KALA (2007)
Posted by ferrysiregar on Thursday, 19 of April , 2007 at 8:48 pm
The word is out. Get this: Film kedua Joko Anwar is a MINDFUCK, dalam tradisi film-film seperti 12 Monkeys dan Brazil. Untuk itu kami berani mengatakan, Terry Gilliam Indonesia telah lahir.
Tidak ada sedikitpun tanda-tanda dari Arisan!, Janji Joni, atau Jakarta Undercover yang mempersiapkan kami untuk menerima KALA, sebuah film yang rasanya dibuat oleh seorang scientist gila yang sesukanya mencampur berbagai macam formula. Di tangan yang salah, ini bisa jadi bencana. Di tangan Joko Anwar, hasilnya adalah sebuah formula baru yang sulit didefinisikan. Tapi jika orang bersedia menelannya, mereka akan merasakan sensasi luar biasa yang akan berujung dengan cinematic orgasmo. Seperti yang kami bilang, it’s a mindfuck.
Di antara film-film generic buatan dalam negeri, sulit dipercaya ada penyandang dana yang mau memberikan uang kepada Joko Anwar untuk membuat film seperti ini. Kami menyatakan salut kepada MD Pictures, terlepas dari kenyataan bahwa logonya hampir terasa seperti efek bawang putih pada vampir.
Dunia buatan Joko Anwar adalah sebuah negeri yang mencekam, dengan orang-orang yang tidak berperikemanusiaan, dari mulai rakyat biasa yang bahkan tidak bergeming saat seorang perempuan menggendong bayi jatuh mengejar bus di waktu hujan, sampai ke menteri yang menyiksa dan membunuh orang untuk mencari kekayaan. Aneh, karena biarpun Joko Anwar mendandani karakter-karakternya dengan outfit barat, semuanya terdengar familiar. Ini adalah negara kita.
Joko Anwar menyampaikan keluh kesahnya dengan sangat stylish, dengan referensi buat film buff yang kami rasa tak ada habis-habisnya, walaupun kami langsung menontonnya dua kali. Selalu ada yang baru yang kami temukan. Kami tidak akan menceritakan ceritanya dengan lebih detil. Percayalah, semakin sedikit anda tahu tentang cerita KALA, semakin nikmat anda menontonnya. Yang perlu anda dengar: ini adalah sebuah film mencekam yang akan membuat anda mencengkeram pegangan kursi anda.
Ini adalah pertama kali kami menyaksikan sebuah film Indonesia di mana semua departemen bekerja dengan kompeten. Akting, art, sinematografi, musik, sound. Sadar atau tidak, film ini telah dengan fatal telah menaikkan benchmark film Indonesia. Kami ngeri untuk masuk ke bioskop untuk menonton film Indonesia berikutnya. Ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa, terlepas dari beberapa kelemahan teknis yang kami yakin disebabkan oleh bujet.
Kami tidak sabar menunggu apa yang akan dibuat Joko Anwar berikutnya. Untuk itu, kami hanya memberikan 4,5 bintang untuk KALA. Tapi, untuk semua yang terlibat dalam pembuatan film ini: SALUT!

Sutradara/Skenario: Joko Anwar
Pemain: Fachri Albar, Ario Bayu, Shanty, Fahrani, Tipi Jabrik, Arswendi Nasution, Frans Tumbuan, Jose Rizal Manua, Rima Melati, Sujiwo Tejo.
Director of Cinematography: Ipung Rachmat Syaiful
Art Director: Wencislaus
Costume Designers: Tania Soeprapto, Isabelle Patrice
Editor: Wawan I. Wibowo
Sound Designer: Khikmawan Santosa
Music: Aghi Narottama, Zeke Khaselli
Produksi: MD Pictures
Durasi: 102 menit
Category: Review
- Add this post to
- Del.icio.us -
- Meneame -
- Digg
Comment by hdn
Made Friday, 20 of April , 2007 at 11:56 am
aduh, mau nangis bacanya hehe. emang orgasmic!!
Comment by stania
Made Friday, 20 of April , 2007 at 2:37 pm
aduh saya jadi mau nonton… saya harus nonton!
Comment by Olin
Made Friday, 20 of April , 2007 at 2:56 pm
itu perempuan yang ditabrak perempuan hamil bukan? emang ada bayinya? tapi sepakat dengan review ini, sebuah eksprimen tragedi yang berhasil… walaupun ada berbagai rasa seperti “rasa sherlock holmes”, rasa “underworld”, juga rasa “mistis” ketakutan ala RING. Seruuuu Jok. Salutt
Comment by dsaint
Made Friday, 20 of April , 2007 at 3:26 pm
hmmm…..jadi penasaran…
Comment by calon filmmaker
Made Friday, 20 of April , 2007 at 3:53 pm
gue pengen nontooon! tapi gak bisaa..
Comment by dc
Made Friday, 20 of April , 2007 at 4:35 pm
KEREN, Apalagi 30 menit menuju endingnya, sampai2 semua yang nonton gak ada yang mau bangun dari tempat duduk, walo ending titlenya uda keluar 2 menit,
selama ini nonton film indo mungkin kita gak berharap banyak, paling 2 pulang bioskop ngasi komen “lumayan aja”, tapi dengan liat film ini…… the best indonesian movie ever
joko anwar membuktikan mulut besarnya kali ini
Comment by dono
Made Friday, 20 of April , 2007 at 5:26 pm
gw merinding waktu nonton film ini..sumpah..bangga bgt ada orang Indo yg bisa bikin film keren kaya gini..dan sinema-indonesia bener, gw hampir orgasme pas film ini habis…sumpah…endingnya keren bgt!! film Indo terbaik yg pernah gw tonton!
(buat produsernya, tolong dong promosinya lebih gencar.Waktu gw nonton, bangkunya cuma ke-isi setengah, sayang bgt kl film ini ga laku, nanti produser2 yg laen ga mau lagi ngasi dana kl ada sutradara2 lain yg bikin film mahal tp bagus ky gini)
Comment by Kilgeffen
Made Friday, 20 of April , 2007 at 5:29 pm
Terry Gilliam Indonesia? Cinematic orgasmo? Mindfuck? Benchmark?
saya sudah nonton filmnya kemarin. Lumayan, tapi gak sampe ngerasain itu semua diatas. Are we talking about the same movie? LOL
Comment by callmetowatchgoodmovie
Made Friday, 20 of April , 2007 at 6:06 pm
damn,sejak gw liat ni website gw langsung jatuh cinta…
the sharpenest movie critic in indonesia..
and iam agree with all your review..
dari awal gw yakinm ni film emang oke,coz gw langsung in love ama preview filmna…gw mo nonton “kala” senin besok jadi thank bwt mas ferry ama dody kasih gw bahan sebelum nonton..
smoga web ini eksis terus..
gw bisa bantu kapanpun..
sayang “kala”kurang promosi kayak film sampah yang kalian beri kancut(hua5x,gw ngakak abis ama ide kalian semua) itu…coba promosinya gede2an kayak fil alexandria ato dea lova gitu..
kurang dana kali???
salute to joko anwar deh!!
>keep kunt guys
Comment by minan ali
Made Friday, 20 of April , 2007 at 6:43 pm
ya, bagus, film bagus, tapi masih harus dengan embel-embel “standar indonesia”. gara-gara teknis yang bujetis? ah … klise ya! dan secara cerita pun banyak adegan klise yang ternyata masih laku dipakai oleh penulis cerita sekelas joko anwar; bagaimana bikin efek kaget, atasan korup menghambat bawahan, bincang-bincang sebelum pembantaian …
setting cerita menurutku juga nanggung. kalau memang niat bikin “Republik Entahdimana”, kenapa idiom-idiom jawa dimasukkan dengan kentara dan nyaris telanjang? kenapa tidak sekalian dilumat jadi khayal? aku jadi tidak nyaman karena harus mengait-ngaitkan fakta-fakta cerita dengan … ya, jawa! bukan soal rasis, tapi film adalah perkara menghadirkan sebuah dunia dengan segala aturan yang dibakukan di sana. bukan begitu?
tapi memang benar, paling tidak aku tidak bisa menebak akhir cerita sampai menit-menit terakhirnya.
salut. ini baru film indonesia!!
Comment by apatis_vian
Made Friday, 20 of April , 2007 at 8:08 pm
Apatis_vian said: SI…u back as my hero…gw 1000000% SETUJU!!!!!!gw baru nonton ni pelem tadi sore.. n baru sempet baca review SI sekarang… n SI… U N ME seperti melebur menjadi satu (paan seh? ;p
gila… gw bener2 speechless klo ngomongin pelem KALA… pelem Indonesia terfavorit n ter the best mnurut gw janji joni ahirnya ditumbangkan (cieilah…ditumbangkan) sama pelem KALA, dan yang membuat gw bersukur adalah dua2nya sama2 pelem nya joko anwar.
OMG… gw bener2 ga tau mo ngomong apa kalo ngomongin joko anwar… he’s my hero…he’s my idol… sutradara terbaik yang dunia perfilman indo miliki saat ini, ga pernah sama sekali mengenyam (ceilah…mengenyam, paan sih gw?;p ) pendidikan formal tentang perfilman menghasilkan 2 pelem paling DAHSYAT di indo.
Lupakan rudi soejarwo, hanung bramantyo, indra yudistira ato siapapun sutradara indo yg udah jauh2 sekul pelem keluar negri, dapet gelar tinggi(ga tau asli apa nyogok) tapi hasilnya Cuma buang2 duit dgn bikin pelem yg NOTHING alias bikin nyampah perfilman kita. Dimohon pada sutradara2 yg barusan nama nya gue sebut agar tau diri. Btw, maaf koya pagayo ga masuk, karna selain dia ga pernah sekul pelem kluar negri…gw juga ga yakin apa dia pernah mengenyam bangku sekolah dasar ;p
KALA…sekali lagi ga percuma gw sesumbar ke temen2 gw kalo ini adalah pelem indo yg paling gw tunggu di 2007… sinematografinya( kekuatan terbesar dari pelem ini, dan g w yakin gw ga berlebihan kalo sinematografi di pelem ini adalh yg terbaik yg pernah di buat sineas indo)…settingnya (OMG… kok bisa ya dapet tempat2 yg amazing kayak gitu, negri antah berantah, joko kembali dgn ciri khas nya untuk gak memberikan setting tanggal di pelem nya(seperti jg janji joni)… genre yg belum pernah kita lihat di pelem2 indo sebelumnya( gw ralat…sudah pernah…tapi jujur gak ada satupun yg berhasil)… fahri albar sepertinya akan jadi satu2 nya actor yg dapat dua nominasi dalam 1 kategori yaitu actor terbaik untuk 2 pelemnya Jakarta undercover dan kala(itupun kalo juri2 FFI taon lalu dgn tau diri ngundurin diri sendiri dan di gantikan dgn orang yg lebih punya taste dan otak sehat tentunya dalam menilai pelem)
Gw gak bisa cerita banyak untuk ngomentarin story nya karna takut nanti jadi spoiler buat yg blom nonton… yg jelas ending pelem ini bikin mulut gw nganga ampe gak bisa mingkem lagi… srius! gw bener2 ngerasa bersalah karna udah menuduh joko mengikuti pakem pelem indo skrg dgn munculnya setan yan bisa bunuh orang di pelem ini…dan joko ngejawabnya dgn sangat BRILIAN lewat ending pelem ini yang sekali lagi paling the best mnurut gw. Blm pernah gw liat pelem indo di twist dgn sangat cerdas seperti pelem ini…(maafkan gw lagi koya pagayo… tapi twist di pelem lo ‘lewat tengah malam’ benar2 sampah….gw heran presenter sekelas Alvin adam bisa2nya bilang twist pelem LTM menarik…Alvin kayaknya blom pernah nonton sixth sense ato the other kali ya… prihatin gw)
Gw berani jamin, Kalo KALA nggak menang di FFI2007 berarti perfilman Indonesia memang sudah dikutuk!
Mungkin lo smua nyangka gw terlalu lebay(berlebihan) ato mungkin kerjasama dgn joko (mao doooooong ;p ) karna terlalu ngebagusin pelem ini… peduli setan, yang jelas…KALA IS THE BEST INDONESIA MOVIE ALL TIMES menurut gw… mudah2n di waktu mendatang akan ada pelem2 seperti KALA dan numbangin predikat itu…
PISS
KALA (9/10) 4 ½ BINTANG (SUMPAH…DEMI apapun yg ada di langit dan bumi (halah!) gw ngasih nilai ini sbelom baca review SI… ternyata qt satu taste lagi SI…luv u)
potter_in_me@yahoo.com
Comment by 80fantasy
Made Friday, 20 of April , 2007 at 11:12 pm
Joko bilang mau bikin genre “noir” (tepat, maksudnya minyak wangi murahan).Ah Joko, seniman harus eksperimen terus ya? apalagi ini cita2mu sejak sebelum janji joni. Film, katamu, harus punya batas masuk akal supaya enak ditonton.
The most lethal scene adalah waktu berdarah2 yang terakhir. Ancur total computer generated imejnya. Oya, ditambah jurig khas peraih FFI itu, aku kasian sama si abang pembaca puisi …
Knapa ga sekalian aja narasinya dibawain ma tokoh utama, biar sempurna minyak wanginya…
Penonton di sebelah tempat dudukku, penggemar sinetron dan janji joni, komentar “ni pelem apaan…ga ngarti gw”.
Comment by Trafe
Made Saturday, 21 of April , 2007 at 5:28 am
Secara pribadi, aku kok nggak bisa ‘masuk’ ke dalam film ini ya? Sekacau2nya scene Nagabonar Jadi 2 aku masih bisa ‘masuk’, tapi entahlah, soalnya terlalu banyak scene artistik yang bikin nilai dramatiknya ilang disini. Cerita di awal emang top, tapi ke akhir buat aku mikir, jangan2 ini tukang rollnya salah pasang film sebelah, masa ada ‘Satria Baja Hitam’ bawa pedang? Unsur mistis di KALA bener2 mlintir filmnya. Sori, menurutku sih skornya bintang 3/5 aja.
Secara umum KALA oke sih, cuma aku keberatan kalau aku diperintah seorang presiden dengan perilaku ‘menyimpang’ (Kl kalian semua tau maksudnya, hehe).
Comment by mikael johani
Made Saturday, 21 of April , 2007 at 11:59 am
man i cant believe i used 2 write 4 u guys. i mean i never believed all those skeptics who said you guys WERE joko anwar but i now believed them EVEN LESS. how could yous be joko anwar when your heads are so far up his ass?
Comment by savatose
Made Saturday, 21 of April , 2007 at 12:25 pm
Berasa nonton film korea, dari angle, warna, kostum n anything…
filmnya lumayan, tp gue setuju sama kilgeffen, gak segitunyalah..tp gak biasa juga…yahhh lumayan.. something beda lah..
trus thrill-nya berasa, gue sempet (SPOILER ALLERT) berasa tertipu, ini film horror ato film apa sih? (promosinya film noir yg ternyata gak film noir jg sih, tapiii…yah liat aja sendiri), yg agak sayang joke2 yg seharusnya bisa lucu, tp belum dapet, sayang, padahal bisa lucuuuu banget…
cari setting tempatnya bagus..tetap enjoy the movie, recommended kok…watch the movie….
Comment by Potato_King
Made Saturday, 21 of April , 2007 at 10:54 pm
ada beberapa hal yang bisa kita liat dri pilem kedua Mas Joko ini:
Pros:-Nuansa taon 40-an yg keren banget…mirip2 Ruang taon lalu
-Segi artistiknya..WAOW…
-Pemelintiran cerita bagus(ga nyngka Shanty jadi antagonis)
-Nuansa CREEEPYY(sumpah adegan di bus menjelang akhir… gw aja terbengong-bengong ngeliatinnya…)
Cons :-National Treasure + Road to Perdition= BAD IDEA
-Fachri Albar lemes banget aktingnya…..
-Pra pemain di sini(selain Fachri)pnya tampang Indo.. geli aja gitu kalau digabungin ama seting noir ala Eropa..GA NYAMBUNG.
-Setting dunia antah berantah tapi ada Jayabaya(?) Kolor ijo
ga jelas dateng di pertengahan film(?) judul ga nyambung(?) just little big mistake…
-Lame ending.VERY-VERY LAME ENDING
Sori Mas Joko …kayaqnya and bukan Terry Gilliamnya Indonesia menurut saya..masih jauhhh….but this movie was good try.
None other Asean filmaker could done such of a movie like this.
Comment by Bagoes
Made Sunday, 22 of April , 2007 at 12:48 am
satu hal terlintas sejak dari 20 menit pertama melihat film ini…
Noir tapi tetep “indonesia”…
dan yg ini kerasa banget,i cant help but thinking;
“sensasinya seperti membaca novel Seno Gumira Ajidarma”..,
but in a great great good way maksudnya..,
salut buat joko anwar..
we never seen this kind of movie made indonesia..
bisa, noir dan asing, yet nusantara banget..
anjrit, itu lawang sewu bisa jadi keren begitu…
waktu di adegan pertama2 masih kerasa banget “lawang sewu”nya, jalan en trotoarnya masih kerasa belon natural.. masih plain lawang sewu, tapi makin akhir makin bisa kebentuk tu setting tempat jadi “kota terasing yg memang ga harus langsung ketangkepnya lawang sewu”.. mungkin di awal2 emang feelnya blon dapet…
dunia antah berantah tapi ada jayabaya?? kenapa engga,… antah berantah ini adalah hampir-hampir indonesia dalam alter universe yg lain… jelas banget dy point ituh, presiden, harta karun, chaos, feelnya kena ko indonesia banget…
yg aga ganggu cuman “ratu adil is a gay”.. nah itu…
jayabaya bisa geleng2 kalotau.. dan ini pun ga usah didebat juga sebenernya…
BAGUS BAGUS…
meski kalo mo pint out, ada yg sdikit ganggu yaitu;
saat pembunuhan di bis, gw hampir nyangka bahwa pembunuhnya adalah “fahri albar jika dia tertidur lalu dirasukin si setan berkancut dan fahrilah yg membunuh mereka, secara ga sadar”… kenapa?, disini diperlihatkan bahwa si fahrani even memiliki skill on the humen overedge tetep aja mo dikesanin sama joko di tiap actnya “masih wajar as human”, dan gimana dy bisa masuk tu bis.. in the meantime dy masih orang dan dalam jarak yg sangat jauh dari tu bis. dan ga keliatan pula aksinya masuk di bis yg bergerak.. aga2 susah dimakesense2innya..itu sih.. tapi minorlah, emang gaharus make sense juga ko… enjoy ajalah..
dua, masih rada bingung antara si fahrani itu tiap “jadi pelindung” sebenernya dalam kondisi sadar ato engga., jika tendensinya adalah setiap membunuh selalu pake pedang(signaturenya dy jika dalam kondisi superwoman sadis ituh), knapa dy harus teriak “maling”buat bunuh kaka iparnya?? secara itu bakal narik perhatian penyidik dan wartawan.. karena sudah garisnya seperti itu?? hehe.. supaya eros dan janus bisa masuk ke cerita??…
mungkin awalnya djoko mo menghubungkan “kalung laba2″sebagai “sesuatu penghubung” ato apa.. organisasi apa gituh..tapi kita galiat apa2 setelah itu.., takut kepanjangan mungkin…
tarohlah setiap rahasia berpindah, tugas si setan berkancut adalah memantau dan mungkin secara telepati menginformasikannya ke si pelindung(yg menjelaskan knapa si pelindung bisa ada di tkp).. tapi buat yg adegan bis, tarohlah si setan berkancut terus mmemantau dan akhirnya pas kata2 lokasi kesebut maka si gangster semua mati karena dibantai si pelindung.., gimana cara si pelindung melintas batas ruang jarak dan waktu??..
si setan kancut ga bisa nyentuh manusia, jadi yg nangkep janus waktu mo jatuh adalah fahrani??…
penggambaran karakter si janus sebagai wartawan yg “eksepsional” kurang maksimal tuh… kurang dapet kesan itunya, kurang cerdas. kurang tin tin.. malah si eros yg sbg penyidik lmyn kena.. ato mungkin joko bermaksud agar film ini ga terlalu susah dicerna???…
MEXICAN STANDOFF NYA kurang NENDANG!!.. sayang banged deh… hehehe..
terakhir..
ko kerasanya kaya baca novel Seno Gumira Ajidarma yah??
oh itu udah.. abis kepikirannya itu trus…
anyway, film bagus, film bermutu… bukan untuk dipermasalahkan ke make-sense-annya.. namanya juga noir-thriller-style film…
sama kaya konyol kalo nonton 300 pake ribut2in maslah ke-make-sense annya…
Mungkin SGA feelnya yg rada kerasa bagi gw.. but it was a nice viewing experience…
Comment by papah
Made Sunday, 22 of April , 2007 at 12:57 am
apa kalau semua yg made in indonesia harus selalu menonjolkan ke-indonesia-annya?..apakah semua musik indonesia harus selalu pake gamelan? apa semua buku harus non fiksi?…gak juga kan?..seni tidak bisa dibatasi oleh peraturan…joko telah membuat pro dan cons dari film ini sehingga membuat film ini semakin berhasil…
one of the smartest film ever made
Comment by Bagoes
Made Sunday, 22 of April , 2007 at 1:05 am
oya buat yg mo protes “antah berantah tapi ko jawa”…
haha.. kalian tau ga, kalo lembaran sejarah bangsa ini memang dalah suatu kisah yg extraordinaire, berapa negara yg mengalami hal-hal seperti bangsa kita??.. hal-hal yg kemudian diadaptasi joko buat setting cerita dan plot film ini.. alter universe yg terasa deket banget ma nyata.. kalo nonton batman trus gotham identik NY suka pada keganggu ga??.
kenapa jawa.. kalu mo ngomong setting plot untuk cerita ini selain memang supaya “kena”, ya setting pemerintahan supaya kena ya jawa dan stereotip indonesia masa sebelum 70anlah bener gitu.. ga jawa ko, gw nangkepnya indische malah.. indische banget…
jayabaya, hampir kita smua udah tau ramalan jayabaya ini.. ide tentang “ratu adil”ini sendiri sebenrnya udah nyatu bgt ma kita orang2 indo.. ya daripada sok dibuat jadi ramalaaan siapaaa gitu untuk sekedar lebih “anonymous sesuai antah berantahnya”, ya mendingan emang bener disebut jayabayanya sekalian.. anggap dunia kala adalah dunia alter universe dari indonesia gitu…
antah berantah trus emang harus jadi mana?? gurun pasir??.. ya ceritanya juga bukan gini atuh… cast en cerita juga bukan begini pastinya..
cuman aga konyol ya kan jawa nih, ko pedangnya kaya pedang he-man yah.. hehe
dan pas liat berita meninggal mentri di tipi di jalanan itu tuh sebenernya toko ato apa sih??, bukannya etalase dan pintu en jendela lainnya disegel papan semua?? maksudnya lagi masa kerusuhan masyarakat gitu?? toko2 diserbu etc etc, tapi somehow ni toko masih lengkap en tipi2nya nyala en broadcast trus despite si toko disegel pake papan??…
ah sekali lagi,.. bukan untuk dirasa ke-make-sense-an nya…
critics on what matters.. slama ga ganggu plot detil2 kecil kayagitu mah masih bisa dimengerti…
ending begitu karena ingin dibuat “komikal”.. seenteng ending sin city en 300.. emang kayanya mo dibuat se plain itu.. what do u expect?? ranti-janus-eros live happily ever after???
Comment by Bagoes
Made Sunday, 22 of April , 2007 at 1:18 am
yg bikin gw salut juga adalah..
di universe joko, setan kancut semistis apapun dari alam gaib,
“mereka ga bisa mencelakai manusia”.. akan sangat mudah dan mungkin diterima ajah pasti ma banyak penonton kalo ternyata si pembunuh adalah sebangsanya jin kadut konco2nya si setan kancut ato emang si setan kancut itu juga..
but not in joko’s movie…
do u see msg in that??
alam gaib en such bisa ditempatkan secara proporsional,..
si setannya emg bener “ada”, tapi ya act dan kuasanya mereka cuma sebatas itu ajah..
menyindir dan menyitir konteks berpikir rakyat ini secara baik..
nice one
Comment by Sahat
Made Sunday, 22 of April , 2007 at 12:04 pm
Yes,KALA tops my list as the best Indonesian movie I’ve watched.
Yang paling bagus mengenai movie ini adalah meskipun dia bergaya aneh, stylish, classic, setting yang tidak jelas waktu dan tempatnya , tapi kita tetap tahu bahwa sebenarnya Joko Anwar sedang bercerita mengenai Indonesia. Mitos Ratu Adil & tokoh mirip Hanoman (yang sumpah nyeremin banget di awal-awal) membuat film ini tetap grounded keIndonesiaannya. Not only the movie, akting Fachry Albar juga akan jadi benchmark dalam perfilman Indonesia.
BTW, pesan terselubung Joko Anwar: Ratu Adil = Queer of Justice??? Jadi inget ada adegan tokoh Eros bilang soal Ratu Adil: “paling tidak Jayabaya masih menghargai perempuan.” Ada-ada aja.
Comment by ilom
Made Monday, 23 of April , 2007 at 4:03 am
Gw baru aja nonton Kala.
Terry Gilliam? no! Formula baru? Emang film barusan ada formulanya?
Kira-kira yang SI sebut formula itu formula yang macam apa ya?
Formula sebagai “temen”nya atau relasi yang bikin film?
Setengah jam pertama gw nonton Kala,
cukup oke lah di beberapa pengadeganan perkenalan karakter2 di film ini.
Tapi tidak sampai titik berdecak kagum ketika gw nonton Rindu Kami Padamunya Garin.
di 2nd Act gw mulai meluruskan punggung. Sebuah pertanyaan di kepala gw, pak joko anwar apakah bener-bener tau sebenernya apa yang dimaksud dengan sebuah film noir. Apakah tau ketika dia mengatakan filmnya ini film noir, apa yang penonton akan expect?
especially gw. Gw penggemar style noir ini. Meskipun menurut gw noir dibikin lighting noir udah ga jaman (coba tonton film Brick). Dan menurut gw ke’noir’an film ini cmn ada di lightingnya. Kostum, ya, memang banyak film noir itu di identifikasikan dgn kostum 40s.
Tapi ada yang lebih penting, yang pak joko anwarmu ini lupakan. Atau sengaja dilupakan?
Kenapa? Tlg ingatkan breaking the rules tidak semudah itu.
you have to know, first, why there are rules like that before you break it.
Kdg memang sutradara indonesia coba-coba breaking the rules just to be ‘artsy’.
cape de.
breaking news: film noir itu bukan film detektif.
Comment by Yohanes
Made Monday, 23 of April , 2007 at 8:16 am
Bagus kok. Masa ada yang sampe ga ngerti ceritanya, kurang konsen nonton kali ya. Memang kalau dikata hebat banget ya nggak. Tapi JELAS DI ATAS RATA2 FILM INDONESIA SAAT INI!!! Jadi ya jangan galak2 dong ngritiknya. Salut Joko Anwar! Kl keluar DVD-nya nanti, wajib koleksi!
Comment by savatose
Made Monday, 23 of April , 2007 at 8:36 am
males banget deh baca kompas minggu kemarin..si Susi susanti itu..well, I meang si Susi ivi sapa..taty…itu..spoiler banget..
udah deh, we knew mbak susi udah nonton filmnya, mboknya gak usah dikasih tau twist2nya…NORAK tau gak!! bisa bedain resensi pilem ama jd spoiler gak sehhhh…
Comment by whateva
Made Monday, 23 of April , 2007 at 10:30 am
gregetan, menggigit, optimisss…. KERENNN KERENNN.
kolekssii TRILOGInyaa wajibbb…..
Comment by MoNyeTPinK
Made Monday, 23 of April , 2007 at 11:30 am
film yang CERDAS, membuat otak kita bekerja & tidak DANGKAL (kalo nonton FILM INDO lain ga usah pake otak udah ngerti)…sayang Promosinya KURANG jadi banyak orang yang ga TAU…..
Bravo mas JOKO, AI, ARIO,FA & SHANTY………muahhhhhhhh
Comment by hachi
Made Monday, 23 of April , 2007 at 12:05 pm
Setuju sama savatose…yang nulis review di surat kabar itu meskipun ngasih spoiler tapi gak akurat deh…Kayanya dia agak2 salah persepsi tuuuh, kutip: “apalagi jika benar sang ratu menyamar sebagai Ranti si penyanyi kafe?”…mungkin dia nontonnya kurang konsen kali ya atau cuma setengah jadi gak sampe abis gitu..hihihi
Overall…sih filmnya menurut gue lumayan…meskipun gue juga mempertanyakan adegan detektif polisi yang keren sedang tidur bareng teman lelakinya, itu buat apa ya?…Apakah untuk menjustifikasi istilah yang dianugerahkan kepadanya? Tahu aaah…
Comment by Afterglow
Made Monday, 23 of April , 2007 at 12:09 pm
Artnya GOKIL. Gambarnya JUARA. Ceritanya PINTER. Reminds me of novel Seno Gumira, film 12 Monkeys and si Shamalan….
I dont care what ppl say, i’ve watched this film last tuesday
waktu gala premierenya, n still i cannot stop talking bout it,
yet thinking bout it.
Really was a mindfuck.
I got my ORGASM. That’s all that matters.
Comment by Ed Wood
Made Monday, 23 of April , 2007 at 3:07 pm
gokil!!!, filmnya gokil!, review nya lebih gokil lagi, saya sependapat dengan anda-anda di sinema indonesia dan, satu hal lagi, review nya sinema indonesia buat minder saya yng lagi nyoba2 jadi jurnalis…
Comment by James Potter
Made Monday, 23 of April , 2007 at 6:50 pm
Nih filem balik modal kagak yak?! Gue nonton hari Minggu di Puri 21 jam 17.20. Anjis! Cuman bertiga ajah satu studio 4 itu; gue, istri gue dan 1 orang lainnya (jangan2 kaskuser fovie tuh, betah lo seorang itu sampe film selese; hayo kaskuser ngaku!!). Tapi malah asyik. Yang seorang itu duduk di sekitar row C ato D. Gue berdua istri (masa iya misah!) duduk di row G deket alley. Dugaan gue (dan tepat terjadi) film ini bakal diputer dengan screen lebih kecil dari layar normal. Udah deh berasa nonton di rumah sendiri; duduk di tengah, komen santai ngga ngeganggu yang lain dan jelas tidak terganggu yang lain (ngga tau juga sih kalo ada makhluk halus di studio 4 situ yang terganggu dengan komen2 gue
).
Sempet nahan ngantuk waktu nonton paruh pertama film itu, selain karena emang gue abis begadang sampe jam 2 pagi sebelomnya, film ini juga cenderung lambat meskipun ada beberapa suspense di beberapa scene. Apalagi kalo lagi scene malam, pasti plus ujan. Noir banget. Tapi seringnya bikin gue makin kedinginan dan ngantuk.
Begitu mulai nyandak dengan alur ceritanya, baru deh gue ‘seger’ dan antusias ngikutinnya. Dan memang sip!!
Dari keseluruhan, film ini sebenernya ngga noir. Film ini cuma style-nya aja yang ngambil dari film2 noir; cenderung gelap, busana yang American 30’s style, setting waktu yang antah berantah. Meskipun ada 1 unsur film noir yang masih jelas; violence yang lumayan vulgar.
Kalo dari sisi cerita, menurut gue ini lebih ke comic fantasy. Sepertinya Joko Anwar berusaha mengetengahkan comic fantasy dengan cerita thriller yang ‘dibumikan’ dengan mitos yang ada di Indonesia. Yang gue tau, comic di dunia barat sana ada sebagian yang memang ceritanya membumi dengan kondisi masyarakatnya, seperti comic terbitan Vertigo anak perusahaan DC. Dalam film ini, ceritanya seperti dalam terbitan Vertigo tapi lebih dibumikan lagi dengan mitos yang ada di Indonesia. Sebenernya cerita di film ini Indonesia banget.
Film ini punya cara bertutur yang cerdas. Setelah pada paruh pertama gue hampir terjebak bahwa gue sedang nonton film horor, setelah itu gue selalu dibikin penasaran dengan akhir cerita film ini. Semua tokoh yang muncul, baik itu main character maupun supporting character, semuanya punya peran yang tidak hanya numpang lewat. Semua karakter yang muncul justru harus diperhatikan, karena akan memberikan keterangan yang menjadikan gambaran keseluruhan cerita menjadi jelas.
Selamat dan sukses untuk Joko Anwar. Saya penggemar anda.
Selamat untuk MD Entertaintment, mudah2an ngga rugi.
Selamat untuk 21, mudah2an anda diberikan hidaya
Comment by taratam
Made Monday, 23 of April , 2007 at 10:00 pm
satu kata… salut buat joko anwar…
hbs nonton ini mau ngga mau kita emang harus ngakuin kl kala adalah film dengan sinematografi terbaik yg pernah kita tonton
masalah realistis ato realistis… come on guys, ini film… ngga semua fantasi dan ide film harus realistis kan, as long as plot yg ada d film itu masih nyambung.. film2 sekaliber LOTR aja ngangkat fantasi si tolkien tentang dunia pergolluman dan perhobbitan… dan publik juga angkat topi dan bener2 ngargain fantasi si tolkien tsb.
apasalahnya sih sekali2 ngargain fantasi dan hasil karya negeri sendiri, selama hsil karya tersebut memang layak n pantas buat d hargain…
Comment by Glenn
Made Tuesday, 24 of April , 2007 at 12:19 am
aku suka sama film kala karena aku kayak lagi didongengin dari awal sampe akhir film. seru! walau di tengah-tengah film, mata aku sempet kecapean juga sih mungkin karena gelap muluk ya…
yang pasti aku suka artistik dan penyampaian ceritanya. joko IS a great storyteller. dan kesanggupan bikin “ini dongeng tapi nyata, ini nyata tapi dongeng”.
ada dua yang aku kurang sreg di film ini. pertama, fahrani… gak tau deh, gak aja gitu… aku gak ngerti soal acting, tapi suaranya aja udah gak banget lah!
kedua, waktu terakhir ada adegan orang kepotong badannya dan jatuh. seper sekian detik ketika pedang menghunus badannya aku dah mikir “bentar lagi badannya akan terbelah dan jatuh! duh mudah-mudahan efeknya bagus ya…” dan bruk! bener aja… harapanku kandas…
tapi ya mungkin kepentok budget juga ya…
kala, ok kok joko! buat film indonesia, baru!
Comment by zombie_hero
Made Tuesday, 24 of April , 2007 at 12:26 am
a very good movie with a very bad promotion…ironic
Comment by olivertwist
Made Tuesday, 24 of April , 2007 at 12:35 am
musiknya keren bo’, sound design-nya juga gokil..walau ada beberapa minor sync problem di beberapa adegan.
DOP, art dan costume jangan tanya deh, pokoknya review SI bener banget, semua departemen telah membuktikan kerja-nya yang kompeten!! salute
Comment by Da
Made Tuesday, 24 of April , 2007 at 11:43 am
the most closeted gay themed movie ever…
Comment by cahbagus
Made Tuesday, 24 of April , 2007 at 12:08 pm
Film yg aneh….
Arrrrgggghhh!!!! Gemes liatnya !!!
Bener-bener formula buatan scientist gila yg khusus disiapkan untuk membuat imajinasi kita menjadi liar !!!
Ambigu !!!
Menyadarkan kita bahwa tidak ada kebenaran yg mutlak di bumi ini
Cobalah tengok, belum tentu kebenaran yg dipaparkan Agust Melas di akhir petualangan itu adalah kenyataan yang ada….Waspadalah
Dan kita semakin menunggu deadtime berikutnya !!!
Comment by krzystof
Made Tuesday, 24 of April , 2007 at 1:59 pm
bagus bagus, untuk skala film indonesia bagus banget, tapi kalo untuk skala film internasional persaingannya masih berat sepertinya. soal cerita memang bagus, tapi masih lumayan ketebak, cluenya kadang2 terlalu jelas, seperti ketika makhluk jawa itu datang ke eros dan bilang sesuatu ke dia, kita langsung tahu dia itu siapa. cuman satu yang kagak ketebak buat gw dan cukup mengejutkan, munculnya buffy the vampire slayer di akhir cerita. WTF?
sedikit complaint lagi. Kala menawarkan sebuah negeri antahberantah, tapi masih terasa nanggung, gw masih ngelilhat ada tenda makanan kaki lima, terus perumahan yang Indonesia banget. mungkin fungsi dari itu semua adalah untuk memberikan clue bahwa yang kita lihat adalah Indonesia versi dunia lain, tapi tanpa perlu ngasih lihat itu semua, Kala sudah terasa Indonesia kok.
Kemudian penggunaan referensi Jawa, ketika kita dengar Jawa ya kita langsung terbawa kembali ke Indonesia. kenapa gak mitos jawanya diadaptasi aja jadi sesuatu yang baru. sehingga kita benar2 merasa ada di dunia yang lain sama sekali, tapi tetep Indonesia banget (moodnya).
Comment by cahbagus
Made Tuesday, 24 of April , 2007 at 2:15 pm
SPOILER ALLERT !!!
WARNING!!!
ada yg ngganjel : ketika hanya janus ma perempuan itu yg tau. kenapa harus perempuan itu yg mati? kok bukan janus?
apakah ada yg tau jawabnya?
atau kita harus menunggu sekuel deadtime berikutnya?
Comment by Kilgeffen
Made Tuesday, 24 of April , 2007 at 2:34 pm
Buat cahbagus. Kenapa bukan Janus yg harus mati? karena sang pembuat Kala itu self proclaimed gay. Jelas kan siapa yang harus disingkirkan? Ga perlu sequel atau scientist gila untuk ngejelasin ini aja sih.
Seperti sudah dibilang yang lain, semua ga perlu dianggep serius. Relax, it’s only a movie.
Comment by Afterglow
Made Tuesday, 24 of April , 2007 at 3:34 pm
SPOILER ALERTTT!!!!
Cahbaguuuuuss..
Kenapa Janus bukan yang mati tapi perempuan itu yang mati ya karena Janus ceritanya SANG PENIDURnyaaa…
Jadi yah di di dalam konsep ceritanya ndak mungkin Sang Penidur mati toh..
Jangan-jangan kamu Janus karena tidur pas nonton hehehehe
Comment by nRm
Made Tuesday, 24 of April , 2007 at 4:03 pm
adegan akhir, saat Janus dan Eros hampir terbunuh saat polisi SUDAH menarik pelatuk. Namun tiba2 Ranti datang dan membunuh polisi2 itu. Arrrghhh.. mengganggu kualitas film ini.
Comment by Geisha
Made Tuesday, 24 of April , 2007 at 4:18 pm
Our beloved Cahbagus…
Regarding scene-nya Agust melasz di ending film KALA…
Namanya juga film Fantasy….
As taratam said, terlepas dari kebenaran atau tidak, selama isinya
masih nyambung sama plot cerita, why complain?
Lo juga sebawel ini yah kalo nonton LOTR?
hehehe
Comment by dj
Made Tuesday, 24 of April , 2007 at 4:25 pm
film ini really IS A MINDFUCK! salut buat Joko. for you age… tears… it´s the best indonesian movie so far.
come on, guys. jangan galak2 gitu, dong. sekalinya ada film indonesia yg bagus, kita dukung, dong. apa kita mau para produser ogah ngasi dana buat film cerdas lagi? apa kita mau terus dibombardir dgn film2 horor dan percintaan yang ´insulting our intelligence´?
hayo, tonton dulu. jangan keburu pesimis dgn komentar yg bilang ´aneh´. this movie is weird because no other indonesian movie has the same storytelling like it, and it really is BRILLIANT!
Comment by Iman
Made Tuesday, 24 of April , 2007 at 6:12 pm
filmnya gak bisa dibilang biasa sih, tp juga gak tepat dibilang luarr biasa
karakternya kuat, setting n kostumnya pas bgt
agak lemah di special effect
tp pesan yg mau disampaikan kuat bgt, mencerminkan apa yg sdg terjadi di negeri kita skrg; mistis, harta karun, individualistis, pejabat=(rata2)penjahat, simbol
btw, film2-nya joko pasti ngelibatin tokoh gay ya, seru sih, gak disengaja or udah ciri khas ya?? jadi inget kata2 surya di arisan!,”….gw gak bisa bikin film selain tema ini. ini yg gw tahu”
Comment by tokohgaydalamfilkala
Made Tuesday, 24 of April , 2007 at 6:48 pm
4 1/2 bintang??? berlebihan ah… tiga aja cukup…. Joko Anwar kayaknya kehabisan ide buat bikin endingnya… kok malah lebih mirip ending buat film superhero hollywood sih endingnya???
tapi okelah… dengan kualitas demikian film ini akan cukup berbicara dalam FFI 2007… (asumsi: gak ada Anwar Fuadi dalam kepanitiaan ataupun juri)
Comment by zombie_hero
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 12:07 am
di negara yang semua menggembar gemborkan soal moral (lihat adegan kumpulan orang mirip FPI mecahin kaca toko)…bagaimana jadinya kalau ternyata sang “Ratu Adil”, tokoh yang secara mitos selalu di tunggu2 oleh rakyatnya, …ternyata mempunyai pandangan moral yang berbeda ? (yang biasanya di gembar gemborkan oleh tokoh2 politik dan agama yg munafik)
maka itulah di dalam film KALA sang Ratu Adil digambarkan sebagai tokoh gay…as simple as that
jadi buat semua yang comment bahwa “film ini gay banget sih” , “kok kalo joko selalu ada gay-nya sih?” , gay ini gay itu….then that’s the answer right there..happy?
dan untuk yang comment kalo “ini film kok gak masuk akal ya?” atau “negeri antah berantah-nya masih terasa indonesia ya?” atau “kok masih pake bahasa jawa ya?”…..aduh…….plis deh…..cetek banget sih otak lo?? sama aja kayak elo nanya “kok film star wars pake bahasa inggris sih?..kan di galaxy far far away?”
dengan segala kelebihan dan kekurangan-nya..KALA adalah salah satu film terbaik yang pernah dibuat di Indonesia
Comment by Candra
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 7:08 am
GUILLLAAA!!!! GILA PERTAMA KARENA FILMNYA KEREN BUANGET (LEBIH MENGERIKAN KETIMBANG FILM BIKINAN SUTRADARA PEMENANG FFI : KOYA PAGAYO) DAN SEMUANYA MENOHOK. BELUM PERNAH ADA FILM INDONESIA YANG KERENNYA NGALAH-NGALAHIN FILM BARAT. TAPI, DENGAN NONTON NI PELEM, GUE LANGSUNG MENGHINA FILM MINORITY REPORT KARENA ENTU FILM BIASA BANGET.
GILA KEDUA, GARA2 DI MALANG ADA ISU PENYEBARAN JARUM SUNTIK DI BIOSKOP, YANG NONTON HANYA 7 BIJI. KASIAN KAN? PADAHAL FILMNYA MASYA ALLAH BANGET KERENNYA. SALUTTT…
Comment by eggophilia
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 8:12 am
gue lebih suka opera jawa. eh, tapi ga apple-to-apple ya ;P
Comment by Candra
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 8:58 am
BUAT YANG BILANG KALA ITU CUMAN FILM STANDARD AJA, GW CUMAN PESEN: UDAH PERNAH PERIKSA OTAK? GW PUNYA KENALAN.
Comment by Afterglow
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 11:30 am
I totally agree with Zombie_hero.
Queen of Justice yang berjenis kelamin lelaki tapi homo is a perfecto.
How more ‘Adil’ can u be ?
Comment by Krzystof
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 11:39 am
“….aduh…….plis deh…..cetek banget sih otak lo?? sama aja kayak elo nanya “kok film star wars pake bahasa inggris sih?..kan di galaxy far far away?””
Di Star Wars gak ada kota atau planet atau galaksi yang namanya familiar di telinga penonton Amerika. seperti Tatooine, Sumitra, Endor, dll. semuanya terdengar other worldy bagi penonton Amerika. gw rasa sih bukan bahasa yang di permasalahkan, tapi referensi sejarah dan mitos yang bukan hanya familiar tapi juga jelas2 bagian dari kita yang menarik kita kembali dari titik orgasme. menurut gw sih kalo namanya diganti, namanya saja, pasti akan lebih baik. but it’s no big deal really.
Comment by yawi
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 1:26 pm
Hi all,
Aku setuju bilang ini film yg lumayan keren, unik,
lain dari yang lain dalam perfilman Indonesia
(dlm perfilman Hong Kong banyak sekali dibuat film serupa,
contoh karya-karya dark/gelap Tony Ching Siu-tung atau Tsui Hark
yang bersetting negeri antah-berantah dgn para pendekar
silat, kungfu, tapi bermantel n berpistol ala detektif Chicago).
Tapi aku bukan pengen ngomongin soal mutu melainkan komersil,
fakta membuktikan hasil dari bioskop di seluruh Indonesia
menobatkan KALA menjadi Film No 2 dari Bawah dlm Urutan Terlaris.
(rekor no 1 masih tetap dipegang filmnya Richard Oh, KOPER!).
Rasanya tak etis menyebutkan angka namun sebagai clue
kira-kira mencapai 5 persen dari jumlah penonton NAGABONAR JADI 2
(hitung sendiri berapa, plz).
Jadi buat teman2 yg belum nonton di bioskop harap bisa
mengoleksi dvd-nya saja kelak …
Apa boleh buat, aku cuma bisa ikut berduka cita!
Comment by Potato_King
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 3:46 pm
Bukannya standard,tapi bukan yang terbaik di tahun ini
kayaknya banyak tuh yang lebih “nearly perfect” seperti
Nagabonar jadi 2(yes,Deddy Mizwar all the way)
Atau yang nanti bakal keluar,kayaq:
Ahmad Amdv…3 HAri untuk selamanya…The Photograph…. Lari dari Blora…
Pokonya tahun ini berat lah
banyak film2 bagus bakal keluar
Comment by yudythbastian
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 4:33 pm
aku diem aja deh, masih 2 bulan sampai di puter di bioskop deket rumah …
Comment by p_dw
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 4:39 pm
Ini film brilliant banget! Bener-bener break-thru in Indonesian Cinema! Joko Anwar berhasil mendirikan sebuah dunia baru, suatu tempat di dimensi lain yang campuran antara western dan Indonesia. Plus, tetap konsisten dari awal film sampe akhir, sehingga kita bener-bener percaya pada dunia ini. Selama ini, ada filmmaker Indonesia yang berani berbuat begitu? Joko anwar BERANI DAN BERHASIL!! STANDAR FILM INDONESIA udah dilempar tinggi-tinggi oleh Joko dan sekarang ia menantang para filmmaker indo lain untuk melemparnya lebih tinggi lagi! Pertanyaannya sekarang, apakah mereka merasa tertantang dan bertekad untuk menjawab tantangan tersebut, atau menyerah kepada desakan para produser2 atas nama uang?
Yang mana? AYO, YANG MANAAAA!!
Comment by agn
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 5:03 pm
gimana caranya supaya gw bs npnton..
Comment by lisye
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 5:22 pm
aduhhh boo!!!!!yei semua tau ga sihhh???brondong yang namanya ferry siregar itu temen sekamar akika,uhhh mulai dehh rumpi,tau ga sih,tiap malem akika diewong sama dese,duhhh serasa melayang dehhh eke,tapi ada satu yang bikin akika sebel dehhh nek,kentongnya itu lohhhh!!!!!kecapi(kecil) banget dehhh bo!!!!uhhh gilingan!!!kadang dese doang yang klewong,akika enggak!!!!!ah udah ah,rumpi deh yei semua,yuuukkkkkk…!!!!!!!!!!!!!!
DARI SINEMA INDONESIA:
Komentar ini dan yang di bawahnya diposting oleh orang yang sama dengan IP ADDRESS: 202.158.122.22
Kami tau di mana lokasi IP Address ini. Memalukan…
Comment by mahmudsyah
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 5:28 pm
wahhhh,ternyata,yang namanya ferry siregar yang suka berlebihan dalam ngomentarin n jelekk2in film indonesia suka maen sama bencong,hahahahahaha!ga sesuai fer sama semua komentar lo yang selalu jelek2in film indonesia,padahal lo sendiri cuma bisa nghasilin tai!@#$%%^%
DARI SINEMA INDONESIA: Komentar ini dan yang di atasnya diposting oleh orang yang sama dengan IP ADDRESS: 202.158.122.22
Kami tau di mana lokasi IP Address ini. Memalukan…
Comment by cahbagus
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 6:49 pm
bentar bentar…
kynya byk yg salah nangkep deh ma comment-ku
di atas aku emang bilang kalo film ini aneh…
tp dlm artian positif loh..
aneh disini maksudnya, kok ada orang2 gila (ini juga dlm artian positip) yg punya inisiatip bikin film kaya gini.. tokoh dan alur dalam dunia buatan org gila ini (lg2 dlm arti yg positip) bnr2 bisa memlintir pikiran dan imajinasi kita menjadi liar.
trus soal scene agus melas..
ayolah…
aku kok mikir bhw ‘kebenaran’ yg dipaparkan agus melas di akir film ini sebenarnya bukanlah ‘kenyataan’ yg terjadi (ini hanyalah kebenaran menurut interpretasinya agus melas) dan bagaimana kenyataan yg sesungguhnya terjadi? who knows? nah inilah poin dari film KALA yg rencanaya bakalan jd trilogi ini: bhw sbnrnya tdk ada kebenaran mutlak di dunia ini. bhw sbnrnya kebenaran bukanlah kenyataan… don’t u think bout it???
aduh, gimana sih ngomongnya… bener2 jd gila aku mikirin nih film (makanya dr awal ku bilang gemes liat film ini…)
bener2 gila lu jok…
Comment by cahbagus
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 7:15 pm
soal kenapa bukan janus yg mati….
hehehe, sumpah gw penasaran. am i miss something?
ada gak alasan selain ‘krn janus adalah tokoh kita…’
arrrghh… kenapa sih film ini begitu mengusik pikiranku..
maaf kl berlbihan, tp film ini tdk bisa disamakan ma film laen yg kl abis ditonton ya udah abis perkara… makanya saya agak bawel
hehehe, piss yo…
Comment by pehul
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 7:32 pm
kayanya rame apalagi kalo dapat bintang 4 setengah
keren banget kayanya, pegn nonton………………..
tp gak sempat
Comment by Pandu
Made Wednesday, 25 of April , 2007 at 8:06 pm
Gue kirain filmnya seru, ternyata cemen. Dalam artian, Joko Anwar terlalu egois dengan idenya. Terry Gilliam Indonesia telah lahir??? Man, bangun…! Sadar gak sih yang nulis review penuh puja puji…
Comment by kis_4*ajabuatKala
Made Thursday, 26 of April , 2007 at 8:57 am
Ada 3 kemungkinan orang ngasih film ni 4,5 bintang:
1. Dya suka sama film gay
2. Dya suka sama joko anwar yang gay(gosiip!)
3. Dya gay
N gw curiga sama Apatis Vian yang lebay bgt sama film niy,kemungkinan dya termasuk semua kriteria diatas dech!oh.GOD!gw harap alloh mau ngampunin dosa2 hamba-Nya yang sesat,jangan sampai terulang lagi kejadian yang menimpa kaum nabi Luth!allohuma barriklana fimaa rozaqtana waqinaa adzaa bannarr!!!aminnn(semoga gua ga salah doa!)
Comment by ajinaro
Made Thursday, 26 of April , 2007 at 9:23 am
promo-nya lesu banget ya..kok bego banget sih MD udah invest uang banyak tapi gak bantuin promo..emang gak mau filmnya laku ya?
Comment by Bosech
Made Thursday, 26 of April , 2007 at 11:27 am
film juga bisa dinilai dari motif pembuatnya.
Joko Anwar sukses! Dipuji dimana-mana.
Manoj Punjabi gagal! Pusing, nggak balik modal.
Comment by Afterglow
Made Thursday, 26 of April , 2007 at 12:00 pm
Cahbagus ![]()
I didnt say Janus nggak mati karena dia ” tokoh kita ” hehehe
All I said was Janus itu kan Sang Penidur dan ” legenda ” nya
mengatakan kalo whoever the sleeper was, he or she akan jadi orang
satu-satunya yang akan membawa ” pesan nama tempat ” tersebut,
dimana dia adalah orang yang paling jujur n bisa dipercaya dan
dia yang akan membawa the whole gank ke that so-called-hill…
That’s why he didn’t die…
That’s all
Comment by Afterglow
Made Thursday, 26 of April , 2007 at 12:11 pm
Btw 3 Hari Untuk Selamanya dan The Photograph bentar lagi kok…
Comment by Film Amour
Made Thursday, 26 of April , 2007 at 12:12 pm
Filmnya gak se-seru reviewnya! Banyak hal yang kurang detil, tidak pas dan menganggu sekali. Yang paling kentara adalah penggunaan tape recorder! Di saat radio segede gaban masih dipakai, kenapa recorder kecil yang imut sudah dipakai? Belum lagi penggunaan ejaan bahasa Indonesia yang sudah ejaan baru, kalau setting-nya masih 40 hingga 50-an harusnya ejaannya masih ejaan lama dengan pengaruh kolonial yang masih besar. Jaman tahun segitu gaya pakaian orang Indonesia masih belum seperti itu, pria bertopi dan wanita mengenakan scarf untuk menutup rambut.
Penggunaan istilah breaking news di TV di Indonesia baru dipakai sekitar akhir dekade 1990an, bahkan TVRI saja baru berdiri tahun 1962. Entahlah kalau setting yang dipakai negeri entah dimana dalam rentang waktu entah kapan. Masih banyak ke-make sanse-annya perlu dibahas sebenarnya, tapi ya sudah lah!
Kesan saya: terlalu hollywood, kurang membumi, tidak detil dan dipaksakan. Kurang bagus! Untuk FFI 2007..hhmmm, masih jauh sepertinya.
Comment by gowik
Made Thursday, 26 of April , 2007 at 12:16 pm
The Photograph kabarnya ganti judul? Belum selese juga dehhh filmnya, Nen masih ngurus post di paris kayaknya
Comment by Afterglow
Made Thursday, 26 of April , 2007 at 1:20 pm
Yup….katanya mau ganti judul tp blm tau juga…Nan katanya udah di jakarta kok..Oh btw, Zeke anak indonesia, dia nyutradarain juga..
Comment by Afterglow
Made Thursday, 26 of April , 2007 at 1:36 pm
Btw Post-nya Nan udah kelar kok..
Comment by Nurul
Made Thursday, 26 of April , 2007 at 3:12 pm
setuju gw sama potato king & afterglow… 4.5 bintang terlalu berlebihan untuk film ini… who wrote the review again? oh ferry siregar… gw gak ngerti kenapa review sampean.. menggebu2 begitu.
setting, framing dan kawan2nya gw gak ngerti deh… yg jelas sebagai penikmat film gw cuma bisa bilang bahwa “Kala” not that bad, but don’t deserve 4 and a half star for sure… modalnya kenceng kliatannya dari MD pictures.
Acting ario bayu dan shanty, tipi jabrik, dan siapa tuh yg jadi boss polisi.. bagusss, tapi Fahrie Albar?? so so banget… pdhal dia pemain utama… liat scene waktu dia ciuman/foreplay sama Shanty… gilee.. gw pikir ni orang gak pernah ciuman apa ya? koq gak natural gitu…
tapi ya… lumayan lah, dari pada nonton hantu lagi, hantu lagi.
Comment by micah
Made Thursday, 26 of April , 2007 at 4:12 pm
ini satu contoh kesuksesan suatu karya… karya yang menuai banyak perdebatan… joko sukses!!
kalau suatu karya biasa2 aja atau jelek, paling orang2 cuma manut aja bilang.. “iya.. gue setuju” trus udah deh.. ngga ada omongan lagi… terlepas dari jelek atau bagusnya film kala.. joko sudah sukses merebut hati orang2 untuk memikirkan argumentasi tentang karya nya…
Comment by freak
Made Thursday, 26 of April , 2007 at 6:33 pm
pokoknya gue suka aja, but sayang promosinya lesu amat, banyak yang gak ta
Comment by Afterglow
Made Thursday, 26 of April , 2007 at 7:40 pm
Lhaa… Nurul sayang, for me malah Kala shud be 4.75 bintangnya hehehe…kamu salah ngerti jeung
Comment by Geisha
Made Thursday, 26 of April , 2007 at 7:47 pm
Film Amour…
Siapa yg bilang Kala ceritanya di indo?
Menurut gw malah ga ada film yg sedetil Kala…
Hollywood? Film ini wayyy to dark utk jadi film ” Hollywood ” sayang
Kurang membumi? Hmmm film Fantasy not supposed to be ” membumi ”
Did u really watch the same movie dear ?? Hehe
Comment by harry
Made Thursday, 26 of April , 2007 at 8:18 pm
anjrit…….
gila nih film…
film indonesia terbaik yang pernah gue tonton…
keren banget…
gue suka banget pas si cewe diri sambil megang pedang…
keren banget…
akhirnya ada the bride nya kill bill versi indonesia…
yang lebih eksotis dan seksi banget…
gila…
dari awal gue udah positif banget sama nih film…
salut…
ga sabar nunggu film joko anwar selanjutny…
harus jadi wakil indonesia di oscar nih film…
Comment by Potato_King
Made Friday, 27 of April , 2007 at 12:29 pm
sudahlah…apa gay itu emang salah,iu kan relatif….kalau emang joko gay ya,biarkan saja…jangan berpikiran AMAT SANGAT sempit seperti itu…
Comment by kis_4*ajabuatKala
Made Friday, 27 of April , 2007 at 10:17 pm
jangan maling teriak maling yah,lho siapa malaingnya….?
Comment by cinemaholics
Made Saturday, 28 of April , 2007 at 9:36 am
yupp!!!
yang benar, kalau kasih kritik itu yang membangun..
jangan bisanya nyela mulu…
btw…
film ini “lumayan” bagus untuk ukuran film indonesia
salut buat all team-work’nya…
yahh…cocok-nya sih..3 bintang aja dech kayaknya!!!
yang jelas do’a hamba…
“semoga dimasa-masa mendatang…orang indonesia mampu membuat
film-film indonesia yang lebih berkualitas…amien”
:)
Comment by fufu
Made Saturday, 28 of April , 2007 at 11:31 am
SI emang udah benar ngasih 4,5 bintang film ini, kalo aku malah akan kasih lima, Gila, emang film Kala ini benar2 gila, lebih menakutkan ketimbang film2 horor indonesia lainnya(yang ngakunya sih horor). Waktu nonton film Kuntilanak aja aku sama teman2ku malah ketawa cekikikan lihat hantunya, hehehe….tapi di film Kala ini, semuanya dipikirkan dengan sematang - matangnya, gambar yang dihasilkan bukan hanya untuk tujuan sedap dipandang mata saja, tapi punya makna, mirip sinematografi-nya Road To Perdition. Akting para pemainnya asyik…musicnya apa lagi…cara penuturan ceritanya…hm…gak usah dibilang lagi deh…pokoknya Kala is the best movie ever…
Buat para pencela film ini dan juga pencela Joko, pada sirik yah nggak mampu buat film sebaik ini, mana ada film indonesia sebelumnya yang sebaik ini, lagian Joko udah menunjukkan class - nya, komedi, thriller, drama…he did it great…kalo ada yang mempermasalahkan soal bahasa, The Last Emperor yang jelas2 setting-nya di China dan menceritakan kehidupan Pangeran Pu Yi di China yang pastinya berbahasa mandarin malah dibuat dengan bahasa Inggris, menang Oscar lagi…kalo ada yang bilang akting pemainnya yang lemah…God, pasti mereka itu punya hobi ngikutin sinetron yah, jadinya akting yang baik menurut mereka itu adalah kalo akting antagonis, mata harus melotot, bibir mencong kesana kemari dan kalo yang protagonis, harus siap di tempeleng dan harus kuat nangis ala india, please deh…nggak siap yah nerima akting dengan peran yang abu - abu…
Last but definitely not least Kala is fantastic, Joko should go to hollywood, Fachry Albar will be the next big thing and can’t hardly wait for Joko next project.
Like I said in my mind after watched Kala “Damn you Joko, you gave me a heart attack at the theatre”
Comment by indira
Made Saturday, 28 of April , 2007 at 3:42 pm
“If you bring all your shit with you,you won’t enjoy it;but if you let it take over you,it does something,” said Terry Gilliam himself. Exactly how you should approach KALA.
Comment by heefah
Made Saturday, 28 of April , 2007 at 4:13 pm
hehe…commentnya….
lumayanlah film ini dikasi bintang lumayan penuh…
biasanya dikasi kancut..
uedannnnn…pengamat filmnya…
Comment by yudythbastian
Made Saturday, 28 of April , 2007 at 8:14 pm
…whoever Aghi and Zeke are I hope they’re Indonesian……..
Mereka personil LAIN BAND (band favorit Joko). Aghi juga ada dibalik ApeOnTheRoof dan Zeke (yg anaknya Agum Gumelar dan pacarnya Danish-model yg main jadi cewek hamil istrinya si Eros di Pesan Dari Surga), Zeke adalah pentolan band Zeke & The Popo.
2 band terakhir ikut mengisi soundtrack Janji Joni. (PUZZLE, I NOVEL,etc)
Comment by yudythbastian
Made Saturday, 28 of April , 2007 at 9:33 pm
dan buat mas ferry siregar, link situs resminya mohon diupdate
Comment by pancho
Made Sunday, 29 of April , 2007 at 3:23 pm
filmnya bagus kemajuan untuk film Indonesia dari cerita , effecknya ,soundtracknya keren bgt, ada gossip kalo ini berdasarkan cerita kehidupan nyata seseorang yg melegenda di orang2 film yg pada akhirnya di jadikan tokoh janus tapi kok gw liat dibioskop beberapa tempat udah ngga ada apa udah dingga adain padahal baru dua minggu ? pasti karena menyangkut hal2 yg tersirat yang menurut org yg bergelut di dunia ini seperti orangnya kepercayaan presiden pertama bunuh diri , karena jagoannya gay, sadis, ada adegan sex , berteman dengan jin karena itu menyangkut nama baik presiden pertama yang memang terkenal mistis tapi secara spiritual tidak demikian , tapi itu adalah bukan komentar saya tapi komentar orang yang mengerti masalah ini udah gitu selama film ini tengah diputar sepertinya “mother earth” di Indonesia rada ngamuk cuaca jadi jelek dan setelah gw nonton film ini genteng gw jebol dua2nya tapi setelah cuacanya baik gw liat ternyata filmnya sudah ngga ada di cinema , tapi itu hanyalah pemikiran aneh gw aja soalnya hal2 itu kayaknya emang sensitif terutama untuk negara misterius kayak diIndonesia ini
Comment by simungilucu
Made Monday, 30 of April , 2007 at 9:46 am
Well gw baru nonton kemarin…buat gw nih film bagus tapi nggak cukup bagus buat dapetin 4,5 bintang…ending akhirnya ackward banget….Yaaahh Naga Bonar masih juara lah
Comment by nRm
Made Monday, 30 of April , 2007 at 11:39 am
check his blog at http://jokoanwar.multiply.com
You guys can give him a compliment or support to Joko Anwar.
Comment by Nanda Meilani
Made Monday, 30 of April , 2007 at 3:39 pm
Silahkan datang di acara:
“KALA: THE MAKING OF INDONESIAN NOIR”
Diskusi dengan sutradara/penulis dan kru inti film KALA
Venue: Toko Buku Aksara, Kemang
Hari: Selasa, 1 Mei 2007
Jam: 7 malam
Juga dihadiri oleh para pengisi soundtrack film KALA
KALA is an instant cult. Fans and haters should come to this event. It’s guaranteed to be very interesting.
CAYO!!!
Comment by Nanda Meilani
Made Monday, 30 of April , 2007 at 3:45 pm
Oh, silahkan juga kunjungi blog KALA di:
http://deadtimethemovie.blogspot.com
Baca RAVED REVIEWS dari media dan bloggers untuk KALA, yang akan diingat sebagai salah satu film terpenting dalam sejarah perfilman Indonesia.
Comment by rdk
Made Monday, 30 of April , 2007 at 10:23 pm
brilliant!! the best! gak sabar pengen nonton lagii..
Comment by callmetowatchgoodmovie
Made Tuesday, 1 of May , 2007 at 9:41 am
yap..kala menhilang misterius dari bioskop!!!
bahkan di 21 jogja sama sekali g diputer,,justru angker batu malahan dan nagabonar yg g rampung2 diputer…udah 1 bulan nagabonar di 21 trus..malah film “kala” g adad sama sekali/….
keep kunt…bles ke emailq dung
Comment by si pijan
Made Tuesday, 1 of May , 2007 at 11:13 am
please bawa ke malaysia
:)
Comment by amama
Made Tuesday, 1 of May , 2007 at 12:22 pm
kalo istilah gw n kk gw… “cuma orang-orang pinter aja yg bisa ngerti n nikmatin film bagus kaya KALA begini”
Duh, gw kasian bgt ama mereka2 yg ga ngerti n blg film ini ga bagus…
dasar NDESO!!!
^_^ hehe…maap ya klo tersinggung, abis gw kesel, masa ga bisa bedain mana film bermutu n ga bermutu sih!
SALUT buat JOKO ANWAR!! terus berkarya.. ga sabar bgt nunggu mahakaryanya yg selanjtnya!!!
Sukses!!!
semakin banyak kritikan, berarti film lo semakin sukses!!!
Comment by arizda
Made Tuesday, 1 of May , 2007 at 3:31 pm
pengen nontooon…tapi di 21 jogja udah nggak adaaaaaaaaaaa…
sbeeeel!!!!!!
Comment by WiSe
Made Tuesday, 1 of May , 2007 at 8:04 pm
Tentang adegan tokoh Eros bilang soal Ratu Adil: “paling tidak Jayabaya masih menghargai perempuan.”
Agak2 terganggu juga. Karena istilah Ratu di situ gak ada hubungannya sama perempuan. Karena istilah Ratu dalam bahasa Jawa adalah sama dengan Raja. Tapi mungkin cuma Eros-nya aja yang gak tau ya, karena…
*****SPOILER ALERT*****
…ternyata dia juga yang jadi si ‘Ratu’ itu ternyata…Soal si Ratu itu gay, ah suka2 filmakernya aja kali…;p
After all, dengan segala kekurangan yang ada, a breakthrough film yang diracik dengan hati-hati. Gripping and Terrifying.
Comment by Bosech
Made Wednesday, 2 of May , 2007 at 2:13 am
karena KALA gagal MD Ent. segera merilis SUSTER NGESOT. aduh, bagaimana kalo film horor ini sukses?
Apa kata dunia?
Comment by ajinaro
Made Wednesday, 2 of May , 2007 at 8:48 am
“karena KALA gagal MD Ent. segera merilis SUSTER NGESOT. aduh, bagaimana kalo film horor ini sukses?”
justru MD sengaja menarik promo film KALA karena memang mau jor-joran di film Suster Ngesot..dikasih film bagus gak suka akhirnya latah seperti their Indian brothers…bikin film horor kancut!! …sekali india tetap india
Comment by fakhri
Made Wednesday, 2 of May , 2007 at 9:40 am
akhirnya aku bangga mendeklarasikan diriku sebagai pecinta film Indonesia karena film ini……
keliaran berpikir yang bener2 dahsyat PATEN !!!!
Comment by indira
Made Wednesday, 2 of May , 2007 at 10:55 am
Ada kabar baik, Kala katanya mau diputer di Blitz! Mudah2an bisa meraup penonton yg lumayan setelah di bioskop2 21 di Jakarta cuma seminggu, hiks, sedih banget.
Comment by Afterglow
Made Wednesday, 2 of May , 2007 at 12:48 pm
I went to KALA : THE MAKING OF INDONESIAN NOIR last nite…
Seru juga but let me tell u one thing…. Masih byk orang2 yang kayak ngga ngerti filmnya gitu.. Or they just being goddamn subjective, i dont know.. Tp gw jadi gemes aja… Gw kebetulan backgroundnya film, tapi temen gw di kantor yang ga sekolah film sama sekali n ga ngerti ttg bahasa2 film, bisa ngertiii bangeeet n get bgt film KALA, eversince dia ntn dia ga pnah berhenti ngomong n mempromosikan KALA ke semua org yg dia temuin, mengharukan sekali pkoknya dia… Each time he speaks a bout it dr mulutnya kyk keluar bubbles gitu saking semangatnya dia… and He loved the movie sooo much i think one time i unintentionally caught a tear in his eyes when he speaks bout the movie passionately…. Matanya berbinar2 kayak nemuin sebuah hope, mungkin hope mengenai perfilman indonesia.. N he understands every little goddamn thing of it man, im telling u!! 4 Me, myself.. In it’s own way KALA bikin gw bangga jd orang indonesia n pas gw keluar nonton it gave me such satisfaction sehingga gw ga punya pertanyaan klarifikasi apa2
Jd gw bingung.. Some ppl yang ngga ngerti filmnya apa memang they just refused untuk mengerti dan membuka pikirannya lebar2 instead of buka mulut lebar2 doang, apa mrk cuma emang doyan being subjective aja, atau apa mereka semua sebenernya Janus karena ternyata pada tidur semua pas nonton…. ?
Guess i’ll never know. BIG SIGH
Comment by manusia.bodoh
Made Wednesday, 2 of May , 2007 at 5:56 pm
bagus ya filmnya!
Ironisnya…
Gw nonton waktu nomat, weleh… lha kok kosong… sederet gue cuman duduk sendiri (kesian ya…nomat kok sendirian…heheh…whateva!) sempet katro juga waktu si setan kolor itu muncul…
Se-studio ga nyampe 1/3 nya…
Sebagian besar pada nonton Shooter ama Bean’s Holliday… (orang orang yang anneh!!!)
Ceritanya jauhhh di atas rata-rata film-film kancut terdahulu …apalagi sinetron!!! … (weits di tivi sedang iklan… “berikan aku hidayahMu…” hmmm… kapan yah para “kancut-film maker” itu diberi hidayah untuk membuat film yg bagus kaya KALA ini)
Comment by sigit
Made Wednesday, 2 of May , 2007 at 8:19 pm
mas joko kalo mau resert film buat yang kedua bareng gw aja ,soalnya sepertinya kurang resert yg pas , misalnya di salah satu adegan diceritakan “dirumah seorang kepercayaan presiden pertama ini sering didatangi para pejabat malam2″ dikehidupan nyata memang ada yang seperti ini dia mengaku orang kepercayaan presiden pertama dan setiap harinya pejabat atau orangnya presiden sering datang untuk mencari tahu harta itu tapi biasanya itu adalah penjaga amanah yang palsu atau kamuflase yang asli biasanya tidak pernah didatangi pejabat2 rumahnya terpencil dan gubuk tapi hanya orang yg “sehati bisa ketemu dia” yg gw maksud bukan mistik tapi emang bila manusia itu sehati dan sepandangan secara otomatis akan ketemu , entar gw kasih reverensi yang pas buat mas joko dijamin banyak cerita yang belum mas joko ketahui,
komentar buat film mungkin untuk yg kedua menurut gw settingnya musti lebih antah berantah menurut gw bajunya musti sedikit dirubah kayaknya soalnya keliatan terlalu ditoto , gw sendiri rada lucu orang indonesia pake baju kyk gitu ..tapi itu aja komentar gw secara keseluruhan gw menikmati dan menyukai tiap adegan di film kala aka deadtime ini terutama yang sadis2:)
Comment by amama-kala lovers
Made Thursday, 3 of May , 2007 at 11:50 am
kepada siapapun yg dtg k kemang kmrn, ceritain donk gimana diskusinya…huehehe. gw bnr2 ga bs dtg siy…BT bgt.
serius Kala mau di puter d Blitz? gw pasti nntn lg, n gw bakal bawa semua temen2 gw yg penasaran (karena gw critain) –> I’m totally the same like Afterglow’s friend yg ga pnah berhenti ngomong n mmperomosikan KALA ke mereka2 yg “kurang beruntung”–> (tidak sempat menonton Kala)..
klo emang mau d puter lg, jgn sampe ga nntn yg blm nntn!
^_^
Comment by freak
Made Thursday, 3 of May , 2007 at 2:41 pm
gile…. film inilah yang bikin semua imajinasi gw tentang film jadi nyata di bioskop. sayangnya, katanya film berbiaya M-Man ini kok gak banyak penontonnya yahhh ?
freak
Comment by tegar
Made Thursday, 3 of May , 2007 at 4:32 pm
afterglow.. gak perlu sekolah film kok untuk ngerti bahwa nih film oke banget,… kalau kita emang rajin ngasah otak kita dengan tontonan yang baik, bacaan yang bagus, kita pasti sepakat bilang, bahwa ini film emang keren, dan bagus.. kayanya gw nonton bareng “manusia.bodoh” deh.. sedih bener, sebuah karya master piece gini cuman dinikmatin segelintir orang.. terus berkarya JOKO.. maka sodara2 sekalian, mari tonton salah satu felm terbaik anak bangsa,ayo tontoooooooooooooooooooooon…(tuh afterglow gw kampanyein deh…) DI KALIBATA MASIH MAEN… SERBU KALIBATAAAAAAAAAAAAAAAAA……… cuman CEBAN AKA 10000 WORTHED BANGET DIBANDING LOE LIHAT FILM KANCUT… ATAU B MOVIE NYA HOLLYWOOD…
Comment by danevil
Made Thursday, 3 of May , 2007 at 9:34 pm
yoi pren, kayaknya sih Joko Anwar lagi usaha untuk muter ini di jaringan non 21. hidup blitz! Gila nyesel banget gw ga sempetnonton, buset. Yang bener aja, masa cuma seminggu?
Comment by johannah
Made Friday, 4 of May , 2007 at 5:34 pm
Setelah diyakinkan temen, sy baru yakin kl tokoh Eros adalah memang seorang Gay.
Kata2 Pindoro yg saya ingat dr film ini:
“Terimalah takdirmu Eros, kami sudah lama menunggumu”
This film has set a little bit higher indonesian movie standard…
Cayooo Joko
Comment by yudythbastian
Made Friday, 4 of May , 2007 at 7:32 pm
tadi siang kakakku panggil-panggil aku. Kata dia, ada “KALA” di tivi. Eh setelah diliat, ternyata sinetron remaja. Parahnya, sinetron buatan MD entertainment itu promosiin film KALA di dalem scene sinetron remaja itu. Ceritanya anak2 remajanya lagi ke bioskop. Mereka mau nonton (ga tau mau nonton KALA atau film yang lain), dan di dalem bioskop cuma ada poster, flyer, spanduk, banner KALA. SEMUA. Mungkin mereka pengen mengkhayal kalo KALA itu film laris manis, yang bukan seminggu di bioskop trus ngilang gitu aja.
Kayaknya MD musti belajar lagi promosiin film dengan baik.
Comment by apatris_vian
Made Saturday, 5 of May , 2007 at 11:56 am
*****IMPORTANT NEWS******
GW denger dari satu sumber yg ga mau disebut namanya-biar misterius kayaknya-,
katanya menghilangnya KALA dari bioskop2 sluruh jakarta n sekitarnya itu ada hubunbgannya sama pemerintah yg ga suka dengan
cerita KALA versi joko anwar
(khususnya tentang joko yg men-twist ramalan jayabaya mnurut versinya sendiri- maybe ttg knyataan bahwa joko membuat tokoh ratu adil sbagai gay-
blom lagi dengan munculnya tokoh bernama “bambang” yg ada di mobil bersama para pejabat2 lain yg gila harta seakan mengasosiakan “bambang” tersebut sbagai orang no.1 di negara kita ini…
believe it or not… tp emang menghilangnya film bermutu sekelas KALA memang menjadi misteri terbesar di dunia perfilman saat ini…
ironis klo emang brita itu benar berarti di negara yg katanya udah merdeka ini… filmaker tetap gak bisa -dibatasi- untuk explore kreatifitasnya…
r u believe it?
apatis_vian wait ur reply
Comment by Nagahijau
Made Saturday, 5 of May , 2007 at 11:59 pm
Info Sinema
04 May 2007 17:43
Joko Anwar Patah Hati
Sutarada film Joko Anwar patah hati. Kenapa ? apa lantaran filmnya ‘Kala’ begitu cepat turun layar ?
Bukan. Patah Hati adalah proyek film baru yang akan dia garap beberapa bulan mendatang. Kisahnya pun tidak jauh dari profesinya sebagai film maker. “Patah Hati adalah cerita tentang film maker yg sudah tidak punay zemangat untuk bkin film, karena merasa hatinya sudah mati,” cerita Joko pada KG saat dihubungi via telepon.
Film maker itu pun berniat mencari kisah yang paling heart breaking untuk dijadikan film. “Kalau gue bisa menemukan itu, gue akan bikin film lagi,” imbuh Joko. Alhasil tokoh itupun bertemu dengan banyak orang untuk mendengar kisah mereka. Masalah apakah kisah tersebut bisa ditemukan atau tidak, Joko masih berahasia.
‘Kegagalan’ film Kala di bioskop menjadi pelajaran berharga bagi Joko. Kini dia ingin lebih matang mempersiapkan film dan promonya. Maka untuk film ‘patah Hati’ ini dia akan mencari investor baru yang benar benar siap mengurusi semua. “Udah ada beberapa nama yang masuk, tapi masih cari lagi he he he,” ujarnya seraya tertawa.
Kalau nama untuk pemeran utamanya udah ada ? “Masih lihat lihat dulu, tapi semua berdasarkan pilihan gue,” jawab Joko. Siapa mau daftar ?
Demikian beritanya. Ini berita seriuskah?
Comment by BrighterEyes
Made Sunday, 6 of May , 2007 at 3:07 pm
Yup…
Joko Anwar lg nyiapin film romantic drama/comedy yg judulnya “PATAH HATI”. Judul Englishnya ‘24 For Frames per Heartbreak”. Gw dah diceritain ceritanya. Satu kata: MENCENGANGKAN. Bocoran, filmnya bakal berisi beberapa cerita dan ensemble cast, salah satunya bisa dibaca diblognya:
http://jokoanwar.multiply.com/journal/item/29
CAYO JOKO!!!
Comment by Nagahijau
Made Sunday, 6 of May , 2007 at 3:34 pm
Syukurlah. Soalnya di multiply nya seorang kritikus film disebutkan Joko patah arang, nggak mau bikin film lagi, nggak mau ngeritik film lagi.
Mungkin Joko perlu sedikit kompromi dengan penontonnya (penonton kebanyakan) atau kalau tidak cari pemodal yang siap buat buang duit. Bukan semacam Manoj orangnya.
Comment by Afterglow
Made Monday, 7 of May , 2007 at 12:39 pm
Iya…..24 Frames per Heartbreak is a MUST SEE banget!!
Gw juga udah denger dr the Jokester, ide ceritanya gila-gila bgt!
Cant hardly wait.
After all,
Im just The Girl With The Sun On Her Head.
Comment by JudMOE
Made Monday, 7 of May , 2007 at 8:57 pm
okay,this is a simply good (correction) GREAT INDONESIAN MOVIE!! gosh, kapan lagi bisa ngeliat film dengan angle2 yang nampol, lighting yang jawara, dan akting yang natural.
pertama muncul, nih film cukup bikin gua sangsi..joko anwar (fabouloso pick), the punjabis (well…no comment), cuma pas gua uda selese nonton, yup, it gives me orgasmic feeling..haha
if we’re talking bout neverland, this is the never ending nightmare (with succubus, sucking all the last drop of my excitement..and its a compliment)..
salah satu kelemahan film ini adalah, timingnya bos..trus kurang banget promonya..kalo gua tahu film ini sebegitu bagusnya, dah dari awal gua nonton..gw aja ampe bela2in nonton di bioskop galaxy, bioskop terakhir di bandung yang muter kala, and its more than worthed..its a blessing..(minus kepinding yang bikin gatel2)..
another weakness film ini cuma di tiga menit terakhir..gosh, cliche..
serasa nonton film superhero..(dengan efek siluet,OMG)..kayak ngebikin kemungkinan ada kala 2…(and i hope it didn’t happen!!!)
it’s a great satisfaction watching this movie…
Comment by JudMOE
Made Monday, 7 of May , 2007 at 9:01 pm
and if this movie are suppose to be a trilogy, i hope it can surpass this one..
kala. benchmark film indonesia…totally more than agree with it…
Comment by Damiri
Made Tuesday, 8 of May , 2007 at 4:47 pm
Gue belom nonton, dan termasuk yang yakin bahwa “the second coming of KALA to Indonesian cinemas” akan disambut sesukses-suksesnya, so…. buat yang udah nonton….
JANGAN KASIH SPOILER DISINEEE!!!!!!
Give us a damn favor, will ya?!!!!
Comment by Aveline
Made Tuesday, 8 of May , 2007 at 5:10 pm
Istilah yang ada di serial JOMBLO, DANGDUT PISAAANNN…
Ini film memang edan abis.
Gue suka ama Joko’s film. It’s good news for INDO film!!!
Comment by sigit
Made Sunday, 13 of May , 2007 at 2:44 pm
mengenai pemerintah yg melarang terus ada nama bambang yg haus atas harta ini kayaknya didunia nyatanya emang bener kok dari dulu sampe sekarang si bambang yg sekarang jadi ri 1 emang tukang minta 70 atau 40 % harta karun ini mungkin karena itu film ini diilanginnya cepet…dan si bambang juga merasa dirinya ratu adil ..jadi dia makin ngerasa ..gay kali… buat joko anwar jgn setres gw dan org2 di forum ini terus ngedukung untuk membuat lanjutan film kala ini
Comment by nico
Made Thursday, 17 of May , 2007 at 10:19 am
Kala yang cepat ngilang dari bioskop huhuhu… nggak sempet nonton… Tapi kasihan juga ya si Joko yang budget promonya dipotong si Dhamoo (ini beneran, ya?). Padahal, saya pengen nonton berkali-kali seperti nonton Janji Joni yang 8 kali di bioskop. Huhuhu… Huaaaa! Hiks.
Pingback by sinetron andergron
Made Saturday, 19 of May , 2007 at 12:36 am
[…] Tanggal 19 april 2007 Joko Anwar resmi mengedarkan film terbarunya “Dead Time: KALA”. Wah, dirikupun terperangah! Setelah sarapan blognya dan reviewnya di sinema-indonesia, tanpa pikir panjang langsung aku turun gunung ke Kalibata Plaza. Sepuluh ribu perak, cuma sebesar itukahlah kutebus rasa cintaku pada film Indonesia?. Dan, akhirnya … […]
Comment by viCiouSaiKo
Made Sunday, 20 of May , 2007 at 12:29 pm
I love this movie!!! Apalgi waktu adegan bunuh-bunuhannya. Dari pala kepotong sampe banjir darah di bis!!! I Love it!!!
Meskipun nontonnya agak gak konsen gara2 sebelah gue teriak-teriak pas liat “setan rangkak”, tapi gue tetap menikmati pelm ini. Gue juga suka sama gambarnya, meskipun menurut gue ada sedikit ber-atmosfer kayak black dahlia, and a lil’ bit Sin City
Ternyata Joko Anwar gak cuma speak doang.
Comment by FuN
Made Wednesday, 23 of May , 2007 at 5:11 pm
emang beda dari film2 Indonesia yg laen,yg well film2 kacangan,sok horor,drama,tai kucing!!!!!!!!!!!!
nice movie i think….
secara dari ide cerita nya aj dah menarik,tentang ***** Bung **** ‘n Ratu Adil….
tambahan pula setting film di negeri antah berantah,wew it’s so cool…..
tapi ending dimana si ***** berubah jadi ************????mungkin adegan itu yg harus dibuat ulang……
n 4,5 bintangnya mending dikurangin jadi 3,5 or 4……….
MAINSTREAM!!!!!!!!!!!!!!!!!
saatnya film2 kacangan menyingkir…….
DARI SINEMA INDONESIA: SPOILER SUDAH DIGANTI JADI ******. PLEASE NO SPOILER. ESPECIALLY ON A GOOD MOVIE.
Comment by Afterglow
Made Friday, 25 of May , 2007 at 1:37 pm
FuN is not very fun today… Hehe.
Comment by sigit
Made Saturday, 26 of May , 2007 at 2:35 pm
please no spoiler2 in a good movie??? lu terlalu terpengaruh kata2 film barat lu…. coba seandainya film kala itu udah diketahui dari awal kalo ttg ratu adil dan harta karun amanah majapahit pasti akan banyak yang nonton dan filmnya ngga bakal hilang karena kurang promosi dan cuma dikit yg nonton sok pake dirahasiain2 bilang aja ttg ratu adil dari awal…gw yakin kalo ngga ada bahasa spoiling dan dari sebelum ini udah diberitakan ttg ratu adil di21 akan serame spiderman soalnya yg penasaran ttg ratu adil dari org ngedeso sampe kakek nenek di Indonesia penasaran cerita ini yg bego yg ngatain gw spoiling2 goblok filmnya jadi ngga laku…. film terkeren di Indonesia ilang cuma gara2 tren kata “spoiling”…
Comment by ajinaro
Made Saturday, 26 of May , 2007 at 11:06 pm
tuk sigit: wah kayanya anda mixed up antara spoiler dengan sinopsis deh..
Comment by kimil
Made Sunday, 27 of May , 2007 at 7:51 pm
hahahaha…….baca review kala sama serunya sama nonton filmnya…….
Comment by kimil
Made Sunday, 27 of May , 2007 at 7:51 pm
hahahaha…….baca comment kala sama serunya sama nonton filmnya…….
Comment by FUN
Made Monday, 28 of May , 2007 at 1:16 pm
buat SI:
spoiler???alaaaahhh bullshit….
apa yang salah???sok ngerahasiain segala…
sah2 aja kan orang kritik film…..
kayak kalian yang memberi rating seenak jidat kalian ndiri…
masalah spoiling??ok gua masih trima…
terserah kalian mo ganti tuw spoil jadi bintang,jadi pager,ato jadi kancut (punya kalian yang bau2 itu tentunya) sekalipun,HELL DUN CARE!!!!!!
tapi comment gua yg mengkritik joko anwar pun masih kalian edit???
berapa banyak kalian dibayar sampe segitu mendewakan joko???
Comment by titit
Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 2:00 pm
yee..ko loe sewot FUN..namanya jg loe “namu”..terserah pemilik rumah dong kl dia mau ngusir loe…kasian deh!! get a life,dude!
Comment by DOROTHEA-DE-BATE
Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 3:09 pm
2 kancut.
Gw ampe keliling KABUPATEN gw buat nyari bioskop yg muter film ini.2 kancut.No other comment.
GA BAKAL MASUK FFI DAAHHH!!
Comment by DOROTHEA-DE-BATE
Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 3:12 pm
“duplicate comment detected,it seems you already said that”,
what the heck happen WITH ALL OF YOU????DODI??/FERRY??
ANSWER ME???/
Kok jadi mirip jaman Orba gine seeh??/
Comment by JAY
Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 5:12 pm
BAGUS-BAGUS-BAGUS-BAGUS-BAGUS-BAGUS-BAGUS-BAGUS-BAGUS-BAGUS-BAGUS
GUE SUKA BAGET DAN INI YANG NAMANYA FILM INDONESIA YANG BERKUALITAS INTERNATIOAL.TP SAYANG KENAPA FILM INI TIDAK BOLEH DIPUTAR LAMA?APA ADA UNSUR MENYINGGUNG?SAYA RASA TIDAK MENYINGGUNG SIAPA-SIAPA.EMANG ADA ORNG SEPERTI TOKOH YG DISINGGUNG?KL ADA SIAPA?TAPI GUE BERHARAP FILM INI DIPUTAR DI SELURUH DUNIA DAN SI JOKO DI TERBANGKAN KE HOLLYWOOD DAN DIPERCAYAKAN MEMBUAT FILM UNTUK HOLLYWOOD.AKU YAKIN ITU,PASTI SEGERA MUNGKIN SI JOKO KE USA BIKIN FILM TERUS DISANA.SEMOGA FILM INI MENJADI INSPIRASI SUTRADARA FILM INTERNATIONAL…..
MAJU TERUS YA ABANG JOKO…….
AKU MENDUKUNG ……
MOGA-MOGA KALAU KELUAR DVD-NYA OK….JGN VCD….. RUGI…. OK…
ABANG JOKO….FILM INI MUSTI DI PUTAR DI BIOSKOP DUNIA OK!
BAGUS-BAGUS-BAGUS-BAGUS-BAGUS-BAGUS-BAGUS-BAGUS-BAGUS-BAGUS-BAGUS
Comment by JAY
Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 5:15 pm
BUKAN HAYAL YA..MOGA-MOGA INI FILM MASUK KATEGORI FILM ASING TERBAIK DI GOLDEN GLOBE…..OR OSCAR……
ABANG JOKO…….SUKSES YA…..
Comment by raVeNsKa
Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 10:41 pm
to VICIOUSAIKO..yg treak² di samping lo kan gw!!!!
mnrt gw gmbrnya kren,,bgt….aplg adegan ujan tuz nyorot payung dr atas…
tp s7 ma viciousaiko..byk mirip ma black dahlia,sin city sama ada 1 film lg tp gw lupa apaan…tuz stlh gw inget² emang byk yg g masuk akal..tuz gw bharap pnyakit narkolepsi si fahri itu bakal lbh di eksplor lg…bakal gimanaaaa gt,,eh tawnya cm ktiduran² gt doank yaahh..uda gt setannya g penting!!slaen gw pnakut jg lama² jd annoying krn muncul truz…dah gt yg plg bikin ngedrop itu endingnya…
ko ky xena&hercules ya…dah gt pas bdiri traker ky fantastic 4..adoh adoooh…g enak bgt…
akernya ksannya jd cm bagus gambarnya aja…tp ya gpp lah nice try,,ptama gambar dulu lama² mdh²an critanya jg jd bner² bs noir…amiieeennnn
ps=viciousaiko..lo jg sbel kan ma endinganya?!
Comment by _uR'fReNz_
Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 10:07 am
woooowww….keReN abIez euy…
sYutiNg diMana ne…kayaka ZaMaN dLoe bgt…????
eh,kira2 ce haMil yaNg diTbRak tuh beNeRaN gaK sicH…sErem bgt LiatNya…
Tapi tetep deh PeLeM kaLa tuh keReN abieZ,peNgeN trUs nNonToNnya….
Comment by titit
Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 10:56 am
@Dorothea : bwahahaha..masih percaya sama FFI?? beruntunglah Kala kl dia ga masuk FFI…FFI cuma untuk film2 sampah macam Ekskul dan Heart…dan siapa bilang Kala cuma direview bagus sama SI?…hampir semua review yg gw baca bilang kl film ini bagus….dan gw setuju!
Comment by Fansnya-Joko-dan-semua-filmmaker-bagus-Indonesia
Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 2:08 pm
Buat pembaca setia SI dan masih percaya klo SI masih salah satu dari sedikit (sekali) situs review film Indonesia yg masih bisa dipercaya, cuekin aja orang-orang yg membenci SI. Karna SI selalu ngasih review bgs buat bang Joko Anwar, jd bang Joko Anwar ikut-ikutan dibenci deh. Gue jadi heran, kalo SI doang yg muji bang Joko sih, lumrah ada yg protes SI ngasih pujian ke bang Joko. Masalahnya: hampir semua review film KALA dan Janji JOni bilanng film-film ini bagus.
Bukti:
- Garin Nugroho ngasih SET Awards ke bang Joko untuk cara bercerita Janji Joni yang segar dan kreatif.
- Janji JOni adalah film Indonesia yg paling banyak diundang ke festival internasional sepanjang 2005-2006. Silahkan buka:
http://www.focusfilms.cc/film/jonipromise.htm
- Janji Joni adalah satu-satunya film Indonesia yg dapet pujian dari majalah VARIETY. Tau kan VARIETY? Majalah entertainment business terbesar di dunia. Kalo nggak percaya, klik aja:
http://www.variety.com/review/VE1117927563.html?categoryid=31&cs=1&p=0
- Janji JOni memenangkan banyak awards dalam dan luar negeri termasuk BEST MOVIE di MTV Movie Awards.
- KALA cuman dipuji sama SI? Helloooo… baca aja nih rangkuman semua review soal KALA: klik:
http://deadtimethemovie.blogspot.com/2007/04/kala-reviews.html
Kalo ada yg bilang Reno itu SI juga sebagai teknik marketing, I don’t believe it. Reno nggak selevel SI. Maap yaaaa…
Maju terus SI! Maju terus Joko Anwar dan para pembuat filmmaker bagus Indonesia!!!
Comment by Afterglow
Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 3:38 pm
To Dorothea…
Lo dari KABUPATEN mana sih, masih pake patokan FFI untuk film yang bagus?? Hehehe….
Lupa ya FFI 2006? ![]()
Dorothea kayaknya dari Kansas City ya, where they gave 2 kancuts for a great flick like KALA..
huehehe!!
Comment by Afterglow
Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 3:39 pm
To Dorothea…
Lo dari KABUPATEN mana sih, masih pake patokan FFI untuk film yang bagus?? Hehehe….
Lupa ya FFI 2006? ![]()
Dorothea kayaknya dari Kansas City ya, where they gave 2 kancuts for a great flick like KALA.. ![]()
How ironic. Hehe.
Comment by fun
Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 11:20 pm
to ravenska:
how lucky u’re….
gak dapet predikat spoil da f****** SI atas ending yg buruk di film kala….
Comment by Mikey
Made Thursday, 31 of May , 2007 at 11:00 am
KALA is the best movie from indonesia!!!! tapi sygnya, ga smua bioskop di indonesia nayangin KALA, padahal ini salah satu the best movie from indonesia!. Tapi kayaknya filmnya joko anwar ini ga begitu sukses, mungkin karena ga mempromosikan KALA secara besar2x-an……….
Comment by yudyth_bastian
Made Thursday, 31 of May , 2007 at 8:30 pm
ADA YANG MASIH MAU NONTON KALA?
DI PURWOKERTO BEBERAPA MINGGU LAGI BAKAL TAYANG DI SATU-SATUNYA BIOSKOP, DAN INI TERGOLONG MASIH BARU. IRONIS YA? TAPI BENER DEH, KALA BELUM TAYANG, BENTAR LAGI. FRESH!
Comment by benkakoi
Made Friday, 1 of June , 2007 at 7:38 pm
Buat Joko Anwar four thumbs up !!!!!!! (jempol kaki gw ikut dahh !!!!)
Comment by viCiouSaiKo
Made Saturday, 2 of June , 2007 at 7:29 pm
to Ravenska
yap, the ending is a lil bit annoying. tapi gue tetep suka sama adegan penuh darahnya. terutama adegan di bis. hehehe…
btw, gue masi bingung ama review di koran dan showbiz news…kok fahrani yang dibilang ratu adil,ya???
atau gue yang salah persepsi… Hen desu..
Comment by autumnleaves
Made Wednesday, 6 of June , 2007 at 1:02 pm
Hehe… Ratu adilnya Eros kok, bukan karakternya fahrani…. ViCiouSaiko
Comment by fish
Made Wednesday, 6 of June , 2007 at 2:25 pm
Emang tipe orang kita kali yah, ga tahan buat ngeritik ‘n nyelain kalo ada orang laen dalam tanda kutip lebih berhasil menghasilkan sesuatu dibanding diri kita sendiri…DASAR MELAYU!!! after all, sah-sah aja sih comments nya, lagian room ini juga orang bebas ngeluarin pendapatnya. bagi yg ngasih comments bagus buat nih
pilem, gw setuju..sebaliknya buat yg ngasih comments yg biasa2 aja ato cenderung menjelek-kan kualitas nih pilem,sebagai penonton pilem awam, gw bisa mengerti dan menghargai..but please guys, loe-loe bisa bikin pilem yg lebih baik ga? (terutama buat “FUN” yang terhormat!!!). to Dorothea :gw juga ga ngerti orang kayak loe ampe bisa ngeluarin comment kayak diatas!? (jgn tunjukkin banget kalo loe orang MELAYU, Dear!!). dari 3 pilem joko yg gw nonton (arisan-as a scriptwriter,janji joni-as a director&scriptwriter, kala-idem)selalu disisipin humor&adegan ‘gay-talked-scenes’ apakah harus, jok? anyway, bener apa ga tuduhan ttg elo dari comments temen diatas, to be honest gw ga peduli..as long as you produced such a good movie, i salute you.
oya, buat ‘FUN’: ntar kalo pilem hasil penyutradaraan loe dah keluar kasih tau yah,gimana caranya ngasih tau nya terserah di elo!
buat dorothea_whoeverfucksheorheis: tenang, gw juga orang melayu sama kayak elo(itu kalo elo emang orang melayu loh jeung!!)but, paling ga gw ga malu-naluin amat kayak elo…hehehehehehe….pisssss ah…
Comment by yudythbastian
Made Thursday, 7 of June , 2007 at 11:44 pm
wah aku seneng banget. ini ke lima kalinya nonton KALA. di jakarta nonton sekali dan di purwokerto udah empat kali. sayang banget, kayaknya tadi jadi yang terakhir, penontonnya cuman berenam dan terancam ga diputer, tapi dengan baik hati akhirnya diputer sama projectionist-nya (untuk terakhir kalinya disini). dan masih ada yang dipotong sana-sini. kebanyakan pas adegan setannya muncul, mungkin projectionist-nya penakut…
Comment by yudythbastian
Made Thursday, 7 of June , 2007 at 11:47 pm
dan buat DOROTHEA (lo ga dimakan singa toh?):
emang FFI kesayangan lo itu masih dilanjutin? kagak ada jalan!!
Comment by fun
Made Friday, 8 of June , 2007 at 4:52 pm
buat fish yang terhormat….
gue gak bilang ni film kancut…
tapi emang endingnya buat gue kurang menggigit…
n gw ngasih 3 bintang,wew…
it’s still great movie rite???
n maaf juga….
gw cuman konsumen….
satu lagi,SI pun lebih banyak mengkritik film2 laen…
trus knp gak lo suruh dy bikin pilem??
(gak usah bagus amet,amatiran juga gpp…)
well,sah2 aj kan kalo gitu….
bukan begitu mas FISH YG TERHORMAT????
Comment by f**
Made Friday, 8 of June , 2007 at 5:01 pm
buat fish yang terhormat….
i’m fun..(maybe i’ve got banned,hell don’t care..)
gue gak nge-judge ni film kancut…
tapi emang endingnya buat gue kurang menggigit…
n gw ngasih 3 bintang,wew…
it’s still great movie rite???
n maaf juga….
gw cuman konsumen….
satu lagi,SI pun lebih banyak mengkritik film2 laen…
trus knp gak lo suruh dy bikin pilem??
(gak usah bagus amet,amatiran juga gpp…)
well,sah2 aj kan….
bukan begitu mas FISH YG TERHORMAT……
Comment by DOROTHEA-DE-BATE
Made Friday, 8 of June , 2007 at 9:04 pm
To Mr.Fish:
wakakaka…gw ampe ketawa sndri…gw bkan orang MELAYU….harusny lu tau dounk dr nama gw…gw orang FLORES……WAKAKAKAKAK
BTW,bener kata fun,fishy,kita ini ko