Sinema Indonesia

Ungu Violet (2005)

Posted by ferrysiregar on Sunday, 1 of April , 2007 at 11:45 pm

Satu lagi bukti bahwa filmmaker-filmmaker muda Indonesia lebih mementingkan background ketimbang cerita. Semua yang berasosiasi dengan Lando (Rizky Hanggono) biru, yang berasosiasi dengan Kalin (Dian Sastro) adalah merah. Biru dan merah bersatu jadi ungu violet. Terus apa? (Bahasa Inggrisnya, so what gitu, low). Film melodrama Indonesia pertama sejak Yenny Rachman pensiun dari dunia film. (For dummies: Drama = Life, Melodrama = not life). Lando fotografer yang menjepret Kalin, seorang penjaga pintu busway, jadi terkenal. (Siapapun yang menciptakan nama-nama di atas mesti dihukum). Lando sakit parah, menolak cinta Kalin. Kalin akhirnya buta (menurut kabar, puisi di Ada Apa Dengan Cinta? yang bunyinya “Pecahkan saja gelasnya…” adalah ciptaan sutradara film ini). Lando bermaksud memberikan korneanya kepada Kalin. Apakah Lando jadi memberikan korneanya, apakah Kalin bisa melihat lagi? Siapa yang peduli? Skenario yang ditulis Jujur Prananto sangat “tacky” dan klise. Akhirnya, set dan props (yang jelas-jelas diimport dari film-film Wong Kar Wai, secara artifisial) menutupi cerita dan karakter. Dan akting, uuugghh… Dian Sastro yang di-Behind-The-Scene film ini memberikan instruksi cara akting yang benar kepada pendatang baru Rizky, justru yang memiliki akting paling lemah. Di samping itu, semua karakter seakan-akan bergerak dalam slow motion.

Illustrasi musik yang dibuat oleh Piyu dari band Padi seakan memberikan tanda kapan kita harus bersedih. Sebagai penonton, saya merasa dianggap bodoh. Aduh… perih sekali, Lando…

Sutradara: Rako Prijanto. Skenario: Jujur Prananto. Pemain: Dian Sastro, Rizky Hanggono, Rima Melati, Gary Iskak. Durasi: 120 menit.

Category: Review

1 Comment

Comment by Kakashi Minded

Made Thursday, 23 of August , 2007 at 1:13 pm

Maaf… tapi jalan ceritanya agak mirip dengan salah satu Video Klip penyanyi korea yang kalo gak salah namanya KISS (bukan band jaman lalu loh), trus gimana….dong???

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

We are back!

Sinema Indonesia adalah blog pribadi yang secara tidak disengaja jadi public domain. Sinema Indonesia tidak berafiliasi dengan grup, filmmaker, pejabat, atau tuan tanah mana pun. Sinema Indonesia adalah domain nirlaba (untuk sementara ini). Kesempatan untuk bergabung menjadi reviewer di Sinema Indonesia tetap terbuka bagi siapa saja. Silahkan e-mail contoh tulisan anda ke sinemaindonesia@gmail.com