Sinema Indonesia

Mengejar Mas Mas (2007)

Posted by Dodi Mahendra on Saturday, 26 of May , 2007 at 8:46 am

As if satu film seperti I Love You, Om tidak cukup, Rudy Sudjarwo dan Monty Tiwa merasa perlu untuk membuat film dengan ide yang sama. Bedanya, kalau I Love You, Om adalah film… err… horror, Mengejar Mas-Mas adalah film komedi. Well, tidak sepenuhnya tepat jika disebut “komedi”, sih. Secara adegan yang benar-benar lucu dalam film ini sama jarangnya dengan jumlah orang jujur di DPR, atau Viagra asli di warung-warung obat kuat sepanjang Jalan Hayam Wuruk (tanya Ferry kalau tidak percaya). In fact, tidak jelas apa yang ingin diceritakan Rudy/Monty di sini, secara tidak ada plot yang benar-benar kuat. Apakah ini tentang seorang cewek yang mencoba menggaet seorang laki-laki yang usianya jauh lebih tua? Nggak juga. Justru di sini, laki-lakinya yang mengejar-ngejar si cewek. Apa ini tentang seorang cewek metropolis yang mengejar-ngejar seorang laki-laki desa? Nggak juga. Justru laki-laki desanya (dan Jogja, gitu loh. It’s hardly a desa) yang mengejar-ngejar cewek metropolisnya. Apakah ini simply tentang orang-orang yang terlibat benturan budaya kota dan desa? Kalau begitu, skenarionya hanya mampu menampilkan masalah-masalah yang artifisial (cewek kota ditandai dengan celana pendek yang lebih tinggi dari lipatan paha, cowok kampung ditandai dengan blangkon). Apakah ini semata-mata komedi ringan yang cuma ingin membuat penonton tertawa? Nggak lucu jugaaa…

Jawabannya ternyata jauh lebih simpel: Mengejar Mas-Mas adalah proyek mengejar setoran. Dibikin secara instan dan asal. Sejauh ini, Mengejar Mas Mas mendapat nilai terendah dari serentetan proyek tujuh-hari-suting Rudy Sudjarwo/Monty Tiwa setelah Mendadak Dangdut dan Pocong 2. (Sialnya, masih ada Maaf Saya Menghamili Istri Anda dan Cintapuccino). Di sini semuanya serba contrived. Supaya si cewek Jakarta bisa ke Jogja, bapak si cewek dibikin mati dan ibu si cewek pacaran lagi sehingga membuat si cewek marah. Supaya si cewek bisa tinggal sama seorang pelacur, cowok si cewek mesti pergi naik gunung untuk beberapa hari. Supaya penonton ber-demand rendah bisa terkenyut-kenyut hatinya, si mas-mas dibikin tidak mampu ngeluarin duit buat ngebetulin rem sepedanya yang blong.

Kalaupun misalnya aman di skenario, film ini masih harus berurusan dengan tokoh utamanya (Poppy Savia) yang sama sekali gagal membuat kita peduli padanya. Marah-maraaaah… mulu.

Yang bisa ditonton di film ini adalah akting Dinna Olivia yang cihuy. Tapi masalahnya lagi, Dinna Olivia juga salah kasting sebagai pelacur murahan yang sekali service cuma laku 50 ribu perak. Mbak-mbak di Stadium yang tampangnya gitu aja bisa 10 kali lipat (tanya Ferry kalau nggak percaya).

Beberapa momen yang benar-benar lucu (termasuk profesi yang diakui Dinna Olivia untuk menutupi pekerjaan aslinya) mengurangi kancut yang seharusnya diterima oleh film ini.

Tapi, mbok ya jangan mikirin diri sendiri. Bukan berarti kalian bisa suting dengan bujet rendah banget, lantas tiket yang kami beli bisa lebih rendah dari harga biasa, kan? Bukan berarti kalian sutingnya cepet, lantas durasi filmnya pendek sehingga penderitaan kami pas nontonnya nggak mesti terlalu lama, kan? Kan? Kan? KAAAAAAAAAN???

Sutradara: Rudy Sudjarwo
Penulis: Monty Tiwa
Pemain: Dinna Olivia, Poppy Savia, Dwi Sasono, Elmayana Sabrenia, Ira Wibowo, Roy Marten.
Produser: Lala Hamid
Produksi: DePic Production
Durasi: 94 menit

Official Site
Jadwal Tayang

Category: Review

156 Comments

Comment by Da

Made Saturday, 26 of May , 2007 at 1:02 pm

Review yang sangat mengena… Rudy Sudjarwo dan Monty Tiwa, jangan jadi Melly Goeslaw yang kedua….

Comment by Seggaf

Made Saturday, 26 of May , 2007 at 4:12 pm

fer .. dod …
terlepas dari masalah review, itu imagenya bisa dibikin gak mepet banget sama teks review nggak?
kalau di Wordpress, pas elu2 nge post, setelah masukin gambar, elu edit image-nya (alt-M), pasang selain verticalspace=6 (defaultnya), horizontalspace-nya juga dibikin sama (5 atau 6) supaya gambar gak mepet banget ke kanan sama teks. CMIIW

Kalaupun misalnya aman di skenario, film ini masih harus berurusan dengan tokoh utamanya (Poppy Savia) yang sama sekali gagal membuat kita peduli padanya. Marah-maraaaah… mulu.

Ini pasti pengaruh sinetron, sinetron kan marah2 mulu akting pemerannya …

Comment by Witek

Made Saturday, 26 of May , 2007 at 6:10 pm

banyak sekali cacat dalam adegan-adegan di mengejar masmas, seperti situasi-situasi yg harusnya lucu malah jadi kering, tapi entah kenapa semua adegan sedihnya itu berhasil (mungkin berkat akting para pemainnya). dan entah kenapa juga, kok gw suka ya sama keseluruhan film ini? menurut gw sih film ini punya cerita yg bagus, cuman nyeritainnya aja yang kurang bagus… hehehe. tapi akting para pemain2nya menurut gw sih lebih dari cukup alias bagus. hampir semuanya diperankan secara natural. satu bintang lah dari gw.

Comment by kendi

Made Saturday, 26 of May , 2007 at 11:38 pm

Yang bisa ditonton di film ini adalah akting Dinna Olivia yang cihuy. Tapi masalahnya lagi, Dinna Olivia juga salah kasting sebagai pelacur murahan yang sekali service cuma laku 50 ribu perak. Mbak-mbak di Stadium yang tampangnya gitu aja bisa 10 kali lipat (tanya Ferry kalau nggak percaya)…

Pengalaman pribadi om? :P *piss*

Comment by Bas

Made Sunday, 27 of May , 2007 at 12:08 am

Bagus kok.. saya saja yang harus ditraktir + dikasih tambahan minimal Rp. 50.000 untuk nonton filem Indonesia bisa suka film ini.

OKE.. alur ceritanya dan apa yang mau diceritakan memang gak jelas. Ada juga yang dipaksa (biasalah filem Indonesia) dan gak masuk akal (sang pacar naik gunung berapa hari sih?!) tapi at least gak membosankanlah. Dan hey… inilah Yogja! Jangan nonton filem ini pakai otak tapi pakai hati! Dinikmatin saja. Yaa.. di filem ada pelacur pada sore hari di pasar kembang.. Ya pelacurnya gak tua dan jelek seperti aslinya.. Gak apa-apa… Dikasih lihat yang asli penonton bisa muntah… Napa harus komplain?

Akting pemain bagus dan menyentuh. Membangkitkan emosi. Filemnya baru mulai 5 menit saya sudah nangis. Ada beberapa adegan yang benar bikin tegang (not what u think) dan deg-degan karena realism-nya (terutama suaranya).

Kok bisa gak perduli sama Poppy Savia sih Mas? Saya sangat perduli dan kawatir buat dia ketika dia sampai ke Yogja, gak punya duit, gak kenal siapa-siapa, gak stabil gini lagi. Aduh… “Semoga dia gak harus jadi pelacur”… Ternyata memang tidak harus (lega sekali).

Sebagai pecinta kota Yogja, filem ini juga membuat saya rindu akan kota ini, gudegnya, budaya bohongnya (pelacur ngaku dosen haha they really exist!). Lagunya juga oke dan lucu-lucu. Hidup Jogja!

Terus katanya gak lucu… banyak yang sering ketawa kok di bioskop termasuk saya. Bahasa Jawanya? Gak masalah. Saya aja yang orang Perancis bisa ngerti kok..

Style shooting-nya (camera in hands) kadang menganggu dan bikin sedikit pusing tapi kadang juga sangat mendukung adegannya (waktu Dinna Olivia diusir dari kostnya, wahhh!! Banyak yang shock di bioskop).

Karena tidak berprasangka saya kasih 1 star buat sutradaranya dan 4 stars buat pemainnya. Buat filemnya 2 stars. No kancut.

Walau special effectnya biasa-biasa saja (gak ada) tapi filem ini jauh lebih pantas ditonton daripada Spiderman 3 misalnya.

Lumayan dapat Rp. 50.000 dan bisa nonton filem yang cukup bagus..
Nonton aja!

Bas
http://www.friendster.com/bujom

Comment by dondo

Made Sunday, 27 of May , 2007 at 12:15 am

gw bt sm nih film tp untung ada di dina kalo nga gw ud kabur kali , td gw nonton ternyata sepi tuh nih film selagi ini malem minggu loh cuma 15 orang yg nonton di artha gading.

Comment by Reno

Made Sunday, 27 of May , 2007 at 4:57 pm

Akhirnya ada juga usaha untuk bikin review yang lebih jujur.. Cuman, jujur bukan berarti harus subyektif kan? Untuk kecupetan berpikirnya, gue kasih 3 KONDOM BEKAS buat reviewernya… Dapet salam dari Mbak Ning di Yogya sana yang adalah mantan pemilik dari 3 kondom tersebut… “Ati-ati kena AIDS,” pesannya setelah mendengar anak-anak SI suka jajan pecun di Kota… Heheheh..

Anyway, kenapa juga orang pake blangkon terus dicap ‘kampung’?? Kenapa juga cewe pake celana pendek harus dipersepsikan sebagai ‘orang kota’? Aduh…bukannya reviewer SI ‘harusnya’ lebih pintar dari pembuat film ya?? Dan coba deh belajar bikin premis, sebelum berusaha sok pinter bicara tentang plot cerita. Jadi yang baca review juga gak ketularan bego sebelum benar-benar datang ke bioskop dan nonton filmnya.

Dan paling enggak, para filmmaker Indonesia berusaha untuk mengembalikan penonton untuk memenuhi studio-studio yang memutar film Indonesia, bukannya menutupi mata calon penonton dengan cangcut bau sperma bekas jajan pecun di Kota…

Sebab film ini, dibandingkan film KALA yang super pretensius itu, lebih layak untuk ditonton. Setidaknya yang nonton tau konfliknya apa sejak 5 menit pertama, daripada dimenit-menit terakhir baru dikasih mimpi tentang Ratu Adil yang (pengennya) seorang homoseksual….

“Murah amat!!” protes Mbak Ningsih sambil ngangkang ngucek cucian. “Dagingku jauh lebih mahal daripada harga balon lanang di lapangan Banteng lho!”

Comment by Jonap Kancut

Made Sunday, 27 of May , 2007 at 9:55 pm

Benturan keras antara budaya kota dan desa,
yang membuat otak kita mati mendadak..
Untung yang main si Poppy.. ^^ (Plaakkkkkk….!!!)

Comment by kriww

Made Monday, 28 of May , 2007 at 8:20 am

bagus kok.
sekali ini gw jd meragukan SI itu objektif

Comment by adia

Made Monday, 28 of May , 2007 at 8:39 am

Well … lumayan ah filmnya menurut gue, Dina Olivia steals the show!! Cuma memang gue agak nggak menemukan kesinkronan antara judul dan jalan ceritanya, tapi dimaafkan lah ya, oh .. dan gue nangis waktu adegan Ningsih diusir dari tempat kosnya (again .. damn you Dina)dan lumayan tersentuh waktu Shanaz nggak mau liat bokapnya untuk yang terakhir kali …jadi gue pribadi (PRIBADI!) agak nggak menangkap kesan sitkom seperti yang dibilang Monty Tiwa di showbiz news.

Cuma … bisa nggak nggak nyebut nyokap lo pelacur hanya karena dia mo kawin lagi .. it’s been 8 months for God sake, kuburannya udah kering kali Naz … and it’s not like your mom acting like a slut (kalo di film Indonesia pasti udah di gambarin pegang rokok dan muka yang sinetron banget) Perasaan Ira Wibowo cuma ngomel waktu Shanaz ketiduran di kursi doang deh … dasar anak durhaka!

Dan iseng - iseng gue perhatiin filmnya yah … Pas Parno ngamen dia bawain salah satu lagu di mendadak dangdut, pak kosnya adalah pembantu di Pocong 2 oh and there you go .. Adi Sasono…. (tapi ini pengamatan nggak penting sih, cuma menggelitik ajaah)

Monty is the next Melly?? nggak lah!! Kosong menurut gue bagus banget dan at least dia nggak bikin lirik mengerikan you stand still like that (ini apa maksudnya yah ..masih tetep nggak paham gue?! kalau di psikologi disebutnya catatonia, stay tune aja ngejogrog di satu tempat karena hilangnya kontak dengan realita…denger lagunya emang bikin gue catatonia beneran, and you should listen to their new single called Bukan Bintang Biasa …BBB tanpa Melly … waw waawa DISASTER!!!!)

Comment by anak_jogja_yg_sula_naikgunung

Made Monday, 28 of May , 2007 at 9:55 am

menurutku filmnya bagus sih, yah emg judulnya nggak nyambung sm ceritanya (mungkin judulnya sengaja dibikin corny biar banyak yg nonton, he3), SI bilang film ini plotnya nggak kuat… bukannya kalian sendiri yg bilang… “sebuah film harusnya bercerita, bkn menggurui, bkn menguliahi” dan overall gw (pribadi) suka kok sama film ini. lucu, menyentuh, dan nggak berusaha menjadi lebih “berat’ dr yg sebenarnya. dan pliss deh, mungkin cw dg tampang secakep dina emg bisa berharga 10 kali 50rb sekali main, TAPI TIDAK AKAN TERJADI KLO DIA MANGKALNYA DI PASAR KEMBANG, coz sarkem emg daerah pecun tarif murah, jd ya wajar aja tarif dina di sarkem segitu (berdasar pengalaman survey gw utk tugas sosiologi wkt SMA sih, tp gw yakin skrg tarifnya ga naik2 amat) he3,, yg menggelitik gw wkt nonton film ini tuh:
* foto cowoknya shanaz dg tas carrier, matrasnya digulung di atas, nunjukin bgt dia bkn anak pecinta alam beneran, coz setau gw ya, wkt diklatsar pecinta alam pasti tuh diajarin cara make matras bukan digulung trus ditaruh di atas tas, tapi dipake buat melapisi bagian dalam carrier biar kedap air dan bentuk carriernya tegak (kurang riset kali ya) trus jarang2 kali anak pecinta alam, naik merapi aja nginep di hotel, ada jg nginep di tempat mbah maridjan atw di basecamp (atw mungkin gw aja yg kere hehe)
* bahasa dan logatnya, kurang “jogja” malah agak2 jawa timuran, emg siy ceritanya mbak ning dr madiun, tp kan mas2 itu bukan (di jogja, utk meminjam kita ga bakal bilang ‘nyelang, tp ‘nyilih’ atw ‘ngampil’, klo blg ‘nyelang’ mana ada yg ngerti, surabaya bgt sih!) msh ada beberapa lg kata2 jawa timuran yg tdk lazim dipake di jogja, tp gw lupa)
* ada ya yg bisa ditatto sambil dg santainya nelpon temen? setau gw tatto gw yg seuprit aja sakitnya naujubilah, gw hrs jejeritan selama proses rajah, atleast shanaz hrsnya melenguh2, dan setau gw sesudah ditatto, hrs ditutup atleast bbrp jam biar keringnya bagus, dan rasanya bakal gatel2 perih, tp kok shanaz bisa langsung nyaman gt yah? (yaaaa, mungkin yg dimaksud di film itu tattoo non permanen, entahlah)
pokoknya banyak detil2 yg kurang diperhatikan dan nggak tau knp itu mengganggu.. tapi overall gw suka!

Comment by van

Made Monday, 28 of May , 2007 at 1:02 pm

Reno said :
Anyway, kenapa juga orang pake blangkon terus dicap ‘kampung’?? Kenapa juga cewe pake celana pendek harus dipersepsikan sebagai ‘orang kota’? Aduh…bukannya reviewer SI ‘harusnya’ lebih pintar dari pembuat film ya??

bukannya SI bilang kalo masalah blangkon celana pendek itu masalah2 yang artifisial yah?
kalo gitu mas reno aja yang salah tangkep…bukan SI yang harus lebih pinter, tapi yang bikin filmnya…

Comment by mintareview malemjumatkliwon

Made Monday, 28 of May , 2007 at 1:06 pm

mas2 SI, mau review malem jumat kliwon dong…

Comment by Indie_ana Jones

Made Monday, 28 of May , 2007 at 1:12 pm

Belum nonton, kalo ada yang bayarin mau ;D. Aga males aja liat si mas pake blangkon, sebagai wong Jogja (GK malahan), keknya uda jarang bangets d blangkon2-an getuh, kecuali abdi dalem. Jadi males aj, berasa gak relevant. Tapi ya secara saya buta film (cuman penikmat aja), apa iya justru letak ke-OK-an bisa tergantung juga dari je-irrelevat-annya. Mbuh ah gak weruh aku

Comment by Reno

Made Monday, 28 of May , 2007 at 2:15 pm

Hmmh….thanks for the suggestion, tapi gue belum merasa mumpuni untuk bikin review sinetron euy… karena kalo udah sinetron mah gue pasti jadi subyektif banget! Dude, i know my limit ;) And i don’t have any used-condoms since i know where to put them on the proper place.

Comment by superpippo

Made Monday, 28 of May , 2007 at 3:04 pm

mas reno…kok gue jadi lebih semangat nunggu komen-mu ya, dibanding baca reviewnya SI? hahaha…i wonder why you despised their reviews so much…=)

Comment by claire666

Made Monday, 28 of May , 2007 at 3:18 pm

ah males nonton di bioskop
mending pinjem VCD-nya aja

Comment by MaRkO

Made Monday, 28 of May , 2007 at 6:42 pm

jujur saya kasian sama reviewer film ini.
mas, ga ngerti ya konsep realisme? shaky hand-held dan suara-suara manusia yang kadang terasa memenuhi telinga (padahal gw nonton di bioskop kelas XXI), bener2 bikin gw ngerasa mereka ada di depan gw (worthy mentioned, adegan ningsih diusir dari kost), including adegan lucu2an naik sepeda dg backsound lagu kocak boso jowo. pas banget!
sejujurnya, saya percaya banget yang menilai “mengejar mas-mas” jelek dan memaki-makinya, hanya orang2 yang bisa ngomong doang dan ga pernah betul2 terlibat dalam produksi film.
gw juga ga nemuin momen d mana jogja dilecehin d film ini. justru karakter shahnaz itu pas banget. anak kota yg anggap selain jakarta itu bukan kota. man, gw punya BANYAK BANGET temen2 yg kelakuannya kaya geto. tapi gw ga nemuin niatan filmmaker buat ngelecehin jogja. ingat loh, bung rudi itu sendiri wong jowo.
btw, film ini sukses kok untuk banyak adegan komedinya. buktinya, waktu gw nonton banyak banget yang ketawa (buat ingetin, gw nontonnya di XXI, jelas bukan kalangan SES CDE).
percaya deh sama gw, “mengejar mas-mas” adalah film indonesia TERBAIK yg sudah dirilis tahun ini.

Comment by erlangga

Made Monday, 28 of May , 2007 at 8:17 pm

gw pribadi SUKA aja sama film ini.
meski ga bikin gw ngakak tapi sukses bikin gw nyengir..
ngliat akting si poppi sovia, dinna olivia (great step, hon!) sm dwi sasono tuh penyegaran daripada shandy aulia, acha, irwansyah dan sjenisnya..(BBB, helooooo….!!!!)

Kosong juga oke tuh,,
meski banyak plot hole dimana2..
GW SUKA FILM INI.

Comment by dona doni dino deni

Made Monday, 28 of May , 2007 at 8:25 pm

eh, review SI lumayan ngena ketimbang review2 yang laen. kalo mau bikin review tandingan ya silakan dey bow.. ini kan gaya SI banget. overal, kalo pengin baca review bagus lagi di Tempo sana gih…Leila s. chudori, yeah just sometimes. pernah juga bikin gw mindless, apaan siy terlalu subyektif banget….hehe, cuma sekadar curhat review film.
buat perhatian aja, gw dah tertarik akting Dina Olivia semenjak di tusuk jelangkung barengan ama Marcella. meski belum begitu mantap, tapi lebih bagus lagi waktu di sinetron Bunda (one of good sinetron, besides Cinta ama Dunia Tanpa Koma, hwehe..)- yang bikin dia dapet piala vidia, dua kali lagi dengan mempecundangi meriam bellina. coolo banget. But, Ujang Pantry tetap the best for story and actor-actress. pas banget dina maennya bareng agus ringgo.
Overal, mbok yao produser-produser Indonesia beri kesempatan lagi ama cewek satu ini yang jago banget aktingnya…tapi, juga kudu didukung story yang bagus, sutradara handal, dan tentunya modal. jangan melulu bikin film2 horor dan drama cengeng macam Love is Cinta apaitulahnamanya…Bikin gw parno aja kaya bang Parno.
Piss-lah…

Comment by GegeraN-dHewE

Made Monday, 28 of May , 2007 at 8:30 pm

menurut salah satu review yang gw baca, film ini ditujukan buat kalangan middle to bottom. macam mendadak dangdut itulah. makanya, ada lagi duet cewek-cewek dina-poppy yang mirip banget ama titi-kinar. o ya, apa bakalan jadi best duet lagi ya di indo movie awards-nya rcti? hehehe….
overal, love dina olivia. potentially best actress yang total banget peraninnya…..let’s go gal’z!! majukan terus perfilman indonesia…

Comment by Panji Wibowo

Made Monday, 28 of May , 2007 at 8:38 pm

HIHIHI… KAYAKNYA TEMPO PUN KESEL AMA PELEM INI:

REVIEW TEMPO:

(Tak Perlu) Mengejar yang Tak Tertangkap

Duet keempat sutradara Rudi Soedjarwo-penulis skenario Monty Tiwa. Kejar-mengejar logika bercerita yang terlalu klise.

***-

JIKA kita boleh meminjam satu ungkapan dunia perbukuan, di perfilman juga berlaku pesan serupa: jangan menilai sebuah film dari judulnya. Penonton yang belum mengenal Rudi Soedjarwo (selalu ada kemungkinan seperti itu, bukan?) akan sepenuh hati menganggap Mengejar Mas-Mas (MMM) sebagai sebuah film komedi. Sedangkan bagi yang cukup paham riwayat filmografi Rudi, di kepala mereka muncul pertanyaan baru: apa hubungannya dengan Mengejar Matahari (MM), film yang juga disutradarainya empat tahun silam? Sebab, ambillah contoh, bukankah ketika Richard Linklater mengeluarkan Before Sunset (2004), film itu adalah sekuel dari Before Sunrise (1995), yang membuat penonton jatuh cinta pada petualangan semalam Ethan Hawke-Julie Delphy?

Ternyata dua dugaan itu kandas bersamaan. MMM bukan lanjutan kisah persahabatan empat remaja putra dalam MM. Ini kisah baru, tentang pertemanan (tak sengaja) seorang cewek 17 tahun yang selalu sewot bernama Shanaz (Poppy Sovia) dengan Ningsih (Dinna Olivia), sekuntum pelacur yang terlalu kinyis-kinyis untuk ukuran lokalisasi sumpek Pasar Kembang, Yogyakarta. Mau dibuat sekumal apa pun dan ditempatkan di kamar sebusuk apa pun dia, wajah Dinna Olivia tetap terlalu city girl. Meski diakui upaya Dinna untuk berbahasa Indonesia dengan aksen Jawa itu jauh lebih meyakinkan daripada, katakanlah, Shanty yang mencoba bledag-bledug dalam film Berbagi Suami.

Untuk membuat persahabatan Ningsih–yang mengaku sebagai Bu Dosen Norma di tempat kosnya–dan Shanaz tidak melulu adem-ayem-tentrem-kerto-raharjo, dimasukkanlah “bumbu” bernama Parno (Dwi Sasono), pengamen campur sari yang mengaku pernah pacaran selama empat jam dengan Ningsih (”Jam kelima aku putuskan karena dia mengaku pelacur,” kata Parno kepada Shanaz). Tapi diam-diam pengamen yang umurnya 20 tahun lebih tua itu mulai tebar pesona mengantarkan Shanaz ke sana-kemari dengan sepeda ontelnya yang tak bisa direm. (Memangnya seberapa mahalkah ongkos memperbaiki rem sepeda di Yogya, coba tebak?)

Dengan kisah hubungan tigaan yang potensial dieksplorasi seperti itu, aneh juga jika Rudi dan penulis skenario Monty Tiwa–mereka sudah bahu-membahu membuat 9 Naga, Mendadak Dangdut, dan Pocong 2–masih membutuhkan opening bertele-tele sekadar agar Shanaz bisa kabur dari rumahnya di Jakarta dan hinggap di Yogyakarta. Bukan karena ihwal kaburnya seorang gadis, yang jamak dijadikan tema film remaja itu, yang membuat film ini menjadi “lucu”. Tetapi simaklah problem pemantiknya yang terlalu klise: bapak Shanaz “harus” meninggal lebih dulu, dan sang ibu–betul sekali!–punya rencana menikah lagi dengan seorang om botak yang luar biasa membuat muak sang anak. Oh, my God!

Di Yogya, Shanaz yang selalu memakai hot pants (celana pendek banget itu) seolah tak punya baju lain, bertemu serenceng kesialan. Mulai dari pacarnya Mika yang telanjur naik gunung (terdengar seperti hobi favorit protagonis pria di film dan novel-novel pop kita tahun 1970-an) sampai tak memiliki sedikit pun uang untuk bermalam di motel dengan kipas angin berisik yang lebih mendatangkan hawa panas ketimbang sejuk.

Jika hal-hal itu masih belum terlalu ajaib, saksikanlah bagaimana awal perjumpaan Shanaz dan Ningsih yang jelas menggambarkan kerepotan Monty untuk “memasukkan” Shanaz ke dunia Ningsih. Belum lagi keuletan Monty untuk mencari sebuah “adegan orisinal” agar ciuman antara Shanaz dan Parno bisa terbebas dari gunting sensor LSF. Ciuman mesrakah itu? Tidak, itu ciuman pertolongan pertama pada kecelakaan! Sebab, Parno tak sengaja menelan umang-umang yang membuat nyawanya di ujung tanduk jika “tak segera ditolong”. Jadi, bagaimana mungkin adegan sepenting ini akan dikudung LSF?

Dan persis di titik inilah penonton semakin sulit mengejar (logika bercerita) Mas (Monty)-Mas (Rudi). Semakin banyak kebetulan yang ingin dihindari, semakin bertumpuk kejanggalan yang terjadi. Jika film ini diniatkan untuk mengimbangi satir karikatural Kejarlah Daku Kau Kutangkap (sutradara Chaerul Umam, skenario Asrul Sani) seperti dilansir dalam situs web Mengejar Mas-Mas, yang dikhawatirkan adalah penonton akan keceplosan berkomentar, “Oh, my God!” Sebab, jarak kedua film ini terlalu jauh. Tak akan tertangkap.

Oleh: Akmal Nasery Basral

Comment by buaya.jantan

Made Monday, 28 of May , 2007 at 9:57 pm

hahahha
akhirnya ni pilem jadi juga..

pake nama jogja tapi cuma kameramen yg turun buat ngambol stok gambar. yg laen2 di shoot di jkt. kekurangan dana kali ya..

Comment by yudythbastian

Made Monday, 28 of May , 2007 at 11:03 pm

renonya ga ada. males nonton ah.
reno, lo sebenernya siapa sih. kok napsu banget sama joko anwar.
aku jadi kesaing deh. tapi kenapa cuman joko anwar. aku kira Sinema Indonesia juga ngedukung Nia Dinata. Tapi emang sih ngga ngedukung boss lo, “Boo”-llywood.

reno. emang kenape kalo suka jajan pecun? kok lo protes.

OH, gara-gara mereka jajan pecun, lo jadi ga laku yeee. kesian.

Comment by nRm

Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 8:39 am

Dodi, jangan galak2 dunk :LOL:
buat gw sbnrnya.. cerita simple apapapun bisa bagus kalau pemain dan sutradaranya berpotensi. di film ini, pemainnya lumayan berpotensi kok (paling bgs emang dina olivia), tapi.. si sutradara-nya kurang bisa ngegali ‘value’ dari ceritanya. sayang kan..? lebih buruk lagi, kameramennya.. duh, ini maksudnya mau bikin seperti film indie? tapi jadinya, gagal sama sekali. trus editingnya.. kasar banget ya? coba dunk para filmmaker, saya tetap mau nonton film Indonesia kok kl kualitas filmmaker-nya bagus. bener deh :)

Comment by titit

Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 10:53 am

Kali ini review majalah Tempo lebih bagus dari review SI. Review Tempo bikin gw ga pengen nonton ni film. Tapi karena ada Dina Olivia, besok gw nonton deh..

Comment by Om Feb

Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 12:08 pm

kelihatan terlihat,,,film ini biasa2 aja. critanya, banyak di dalam sinetron indonesia,,,yang murahan.

kalau, mau bilang ini proyek Rudi untuk, tunduk di pasar..karena gue udah ngikutin rudi dari dari lama,,,gue tahu rudi orang yang sangat2 idealis!!! tapi walaupu begitu, dia masih mau berkompromi dengan pasar, tapi bukan berarti tunduk dengan pasar>> dia cuma mau film indonesia di tonton lagi….dan mungkin ini cara dia, sama seperti cara Hanny SAPUTRA, bedanya film rudi lebih kuat di segala sisih, baik sinematografi,penyutradaraan, cerita dan lainnya. yang enggak di miliki oleh Hanny….

dan mungkin ini salah satu dedengkot MFI ini untuk penonton kembali jatuh cinta dengan film kita.

walaupun..untuk mengejar mas-mas, rudi, harus kembali belajar, bagaimana ia menggabungkan idealismenya dengan pasar seperti karya, MENGEJAR MATAHARI, 9 NAGA, DANA POCONG2.

but….gudluck rudi….

Comment by fakhri

Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 12:44 pm

mirip ama Mendadak Dangdut, persis…
dari angle dan shot kamera yang bikin puyeng, sama jalan ceritanya
gak ada kejutan

Comment by titit

Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 1:35 pm

Om Feb said :kelihatan terlihat,,,film ini biasa2 aja. critanya, banyak di dalam sinetron indonesia,,,yang murahan.

dan mungkin ini salah satu dedengkot MFI ini untuk penonton kembali jatuh cinta dengan film kita.
——————————————————————

Om Feb loe ngebinguin gw..maksudnya kelihatan terlihat apa? trus kalimat ” dan mungkin…” jg ngebuat bingung…bahasa Indo loe di SD pasti merah..

Comment by dsaint

Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 3:32 pm

reno, nama belakangnya parwez apa punjabi???

Comment by K.R.K

Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 4:11 pm

kancut satuuu!!!
Akhirnya mighty soejarwo kena kancut juga ya.
makanya jangan maen-maen disarkem! :p

Comment by Mercie

Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 4:16 pm

MMM, hmmm gimana yah,,,,ah jangan dulu deh, masih banyak film2 Hollywood di bioskop yg keren2 yg wajib nonton.
Bye MMM….

Comment by Afterglow

Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 5:37 pm

Reno pnah pacaran sama iLom??
Panteessss.

Comment by Candra Aditya

Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 6:00 pm

jadi pengen nonton, kayaknya sih bagus. Dinna emang keren! Liat selasa aja. kalo masih ada berarti emang Tuhan mengabulkan doaku.

Comment by lil brownie

Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 6:49 pm

cuman imagi ku atau reno adalah SI itu sendiri? SI beneran lebih idup gara-gara munculnya reno. teknik marketing yang menyenangkan, sungguh!!! agak klise sih, tapi beneran seger. uda ga begitu peduli lagi film apa yang di bahas, isi kepala kalian jauh lebih menggembirakan

Comment by Catshade

Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 11:04 pm

Saya belum nonton filmnya…tapi posternya jelek >_

Comment by superpippo

Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 9:25 am

ihh seruuu…comment nya jadi banyakan tentang reno dan hubungan dodi vs joko anwar…aduhh dilema sih ya..antara kadang bete baca review SI, tapi juga belom ada situs lain yang bisa menandingi sih…mr reno..interested?

Comment by Fansnya-Joko-dan-semua-filmmaker-bagus-Indonesia

Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 2:07 pm

Buat pembaca setia SI dan masih percaya klo SI masih salah satu dari sedikit (sekali) situs review film Indonesia yg masih bisa dipercaya, cuekin aja orang-orang yg membenci SI. Karna SI selalu ngasih review bgs buat bang Joko Anwar, jd bang Joko Anwar ikut-ikutan dibenci deh. Gue jadi heran, kalo SI doang yg muji bang Joko sih, lumrah ada yg protes SI ngasih pujian ke bang Joko. Masalahnya: hampir semua review film KALA dan Janji JOni bilanng film-film ini bagus.

Bukti:
- Garin Nugroho ngasih SET Awards ke bang Joko untuk cara bercerita Janji Joni yang segar dan kreatif.
- Janji JOni adalah film Indonesia yg paling banyak diundang ke festival internasional sepanjang 2005-2006. Silahkan buka:
http://www.focusfilms.cc/film/jonipromise.htm
- Janji Joni adalah satu-satunya film Indonesia yg dapet pujian dari majalah VARIETY. Tau kan VARIETY? Majalah entertainment business terbesar di dunia. Kalo nggak percaya, klik aja:
http://www.variety.com/review/VE1117927563.html?categoryid=31&cs=1&p=0
- Janji JOni memenangkan banyak awards dalam dan luar negeri termasuk BEST MOVIE di MTV Movie Awards.
- KALA cuman dipuji sama SI? Helloooo… baca aja nih rangkuman semua review soal KALA: klik:
http://deadtimethemovie.blogspot.com/2007/04/kala-reviews.html

Kalo ada yg bilang Reno itu SI juga sebagai teknik marketing, I don’t believe it. Reno nggak selevel SI. Maap yaaaa…

Maju terus SI! Maju terus Joko Anwar dan para pembuat filmmaker bagus Indonesia!!!

Comment by Seven

Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 2:29 pm

ilom wrote: “dibalik SI ini adalah anak2 AKSARA records :P
itu tuh yg musiknya sok2 aneh, sok2 gak mainstream walhasil jadi ga enak didengerin. guys, bikin musik itu pake hati dong, jgn sok2 sombong dulu.”

*duilee..sewot amat.Pernah ditolak ya demonya di Aksara :p
Yang mainstream tuh kaya apa ya?Kangen band? aw..

Comment by Reno

Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 3:05 pm

MaRkO… lo gak usah nyama-nyamain gw ama elo! Gw gak perlu dukungan. Buat Fun juga. Gw nulis di sini karena hati nurani gw. Gw nggak perlu terasosiasi dengan orang-orang bodoh kayak elo bedua!

Comment by superpippo

Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 3:12 pm

ya ampun om renooo…segitu sewotnya..kamu tampak lebih sombong dari artis” sinetron jaman sekarang deh…. dan sebenci”nya kamu sama SI..hmm…kamu ternyata rutin banget ya mengklik situs ini..hahaha..piss…

Comment by MaRkO

Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 3:19 pm

Kontroversi forum jadi seru ya.

Jadi ingat sebuah kejadian nyata, sekian tahun lalu, waktu gw secara pribadi terpesona sama film “Ca Bau Kan” debutan Teteh Nia, salut banget sama kegigihan dia sampai bisa bikin film itu kelar produksi dan bisa tayang di 21.

Sesudahnya, kaget pas tau begitu banyak orang yang mengklaim diri sebagai kritikus film Indonesia mencerca film ini.

Setahun kemudian, waktu tersiar kabar bahwa “Ca Bau Kan” terdaftar sebagai official entry Indonesia untuk kategori Best Foreign Language di Academy Award, semua orang Indonesia yang sebelumnya mencela-cela film ini (bahkan gw ingat banget, sebuah institusi mengklaim “Ca Bau Kan” sebagai film Indonesia tercupu dan terbasi), berbalik memuji-muji setinggi langit (dan yang sebelumnya sudah sempat mencaci film ini memilih bungkam dan sembunyi di sudut-sudut gelap).

Kita lihat saja nanti bagaimana sepak terjang “Mengejar Mas-Mas” ini, dan kita lihat nanti apa yang akan dilakukan oleh mereka yang sebelumnya menilai negatif film ini. Rasanya hal itu akan jauh lebih menarik.

Comment by kanojo_nocturno

Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 4:10 pm

film ini gak buruk - buruk amat menurut aku dibanding ama love is cinta yang bener-bener gak bermutu. harus diakui sih kalo rudi ngeksploitasi ke’ndeso’an jogya. tapi film ini berhasil bikin aku nangis lho. itu.. pas adegan si dinna yang top markotop pas diusir dari kampungnya dan dibilang ‘lonthe’.
tapi sayang kayaknya manusia lain yang g ngerti bahasa jawa n g punya jiwa jawa gak bisa nikmatin deh.
othre…see u on another comment bozz. bye

Comment by autumnleaves

Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 4:15 pm

Reno, Fun dan Ilom shud have coffee together.

Reno jangan galak2 dong sama Fun..
Kasian kan dia, its not easy to be ur number one fan loh…

Comment by lia

Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 10:34 pm

bagus kok filmya,ga pantes lah di kasih satu kancut…

Comment by sarah

Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 10:36 pm

terserah pendapat orang apa,menurut gw film ni bagus,ga ada yang actingnya jelek,memang sih ga luar biasa juga.2 bintang lah menurut gw.

Comment by fun

Made Wednesday, 30 of May , 2007 at 11:05 pm

what???

makaseh….

gak level gw ngopi d warung kopi murahan,apalagi bareng si reno……

mungkin otaknya si reno dah dicuci kali ma SI,mpe segitu sombongnya…….

semoga tuan sok pinter ini dapet pencerahan…
coz selama ini otaknya emang ketutup kancut….

ada yg mo jadi sukarelawan buat buka kancutnya???
mungkin si ilom ato marko????

go ahead….

Comment by Bas

Made Thursday, 31 of May , 2007 at 12:59 am

Posternya memang jelek dan gak nyamung sama filemnya. Semalam mau nonton lagi sama teman… wah Pirates of Carabean tll panjang… ya wiss saya ajak temanku untuk nonton Mengejar Mas-mas. Berarti saya nonton DUA KALI filem itu dan terus terang gak nyesal. Kedua kalinya syaa masih bisa nangis malah bisa lebih ngerti dan menikmati ceritanya. Gak nyesal! Teman saya (yang nemanin saya pas nonton pertama kali dan kedua kalinya juga suka). Malah yang kemarin satu jam setelah nonton mata masih merah-merah kaya mau menangis (biasalah cewek). Katanya ingat adegan terakhir filem itu…

Tadi akhirnya kunonton Pirate of Caribean 3… panjang, membosankan. Terus terang saya jauh lebih suka mengejar mas-mas.

Sekarang mau cari soundtracknya ahhh enak dan lucu lagunya :)

Pokoknya memalukan bangat kasih 1 kancut buat filem ini. Daun di atas bantal aja bisa masuk festival de Cannes. Menurut saya Mengejar Mas-mas gak jauh kalah kok sama filem kristin hakim itu. Saya lebih suka mengajar Mas-mas malah…
Kalau masih ada filem begini lama-lama bisa suka filem Indonesia saya :)

Pertama kali saya nonton di PIM 1 hari sabtu: Ramai bangat. Kemarin nonton lagi di 21 Blokm… sepi :( (dah malam sih)

Kalau suka filem bermutu dijamin gak nyesal deh… tapi kalau cari hiburan ya nonton aja sono Pirates of the caribean ;)

Bas
http://www.friendster.com/bujom

Comment by Bas

Made Thursday, 31 of May , 2007 at 1:04 am

Posternya memang jelek dan gak nyamung sama filemnya. Semalam mau nonton lagi sama teman… wah Pirates of Carabean tll lama buat ditonton malam… ya sudah saya ajak temanku untuk nonton Mengejar Mas-mas.

Berarti saya nonton DUA KALI filem itu dan terus terang gak nyesal.
Kedua kalinya saya masih bisa nangis malah bisa lebih ngerti dan menikmati ceritanya. Gak nyesal!
Teman2 saya (yang nemanin saya pas nonton pertama kali dan kedua kalinya) suka juga. Malah yang kemarin satu jam setelah nonton matanya masih merah-merah seperti mau menangis (biasalah cewek). Katanya ingat adegan terakhir filem itu dan pengalaman pribadinya…

Tadi akhirnya kunonton Pirate of Caribean 3… panjang, membosankan. Terus terang saya jauh lebih suka mengejar mas-mas.

Sekarang mau cari soundtracknya ahhh enak dan lucu lagunya :)

Aduh memalukan bangat kasih 1 kancut buat filem ini. 90% produksi lokal memang pantas terima kancut tapi please deh… yang ini jelas gak!
Daun di atas bantal aja bisa masuk festival de Cannes. Menurut saya Mengejar Mas-mas gak jauh kalah kok sama filem kristin hakim itu. Saya malah lebih suka mengajar Mas-mas… (gak berani bilan daun di atas bantal kalah karena saya bukan ahli cinematografi).

Pokoknya kalau masih ada filem begini lama-lama bisa suka filem Indonesia nih :)

Pertama kali saya nonton di PIM 1 hari sabtu: Ramai bangat. Kemarin nonton lagi di 21 Blokm… sepi :( (dah malam sih).

Kalau suka filem bermutu dijamin gak nyesal deh… tapi kalau cari hiburan doang dan sok benci semua yang berbau Indonesia ya nonton aja sono Pirates of the caribean ;)

Bas
http://www.friendster.com/bujom

Comment by verde

Made Thursday, 31 of May , 2007 at 1:28 am

“MaRkO… lo gak usah nyama-nyamain gw ama elo! Gw gak perlu dukungan. Buat Fun juga. Gw nulis di sini karena hati nurani gw. Gw nggak perlu terasosiasi dengan orang-orang bodoh kayak elo bedua!dari reno”

ih tambah seru berantemnya…fun ma ilom ikutan juga, secara masih sodaraan.pake sok2 g knal gtu lagih,ih padahal kan duli breng bantuin tuh si shanker and punjabi ngangkat2 kain gtu,ya kan udah deh ngaku aja!hehe……

Buat reno ma temen2nya sekalian.ada undangan terbuka nih,kapan deh ada debat film datang ya and use this name.ok pengen tau aja sama orang yg katanya “ngerti bgt ma film”!!!

you act like…….

Comment by psyche

Made Thursday, 31 of May , 2007 at 10:20 am

HAHAHahaHaha.. sumpah.. film2 iNdo makin gak bener niyh.. bukanya maju, koq jadi mundur.. dan yg lebih mengecewakan lagi, masih ada aja yang nonton film ginian ke bioskop.. ck..

Comment by dondo

Made Thursday, 31 of May , 2007 at 10:53 am

halo bikin review film malem jumat keblenger dong?

Comment by nunung

Made Thursday, 31 of May , 2007 at 11:17 am

katro banget sih filmnya??? nyebelin banget deh nonton film ini! klise banget dan brainless! tapi paling gak masi gak se-brainless ‘jatuh cinta lagi’ sih… mas monty tiwa dan rudy soedjarwo, BALIKIN DUIT GUEEEE!!

Comment by Indra7

Made Thursday, 31 of May , 2007 at 11:50 am

@Ilom: Fyi gue dari Aksara Records sob,SI ga ada hubungannya sama Aksara Records..dan gue ga mau tau dan ga mau ambil pusing siapa2 dibalik SI.Mau John Rambo sekalipun dibalik SI ini i don’t give a shit :D

Comment by fufu

Made Thursday, 31 of May , 2007 at 1:06 pm

Hm….Mengejar Mas Mas…wah….judulnya pake kata “Mengejar” lagi…mau buat trilogi Mengejar neh…??? Film-nya lumayan menghibur kalo bisa lebih detail lagi…walau seperti yang SI bilang…film ini nggak jelas mau bercerita tentang apa, kirain film ini 100% nyeritain tentang prostitusi…nggak tahu-nya cuma tempelan doank….

Sound-nya kacau….kalo nggak salah monty tiwa yang megang sound-nya, editing-nya juga payah…kamera-nya nggak seseram waktu di Mendadak Dangdut (lihat waktu adegan lari pagi dan bandingkan dengan adegan kejar2an di Mendadak Dangdut)

Dina Olivia, gotta say, she will be the next Christine Hakim, berani tampil jelek, lihat aja potongan rambutnya yang super jelek…hehehe….logatnya yang emang jawa timur banget, film ini emang benar2 terselamatkan oleh Dina, two thumbs up untuk Dina…(aku udah lihat kemampuan Dina yang lumayan hebat waktu film 6.30)

Kayaknya satu kancut berlebihan deh…setengah aja kali yah…

Buat Reno…please deh…komen kamu itu benar2 menunjukkan kalo kamu itu super idiot…kalo baca sesuatu itu dicerna dulu baru mencaci….mungkin karena kamu nggak punya otak makanya kata2 kamu yang nggak enak itu nggak kesaring yah…btw, cinta kamu pernah ditolak yah ama Joko…huehehehe…Hidup Joko dan film2nya yang super jenius…

Sebagai penonton film…kita butuh film dengan penceritaan yang bagus….dan Joko udah berkali2 membuktikannya…

Comment by ivan "moony " nugroho

Made Thursday, 31 of May , 2007 at 2:25 pm

dahsyat… yang pasti ini film lebih bagus dan realistis , bintang 4 tdk ada kancut buat film ini…nggak kayak film kala dan 6.30…….. hidup masyarakat film indonesia

Comment by pencinta film indo

Made Thursday, 31 of May , 2007 at 3:08 pm

terserah org2 mo bilang pa, yang penting w suka ma ni film. kamera goyang2, mang dah ciri khasnya rudi…
maju mas rudi…

Comment by yudyth_bastian

Made Thursday, 31 of May , 2007 at 8:20 pm

aku kira halaman ini buat review film MENGEJAR RENO.

Comment by verde

Made Thursday, 31 of May , 2007 at 8:45 pm

well teman2 ini terbaru……

Rudi sujarwo bakal merilis lgi film terbarunya berjudul”mengejar setoran”.film ini cuman syuting selama 7 jam berdurasi 7 menit.

cast :tuan shanker,tuan ram punjabi,dengan para figuran trio macan lagi joget india “nyanyi kucing garong”.adegan utamanya tuan shanker selama 7 menit itu lgi nyium2 duit sambil mentertawakan “para penonton bodoh” film indonesia.

shanker :hahaha gue kaya dan mereka para penonton bodoh itu ketipu lgi! cocok bgt sama sountrack “kucing garong” yg hobi nyolong…sementara juru kamera,penulis skenario sama tukang ngangkat2 tetep pembantu setia mereka rino,ilom,sama fun…hiiii jijik sejijik-jijiknya aku mikirin adegan film ini…..

Comment by penonton biasa

Made Thursday, 31 of May , 2007 at 9:27 pm

TIBA - TIBA TEMPAT INI BERUBAH MENJADI KANDANGNYA ORANG - ORANG SMARTASS YANG NUDUH SMARTASS LAIN SEBAGAI SMARTASS …. WHAT A SMARTASS!! MEMALUKAN….

Comment by Lee

Made Friday, 1 of June , 2007 at 9:53 am

kali ini, lu mesti nonton malem jumat kliwon! kalo perlu, gw yg temenin dehhhhhh hauhaeuahe xD

Comment by Bonnaga

Made Friday, 1 of June , 2007 at 1:35 pm

duh, postingan komentar buat film ini jadi banyak karena jadi ajang saling caci mencaci, maki memaki.

marilah bersemangat seperti film Nagabonar Jadi 2, saling mengeritik dengan hati, dengan cinta.

Comment by Rima

Made Friday, 1 of June , 2007 at 3:45 pm

ini kenapa pada ngebahas kondom bekas? jangan dooong,, itu sistim review film indonesia di blog gue.. although baru sekali bikin

Comment by Rima

Made Friday, 1 of June , 2007 at 4:09 pm

kok comment gw di/terdelete?
ok, another one.. gue demen sinema-indonesia, kenapa? krn ngasih insight utk pedoman gue membeli film indonesia. berhubung gw ga tinggal di indo dan selalu nyuruh org utk beliin and kirim.. jadi berhubung gw ga sengaja nemu SI bbrp bulan lalu, SI lah temen gue utk hal ini..
tapi bagi yg memulai komen rating “kondom bekas” … jangan dooong,, itu sistim rating gue di blog gue.. (walopun baru sekali bikin, tapi gw akan terus gunakan itu along with kutang robek dan kolor emas.. sorry agak mirip kancut tapi gue bikin itu sebelum gw tau SI ever existed..)

pls dont delete my comment this time, thx.

Comment by Reno

Made Friday, 1 of June , 2007 at 4:34 pm

Hwakhwkahwkha….ada yang ngaku-ngaku Reno… pathetic!

Comment by yudythbastian

Made Friday, 1 of June , 2007 at 7:08 pm

emang, yang ngaku-ngaku reno emang pathetic. kaya nggak ada yang lain aja. Amitabh Bacan mungkin?

atau mungkin ini kerjaan lainnya si reno juga. taulah.

sok kontroversial.

Comment by aji

Made Friday, 1 of June , 2007 at 8:56 pm

pada biasa2 aja nape sih?? kayanya yg keki sama review ini juga paling orang2 yang terlibat produksi filmnya yaa (ngaku deh)..ya udah lah..namanya juga cuma review..semua pasti ttg selera.. gue juga baca SI cuma utk ketawa2 aja.. toh di situs lain juga beda2 reviewnya

Comment by anti_reno

Made Friday, 1 of June , 2007 at 9:22 pm

masih mendinglah felm ini daripada horror ga mutu lagi..

Comment by BeRL

Made Saturday, 2 of June , 2007 at 1:47 am

ckckck…
heran sama yang pada ‘komen’(baca: saling mencaci maki) di sini,
smua orang punya selera masing2 lah
someone’s floor may be someone else’s roof,
yang jelek bagi satu orang bisa aja bagus banget bagi orang laen
gk perlu saling mencaci maki dan ngerasa selera sendiri paling bener lah, chauvinist banget sih, ngebikin mreka keliatan bego sendiri
LOL

Comment by dokz

Made Saturday, 2 of June , 2007 at 5:25 am

Mau di-review ma SI atau engga, tetep aja ga bs ngerubah fakta kalau mayoritas film Indonesia masi SAMPAH aka KANCUT…..

Comment by Gnort

Made Saturday, 2 of June , 2007 at 6:11 am

Kalo kata Dono di film “Dongkrak Antik”: “Waduh…kenapa begini jadinya???”

Comment by fill me

Made Saturday, 2 of June , 2007 at 10:39 am

yang bilang film ini bagus, atau yang bilang film ini jelek, sama gobloknya sama yang bilang jebolan aksara record dodol. sok berdebat,tapi tetep ga menghasilkan sesuatu…malah ngomongin hal-hal di luar film yang ga ada hubungannya..SI ngajarin pemirsanya menjadi aneh..atau pemirsanya yg kepengen di-cap nyelenehnya kaya SI.For some reason,gua suka ada SI. SI bersifat subjektif iya, tapi keputusan lu nonton apa kagak, itu urusan pribadi..

ah,im talk sit.

Comment by Aveline Agrippina

Made Saturday, 2 of June , 2007 at 1:37 pm

Jika anda bisa memiliki ide sebaik atau lebih baik Monty Tiwa silahkan anda membuat film anda. JANGAN HANYA BISA MENGKRITIK HASIL KARYA ORANG LAIN! BUKTIKAN DIRI ANDA!
Bukan saya mendukung Rudi atau Monty, tapi BELAJARLAH MENGHARGAI HASIL KARYA ORANG LAIN!

Comment by DOROTHEA-DE-BATE

Made Saturday, 2 of June , 2007 at 7:34 pm

Semuanya tergantung selera,man.Kritikus yang baik harusnya jujur dan tidak tergantung pada selera,mereka harus membuang selera mereka dan jujur secara penuh(antara lain dengan mencaci-maki) film yang mereka Review.

Buat orang2 seperti Aveline dkk,kita juga menghargai usaha para filmaker itu kok.Tapi “DIHARGAI” bukan berarti “DIPUJI”,mbak.
“DIHARGAI” juga termasuk dihujat-dicaci-maki-dihina di atas.
Sperti yang permah SI lkatakan ,dalam dunia seni ynag pentig adalah..RESULT.No one cares about progress,dude.

Anda juga tidak bisa menyuruh para penonton(alias kita2yang ada di sini )untuk membuat film,karena kita sebagai penonton juga berhak memberi kritik(kalau enggak boleh,niscaya dunia perfilman kita bakal hancur 2-3 tahun lagi,liat aja)

Comment by verde

Made Sunday, 3 of June , 2007 at 1:42 am

“pada biasa2 aja nape sih?? kayanya yg keki sama review ini juga paling orang2 yang terlibat produksi filmnya yaa (ngaku deh)..ya udah lah..namanya juga cuma review..semua pasti ttg selera.. gue juga baca SI cuma utk ketawa2 aja.. toh di situs lain juga beda2 reviewnya”

guenya sih g peduli dia mo ngomong apa aja tentang betapa tingginya pengetahuan dia tentang film dan betapa menyedihkannya kami2 ini reviewer SI,gue nyantai aja men …cuman si mr.sok tau itu pake lontarin tuduhan segala yang g mutu bahwa semua pendukung SI adalah orang2 sakit yg g punya kerjaan,what?apa hak dia nuduh2 org kayak gtu…wel klo cman sekali sih gpp ini setiap ada komen diulang2 gua juga manusia ada limitnya gue diam.well sory to say gua normal bgt jd mas XXX kasian bgt loe,mgkin dirimulah sendiri yg sakit dan g punya kerjaan.in the other han gue punya kerjaan bagus dan penghasilan”tinggi” yg sanggup membeli kamu dan semua ego kamu itu!heh..

buat ilom atau siapalah g penting juga buat aku,gua menantikan saat pertemuan itu dan gua pgn bgt ngejatuhin orang yg narsis di depan orang banyak.genderang perang buat kalian semua dah di mulai,ini udah pribadi bukan idealisme gua lg yg terusik so sekarang gua lg di jogja ada kerjaan…tunggu aja…..

Comment by floweRE

Made Sunday, 3 of June , 2007 at 2:35 am

halah…

Back 2 the movie PLISS…

Comment by verde

Made Sunday, 3 of June , 2007 at 5:49 am

well….fun

ucapan lo udah ngebuktiin ke gue klo lo org yg plg bodoh
sampe perlu bawa2 hewan segala…haha….lo kelas berapa sih 2 SD?
you act like garbage,talk like Sh**t and blabla….
dan gua g perlu nanggepin org “bodoh” kan???
ngomongin film lg aja ah…..

note: siapa aja yg g suka klo Film favenya di kritik dsn its ok tp g usah ngumbar tuduhan g penting!dan klo mau review film yang isinya segudang pujian dan sanjungan well dsn bkan t4nya, nih gue kasih di website tetangga :www.indocinema.com,ksana aja gih…
gua anggap udah sampe dsn aja masalah ini…peace!!!!

Comment by GaMbon

Made Sunday, 3 of June , 2007 at 5:08 pm

nggak tau knapa,saya meragukan keobjektifan SI..bisanya cuma ngeritik melulu..tapi gak ngasih solusi…lu pikir gampang buat film…mnurut gw filmnya lumayan…but kalo film2 dengan produser orang india pasti kancut mampus..!hargain karya manusia pribumi indonesia…yang kancut itu mengejar MAS2 apa SI?
kayaknya kita harus mulai memikirkan pertanyaan ini…
SI apa Film Indonesia YANG KANCUT?!?!?!

Comment by nagrive

Made Sunday, 3 of June , 2007 at 7:25 pm

ngambil gambarnya kayak mendadak dangdut.. kesannya kayak amatiran. ya ya ya.. gw tau nothing’s wrong with amatiran, cuman ya, plis dong, try to be perfectly made lah,,

gw akui n admit bgt kalo ni film ngangkat tema yg bagus. seperti layaknya mendadak dangdut. dan juga untungnya lagii…. ada dinna olivia yg gw rasa aktingnya top abis. tapi ya.. gw udah capek de,, ama angle yg goyang2 mulu.. ga nikmatin nontonnya..

Comment by yudythbastian

Made Sunday, 3 of June , 2007 at 7:26 pm

ada film baru ga nih, kayaknya topik Mengejar Mas Mas udah ga asik. pada ribut sendiri. termasuk sayaaaaaaaaaaaa….

“karena matahari tak bisa dikejar”

Comment by verde

Made Sunday, 3 of June , 2007 at 7:47 pm

well fun,dugaan gue memang g salah
lo sama dangkalnya sama temen2 lo itu dan g berpendidikan bgt
pake ngomong anjing segala lagi….cuman itu kosakata yg lo punya hah…
gue malas bgt ngelayanin orang kayak lo yg gue ykin bgt hidupmu pasti sangat menyedihkan dan putus asa.saking menyedihkannya lo sampe menyumpahi hidup org lain…grgrgrgr…..

udah ah,next topic plis…gmn klo malam jumat kliwon…

Comment by Bonnaga

Made Sunday, 3 of June , 2007 at 11:20 pm

kita beri semangat buat Fery dan Dodi buat nonton Malam Jumat Kliwon.

Comment by sigit

Made Sunday, 3 of June , 2007 at 11:49 pm

kayaknya rudi menyesali judulnya yg dulu mengejar matahari….kok bisa gitu pola pikirnya berubah..?? labil?? menurut gw ngga ada yg musti disesali dari mengejar matahari namanya juga pelem sah2 aja kalo matahari dikejar…ada yg lebih aneh dari itu kok kayak nyari2 setan padahal setan ada pada diri kita…ya kan??

Comment by ferrysiregar

Made Monday, 4 of June , 2007 at 1:59 am

Dari Sinema Indonesia:
“Fun” is so hilarious. We are sorry to announce that IP Address 202.65.119.253 is banned forever. For the rest of you, be nice. Because while we won’t be offended by whatever you say, we can’t afford to have another crammed stomach from laughing out loud. :) )

Sinema Indonesia Crew

Comment by Reno

Made Monday, 4 of June , 2007 at 8:35 am

Wow…ada yang di ban! Cool! Ternyata, diakui sendiri sama yang punya, SI itu cuman joke. Jadi ya dibawa santai aja teman-teman. Walopun joke-nya politis dan memihak. Lha wong ternyata reviewer di sini cuma bermaksud jadi badut, yaa.. nggak mungkin juga kita ngarep mereka jadi pinter.

Anyway, next review please….

Comment by superpippo

Made Monday, 4 of June , 2007 at 9:10 am

reno: bener banget, anggep aja hiburan…sebete”nya elo, gue liat lo rajin banget buka situs ini, jadi just admit it, lo enjoy juga kan bacanya? =)

Comment by writeforlife

Made Monday, 4 of June , 2007 at 9:19 am

Kenapa ga di ban aja semua orang-orang ga penting dengan “review” dan omongan2 ga penting itu..
Semua review dan tulisan itu bisa jadi subjektif , termasuk review-nya Si..tergantung kita yg bacanya, mo ngeliatnya gimana

Dan please ga usah punya pikiran kalo yg baca SI adalah orang2 yg ga punya gawe, mau aja dicekokin doktrin2 ama SI, bla bla bla
Gue orang yang amat berpendidikan (u need my degree status?), orang yg bekerja di perusahaan yg elo mungkin ga pernah bayangin sebelonnya, bergaji banyak dan elo pasti kaget dengernya, dan gue baca semua review SI tanpa pernah terdoktrin dengan semua tulisan mereka.

Gue bilang film yang bagus itu karena memang bagus! thats it!

Back to the movie please..

Comment by OmFeb

Made Monday, 4 of June , 2007 at 10:56 am

kenapa orang-orang sibuk dengan, mencerca film Rudi???

RENO, MARKO, FUN and lainya….
okelah kalau ada yang bilang, film rudi jelek, gak mutu, butut, atau apalaaahhhh……..
tapi, ada juga yang bilang oke,menghibur, atau apaaallllaaahhh……

kalau mau bilang apakah film itu bagus atau enggak? itu sesuai selera dunk.
kayak orang, mau bilang film joko itu jelek, joko sendiri pasti gak keberatan, atau ada yng bilang KALA itu gay movie, itu tersrah mereka.
mengutip kata-kata Mira Lesmana”karena, film bermutu, bagus atau enggaknya itu tergantung masing-masing orang”

jadi kalau ada yg komen, di SI bout film….itu terserah mereka kan??????

karena mungkin selera mereka berbeda dengan selera yang lain.

Comment by kice

Made Monday, 4 of June , 2007 at 2:42 pm

forget this topic..oh c’mon new movie..im waiting!

Comment by Aghi N

Made Monday, 4 of June , 2007 at 2:42 pm

quote from Ilom:
“dimaafin lah mengejar mas mas bikin pake handycam HDV dgn production quality yang sederhana bgt. abis produser2 kapok bikin film skala gede macam Kala.
yg muji cuman SI doang
itu jg gr2 SI yang bikin musiknya”

another quote from Ilom:
“dibalik SI ini adalah anak2 AKSARA records
itu tuh yg musiknya sok2 aneh, sok2 gak mainstream walhasil jadi ga enak didengerin. guys, bikin musik itu pake hati dong, jgn sok2 sombong dulu”

sebenernya ini gak worthed utk di respond, tapi saya jawab sekedar untuk meluruskan saja. Yang bikin musiknya KALA itu saya (Aghi) dengan Zeke Khaselli, dan kami berdua sama sekali tidak berada di belakang Sinema Indonesia

begitu pula dengan AKSARA Records, yang sama sekali tidak berada di belakang Sinema Indonesia, ataupun kenal dengan orang yang berkontribusi di Sinema Indonesia

buat Ilom, mohon maaf jika musiknya tidak bisa memenuhi selera kamu

i love film reviews, dan salah satu favorit saya adalah blog-nya Eric Sasono dan Sinema Indonesia, walaupun saya tidak selalu setuju dengan review2-nya.

Terlepas dari bagus jeleknya review terhadap sebuah film, saya selalu menaruh respek yang tinggi kepada semua filmmaker

Dan saya tidak malu untuk memakai nama asli saya di forum ini, jadi bila ada yang mau memberi masukan, kritik bahkan caci maki sekalipun silahkan aja email saya langsung di anarottama@yahoo.com

Comment by verde

Made Monday, 4 of June , 2007 at 8:52 pm

Buat SI tengs….
Buat yg lain sorry for being annoying
and looks so childis in this forum…
i promise it will never happen again…

kita ngomongin film aja ya karena forum in ada karena kita jiwa kita semuanya sangat mencintai film kita film indonesia.. tentunya dengan
bahasa sopan dan menghibur ok, peace…!

Comment by LightOfDiscovery

Made Monday, 4 of June , 2007 at 10:20 pm

***** ( 5 bintang ) , secara Film Kala ama SI Di Kasih 5 bintang Juga.

Gue Baru liat film ini.. Dan SI , Review kamu salah sama Sekali.
Sayang Banget ya Film ini cepet banget turun dari 21. Padahal “LOVE IS CINTA” yang bikin kuping sakit dan “SUSTER NGESOT” yang lebih cocok di tayangin sebagai FTV masih diputer aja..???

mungkin selera saya beda kali ya dari selera penonton indonesia..

Comment by MOTHERFATHER

Made Tuesday, 5 of June , 2007 at 5:38 pm

Nih pelem kaya’nya udah mati”an ngebentuk berbagai macem image yg pengen ditunjukkin ke penonton mulai dari, anak yg lagi ada masalah ma orang tua alangkah baiknya jika kabur dari rumah, trus orang jawa “pinggiran” identik dengan blangkon dan surjan (baju garis” noh!), trus wanita yg malu karena banyak utang lebih baik jualan badan aja, trus………walah banyak bener!
Kalo bener ada PSK yg kaya’ si Dinna seharga 50rebu di jogja, gua mo nabung sedari sekarang ah!
hehehehehe……..
BTW, itu poster pelem kok kaya’ poster pelem bokep yg thema-nya threesome,ya?

Comment by dondo

Made Tuesday, 5 of June , 2007 at 11:13 pm

mana dong?

Comment by wakakakak

Made Tuesday, 5 of June , 2007 at 11:16 pm

Lebih asik baca perang comment-nya daripada nonton film-film yang direview :D
Keliatan banget kalo pada doyan ribut hehehe…
Ego sama emosinya rada ditiarap-in dikit donkz mas,mbak…:)

Comment by just an ordinary guy

Made Wednesday, 6 of June , 2007 at 12:41 am

Selama ini gw selalu baca review SI sebelum nonton, dan hasilnya, film Indonesia yg gw tonton di bioskop 100% bagus semua (gak termasuk Love is Cinta yg terpaksa gw tonton karena ditraktir). Gw juga setuju sama review SI utk film2 yg gak gw tonton di bioskop.

But for the first time, gw berbeda pendapat sama SI. Karena menurut gw film ini bagus kok! Terlepas dari kamera yg goyang2 (yg gw bilang cuma mengganggu pas adegan lari pagi doang), MMM sangat menghibur gw. Gw bisa ketawa pas adegan lucu, juga nangis (and I ACTUALLY cried!) pas adegan sedih. Aktingnya keren2, termasuk Poppy walupun ini film pertamanya.

Temen2 gw juga bilang bagus bgt. At least film ini jauuuuuuuh lebih layak ditonton daripada Love is whatever itu, dan sama sekali gak pantes dapet kancut. Sayang aja, masa’ film ini cuma beda 1 kancut sama Jatuh Cinta Lagi dan Ekskul??? Kalo gw sih ngasih 3 bintang.

Oke, pendapat orang beda2 dan kita gak harus selalu setuju, tapi kayaknya review kali terlalu berlebihan deh. Untungnya gw baca coment2 yg lain, jadinya gw gak ngelewatin film ini. Well, that’s just my opinion. Gpp kan dikritik dikit? Gw tunggu review film2 lainnya, terutama 3 Hari Untuk Selamanya yg kalo gak salah diputer bentar lagi.

Comment by moviefreak

Made Wednesday, 6 of June , 2007 at 2:08 am

Gue seneng banget ama film ini, menurut gue actingnya natural, gak over akting kayak Love Is Cinta.. dialog2 dan joke2nya banyak yang mengena or menyentuh.. Gue gak bisa lupa adegan diusirnya Ningsih dari kampung..keren banget..perfect, beautiful, remarkable.
Film ini juga ngenalin daerah Jogja. Serius, gue gak tertarik ama Pasar kembang, tapi jadi pengen ke Jogja tuk lihat daerah dan masyarakat Jogja secara langsung.. Film ini mempromosikan Jogja, bukan mendeskreditkan Jogja apalagi menganggap orang Jogja ndeso banget..enggak lah.. Elo denger deh salah satu sountracknya tentang daerah Jogja di film ini..

Kalo SI punya hak memberi kancut untuk film ini, saya juga punya hak untuk ngasi kancut buat komentar SI tuk film ini.

KANCUT EMPAT TUK COMMENT-NYA SI BUAT FILM INI…!!!.

Comment by sinical

Made Wednesday, 6 of June , 2007 at 10:03 am

not bad lah mengejar mas mas itu
daripada film horor yang nggak jelas ( n herannya masih aja dibikin terus ….fiuuuh)
atau gak film basi macam brownies yang ( bisa bisanya n herannya ) akting si cantik marcella (yang sayangnya selalu menyajikan akting yang basi ) yang amat sangat biasa saja bisa mencuri piala citra dari cornelia agatha …

Comment by cahbagus

Made Wednesday, 6 of June , 2007 at 10:08 am

wah… ada aghi narotama di forum ini, yg ampe turun tangan langsung mengklarifikasi..
skalian nanya dong ghi, sontrek-nya KALA kok ga di-CD-in n di jual bebas yah? cakep-cakep tuh lagunya…

(sori lg bosen ma ribut2 ga penting, makanya nge-post yg agak oot.. )

Comment by autumnleaves

Made Wednesday, 6 of June , 2007 at 12:32 pm

ILom, nah puaaaaassssss maasssss ????? Hahahahaha…
Cahbagus… soundtracknya KALA akan dikeluarkan kok bentar lg,
coming soon.. Tunggu aja ;)

Comment by MaRkO

Made Wednesday, 6 of June , 2007 at 1:29 pm

Protes!! Nama gw kok digeret-geret sih di forum ini???

Anyway, light of discovery bener tuh. Suster Ngesot SEBENARNYA dibuat untuk konsumsi TV (format FTV). Makanya dia ga keliatan seperti film format layar lebar pas tayang di bioskop.

Dan terserah apapun kata orang-orang yang merasa pandai cerdas dan mahatahu tentang perfilman Indonesia, gw akan tetap pada pendirian gw bahwa Mengejar Mas-Mas merupakan film Indonesia TERBAIK yang SUDAH DIRILIS pada tahun 2007.

Mudah-mudahan produksi berikutnya lebih banyak lagi yang bagus-bagus.

Maju terus Film Indonesia!!!

P.S.: Gw yang ga mudeng alias malas nyari/browsing atau d SI emang ga ada review Opera Jawa ya? Apa karena ga kebagian tiket pas JIFFest tempo hari?? Haa haa …

Comment by fish

Made Wednesday, 6 of June , 2007 at 3:20 pm

Marko! dari lubang tikus mana sih elo keluar? ngerasa seneng ga jadi orang yg paling tau dri soal pilem, sinetron ampe kerjaan elo jadi calo JIFFest kemaren?

btw, JIFFest ada calo-nya ga sih? heueheueheuheue

Comment by hdn

Made Wednesday, 6 of June , 2007 at 5:42 pm

Baca komen2 ini emang bikin ketawa, sampai gue baca celaan2 personal kayak ngomongin orang homo atau gak. Kenapa sih mesti personal menghubungkan karya filmmaker sama masalah pribadi? Gak appropriate banget.

Comment by Rima

Made Wednesday, 6 of June , 2007 at 5:48 pm

Ini kenapa orang orang jadi berantem?
Hak SI utk kasih comment apa aja .. ini toh blog mereka.. kalo pada ga suka komennya bikin aja blog sendiri.. gue juga ga setuju dgn koment SI ttg film kejar jakarta, arisan, virgin..gue kasih komen sendiri di blog gue..
gitu aja kok repot..
tapi komen2 SI yg lain gue setuju kok..

Comment by Aghi N

Made Thursday, 7 of June , 2007 at 10:48 am

sebelumnya, buat penggemar film mengejar mas mas mohon maaf karena posting saya agak nggak nyambung, tapi karena ada yang nanya jadi saya jawab aja (lain kali nanya-nya langsung ke email aja ya hehe)

soundtrack KALA akan di rilis, cuma masih menunggu kebijaksanaan dari pihak label ttg tanggal rilis-nya, mudah2an bersamaan dengan diputernya KALA di Blitz

makasih ya

Comment by titit

Made Thursday, 7 of June , 2007 at 11:16 am

hmm..setuju dengan SI..filmnya ga terlalu bagus…banyak joke2 yg terlalu dipaksain dan kesannya komikal…whats so funny about,”hikhikhik…aku kan 50 ribu bukan 10 ribu”?….semua di bioskop ketawa kecuali gw….cara Dina nangis terlalu dibuat2,gw kaya nonton Xtravaganza…pokoknya banyak deh joke2 laen yg kesannya maksa dan akhirnya jadi gak lucu….nonton film ini kaya nonton Xtravaganza the movie…lucunya maksa!(apa yg lucu dari menertawakan kehidupan pelacur kelas bawah?)

Comment by titit

Made Thursday, 7 of June , 2007 at 11:18 am

gw ga ngerti film..tapi gw mau komen..gw setuju dengan SI..filmnya ga terlalu bagus…banyak joke2 yg terlalu dipaksain dan kesannya komikal…whats so funny about,”hikhikhik…aku kan 50 ribu bukan 10 ribu”?(apanya yg lucu dari memparodikan kehidupan pelacur kelas bawah?)….semua di bioskop ketawa kecuali gw…….pokoknya banyak deh joke2 laen yg kesannya maksa dan akhirnya jadi gak lucu….nonton film ini kaya nonton Xtravaganza the movie…lucunya maksa!

Comment by Iman

Made Thursday, 7 of June , 2007 at 1:02 pm

terus terang SI ngasih satu kancut pas bgt
gak ada istimewanya nih pelm, dina olivia juga seharusnya bisa lebih di explore aktingnya, sayang tuh ada potensi tp gak dimaksimalin ma sutradaranya

poppy savia mainnya lumayan, dan seperti biasa dwi sasono mainnya standar bgt (gak tau rudi make dia trus!!!)

secara umum filmnya…biassssaaaaa bgt!!! kyk FTV, tp diputer di bioskop. lagian rudi gak ada perkembangan garap filmnya, ditakutkan stagnant ky rizal mantovani kl bikin video klip….gak ada perkembangan!

untung nontonnya di kalibata yg cuman 1o rebu!

Comment by verde

Made Thursday, 7 of June , 2007 at 2:43 pm

HI ALL
sebenarnya bg gue ada selain beberapa kelemahan film ini ada juga kelebihannya salah satunya adalah akting dina olivia td seperti postingan awal gue,gue suka bgt sama cewek satu ini tp that’s it lainnya ya gue mash tetep ngerasa segalanya kok masih so so aja jd nanggung.tp gua setuju klo tema-tema sosial sehari-hari ini lebih byk diangkat,selain tema horor dan cinta.gua sekarang lagi nunngu SI mereview film bergendre sama yaitu lari dari blora klo g salah adinia rasti(virgin) main dsni.mudah2an lebih bgus!
kok sekarang g ada lgi film2 kuat seperti pasir berbisik, daun diatas bantal.gua pgn liat lg film2 kayak gini,film yg membawa nama dian sastro dan si amazing christin hakim membuat kita bangga diajang international.apa karena kurang komersil itu yah masalahnya..ada yg punya pendapat g?

buat SI kok g ngeriview horor lg udah kapok apa dah muak apa lg ngambek nih,hehe

up next : Malam jum’at kliwon, lantai 13,trus selain itu bentar lg ada bbb,quicky express,lotus requem,yg lain???

Comment by verde

Made Thursday, 7 of June , 2007 at 2:58 pm

sekali lg gua minta tlg sama mba/mas admin SI…

karena masalah kemaren dah gua anggap selesai, gua juga minta tlg hapus postingan gua yang agak “g enak diatas” yang mendeskreditkan orang2 tertentu,pliss….gua g mau jga di cap sebagai “the viliant” bgi org2 yg bru datang dan berkunjung ke situs ini.gua minta maaf juga klo kmaren ada yg merasa tersinggung bgt!so supaya segalanya berjalan seperti dulu kala..fun and akrab gtu semuanya meskipun berbeda opini,jd tlg bntu gua hpus postingan aku yang agak annoying itu…tengs before…

mencoba untuk lebih bijak…….

Comment by KIKY SEWOYO

Made Thursday, 7 of June , 2007 at 6:57 pm

Tadi ada yg bilang klo yg keki paling juga kru yg buat film ini…..
hihihihihihihihihi…..

Gw adalah Kru Film ini, dan gw gak keki kok baca review’an dari SI atau semua orang yg baca film ini..

Menyenangkan lagi…arti’nya semua orang bebas dong mengeluarkan apa yg mereka rasakan..klo ada yg ga suka,that’s no problem..klo ada yg tersentuh..terima kasih…
artinya kita udah jadi manusia bebas yg bisa berpendapat,bukan orang2 di jaman Orba yg cuma bisa manggut2 doang..

SALUT!buat semua yg udah ksih kritik,saran…artinya kalian secara gak langsung peduli dengan perkembangan film indonesia…
thx ya…

Comment by yudythbastian

Made Thursday, 7 of June , 2007 at 9:37 pm

WAH AGHI I LOVE YOU!! GUE NUNGGU NO MOONnya. Semoga suara sexy Fahrani dimasukkin juga AMEN.

anyway Mengejar Mas Mas ada Soundtrack ga? (nanya doank sih, biar…ga Out of the topic…)

Comment by yudythbastian

Made Thursday, 7 of June , 2007 at 9:47 pm

Buat Verde:

Ya, kayaknya SI udah trauma nonton film horror. Bentar lagi malah ada film setan. Ga tanggung2 setannya ada 5. Bisa nyanyi sama dansa juga. Nakutin kan…trus, maminya si hantu2 itu, melly goeslaw, ngerti sendiri kan, dandannya yang serem a la bjork..

Comment by LightOfDiscovery

Made Thursday, 7 of June , 2007 at 10:43 pm

Marko.. inget Masih Ada “Ada Apa Dengan Cinta” , Film Terbaik yang dibuat belakangan ini… 2nd best Baru mengejar mas-mas.. lha yang ke 3 ” Cinta Pertama” —> Subyektif sih…

Comment by moviefreak

Made Thursday, 7 of June , 2007 at 11:44 pm

Film ini biasa??? come on guys, gue sih langsung jatuh cinta aja ma film ini sejak adegan Poppy Savia gak mau keluar tuk nganter jenajah bokapnya.. damn, itu natural abies, belum lagi adegan diusirnya ningsih dari kampung..wuih..saloet!.

Buat yang gak bisa ketawa denger joke2 nya, ya terang aja, joke2 di film ini termasuk smart joke, jadi kalo gak bisa nangkep, ya tes aja IQ lo.. gitu aja repot, dasar IQ jongkok!.

Comment by superpippo

Made Friday, 8 of June , 2007 at 9:40 am

aduuuu kok masih berantem terus sih…basi aaghh…ayo donk dody dan fery…mana review” lainnya?

Comment by titit

Made Friday, 8 of June , 2007 at 10:29 am

hahahaha @movie freak, loe seperti ngomong kl kita perlu IQ tinggi buat ngerti joke2 Steve Martin atau Dorce Gamalama atau Tukul Arwana…hahahahaha…

Comment by titit

Made Friday, 8 of June , 2007 at 10:29 am

hahahaha @movie freak, loe seperti ngomong kl kita perlu IQ tinggi buat ngerti joke2 Steve Martin atau Dorce Gamalama atau Tukul Arwana…hahahahaha…menyedihkan loe!

Comment by kriWW

Made Friday, 8 of June , 2007 at 11:41 am

ATTENTION, ATTENTION, sori kagak nyambung sama film mengejar mas2, habis SI blm review MJK sih,, dan gw sekalian pgn menyelamatkan SI dr malapetaka nonton film superduperkancut, seandainya mereka emg blm nonton.
woi, gw udah nonton Malam Jumat Kliwon (or MJK, hehe, hbs ini ada film Sundel Bolong Yahud alias SBY, biar komplit) dan skrg gw pgn menyelamatkan kalian semua biar jangan menderita kyk gw.
film ini nggak ada korelasinya ama judulnya. satu2nya yg nyambung adalah omongan Gracia Indri di awal2 film, bahwa saat itu adalah malam jumat kliwon. selanjutnya, kagak nyambung!
film ini juga nggak sesuai sama iklan radio yg bilang gini: seorang cw cantik dihajar massa karena dikira dukun santet dan dia ingin membalas dendam di malam jumat kliwon. jujur aja, menurut gw iklan radionya lumayan menjanjikan.
biar kalian semua nggak penasaran, dan nggak usah nonton, gw bakalan cerita selengkapnya. asli, maksud gw baik, menyelamatkan kalian semua, hwehehe. begini ceritanya:
ada 4 org, 2 cowok, 2 cw (gue sampe ga ngeh namanya) lg dugem di malam jumat kliwon. lalu dlm perjalanan pulang ada razia polisi, berhubung ada yg bawa cimeng, mereka langsung tancap gas, dan nggak tau knp, tiba2 setting berubah di jalan tengah hutan. lalu ada 1 cw lagi lewat di tengah jalan. gara2 menghindar dr tabrakan, mobilnya nabrak pohon dan rusak. mereka ngamuk2 ke si cw, tp si cw malah ngajak mereka ber4 ke sebuah rumah tua, katanya sih buat menyelamatkan pacarnya yg terjebak disana. begonya, 4 anak dugem itu mau aja. dan di rumah yang ternyata bekas rumah sakit itu mereka mulai ditakut2i oleh setan2 yg ga jelas, yg muncul tiap 3 detik. dengan suara2 yg pengennya ngagetin, tp hasilnya malah bikin sakit kuping. terus diulang2, gracia ditakut2i, trus ben joshua, trus robertino, trus yg lain, trus ben joshua lg, begitu terus, padahal semua yg nonton udah ngerti, IYA, DISITU ADA SETAN, MEREKA DISETANIN, KAMI UDAH NGERTI, TRUS APA?? GIMANA CERITANYA SAMPE ADA SEGITU BANYAK SETAN?? JELASKAN, KOYA!! gw sampe gemes nontonnya, diulang2 terus adegan dikejar2 setan yg ga jelas maksudnya apa dan knp semua setan itu ngejar2 mereka yg nggak punya sangkut paut apa2. masih mending lah suster ngesot, ada ceritanya, balas dendam sama org selingkuh. setan2 disini kyknya iseng pengen nakutin org, sekaligus sadis ngebunuhin org2 yg ga jelas punya salah apa. kalo di film suster bgesot ada 1 suster ngesot, disini ada sekitar 100an suster, ada yg naik kursi roda, ada yg jalan kyk zombie, ada yg ngesot, ada yg tiarap, what an incredible! trus ada jg setan sok gothic kyk marylin manson, ada setan gundul, ada tuyul2, dan tentu saja setan cw berambut panjang yg tiba2 tergantung. semuanya muncul tiap 3 detik, dan itu sangat menjemukan. gw yg aslinya penakut aja sampe ketawa dan kasian ngeliat usaha koya pagayo nakut2in gw. dan tentu saja, seakan semua ’setan bersatu’ itu blm cukup, ada lg adegan2 berantem sampe salto2 yg pengennya sok kyk film2 jet li. buset, nggak sekalian aja ada tendangan tanpa bayangan, mas koya? trus, ada lg adegan kapak2 berayun dan clurit menebas kyk film2 psikopat. ok, gw mulai eneg, tp itu semua blm cukup, karena tentu saja koya pagayo hrs memasukkan cerita yg lg ngetop di jagad film horor indonesia saat ini… PERSELINGKUHAN. benar sekali. gracia indri ternyata selingkuhannya ben joshua, yg merupakan pacar sahabatnya sendiri. ok deeeeehhh,, lalu satu persatu mereka semua mati dibunuh setan, hingga yg tersisa cuma gracia dan cw pacarnya ben joshua yg gw ga tau namanya, mereka berhasil keluar dr rumah itu, tp di luar mereka dikerumuni puluhan setan, lalu mereka pingsan, dan ketika bangun, tinggal satu cw pacarnya ben joshua. mungkin gracia diculik. atau dibunuh. ga ngerti. mungkin koya pengen membenarkan mitos ’suster ngesot benci para peselingkuh’. whatever. lalu cw itu lari ke jalan, dikasih tumpangan mobil sama sujiwo tedjo yg entah knp mau main film ini. saat itu gw pikir ada konspirasi selanjutnya, mungkin sujiwo adlh pemerkosa maniak seks atau dukun santet atau apalah, tp yg muncul di layar adalah: PERIKSALAH BARANG2 ANDA. OK DEEEEEHHH… so far gw nggak ngerti ceritanya knp bisa ada segitu banyak setan dan knp mereka begitu overacting menampakkan diri di depan org, bisa sesuka hati ngebunuhin org, arrrggghhhh… makanya jangan nonton deh, ntar kalian bisa ikutan sakit jiwa dan kesetanan. gw serius

Comment by LightOfDiscovery

Made Friday, 8 of June , 2007 at 11:43 am

@moviefreak : setuju bgt tuh…
@titit : Sama Seperti gw, Mungkin Tukul,dorce dsb bukan tontonannya MovieFreak .Am I Right , movieFreak..??

Comment by titit

Made Friday, 8 of June , 2007 at 12:56 pm

^^
bukan itu intinya dodol…

Comment by titit

Made Friday, 8 of June , 2007 at 1:03 pm

^^
its not the point..d’uh!!!!

Comment by titit

Made Friday, 8 of June , 2007 at 1:04 pm

^^
thats not my point..d’uh!!!!

Comment by Iman

Made Friday, 8 of June , 2007 at 1:47 pm

mau nambahin postingan gw sebelumnya, setuju ma mOviefreak, adegan poppy savia nangis di kamar natural banget, ngalahin adegan dina diseret suruh keluar dari kost-an

elmayana juga apik, gokil….tp yg paling apik emang dina (walaupun menurut gw masih bisa dimaksimalin tuh aktingnya)

dan entah kenapa, kl ira wibowo main gak pernah nyatu ma cerita, di film manapun aktingnya gittuuuuuu ajah..duuh!

Comment by DOROTHEA-DE-BATE

Made Friday, 8 of June , 2007 at 4:33 pm

Sori juga kagak nyambung ama MMM,tapi MJM emang,mmm….

ANCURR!!!!!!!!!!
Film terburuk yang pernah dibuat Koya!!!!!
Perhatian:dari menit ke-8 ampe ke-90 isinya cuma penampakan,penampakan,dan penampakan…….

ENDING CREDIT DIISI NARASI GAK JELAS DARI SUJIWO TESIAPATUHNAMANYA
COWO GW AJA BILANG GINI :AN__ING!FILM APAAN NIH?

Comment by Clitorio

Made Friday, 8 of June , 2007 at 7:28 pm

Wah…,

Asiknya gue nemuin ini situs gila yg sangat amboi indahnya… Gue Barusan tinggal di Belgia. Tapi, udah mulai rasa kangen-kangen dengan indonesia. pengen bisa liat-liat pilem indonesia juga (terakhir pilem indo yg gue liat, judulnya “Gairah Malam 4″. Katanya denger-denger, masih bakal di bikin lanjutannya, dengan judul sedikit beda — kalo ga salah “Gairah Subuh” atau “Gairah Maghrib” …)

Thanks banget untuk review review kejam nya (yg sangat menyehatkan urat-urat ketawa dimuka gue…). dengan ini gue jadi ga kangen lagi mau nonton pilem indo, so gue bisa melanjutkan idup gue di negeri orang ini dengan tenang. kalopun gue masih kangen pilem indo, gue bisa puter koleksi VCD bajakan gue (Fave gue: “Benyamin Biang Kerok”, “Intan Berduri”, ” 9 Janda Genit “, dan “Serbuan halilintar” nya Eva Arnaz+Barry Prima. juga “Birahi Dalam Kehidupan”, “Satria Berkolor”, Plus “Warok pencinta Waria Singo Cobra” )

Salam dari Antwerpen :o )

TTD:
Clitorus Giganteus

Comment by boaz

Made Friday, 8 of June , 2007 at 9:09 pm

men, kasian dong nyokap bokap lo nyekolahin tinggi2 klo pada ga berpendidikan ngomongnya.. pada santun dikit lah dalam berkomen.. masih pada seneng ya klo internet tuh cuman dijadiin ajang hujat2an??
next review please..

Comment by moviefreak

Made Friday, 8 of June , 2007 at 10:28 pm

@titit
FYI, gue gak pernah nonton dorce and uda mulai bosen ama Mas Tukul yang jokenya itu2 aja (mungkin banyakan tayang,jd Tukul gak sempet nyari ide2 joke baru, ini baru perlu dikasihani karena merupakan bentuk pemerkosaan intelegensiapatuhnamanya dari para pencari duit/stasiun TV yg kemaruk!). Menurut gue Jokenya Tukul jg bnyk yg cerdas tuh.. he2, out of topic!

Ngomong2 Steve Martin itu siapa ya????

Comment by verde

Made Saturday, 9 of June , 2007 at 2:21 am

Steve martin???mmm…saudaranya steve emanuael bukan?
btw kok jd ngomgin tukul and dorce sih….

woi mas-mas SI blum turun juga nih poster “mengejar mas-mas”nya….
next movie pliss!!!!

btw gua td barusan liat di tv behind the scene lantai 13,…
and klo gue liat,kok gmbarnya std gtu ya?tp g tau klo certanya!
i guess this movie bakal dapat byk kancut juga dr SI,secara tema itu lg kek g ada hbsnya tp sayang bgt si widhi mulya ab3 itu mau terlibat di film ini,cos gue suka bgt akting dia di FTV sayekti dan hanafi,jd buru gendong gtu!she’s defenately can act.

btw di forum gue posting film2 yg make angka 13 sebagai judulnya byk juga.ada apa sih sama angka 13? benar g sih klo di gedung2 bertingkat g ada lantai yg ke13…..

wel setau gue ada : Bangsal 13,gerbang 13,sekarang lantai 13,besok bakal ada dinding 13,rumah 13,garasi 13,duh pusing gue!

Comment by fill me

Made Saturday, 9 of June , 2007 at 11:10 am

SI…we need more kancut pleasee..ada MJK, Lantai 13, dan mungkin yang menarik 3 hari untuk selamanya! Pada malas nonton ya??atau pada kecapeaaan…hahahaha.

Comment by floweRE

Made Saturday, 9 of June , 2007 at 11:57 pm

3 hari untuk selamanya dunk…

Comment by pencinta film indonesia

Made Sunday, 10 of June , 2007 at 8:23 am

eh temen2 dah ada yang tau blom kalo film super kancut SUSTER NGESOT mau di buat sequel-nya, kuntilanak malah dah mo disiapin sequel ke-2 dan ke-3 nya…ihhhh serem ya… indonesia dibanjiri film2 kancut…jangan sampai uang anda melayang…

Comment by moviefreak

Made Sunday, 10 of June , 2007 at 9:49 am

3 hari tuk selamanya itu cuma diputer di bioskop tertentu ya? strategi marketing atau udah pesimis filmnya gak bakal laku ya?

Comment by soeka film

Made Sunday, 10 of June , 2007 at 9:53 pm

Duh, SI kok belum review film-film lainnya neh? masih Mengejar Oom-Oom terus. Pengin tau komentarnya MJK ama Lantai 13. Anyway on the way busway, sayang banget Widi Mulia main film horor kayak gitu. Secara gw cinta banget ama nih cewek. Aktingnya mantap dan natural. Yeah, mirip-miriplah sama Sita Nursanti RSD yang juga lumayan nendang. Tapi, gw juga belum nonton film ini. Ahh, males. malah bikin parno aja. Ayo, segera review selanjutnya. Jangan lupa tanggal 14 Juni ada Coklat Stroberi karya terbaru Upi Avianto. Film2 karya sutradara ini kental banget dengan nuansa remaja dan story teller yang cukup handal. Adegannya banyak yang kocak, jayus tapi berkesan. Kena sensor g ya? Kan ada adegan gay yah…Wah, gak tau wis.
Pengin nambahin review Mengejar Oom-oom juga. Akting Dina Olivia sewaktu diusir dari kosnya mengingatkan gw sama adegannya Monica Belucci yang sama-sama diusir di film Malena. Ada yang pernah nonton ga movie ini? Gile, keren banget. Gw sampe merinding nonton Monica waktu menggigil, terluka dipukuli orang, sama digunduli. Gara-garanya, ketauan Monica sebagai pelacur kelas tinggi. Padahal dia aslinya istri baek2. Keren abis dah. Apa adegan ini ditiru sama Dina Olivia? Overal, hingga detik ini gw ngejagoin dia dapet Citra lah. Entah, kalo ada film yang nampilin akting aktris lebih keren.

Comment by MaRkO

Made Monday, 11 of June , 2007 at 9:37 am

berhubung SI blom review LANTAI 13 …
dan kebetulan gw udah nonton sabtu kemarin d PS XXI
bioskopnya lumayan berisi, sekitar 30-an orang ada kalee …

dan ternyata, aspek komedi LANTAI 13 jauuuuuuhhh lebih menarik dan menghibur daripada cerita setan-setannya yang ga penting.

scene favorite gw waktu ketiga cewek pegawai imperindo visitama (widi mulya, ivy batuta dan siapa itu namanya cewek berbadan besar yang main extravaganzabg) asyik bergosip.
yyaaa ampun itu cewek2 … sejak siang pas si bos pergi keluar kantor sampe malam banget udah lewat jam 8 malam ga kelar-kelar gosipnya !!! emang bener sih, kalo lagi seru2nya gosip bikin lupa waktu … hehehe …

Comment by titit

Made Monday, 11 of June , 2007 at 10:48 am

@movie freak : point gw adalah bukan di elo udah pernah atau ngga nonton dorce, tukul atau steve martin…tapi gw cuma pgn jawab komen loe yg ngomong kl perlu IQ tinggi buat ngerti joke di MMM, dan menurut gw ngga…wong joke2nya tembak langsung gitu…kaya,”suami saya mati keracunan abis makan di Warteg”..dimana cerdas2nya????
dan ngatain gw harus tes IQ??? plis dong!! its such an insulting!!sekolahin dulu tu mulut! (kl bisa di sekolah kepribadian Moeryati Soedibyo). Lagian review kan subjektif. gw sih oke2 aja kl loe ga suka sama film favorit gw misalnya…tp ga usah ngatain2 gitu kaleee!

Comment by De LONTONG

Made Monday, 11 of June , 2007 at 2:31 pm

Poster filmnya kok kaya’ poster film bokep yang themanya threesome, ya?
eh, gua mo nanya nih, emang di jogja psk” yg tampangnya kaya’ si Dinna cuman dikasi 50rebu, ya?
Kalo benar, gua mo nabung sedari sekarang ah………hihihihi

Comment by Afterglow

Made Monday, 11 of June , 2007 at 4:11 pm

Light of Discovery… Ada Apa Dengan Cinta, film yg dibuat belakangan ini ??? What year r u living in dude, 2001 ?? Hehe…
Ada Apa Dengan Cinta emang bagus bgt tp itu bukan film yang baru belakangan dibuat mas.. Haiyaaa….
Trus Cinta Pertama menduduki posisi ketiga dalam film terbaik “belakangan” ini in ur book ??
R u serious ???

Comment by MOSKIE

Made Monday, 11 of June , 2007 at 4:49 pm

wah apalagi ni judul gak banget ya…… masa mas mas dikejar… tuh mas mas jualan apa sih… duh… lagi lagi kok bikin film enggak banget…. nanti gwe bikin film mengejar tante-tante edisi terbatas…. ataw gak film mengejar mbok-mbok sip dah…. pemain gwe pake laila sama mpok nori.

Comment by floweRE

Made Tuesday, 12 of June , 2007 at 12:51 am

akhirnya sempet jg nonton…

mmmm….lumayan bagus kok…film ringan yg lumayan menghibur…
walo emang ada beberapa hal secara teknis (ky yg ngerti teknis aja) agak ngeganggu..
Trus…yg lumayan ngeganggu lg, masalah setting lokasi-nya…Ada beberapa scene yg terlalu jumping antara lokasi satu ma lokasi lain..Ngerasanya ky bener2 missing antara ruang dan waktu aja..Dan kebanyakan kejadian klo setting-nya outdoor…
MIsalnya gni nih..Gak jelas dimana kampung tempat Ningsih, Shanaz dan mas Parno tinggal, tp klo ngeliat gambar2 awal sih kira2 di daerah pinggiran kali Code yg letaknya di pusat kota, deket2 Malioboro (daerah Danurejan maybe).Dan sebagai catatan ya, di daerah itu dah gak ada sawah sama sekali. tp pas terakhir2nya, pas Shanaz mau pulang tiba2 mereka udah peluk2an di jalan masuk kampung yg kanan-kirinya sawah, plus background gunung Merapi pula..Jd gak nyambung..Dan ini gak cuma sekali dua kali aja, tapi hampir tiap setting outdoor…Mpe skarang jd masi bingung sebenarnya mreka tuh niatnya mo di”tinggal”in dmn to…
Mungkin risetnya masi kurang kali ya…Tp gpp, sbg orang asli Jogja, ikut seneng klo sineas2 pada ngangkat cerita pake setting daerah…
Oya,scene favorit selain pas ningsih diusir dr kampung, pas Shanaz ngasi nafas buatan bwt mas Parno, trus tb2 mas Parno ngebales nyium..hihihi..I think it’s kinda romantic in a different way…norak sih, tapi lucu aja..
Overall, it’s okay…
SUkses deh film Indonesia…

Comment by MaRkO

Made Tuesday, 12 of June , 2007 at 1:30 pm

“3 Hari Untuk Selamanya” baguuuuusss dehh …

Buruan deh kalian2 nonton di bioskop, karena content film ini udah hampir pasti bikin film ini GA BAKAL TAYANG di TV.

Comment by writeforlife

Made Tuesday, 12 of June , 2007 at 1:38 pm

moviefreak..
fyi, 3 hari untuk selamanya cuman ditayangin ama 5 bioskop gara2 budget distribusi, tau kan betapa mahalnya bikin 1 rol film, padahal tiap 1 film bisa beberapa rol tergantung durasinya dan kebayang kalo di puter di banyak bioskop harus bikin copy banyak rol juga
mungkin dipilih bioskop2 yang segment pasarnya udah jelas, dan kalo pas lagi tayang atau sesudah tayang ada kota ato bioskop lain (selain yg 5 tadi) minta ditayaning juga disana, miles film baru nayangin disana, by request ceritanya =)
anyway, fyi aja…

ko belon ada review-nya ya ?

Comment by FESTIVAL FILM SAMPAH

Made Tuesday, 12 of June , 2007 at 6:27 pm

HAHAHA… FESTIVAL FILM SAMPAH 2007, KEMBALI LAGI. DAN KITA, BUTUH BANGET SUARA KALIAN SEMUANYA, UNTUK MENENTUKAN SIAPA YANG MENJADI PEMENANGNYA. LANGSUNG AJA ISI POLLING SUARA KAMU DISINI :

http://nggacor.multiply.com/tag/festival%20sampah%202007

PS ; INI SERIUS… DAN SUARA KAMU NGARUHHH BANGET…

Comment by senimansinting

Made Saturday, 16 of June , 2007 at 12:46 pm

sebulanan ini saya sering bgt pergi ke 21 untuk nonton film (lokal & luar). dan menurut saya dan pacar saya, film ” mengejar mas-mas” adalah film yang paling menghibur. bahkan meskipun dibandingkan dengan “pirates of the carribean”,number 23,etc, film ini masih memimpin.
memang sih jalan cerita kurang kuat.
nilai2 yang ingin disampaikan lewat pemeran utama pun tidak keluar.
yang saya suka adalah akting dinna olivia,saya jadi nge fans. poppy g bagus,datar bgt.
dwi sasono,,hmmm,,oke lah..
yang saya suka dari film ini adalah joke2 nya benar2 lucu (bisa kita lihat scene2 yang ada dinna atau dwi sasono nya).

overall,saya kali ini g begitu setuju dengan SI.
menurut saya harusnya dikasi 1 bintang, bukan 1 kancut.

*cheers*

Comment by moviefreak

Made Sunday, 17 of June , 2007 at 11:55 pm

I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE,I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, I LOVE THIS MOVIE, POKOKNYA I LOVE THIS MOVIE, TITIK.

Comment by fish

Made Friday, 22 of June , 2007 at 3:34 pm

hehehe..debatnya seru!

Comment by alfastudiobatam

Made Sunday, 24 of June , 2007 at 3:24 pm

review-nya SI masih ngandelin selera pe-review-nya..
..

Comment by SKY

Made Tuesday, 26 of June , 2007 at 1:55 pm

yoi… keren neh film… Lebih menarik daripada nagabonar jadi 2…

Comment by alfastudiobatam

Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 11:10 pm

nagabonar komedinya ala dedi mizwar…dan komedinya kaya orang tua nasehatin anaknya

ni film komedinya asik…kaya komedi-nya dedi mizwar tapi lebih musti nyerna..ga blak2an..

ya ga ya…ya ya

Comment by wongjogja

Made Wednesday, 11 of July , 2007 at 5:30 am

I Love soundtracknya very much. ngayogjakarta

Comment by diaz

Made Monday, 23 of July , 2007 at 4:11 pm

film terindah……………..

Comment by Reno

Made Monday, 24 of September , 2007 at 12:11 pm

gue lumayan seneng dengan film ini. lumayan menghibur dan tidak memberikan janji apa-apa. Judulnya yang cukup komedi walalupun isinya lebih ke satir… tapi sudah cukup pas dengan jalan ceritanya.
Sedikit kritik, mbak Dinol terlalu kece utk jadi perek 50rban. (tapi kalo bener ada, lebaran besok gue mampir d - please infonya). Untuk akting si Poppy savia itu lumayanlah dan castingnya udah bener banget (sesuai dgn gaya anak jaman sekarang)

Untuk mas-mas-nya…. sangat mas-mas lah.

All in All, kayaknya gak pantes dapet kancut deh…. saya kasih 2 bintang aw aw aw aw

Comment by rizal

Made Wednesday, 5 of December , 2007 at 9:05 am

ah,gw baru nonton setengah di youtube dan ceritanya bagus2 aja kok… emang nontonnya ngga sambil mikir dalem2 atau anal terhadap hal2 mendetail..atau mgkn krn sbelumnya gw nonton film malaysia yg juga syutingnya di jogja,judulnya Gong. coba deh nonton tuh film dulu di youtube; after that, mengejar mas-mas bakal lo kasih 5 bintang!!!

Comment by satan_coberian

Made Friday, 4 of January , 2008 at 11:37 am

akhirnya gw nonton juga nih film… di RCTI. hehehe, soalnya dari awal emang gw udah nggak mau nonton di bioskop. takut kesel.

ternyata bener aja. film ini nggak sebagus yang dibelain sama temen2 di sini. kelemahan2 umumnya udah pada dibahas di sini kali ya. tapi yang mau gue tambahin, kelemahahan juga terliat di skenario-nya. padahal gw liat banyak karakter2 yang potensial banget untuk memunculkan plot dan dialog2 “segar” ala masyarakat bawah.

tapi sayang…. monty tiwa (bener ya nulisnya?) ditambah rudy sudjarwo, emang nggak pernah berhasil menangkap jiwa-nya masyarakat bawah. mereka nggak pernah makan di warteg kali ya. apalagi sampe ngutang. persis kayak hasil kerja Rudy di Mendadak Dangdut.

padahal, “sejelek-jeleknya” film Indonesia jaman dulu, atau bahkan beberapa sinetron, sudah berhasil memotret masyarakat bawah dengan bagus. mas monty mungkin bisa tonton ulang film2nya benyamin s, atau belajar dari dialog2 di sinetron si doel, atau sinetron2nya ali shahab.

jujur, waktu nonton MMM, gw sempet nyeletuk: “beberapa sinetron masih lebih bagus dari ini film”

maju terus Rudy. gw yakin lu bisa lebih bagus dari ini.

Comment by yovie

Made Tuesday, 1 of April , 2008 at 9:36 am

Great…

Comment by erlinaz

Made Sunday, 18 of January , 2009 at 6:42 pm

“adegan yang benar-benar lucu dalam film ini sama jarangnya dengan jumlah orang jujur di DPR”

Hahaha…kayanya review nya lebih lucu dari filmnya mungkin

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

We are back!

Sinema Indonesia adalah blog pribadi yang secara tidak disengaja jadi public domain. Sinema Indonesia tidak berafiliasi dengan grup, filmmaker, pejabat, atau tuan tanah mana pun. Sinema Indonesia adalah domain nirlaba (untuk sementara ini). Kesempatan untuk bergabung menjadi reviewer di Sinema Indonesia tetap terbuka bagi siapa saja. Silahkan e-mail contoh tulisan anda ke sinemaindonesia@gmail.com