Sinema Indonesia

Jakarta Undercover (2007)

Posted by ferrysiregar on Monday, 2 of April , 2007 at 12:13 am

Sejak kami dengar buku Mommar Emka terbitan teen-lit mogul Gagas Media akan dijadikan film, kami langsung membelinya. Saya mencoba membaca halaman pertama. Badan saya gatal-gatal. Sampai di halaman ketiga, buku itu saya lempar ke Dodi sambil teriak “Hiiiiiiiiiii….!!!!” Dodi menangkapnya dan mulai membaca. Di halaman keempat, Dodi melemparkannya lagi ke saya sambil teriak “Hiiiiiiiiii…..!!!!”. Saya menangkap dan mulai membacanya lagi. Hanya setengah halaman, saya kembali melemparkannya ke Dodi dan berteriak “Hiiiiiiiii…..!!!!” Dodi tak sanggup membaca lagi dan melemparkannya ke saya. Buku itu berpindah pindah tangan, sampai akhirnya tak ada dari kami yang bersedia menangkapnya. Pembantu saya, Bik Jessica masuk dan mengutip buku itu sambil bilang, “Nopel kok dibuang-buang.” Buat Bik Jessica yang setiap hari mengutip kolor kami yang bertebaran di lantai, tentu saja mengutip buku itu adalah pekerjaan gampang. Beberapa jam kemudian Bik Jessica lapor ke kami. “Nopelnya jorok tapi Jessica suka.” Dodi hanya membelalak membayangkan Bik Jessica berbicara tentang kolornya.

Bukan berarti kami tidak suka dengan buku dengan isu esek-esek, tapi buku Jakarta Undercover sangat tasteless. Kami tidak bisa membayangkan bagaimana filmnya nanti. Apalagi, kami tidak siap kehilangan respek kami terhadap Joko Anwar yang menulis skenarionya.

Saat kami akan masuk bioskop, kami diam seribu bahasa. Akhirnya Dodi bilang ke saya, “Ini adalah tugas. Kita harus memberanikan diri.” Setitik air mata hampir menetes di mata saya yang sebelah kanan. (Yang kiri sudah rusak sejak saya kelilipan korek api pas nonton 9 Naga).

Di depan kami sepasang mas-mas sangat akrab berbicara. “Fachri jadi belok ya, Bo?” kata Mas-Mas I, lalu merebahkan kepalanya ke bahu Mas-Mas II. Dodi mencoba berbuat yang sama ke saya. Saya langsung menoyor kepalanya,

Film dimulai. Luna Maya sudah ngos-ngosan dikejar-kejar orang. Lalu opening titles dengan musik techno loopingan seperti yang sering dibikin Dodi di Garage Band kalau dia sedang dijangkiti penyakit ingin jadi Moby. Anehnya, opening itu langsung meng-grab saya dan Dodi. Tak lama kemudian, mas-mas di depan kami pun mulai teriak-teriak karena khawatir dengan nasib Luna Maya. Biasanya kami marah kalau ada yang norak waktu nonton di bioskop. Tapi kali ini, kami bisa mengerti.

Dalam suatu artikel online, Joko Anwar pernah bilang kalau film ini seperti film Hollywood. Mungkin banyak yang langsung mengangap dia spak. Tapi kami tahu yang dia maksud. Jakarta Undercover sama no-brainer-nya dengan film-film Hollywood kebanyakan. Corny, klise, dengan karakter cewek yang selalu naik tangga kalau dikejar-kejar orang yang mau membunuhnya, ketimbang lari ke tetangga. Tapi yang membuat Jakarta Undercover berbeda dengan film Indonesia lainnya, yang lain mencoba jadi pintar tapi jatuhnya bodoh. Jakarta Undercover bodoh dengan sengaja tapi tak jarang jatuhnya pintar. Lihat saja penyutradaraan Lance yang meningkat dua tiga kelas dibanding Cinta Silver. Atau akting Mami Lesbian (yang entah diperankan oleh siapa) yang super campy. Yang kurang adalah Luna Maya strikes back dengan membawa bazooka. Bahkan, karakter Luna Maya di sini bisa dibilang gabungan antara Neve Campbell dalam film Scream dan Eva Arnaz dalam film Noda X. Dan Fachri Albar yang membuat mas-mas di depan kami selalu berucap, “Cantik ya, Bo,” memberikan salah satu penampilan yang paling berkesan buat kami sejak Barry Prima jadi penari salsa.

Saat film selesai, kami keluar dengan tersenyum. Sampai akhirnya mas-mas tadi melihat saya dan salah satu dari mereka bilang, “Kayak Fachri Akbar ya, Bo.” Saya tidak tahu harus kesal atau bangga. Yang jelas, Dodi lari sambil terbahak-bahak.

Pemain: Luna Maya, Fachri Albar, Lukman Sardi, Kenshiro Arashi. Penulis: Joko Anwar. Sutradara: Lance. Produksi: Velvet Films 

Category: Review

39 Comments

Comment by aditya

Made Monday, 2 of April , 2007 at 12:05 pm

wooohoooooooooooooooo

akhirnya lu balik lg dengan review2 kmu yang kereeen abis and jujur……..g banyak muji,trus celaan yang ok duh….tengs guy
reviewnya berjuta rasa and kena bgt….

well done….

jakarta undercover…..agreeee….( bo! klo mo nonton ngajak kta2 dong……ha….ha…ha…msh trauma ya?)

Comment by hdn

Made Monday, 2 of April , 2007 at 3:06 pm

Hey, welcome back! Where have you been? Masih tetap cerdas dan lucu reviewnya. Terhibur gue.

Comment by Seggaf

Made Tuesday, 3 of April , 2007 at 1:19 pm

akhirnya, welcome back, bro …

Comment by tegar

Made Tuesday, 3 of April , 2007 at 3:38 pm

senangnya kamu kembali… (”,).. hari ini jadi hari paling indah deh… hahahaha… sukses terus yah..

Comment by fakeandcontagius

Made Tuesday, 3 of April , 2007 at 5:37 pm

fachri albar emang gokil soob.
heran, luna maya selalu dibantuin gembel dan tukang bangunan…

Comment by uc

Made Tuesday, 3 of April , 2007 at 6:39 pm

waaaaaaaaaaaaaa, tengkiu udah comeback dgn website yg keren! Akhirnya…setelah lama banget tiap ngecek cm dapet review FFI lagi FFI lagi :D Congrats!! I’m waiting for more and more review!

ttg reviewnya, hehehe, iyah, setuju banget ttg itu buku, jijai bgt deh ah bacanya..
tapi kalo dikasih bintang tiga begini ya mungkin bisa lah ntar dipertimbangkan buat nonton :D (”ntar”nya kapan tau tapi…hiks hiks hiks)
anyway,tengkiu buat reviewnya, ya, bo ;D

Comment by nunung

Made Tuesday, 3 of April , 2007 at 10:14 pm

gak 100% jelek sih filmnya tapi kejadian2nya terlalu fantastis dan banyak kebetulan. terus masa dari 1001 di hayam wuruk tiba2 bisa ke daerah sepi yg bnyk gerbong kereta apinya? fachri albar - i salute you! kl lo ga masuk nominasi FFI taon ini, gw yg demo di HI

Comment by kritikpedes

Made Tuesday, 3 of April , 2007 at 10:54 pm

kok sekarang detail filmmaker nya kurang sii…musiknya siapa yg bikin?, produsernya? rangking-nya? ayo dong jg males ni SI

Comment by mas tukul

Made Wednesday, 4 of April , 2007 at 5:37 pm

waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Comment by Candra Aditya

Made Thursday, 5 of April , 2007 at 9:14 am

Filmnya, menurut gue keren banget. Akting Luna Maya bagus kok, paling enggak, nggak parah kayak main di Cinta Silver deh. Bagus. Bikin deg2an.

Comment by lalala

Made Thursday, 5 of April , 2007 at 10:29 am

Eh beneran neh ferry mirip fachri albar?? Waaa… mau ketemu dnk..*wink wink*

Comment by krempeng

Made Thursday, 5 of April , 2007 at 8:01 pm

seru

Comment by Icha_Imoetz

Made Thursday, 5 of April , 2007 at 10:08 pm

Welcome Back, SI!!! Udah lama banget nih nunggu reviewnya, sama kayak nunggu ni film yang udah dari kapan tau digembar-gemborkan. Film ini sangat oke karena ada Fachry Albar. Wow, he’s really a good actor. Kali ini Lance juga lebih ok jadi director daripada di Cinta Silver. Paling nggak, ni film nggak keliatan kayak iklan…

Comment by kendi

Made Friday, 6 of April , 2007 at 12:54 pm

AKhirnyaa…..napas segar kembali juga….welcome back boss…hehehe

Comment by Ed Wood

Made Saturday, 7 of April , 2007 at 9:02 pm

yes, akhirnya kalian balik lagi…
tidak hilang juga gaya review yang gokil itu…syukurlah…

selamat datang lagi…dan selamat menikmati film indonesia lagi…(walau dengan penuh keterpaksaan)

Comment by Bakut

Made Monday, 9 of April , 2007 at 8:07 am

makin lucu, U rock my world :-)

Comment by cinemaholics

Made Monday, 9 of April , 2007 at 2:26 pm

wah..
akhirnya, yang lama ditunggu2 muncul juga!
smoga sinema-indonesia tetap jaya di udara…
dan bakal rutin nge-review film indonesia dgn obyektif !!
well done guys..
keep on moving!!
kutunggu film buatan kalian…

Comment by Candra Aditya

Made Tuesday, 10 of April , 2007 at 8:03 am

Filmnya menurut gue keren buanget!

Comment by deeta

Made Tuesday, 10 of April , 2007 at 10:21 am

Whoah, you guys are back with a vengeance!

It’s been ages since I read your smartly done and hilarious reviews.

Liat review2nya gw jadi berkesimpulan klo film indo at least nanjak dikit lah. True, masi juga ada film Koya Pagayo yg nyampahin bioskop (btw, dia punya duit banyak bener si, bikin film (abal as they may be) mulu). Tapi at least ada beberapa film yg saya noted juga, kayak si nagabonar, 6.30, ma jakun ini.

BTW, beneran Ferry tu mirip Fachri Albar??? Waduh, jauh2 gw mimpiin FA, ternyata ada juga yg deket.

Comment by cinemaholics

Made Thursday, 12 of April , 2007 at 7:48 am

wahh..gue emang ketinggalan yak…
soalnya baru nonton nich filem tadi malam…
overal..not bad..but not so good…
kalo aku paling banter ngasih 2 bintang tuh..
tapi anyway…semoga film indonesia makin jaya !!!

Comment by Potato_King

Made Thursday, 12 of April , 2007 at 12:12 pm

“ngapain main petak umpet kalau akhirnya berantem juga”
itu tuh bodohnya smua film thriller
Untungnya akting para pemeran JU bagus
Ayo Mas Ferry…tulis review baru lagiii….

BTW Dodi homo ya??/
Ih ceyemmm…

Comment by Marjukih

Made Friday, 13 of April , 2007 at 1:59 pm

bagus kritikannya, masih tetep khas kayak dulu!
mudah-mudahan film maker kita ngebaca kritikan ini agar dunia perfilman kita bisa bangkit.

Comment by gundala putra petir

Made Wednesday, 18 of April , 2007 at 10:15 am

shit!fuck! dari mulut lukman sardi? oh please…
peran sopir bajaj atau preman kampung udah pas banget sama aktingnya yg bagus. dont try to fit in something u won’t.
luna maya mungkin harus lebih banyak belajar nari, kalo belajar lari gak usah lagi, udah pas.
but fachri, u’re damn sexy!

Comment by gowik

Made Wednesday, 18 of April , 2007 at 1:01 pm

Welcome back.
Wah, sepertinya kalian memang jatuh cinta sama Joko yah. Film ini memang diawali scenes yang promising. Ditambah keahlian Pak Yadi yang membulatkan dia menjadi cinematographer terbaik Indonesia saat ini. Stock 16mm yg diblow up grainnya jadi terlihat menambah excitement saya diawal. Tapi apa betul film ini berhak akan 3 star?

Kejar-mengejar yang menghabisi the latter half dari film ini membuat saya mulai mencari2 bungkus popcorn yang ternyata sudah habis diawal ketertarikan saya pada film ini, banyak kejadian2 yang menjadikan filmnya berubah menjadi slapstick comedy di tengah2. Saya akui memang treatment akhir film ini bukan treatment konvensional ala regular local writers tapi tetap lucu karena terburu-buru dan kurang masuk akal.

I do understand the excitement dari Sinema Indonesia akan film ini tapi eksekusi Lance kayaknya setengah mateng terutama pengadeganan dan framing2 yang tidak benar2 dipikirkan, ditambah dengan orang2 yg kurang suitable menjadi villains. Site ini amat sangat enjoyable dan merupakan salah satu,atau mungkin satu-satunya, site yg bener2 objektif dan most of the time benar akan reviewsnya sayang banget bisa sampe memberikan 3 bintang untuk film ini. Saya setuju Joko sebagai the best scriptwriter saat ini di Indonesia bar none ditambah lance yang mencoba eksperimen2 yg menarik menjadikan film ini entertaining. Good effort altogether but not quite there.3 bintang untuk film ini? Come on guys…

Comment by calon filmmaker

Made Wednesday, 18 of April , 2007 at 8:20 pm

kok pesan dari surga sama cinta pertama blum direview ya?

Comment by Candra

Made Friday, 20 of April , 2007 at 9:33 am

Nggak nonton Kala tah?

Comment by apatis_vian

Made Friday, 20 of April , 2007 at 8:16 pm

Apatis_vian said: … another movie about GAY from joko anwar…ada apa dengan joko anwar?… knapa smua pelem nya slalu berhubungan dengan G-A-Y…GAY! Just remain you… arisan! jelas banget masterpiece nya pelem2 indo tentang GAY yg ditulis ma joko, janji joni… ada adegan gay nya juga biarpun sebentar (adegan tora n winky)… btw, kenapa Cuma sebentar ya?kecewa gw ;p …Jakarta undercover…baca review diatas… blom lagi pelem terbarunya KALA-THE BEST INDO MOVIE EVER- , genre thriller tapi teteeeeeeuuuup dia nyempilin tema GAY juga( eros sang polisi yg ternyata gay)… ada apa dengan JOKO ANWAR dan GAY? Doktrinisasi or PENGAKUAN DIRI? Hohoho….Tanya kenapa!
Btw, di showbiz news waktu itu joko juga pernah nge review realita,cinta, rock n roll dan dia ngasih 4 popcorn! Gw stuju banget! Tapi… u know that… pelem itu juga tentang GAY…
Mas joko…..
Walaupun gw cowo tapi …
I love you…yuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu’…… ;p
Dadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………………………….
Potter_in_me@yahoo.com

Comment by cahbagus

Made Monday, 23 of April , 2007 at 2:24 pm

^ manas2in yg diatas
di arisan the series, joko jg tampil di beberapa episode jadi lelaki yg lirik2 ke surya, hingga buat surya kegeeran… tp nyatanya dia cm nawarin surya buat gabung mlm
nah lo?

Comment by heefah

Made Saturday, 28 of April , 2007 at 4:20 pm

ck ck yg namanya ferry itu..
review nya gokil2 banged..uedan bgt.
sumpah fer ampe ketawa saya baca resensinya..
(sok kenal gt panggil2 nama)
lanjutkan review2 pedes muh
membangun kok….
jadi pengen nonton bareng saya
hahahahahhahahaha
cucok boooo
capcus yukkkk

Comment by apatis_vian

Made Saturday, 28 of April , 2007 at 8:37 pm

u/ cah bagus:
Ya…Oloh…. Joko…. sialan! kurang ajar! laki2 emang semua sama…mata keranjang….
awas aja ntar pulang kerumah….
NGGAK BAKAL GUE KASIH… BIAR AMPE NGEMIS2 JUGA….
tapi pantatnya itu loh,,,,, bikin gue nggak bisa nahan napsu gue….
oh, sudahlah… biar lo manas2in gue …. gue tetep cinta mati ma joko…
i lup tu yang joko….(panggilan sayang gue ke dia)
piss…

Comment by apatis_vian2

Made Saturday, 28 of April , 2007 at 8:39 pm

u/ cah bagus:
Ya…Oloh…. Joko…. sialan! kurang ajar! laki2 emang semua sama…mata keranjang….
awas aja ntar pulang kerumah….
NGGAK BAKAL GUE KASIH… BIAR AMPE NGEMIS2 JUGA….
tapi pantatnya itu loh,,,,, bikin gue nggak bisa nahan napsu gue….
oh, sudahlah… biar lo manas2in gue …. gue tetep cinta mati ma joko…
i lup tu yang joko….(panggilan sayang gue ke dia)

Comment by MaRkO

Made Monday, 28 of May , 2007 at 8:07 pm

heh apatis_vian, whether you’re being ignorant or what, semua orang udah pada tau kali apa preferensi bung joko. tapi gw ga meliat ada relevansinya tuh untuk disebut d sini. btw, yg gw heran adalah *keberanian* (yg buat gw lebih sebagai arogansi personal) reviewer situs sinema indonesia untuk mengklaim this piece of writing about “jakarta undercover” sebagai review. what the *&@*^$%?!?!?!

Comment by kriww

Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 1:01 pm

jujur aja gw kagak ngarti dimana bagusnya film ini. openingnya doang bagus (kayak d’bijis juga) tapi selanjutnya… yucks! sucks!! apalagi pas luna mayanya dikejar2, knp juga slalu nyelempit ke tempat sepi. trus kenapa jg ga ketangkep2, ampe bosen gw ngeliatnya. dan totally konyol wkt tiba2 dia nemu org demo dan nyabot mic. oh no… imajinasi tinggi skill kurang banget sih. film sampah. dua kancut cukup-lah.

Comment by raVeNsKa

Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 10:50 pm

ah..s7 gw..awalnya doank yg kyna seru..ksono²nya kbanyakan kbtulan,,kbtulan ada pengemis di gerbong kreta,kbtulan ada kuli² di gdung blun jd,kbtlan ada ank esde yg lg karya wisata (ank esde masa karyawisata spagi itu seeh),kbtlan ada org demo pagi² di HI&pdhl waktu luna maya ngrbut mic dket situ ada polisi looooohhh…

Comment by titit

Made Thursday, 31 of May , 2007 at 9:25 am

sejuta kancut buat film ini..kenapa SI ngasi 3 bintang?? emang bintang lambang kancut yg baru ya?

Comment by fun

Made Saturday, 2 of June , 2007 at 11:32 pm

yeah…

kali ini comment gw dah bukan di edit lagi,tapi dimusnahkan……

what the hell ur doin huh???

baru kerasa yeh kalo dikritik gak enak???

Comment by Clitorio

Made Friday, 8 of June , 2007 at 7:57 pm

Hmmm…

comment di luar cerita ini pilem: Kata Sohib gue yg dah nonton, ada salah satu pemain (atau figuran, gue lupa..) yg mirip banget dengan salah satu bintang jadul di film favorite gue dan die, yaitu pilem “Senjata Rahasia Nona” nya Merriam Bellina. inget-inget tuh pilem, gimana kalo lu smua bikin skenario, yg bisa kita kasih judul “Senjata Rahasia Bik Jessica” …

Garing banget ye komentar gue… udah ach, gue mo ke blakang dulu, jemuran belon di angkat…

TTD:
Clitorus giGanteus

Comment by Femmy Karima

Made Friday, 22 of June , 2007 at 4:08 pm

3 bintang, mas2?

Comment by yudythbastian

Made Monday, 25 of June , 2007 at 10:46 am

saya enjoy nikmatin filmnya sampai fachri albarnya mati. kecepetan. dan habis itu, saya dipaksa nonton luna maya lari-lari bawa anak autis.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

We are back!

Sinema Indonesia adalah blog pribadi yang secara tidak disengaja jadi public domain. Sinema Indonesia tidak berafiliasi dengan grup, filmmaker, pejabat, atau tuan tanah mana pun. Sinema Indonesia adalah domain nirlaba (untuk sementara ini). Kesempatan untuk bergabung menjadi reviewer di Sinema Indonesia tetap terbuka bagi siapa saja. Silahkan e-mail contoh tulisan anda ke sinemaindonesia@gmail.com