mengenai kelas sosial dan band punk circa 70s tuh:
udah bukan rahasia umum klo sex pistols itu sampah.”

walaupun gw listen to sex pistol jg. sawry to say…tapi itu kenyataan public indeed,

CIAO !!!

Comment by Bonii Hatred memory

Made Saturday, 29 of December , 2007 at 10:13 pm

gw suka ma ini film dari style Rockn Roll nya… keren keren keren keren. Vino keren lo, mAn!!
tapiii….. ni critanya gak jelas. gak kuat. apalagi, pas dilarang buat jadi anak band, yah… lo Rock n Roll, ya lo lawan donk! apalagi pas si Ipank tau kalo dia anak pungut. Trussss????? anak pungut anak band. gak bisa ya disatuin????

oh iya, tuh ada c Reno dari ‘ Accidental Hero’ pas adegan ngeband. eneg gw liat mukanye…

Comment by vicha

Made Monday, 31 of December , 2007 at 2:25 pm

nie film asyik banget n keren abiz…..g bosen dech nontonnya!!!pa lagi yang maen cantik n’ caem abiz :-)

Comment by dh4ni3_p_boy

Made Monday, 31 of December , 2007 at 2:32 pm

aquwh suka banget ma film nie,cz nie film banya’ dikagumi ana’ muda ckrg!!!n gaya na ROCK N’ ROLL Ab!Z Maaannnn…..:-) pokok na T O P dah…..???!!???

Comment by vicha cut3

Made Monday, 31 of December , 2007 at 2:37 pm

Aq suka banget ma film nie,buat Aq film nie g da matinya dech kueren puoll……!!!di+ pemaenya caem n’ cuanti’ banget…..???g da bosen-bosennya dech???:-)

Comment by MOTORHEAD

Made Wednesday, 13 of February , 2008 at 1:27 pm

HAAHHAA PAYAH NIH YG KASI REVIEW, GOBLOK PO PEKOK MAS??? YG BENER2 AAJALAH MAS! MASA DI KASI BINTANG 4? SETAU GW DARI JAMAN ROLLING STONES BLM ADA TUH ROCKER BERBADAN TEGAP HUAHAHHAAAAAAAAA

Comment by adi

Made Sunday, 13 of July , 2008 at 8:54 pm

meCoMm………..
wE adIt, ‘’filM lHo kReNzZz BgetS bRo’,,,
tIap KlI Gw NnToN FiLm LhO gW gPrNh bOsEn,… mLAHan Gw PnGeN bGt Bs jD PEmErN NA ipAnK.,,,,,,,,,……….,,,,,,,,,.[[[[[[[[]””””'’;””””’;';/.’;';

Comment by Michael AnsaR

Made Friday, 25 of July , 2008 at 12:56 pm

ROCKKKKK N ROLLLLL GW BGTTTTTTTTTTTTTTTT

Comment by erlinaz

Made Sunday, 18 of January , 2009 at 8:40 pm

gile “30 hari mencari cinta” entertaining tapi light, yg ini harusnya juga lucu yag….

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

We are back!

Sinema Indonesia adalah blog pribadi yang secara tidak disengaja jadi public domain. Sinema Indonesia tidak berafiliasi dengan grup, filmmaker, pejabat, atau tuan tanah mana pun. Sinema Indonesia adalah domain nirlaba (untuk sementara ini). Kesempatan untuk bergabung menjadi reviewer di Sinema Indonesia tetap terbuka bagi siapa saja. Silahkan e-mail contoh tulisan anda ke sinemaindonesia@gmail.com