Sinema Indonesia

Kuntilanak (2006)

Posted by ferrysiregar on Monday, 2 of April , 2007 at 12:10 am

Jangan ketawa waktu Evan Sanders membuka film ini dengan kalimat, “Sayang, kamu mimpi buruk yang sama lagi?”. Oke, ekspresi VJ MTV ini waktu mengucapkan dialognya memang sama dengan setiap kali tukang siomay dipalak remaja-remaja begajulan di kampung anda. Tapi kalimat ini mengandung kebenaran yang sangat tepat. Film Kuntilanak adalah awal dari mimpi buruk anda akan film-film horor kancut yang segera datang ke bioskop untuk meng-abuse tingkat toleransi anda untuk film-film buruk.

Sam (Julie Estelle) memutuskan untuk pindah dari rumahnya setelah bapak tirinya mencoba untuk memintanya menggantikan posisi ibunya yang sudah meninggal. Ya, posisi di tempat tidur. Dia menemukan sebuah tempat kos berupa sebuah gedung tua yang di depan pintunya terdapat sebuah areal perkuburan, lengkap dengan sebuah pohon besar yang menyeramkan. I don’t know about you, tapi kalau pun saya dibayar untuk tinggal di situ, saya lebih memilih untuk kos di Bekasi Timur. Dan saya bukan penakut.
Saat dia tiba pertama kali, ibu kosnya langsung menjelaskan bagian rumah dan sejarahnya seperti seorang tour guide. Ibu kosnya juga menceritakan tentang legenda kuntilanak yang tinggal di pohon besar di tengah perkuburan itu. Kuntilanak di film Rizal Mantovani ini bukan kuntilanak yang kita tahu (perempuan cantik berpakaian putih dengan rambut panjang). Kuntilanak di sini berbadan setengah kuda. Saya hampir berharap kalau Sam ternyata Xena, The Warrior Princess. Tak lama kemudian, Sam hapal sebuah lagu Jawa yang bisa memanggil kuntilanak itu, dan setiap kali Sam disakiti orang, dia dengan tak sadar langsung nembang lagu Jawa. Akan lebih menarik kalau lagunya Dondong Opo Salak. Dan teman-teman kos Sam juga sakit jiwa semua. Baru saja datang, dia sudah mau ditusuk gunting, akan diperkosa. Penghuni tempat kos Sam mungkin jebolan Nusa Kambangan semua.

FIlm Kuntilanak mungkin dimaksudkan sebagai film cheesy. Sayang kejunya keju busuk. Dan Evan Sanders sebagai pacar Sam couldn’t act to save his life. Kalau saja dia digantung di pinggir jurang, dan orang yang menggantungnya bilang “coba elo akting. Kalau meyakinkan, elo gue bebasin.” Tetep aja Evan Sanders bakal nyungsep.

Sesuai tradisi film Sundel Bolong, film ini juga menghadirkan elemen humor yang diwakili oleh tukang parkir yang tidak pernah dapat bayaran. Sayang nggak ada satupun joke-nya yang lucu. Dan ketimbang menyajikan momen horror dengan elegan, Rizal menawarkan editing yang frantic seperti video-video musiknya. Hasilnya bukan menyeramkan, tapi bikin pegel mata.

Ah, sudah lah.
MVP Pictures presents “Kuntilanak” Starring Evan Sanders, Julie Estelle, Ratu Felisha, Alice Iskak, Lita Soewardi, Ibnu Jamil. Penata Sinematografi Teguh Uche Santosos Editor Adrian Nugraha Penata Musik Andi Rianto Cerita Rizal Mantovani Skenario Ve Handojo Produser Pelaksana Gobin Punjabi Wicky V Olindo Produser Raam Punjabi Sutradara Rizal Mantovani.

Category: Review

1 Comment

Comment by uninstall

Made Wednesday, 23 of May , 2007 at 6:33 pm

damn…maybe we should kill rizal mantofuckni for good…

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

We are back!

Sinema Indonesia adalah blog pribadi yang secara tidak disengaja jadi public domain. Sinema Indonesia tidak berafiliasi dengan grup, filmmaker, pejabat, atau tuan tanah mana pun. Sinema Indonesia adalah domain nirlaba (untuk sementara ini). Kesempatan untuk bergabung menjadi reviewer di Sinema Indonesia tetap terbuka bagi siapa saja. Silahkan e-mail contoh tulisan anda ke sinemaindonesia@gmail.com