I Love You, Om… (2006)
Posted by ferrysiregar on Monday, 2 of April , 2007 at 12:04 am
MMO (Mean Mode *On*)
Sekarang para kritikus film kita yang pintar-pintar dan punya wawasan luas itu rupanya punya kalimat yang cerdas yang kini selalu ada di dalam review-review mereka: “Ceritanya bagus karena tak biasa.” Film “I Love You, Om” juga mendapat pujian karena menampilkan “kisah cinta yang tak biasa”. Tapi kalau film Indonesia terus dibuat hanya buat menawarkan “cerita yang tak biasa”, lebih baik para filmmaker mulai bikin film tentang tokai berwarna pelangi, atau ingus rasa vanila.
Maaf beribu maaf. Tapi kami hampir saja menyudahi subscription web hosting Sinema Indonesia dan menggantinya dengan website tentang sesuatu yang lebih mungkin membuat hati kami tenang. Website tentang cara membuat bunga tiruan dengan menggunakan kertas toilet bekas, misalnya.
Kami sudah punya perasaan yang sangat nggak enak waktu akan nonton film ini. Kami sangat khawatir kalau filmmakernya bakal men-treat subject matter yang sangat sensitif seperti ini dengan menggunakan sensibilitas seekor kambing. Dan ternyata setelah nonton, kami terpaksa minta maaf ke kambing karena mereka pasti punya sensibilitas yang lebih halus. (Kalau nggak, kenapa mereka selalu bilang “Embeeeekkkenwiforgivyu…” tiap kali mereka disembelih buat kurban?).
Anyway, kami sudah banyak nonton film-film dengan tema yang provokatif. Ken Park, Lolita. Bahkan Spanking the Monkey (1994) bikinan David O. Russel yang nyerempet incest membuat pikiran kami cerah. Karena filmnya dibikin dengan sensitif dan filmnya berakhir dengan rewarding.
Oke. Daripada para kritikus itu nggak mudeng (Marah? Terserah! Kami memang pintar lagi sombong). Lebih baik kami jelasin dengan lebih gampang. Film-film tersebut memang memprovokasi pikiran dan nilai-nilai yang kami anut pas nonton. Capek otak kami diputer-puter, dibentur-benturkan. Tapi pada akhirnya kami dipaksa buat membuka wawasan. Karena banyak argumen-argumen yang cerdas yang nggak bisa dianggap angin lalu dalam film-film di atas. Hasilnya, biarpun kami nggak mesti harus selalu setuju dengan nilai-nilai yang dianut film-film tersebut, tapi kami dapat wawasan yang lebih luas. Singkatnya, kami dapat pencerahan.
Tapi, I Love You, Om nggak punya penawaran apa-apa selain citarasa yang ancur (BTVBW. Atau Bad Taste in a Very Bad Way). Ini adalah film yang pinginnya jadi provokatif dan menawarkan “cerita yang tak biasa”, tapi akhirnya cuma terpeleset dan jadi sepotong eksploitasi.
Semua yang ada di dalam plot seakan cuma dimasukkan buat mencari sensasi saja. Anak umur 11 tahun jatuh cinta sama laki-laki umur 35 tahun, yang ceweknya jadi lesbian. Kenapa nggak sekalian ibu si anak kecil itu datang dan nawarin supaya laki-laki itu menidurinya aja ketimbang anak kecilnya? Atau pacarnya yang lesbi itu diperkosa fotografernya? Atau laki-laki itu dibikin mati ketabrak? Oh maaf, ternyata ini memang ada di dalam cerita I Love You, Om…
Kalau anda enjoy melihat anak perempuan umur 10 tahun menyumpel-nyumpel dadanya yang memang belum ada (oh my God…) buat datang ke diskotek, mungkin ini adalah film untuk anda. Anda juga dapat bonus: art direction yang cheap dan tasteless, bad acting, and ke-amatir-an total.
Trivia: Sakurta Ginting yang annoying di Mendadak Dangdut, di sini annoying x 100. Oh, somebody please get Desta a new manager karena manejernya ngebiarin dia muncul di sini. And The Upstairs? Oh… my… God…
Yang lain, please stay away from this. If you like this movie, don’t ever read our reviews ever again. Please.

Pemain: Restu Sinaga, Rachel Amanda, Karenina, Desta, Ira Wibowo
Sutradara: Widi Widjaya
Penulis: Aviv Elham
Kru lain tidak layak disebutkan di sini
Produser: Jeremias Nyangoen, Widi Widjaya
Produksi: Gunja Films
Category: Review
- Add this post to
- Del.icio.us -
- Meneame -
- Digg
Comment by aditya
Made Friday, 6 of April , 2007 at 2:52 pm
well magh gue kumat hbs nonton…..dan klo duit tiket gue g dibalikin waktu itu…gue janji bakal lapor ke komnas perelindungan anak buat setiap orang yang terlibat dosa besar pembuatan film ini….
Comment by Potato_King
Made Tuesday, 10 of April , 2007 at 3:01 pm
para penulis skenario film ini pantas di-holocaust
!@$%^$&!!!!!!
buat Mas Sinaga ama Karenina,mending kalian berhenti main film aja
Satu-satunya hal yang bagus dari film ini hanyalah akting Rachel Amanda yang bener2 amazing
Tapi lagi2 aktingnya diancurin ama penulis skenario film ini
Comment by patrickstar
Made Monday, 7 of May , 2007 at 1:22 am
hahaha… gila .. banyak banget kancutnya… hahahahaha
Comment by sorangmahasiswi
Made Thursday, 24 of May , 2007 at 10:13 am
sampah banget film ini. setuju.
Comment by viCiouSaiKo
Made Saturday, 2 of June , 2007 at 6:09 pm
Adoeh, kapan ya Indonesia tobat bikin pelm sampah?
Gue baru kemaren nonton ni pelm di salah satu stasiun tipi yang selalu mentingin rating itu dan setelah nonton pelm ini gue langsung berpikir…kok ada ya tipi yang mau beli hak siar ni pelm. selama 2 jam gue nonton yang gue rasakan adalah suatu aura kenistaan yang kluar dengan kuatnya dari ni pelm.
yang bikin gue frustasi banget-bangetan adalah ngeliat karenina…oh my God, she’s totally can’t act…dan skenario yang kayaknya dibuat suoaya jadi sensa aja dan directing yang bahkan gue yang awam aja tau itu jelek…
Comment by siLLy
Made Wednesday, 6 of June , 2007 at 6:14 pm
Yah.. emang ni peLem gag jelas BGT..
aneh.. freak..
tp gue tetep nnt dongg…
kan ada Destanya..
desta lucu dan menggemaskan.. kaya gue gt deh..
Comment by -sez-
Made Monday, 18 of June , 2007 at 3:34 pm
mati ketabrak mobil penganten…
adakah kematian yang lebih mulia daripada itu??
*piss..
Comment by lovable
Made Wednesday, 4 of July , 2007 at 5:59 pm
karenina… you better stay at catwalk lah…
Comment by gege
Made Wednesday, 11 of July , 2007 at 12:09 pm
karenina jelek banget ih di sini. sayang yah filmnya jelek padahal anak kecilnya cantik dan bisa acting gitu.
Comment by pi
Made Friday, 27 of July , 2007 at 2:38 pm
amanda-nya lucu.. tapi ceritanya gak banget…emang birthday party anak SD udah sehedon itu ya? emang anak SD ngerti The Upstairs? gak abis pikir gw nonton ni film…geleng-geleng trusss…untuk nontonnya udahdi tipi…hueheuheu…
Comment by miss me
Made Tuesday, 31 of July , 2007 at 6:05 pm
emang kayaknya ni pilem dodol banget. tapi saya waktu kelas 2 sd aja udah dengerin lagunya jennifer lopez. kelas 5-6 sih udah good charlotte ^^
You must be logged in to post a comment.