Coklat Stroberi (2007)
Posted by ferrysiregar on Thursday, 21 of June , 2007 at 11:18 pm
Setelah setan dan band indie, ada satu lagi objek yang paling sering dieksploitasi di film Indonesia. Coba tebak apa. Hint: kalau saja tiga objek ini kita satukan dan kita jadikan ide untuk bikin film, bunyinya bisa seperti ini:
- Setan gay bikin band indie, atau
- Daripada bikin band indie yang menyembah setan, mendingan menyembah gay, atau:
- Gara-gara diteriakin “setan!” waktu manggung dengan band indie, seorang cowok jadi gay.
Yes. Satu lagi objek yang sering dieksploitasi itu adalah gay. Oke, kami juga sering menggunakan gay jokes. Tapi kami melakukannya secara tepat guna (ciee tepat gunaaaaaa…). Sayangnya, Coklat Stroberi mengeksploitasi isu gay secara politically-incorrect. We’ll get to that later.
Nonton Coklat Stroberi sungguh bikin frustrasi karena kita akan merasa tertipu. Dengan menyindir sinetron di pembukaannya, film ini seharusnya bisa jadi sesuatu yang lebih baik dari yang diejeknya. Sayang, tidak begitu jadinya.
Coklat Stroberri bercerita tentang dua orang cewek yang, karena tidak mampu membayar uang kontrakan, mesti rela rumah kontrakan mereka dimasukin dua orang baru: dua cowok yang mestinya dari baunya sejauh 10 meter saja sudah bisa diketahui kalau mereka gay. Yang satu jelas-jelas melambai lebih meliuk dari ujung pohon di Rayuan Pulau Kelapa, yang dengan cowok yang satu lagi selalu berbisik-bisik lebih intim dari Raja Kelana (idenya Dodi. Garing memang. Hi hi hi…). Masalahnya adalah, ketidaktahuan kedua cewek ini yang dijadikan ide utama film ini (premis, ya, katanya). Sehingga saat kedua cewek ini digambarkan naksir cowok-cowok ini, kita jadi merasa sebal karena mereka bodoh sekali, thus, film menggunakan logika yang selalu dipakai oleh sinetron.
Secara teknis, film pertama dari Ardi Oktaviand yang tadinya sutradara iklan ini memang terlihat membosankan. Gambar-gambar yang ditampilkan Rudi Soedjarwo dengan tujuh hari sutingnya saja jauh lebih membuat kita tertarik untuk terus mengikuti. Beberapa adegan malah terasa sangat out-of-place, termasuk karakter-karakternya yang berdiri di belakang neon sign besar dengan tulisan-tulisan yang kami yakin dimaksudkan untuk jadi puitis seperti SILENCE dan PRECIOUS. Untung tidak ada MY PRECIOUS sehingga kami tidak harus berharap munculnya Gholum.
Kenapa kami bilang politically-incorrect? Ini terjadi di resolusi film ini dan untuk tidak men-spoil endingnya, unfortunately, anda memang harus tonton sendiri.

Sutradara: Ardy Octaviand
Penulis: Upi
Pemain: Marrio Merdhithia, Nino Fernandez, Nadia Saphira, Marsha Timothy
Produser: Adiyanto Sumardjono, Upi, Khristo Damar Alam
Produksi: Investasi Film Indonesia
Category: Review
- Add this post to
- Del.icio.us -
- Meneame -
- Digg
Comment by Potato_King alias pembenci titit(yaph..i hate you)
Made Thursday, 21 of June , 2007 at 11:27 pm
Tuh kan,gw dah bilang apa…
Film ini jelek jelek jelek
Comment by yudythbastian
Made Friday, 22 of June , 2007 at 12:37 am
emang udah keliatan kok.
ga tau mana yang lebih kasian. kaum gay atau yang nonton nih film.
Comment by Bonnaga
Made Friday, 22 of June , 2007 at 1:11 am
marga Simamora telah memprotes film Maa Saya ……. Isteri Anda.
ada baiknya para gay juga memprotes film ini karena politically incorrect itu.
berhentilah membuat film tentang gay.
biar para gay membuat film tentang diri mereka, sehingga akurat dan correct.
Comment by don
Made Friday, 22 of June , 2007 at 1:28 am
jelek banget, nonton di bioskop tapi serasa nonton dvd bajakan yg blm original , sialan gw ketipu padahal ada nama upi di situ & gw berharap film ini bisa setara dgn 30 hr mencari cinta…ternyata ke-kecewaan yg gw dapet setelah nonton film ini.
Comment by tuki
Made Friday, 22 of June , 2007 at 3:27 am
bajingan!!!!!
aku komen ke4!
haha!
aku belum nonton si,,tapi secara udah denger iklannya di radio garing yang sok asik yang menggunakan dj aneh di pagi hari waktu itu,,,
ngakunya dia radio paling happening se indonesia di saat pagi,,,tapi sama kampungannya,,,,
sebenernya udah mulai tertarik,,tapi bintang tamu yang diundang(kebeneran cast nya), malah jayus n ga ngangkat!!
jadi ketauan kalo film ini jayus!!!
jadi ga pengen nonton!!!sumpah!!!
sbnrnya belum nonton siy,,,
tapi sumpah,,,denger radio pagi itu sy jadi ga pengen nonton!!sumpah!!sumpah!!!
saya emang belum nonton,,tapi jangan nonton film ini deh!!kayaknya jangan!!jangaaaan!!
_03.33, dibawah pengaruh alkohol bajingan!!!(actually too much alcohol),,,_
Comment by edan
Made Friday, 22 of June , 2007 at 7:01 am
kancut satu lah…
masih ada yg jelek dari ini…
Comment by 539
Made Friday, 22 of June , 2007 at 7:22 am
iseng pengen nonton kemaren… ternyata yang nonton penuh… salah satu indikator film sukses menurut gw.. kalau yang pulang keluarnya sambil senyum2 senang.. dan ternyata sebagian seperti itu.. sebagian lagi kaya gw manyun.. tapi sumpah nadia bibir mu heheheh jadi pengen ikutan cium…
Comment by superpippo
Made Friday, 22 of June , 2007 at 9:10 am
endingnya kenapa sihhh??? spoiler donk, spoiler..hahaha…secara gue males banget juga nonton filmnya…
Comment by mumu
Made Friday, 22 of June , 2007 at 10:17 am
Film ini bisa diberi judul apa saja, sebenarnya: Mie Ayam Gado-gado, Capucino Vanilla Latte, Mentos Kopiko, atau Dondong opo Salak. Hahaha…
Comment by titit
Made Friday, 22 of June , 2007 at 10:17 am
wah…harusnya 3 kancut tuh..sumpah..film ga mutu!! ada yg nyadar ga kl scorenya mirip bgt sama film2 layar tancap Lativi?…waktu adegan si Marsya ngerayu si Gay, musik plus adegannya miriiip bgt waktu Windy Cyndiana ngerayu Reynaldi…sumpah gw ngakak….dan film ini tambah annoying ditonton soalnya geng sekong di belakang gw trus2an cekikikan plus nge-”yuuuuuk” setiap si Gay ngomong….endingnya jg kacrut abiiisss…semua orang juga ga bakal percaya kalo ternyata si kedua cewek itu juga lesbi….ooopss…sori..kelepasan..
Comment by reese
Made Friday, 22 of June , 2007 at 10:36 am
ooh…jadi gitu spoilernya? makasih ya, titit!
Comment by tiatia
Made Friday, 22 of June , 2007 at 10:42 am
film ini bikin gue dan temen2 gue berpikir.. sulit banget memutuskan antara harus liat film macem gitu lagi atau memotong nadi sendiri.. sama sulitnya seperti jadi simpenan om2 atau jadi istri ’sah’ gay untuk skedar kamuflase….
ps: temen2 gue sempet ngeramalin film ini dapet 3 kancut.. knapa cuma dua, fer?
Comment by Chaos
Made Friday, 22 of June , 2007 at 11:10 am
Gw ngerti….emang setiap orang kan seleranya beda2. Tapi dua kancut? Kayaknya terlalu subjektif dan sinikal. Gw setuju kalau ni film terlalu streotip dan yes, perhaps politically-incorrect (BTW, how dou you know? Do you……? ;p)Tapi ini film paling entertaining yang gw tonton di 2007 ini setelah Nagabonar 2 dan Kala.
Kalau mau membuka ‘pikiran’ lagi, sebenarnya dialog2nya cukup bernas dan ‘dalam’. Walau memang, film ini terlihat menolak untuk menjadi social-commentary dan memilih menjadi romantic-commedy biasa.
Anyhow, SI, kayaknya review2 loe udah lari kemana2 ya? Udah engga fun lagi, tapi malah terkesan sok tahu dan annoying . Sori loh sebelumnya.
Comment by tuki
Made Friday, 22 of June , 2007 at 11:32 am
jangan tertipu dengan sinopsis bahwa ini film tentang 2 kos ce ditambah 2 penghuni co. pasti kita smua membayangkan ada hal2 pribadi khas kos2an. pasti itu dibikin buat menarik kita buat nonton. dan seperti yang udah2, kalo mereka para jualan menarik2 kita, tu artinya pilmnya bakal nope!!
jangan nonton!!
jangan nonton!!
biar mereka jera!!
jera!!
Comment by mas tukul
Made Friday, 22 of June , 2007 at 11:41 am
hueeekkkk!!! jijay bo’!!!
Comment by Ksatria Film
Made Friday, 22 of June , 2007 at 11:56 am
Serius endingnya begitu? 2 cewek itu ternyata lesbi? Ada adegan2 hotnya ga? kalo enggak ngapain nonton? he he, cwok gt loh!
Comment by Jambul
Made Friday, 22 of June , 2007 at 12:57 pm
Breaking News!
BP2N yang sekarang dipimpin Dedi Mizwar telah mencabut kemenangan film Ekskul pada FFI 2006 kemarin. Shanker diminta untuk segera mengembalikan piala Citra nya.
Comment by huexxxxs
Made Friday, 22 of June , 2007 at 1:02 pm
biar mampus tuh pelem, kenapa coba harus gay
yang nonton pasti banyak yang gay tuh,…..
btw kancutnya kurang tuh…….tambah lagi!
Comment by fun
Made Friday, 22 of June , 2007 at 1:32 pm
Nadia Shapira lg laku euy..
Comment by Aveline Agrippina
Made Friday, 22 of June , 2007 at 3:00 pm
Film yg nggak banget untuk d tonton selama liburan
Ini film bakal lebih cepat out dibanding yg laen kec. Leak yg film aneh jaman kini
Comment by verde
Made Friday, 22 of June , 2007 at 3:15 pm
OMG……UPI!!!
what you have been doing,gals?
blunder nih…….
tp cukup puas liat marsya timoty….
marsya lg jomlo ya????
Comment by adeknya Shinoda
Made Friday, 22 of June , 2007 at 3:54 pm
Gue udah tau….
Gue udah nyangka….
UNTUNG GUE GAK JADI NONTON!!!!
Teng kyu gais, gue gak jadi ngambur-ngamburin duit buat nonton film jelek ginian….
Comment by DOROTHEA-DE-BATE
Made Friday, 22 of June , 2007 at 4:04 pm
huff, tebakan gw bener kan…
Okay,next stop!Lantai 13!!!!
Another KORROR movie from Koya Pagayo’s succesor, Helfi CH Kardit!!JENG JENG JENG!!
Comment by Dimas Agung
Made Friday, 22 of June , 2007 at 4:14 pm
SI bilang:
“Masalahnya adalah, ketidaktahuan kedua cewek ini yang dijadikan ide utama film ini (premis, ya, katanya). Sehingga saat kedua cewek ini digambarkan naksir cowok-cowok ini, kita jadi merasa sebal karena mereka bodoh sekali, thus, film menggunakan logika yang selalu dipakai oleh sinetron.”
Nadia Saphira bilang:
“Karakter Key itu aku banget! Kata orang cerewetnya sama seperti keseharianku! Tapi mungkin aku gak segirly Key dan gak juga senaif Key yang gak tau “kondisi” Nesta sebenarnya. Kalo di kehidupan nyata, pasti aku udah curiga duluan kalo punya cowok kayak Nesta, hehe.. (Penasaran kan?? Makanya nonton filmnya!!).”
Hihihihi…… pemainnya sendiri aja nyadar kalo si cewek dlm film itu bego…….
Btw, gollum itu bukannya suka ngomong “My Priceless” ?
Comment by Afterglow
Made Friday, 22 of June , 2007 at 4:35 pm
Ini film parah bgt… kayak film buat anak umur 8 thn yang belom ngerti apa2… anak2 umur 8 thn aja kayaknya msh much smarter deh than the film itself.. apalagi scene ” PRECIOUS ” and ” EMPTINESS “nya ( bukan silence deh kalo ga salah ) itu… Parah bgt.. engga bgt… tasteless bgt. Enuf said. SIGH.
Comment by brubah!
Made Friday, 22 of June , 2007 at 5:49 pm
wahhhh..
ak sempet kepincut ama pose-nya nadia tuh..
sexi bo.. x)
padahal, menurut asumsiku, seorang nadia ialah sosok yg bisa mengubah homo cling-cling-cer-cer-bum-bum-des menjadi straight gay eh guy lagi..
tapi ternyata..
DIA LESBI!
oh no!
harus dikemanakan orientasi seksual saya ini sekarang???
Comment by tando-wi yahya
Made Friday, 22 of June , 2007 at 7:00 pm
uda…kalo jelek jelek aja…mo diapain lg jelek…film indonesia bnyk yg gak bermutu…
hollywood aja sampe ngikut2…
Comment by ringo_stairs
Made Friday, 22 of June , 2007 at 7:10 pm
aaahhh…..
bagi gwa cukup menghibur kok… kenapa film2 romantic comedy hollywood ga kalian cela juga.
Comment by Shanker Pagayo
Made Friday, 22 of June , 2007 at 8:36 pm
karena ini forum sinema INDONESIA, bukan sinema HOLLYWOOD!!
Comment by Erry
Made Saturday, 23 of June , 2007 at 1:19 am
@ Bonnaga di komen ke-3:
FYI, film ini juga [seperti nyaris semua film Indonesia yg beredar akhir2 ini) diangkat jadi novel juga loh.. and guess who is the writer? Christian SIMAMORA..
Comment by Jambul
Made Saturday, 23 of June , 2007 at 10:30 am
Ha ha ha …. ada juga hasilnya tu demo. Selamat buat Christian Simamora.
Gini kata Shanker Bsc pada Dedy Mizwar : “Ah, kejem lu, Ded”.
Comment by moviegoer
Made Saturday, 23 of June , 2007 at 10:51 am
janji joni dan kala juga gak segitunya… please deh bow!
Comment by OMFEB
Made Saturday, 23 of June , 2007 at 12:11 pm
di film ini ARDY sama sekali gak bisa eksplor gambarnya gimana biar menarik dilihat orang…..gambarnya jadi basi buat dilihat.padahal ceritanya lumayan, walaupun lebih enak di terawang, di imajinasiin daripada dilihat.
okelah kalau orang bilang, dia kan baru pertama kali bikin film…
itu oke. TAPI…MONTY TIWA juga baru pertama kali bikin film dan MAAF SAYA MENGHAMILI ISTRI ANDA jauh lebih keren dari pada ini…jauh lebih menarik, jauh lebih enak di tonton, jauh lebih oke…..
terus kalau ada yang bilang, MONTY kan di bantuin sama RUDI SOEDJARWO yang emang dari dulu udah oke punya.
oke kalau ada orang yang bilang kayak gitu. TAPI ARDY kan dibantu juga smaa UPI yang lumyan sukses garap REALiTA CINTA and….
terus kalau ada yang bilang, itukan tergantung kru-nya.
orang tolol yang nanya kayak gitu, kan yang milih kru itu ARDY jadi salah di kenapa gak bisa milih kru- yang bisa dukung film dia biar bagus…
jadi mendingan ARDY balik lagi aja ke iklan, atau gak belajar lagi aja dulu yang bener, baru bikin film lagi….yayayayayayayahhhhh……
Comment by oni mehrani
Made Saturday, 23 of June , 2007 at 1:59 pm
hi..hi ferry marah ya karena disindir soal gay thing jokes itu.maap gue nggak menghamili istri siapa-siapa tapi gue memang lebih seneng kalo dua tokoh cowok di situ hamil sama karakter cewek-ceweknya.emansipasi gender gitu.
belon nonton sih abis masih trauma nonton realita cinta n rock n roll -nya upi yang dipuji abis-abisan sama SI yang ternyata nggak banget buat gue!itu membuktikan bahwa kebanyakan selera gue berbeda dengan para poster SI itu (kalo orang yang suka posting bukannya disebut poster ya?)
BTW bener nih, ESKUL dicabut piala citranya?gimana kalo BP2N juga sekalian mencabut belasan piala citra di masa lalu karena musik dan ceritanya jiplakan dari mana-mana?(al:perempuan dalam pasungan)jangan cuma musik aja dong yang dibela-belain hak ciptanya tapi juga skenario.
oh,ya belon ada komentar nih dari mira lesmana yang suaminya punya hobi maen sinetron bajakan seperti Intan.Double standard ya, Mbak?
Comment by yudythbastian
Made Saturday, 23 of June , 2007 at 3:25 pm
@ ONI MEHRANI:
mungkin Mira Lesmana tekanan batin dirumah.
Comment by fufu
Made Saturday, 23 of June , 2007 at 3:30 pm
Tiga bulan yang lalu….Jakarta Undercover…Smile….Naga Bonar Jadi Dua…Big Smile….Kala….Double Big Smile….
Belakangan ini…setiap keluar bioskop…setelah menonton film Indonesia yang ada bikin kepala pusing, bibir mencibir dan hati dongkol…
Salah satunya ya Coklat Stroberi ini….sekali lagi film dengan materi yang lumayan bagus berakhir mengenaskan. Karena skenario yang kurang matang plus penyutradaraan yang lumayan jelek membuat akting pemainnya kacau balau.
Yang paling menyedihkan…film ini dibuat dengan semangat coba - coba, banyak adegan yang kesannya kayak nonton video klip(waktu si Key lari2 ngejar si Nesta pake high heels di jalan Raya dan waktu nyampe di rumah…keringatan dikit juga nggak…!!??) nggak betah deh nonton neh film.
Kesalahan yang sangat fatal (terjadi juga saat di film “Love is Cinta”) kenapa waktu si Adi nonton video kelulusan mereka, di shoot pake beberapa kamera gitu, get real deh, emang seperti itukah di dunia nyata…??? mana yang di shoot terus2an si Nesta dan si Adi…aneh…tapi yang paling parah waktu di Love is Cinta, waktu si Ryan nolong anak kecil yang terperangkap di mobil, aksi hero-nya yang ditayangkan di tv persis kayak adegan di sinetron…berdecka kagum deh ama sutradara-nya…nggak pernah apa nonton bertita di TV…
SI ngasih dua kancut udah benar…
I need another Kala to see….kalo terus2an gini mending nonton summer movie hollywood aja…
Comment by imron fauzi
Made Saturday, 23 of June , 2007 at 5:09 pm
sinema indonesia .com sinema indonesia is back????? kalau kalian bikin review begini terus ancur dong sinema indonesia yang baru nongol lagi!!!!! nanti website ini juga hancur kalau nggak ada film yang di review…mikir kesitu nggak?? dengan menulis review begini..publik juga tahu orang macam apa kalian…kehidupan pribadi kamu……kami bisa tahu….pikirkan itu..nggak malu??…satu lagi…amatir film nggak berhak sama sekali menulis review apapun!! and don`t delete this comment
Comment by Potato_King alias pembenci titit(yaph..i hate you)
Made Saturday, 23 of June , 2007 at 5:23 pm
Iya,gw setuju ama moviegoer,JJ ama KAla ga segitunya,tapi kayaknya Joko yang paling geram dan paling ga seneng ama kemenangan Ekskul(Hanung juga begitu)
Ngeliatin mereka berdua, aku malah jadi sebel ama tingkahnya(terutama si Hanung)
jangan-jangan mereka pernah ditolak Koya…
“Ah..Koya…I l*ve you…”
“Sori..ge dah ada Mas Shanker…”
Ah ,mikir apa aku..
ntar kalau misal The Butterfly menang Piala citra lagi,mereka bakal protes gak ya??Only time will tell…
Comment by why_rsd pacarnya nadia shapira
Made Saturday, 23 of June , 2007 at 5:29 pm
… setuju bgt, kalo nadia shapira adalah tipe cewek yang bisa mengubah homo menjadi straight guy
..
Terlepas dari segi teknisnya (yang seharusnya bisa cari yang lebih bagus)ceritanya mungkin bisa lebih bagus kalo ngk pake spoiler2-an, supaya bodohnya ngk keliatan mestinya nadia n marsha udah tau kalo nino dan marrio tu hombreng… trus ternyata nadia jatuh cinta pada nino, hingga akhirnya nadia dengan berbagai cara berusaha buat mengejar nino karena nadia sadar ternyata dia nggak selesbi itu bo’, begitu pula nino, meskipun dia nggk mau terus terang sama mario karena takut sakit hati. disinilah konflik yang sebenernya mulai terjadi, marsha yang diam2 juga tahu bahwa nadia mulai berpaling darinya.. ternyata mempunyai jiwa psikofat n mulai mencari-cari cara untuk menghalangi hubungan nino dan mario… Konflik bertambah ketika ternyata nino mencintai marsha, sedangkan marsha mencintai marrio, tapi malah marrio nya suka sama nadia, (ternyata malah jadi cinta segi empat… halah, tapi ngk papa deh diteruskan saja udah terlanjur)n kabar bagusnya ternyata mereka ngk lagi homo dan lesbi ![]()
Selanjutnya mulai terjadi konspirasi, dimana nadia sepakat dengan nino untuk menyingkirkan marsha dan marrio… padahal nino terlebih dahulu bersepakat dengan marsha untuk menyingkirkan nadia dan marrio n saking ribetnya marshapun telah sepakat dengan marrio buat menyingkirkan nino dan nadia…. halah, malah kayak film Wild things… tapi ngk papa juga kok.. spoilernya jadi lebih tegangkan meskipun contekan (tapi kalo sutradaranya pinter ya dibuat bedalah, jangan sampe ketahuan kalo contekan.. he..he)
Endingnya bisa juga dibuat happy atau malah semuanya akhirnya mati karena saling bunuh, tapi bagus juga kalo ending filmya ternya nadia masih selamat setelah terjadi baku hantam dan pertumpahan darah antara keempatnya, nadia shapira dengan keadaan yang kacau balau dan belumuran darah berjalan dengan tertatih-tatih.. diringi lagu yang seperti wherever you will go the calling bagus juga tuh n dia kemudian hampir pingsan ketika masih sempat dia lihat seorang pemuda ganteng didepannya yang kemudian menyelamatkan nadia … ternyata pemuda itu adalah gw he…he… and then gw and nadia ever after forever.
Comment by Candra 'Nicholas saputra' Aditya
Made Saturday, 23 of June , 2007 at 6:23 pm
Kalo misalnya gue jadi Upi :
(here… alternate ending jika ngerasa bete dengan endingnya)
“What, Nadia Saphira lesbi?” tanya Tike priatnakusumah…
“Iya, lesbi. Gue kaget,” kata Nino fernandes. meyakinkan dan raut mukanya serius, keringat menetes dari dahinya. Mario mengelap keringat Nino dengan mesra dan gemulai. Tike mulai curiga.
“Kalian berdua kenapa sih?” tanya Tike dengan gusar.
“Belum tau, te?” tanya Mario, melendot dalam dekapan Mario.
“Maaf tante, saya kira, tante belum siap menerima hal ini…” kata Nino Fernandez dengan jelas, dan gagah. Mario menyentuh dagu Nino dengan mesra. Nino membalas sentuhan Mario dengan meraba ke dalam kaos Mario.
“Kami pasangan, Tante…?” kata Mario dengan lugas dan cepat. Setelah merasa Tike mengerti penjelasan mereka berdua, Mario dan Nino berciuman mesra sampai ludah mereka menetes.
“Kalau begitu, saya boleh ikutan nggak?” tanya Tike tiba2 menginterupsi cipokan Mario dan Nino.
“Apa, tante?” Nino melepas cipokannya, bibirnya basah. Dia mengelapnya dengan lengan kaos Mario.
“Saya juga punya kelainan,” Tike memanggil anjingnya. “Saya biseks dan saya suka have sex dengan hewan. Let’s do it together baby… Ada yang keberatan…?” tanya Tike, mencium anjingnya dengan buas.
“Tidak, Tante…” jawab Nino.
“be my guest…” Mario tersenyum.
Mario, Nino dan Tike, masuk ke dalam kamar, di dalamnya juga ada Marsha Timothy beserta Nadia yang udah mulai ‘tempur’.
-TAMAT-
What do you think?
Comment by Misscheerful
Made Saturday, 23 of June , 2007 at 7:38 pm
@ kk fufu
tenagn kk qta tunggu aj Quickie Express ( Indonesians Gigolos )
pasti tar kk aksih triple big smile …….
iy nonton ne pelm serasa gw nonton sinetron de …..
pengambilan gambarnya ga menarik dan suaranya jelek ( ga tau karena bioskopnya ato emang kualitas suara dr pelm nya )
yah malah endingnya nyalahin salah mengartikan hubungan …. gmn se ????
Comment by senimansinting
Made Saturday, 23 of June , 2007 at 10:32 pm
viedo clip ungu-nya nyontek coldplay (fix you)!!!!!
Comment by DOROTHEA-DE-BATE
Made Saturday, 23 of June , 2007 at 11:20 pm
bwat @fufu:
yaph,Kyak miss cheerful bilang..Quickie Express..ato yang paling di-anticipated tahun ini,
NaN T.Achnas’s THE PHOTOGRAPH!!!
Film ini telah menyia-nyiakan bakat nadia saphira dan marsha timothy…Padahal Gw Liat Bakat Akting yang Besar Dalam Mereka
Comment by BlackenedWing
Made Sunday, 24 of June , 2007 at 5:25 am
sinema indonesia .com sinema indonesia is back????? kalau kalian bikin review begini terus ancur dong sinema indonesia yang baru nongol lagi!!!!! nanti website ini juga hancur kalau nggak ada film yang di review…mikir kesitu nggak?? dengan menulis review begini..publik juga tahu orang macam apa kalian…kehidupan pribadi kamu……kami bisa tahu….pikirkan itu..nggak malu??…satu lagi…amatir film nggak berhak sama sekali menulis review apapun!! and don`t delete this comment
???????
lu “pendekar pembela film-film sampah” dari mana, tong ?
Comment by Jambul
Made Sunday, 24 of June , 2007 at 1:01 pm
pilem sampah pantas dihajar! biar sadar, bikin pilem lebih serius, bukan asal-asalan, bukan karena sekedar punya duit malah jadi pamer ketololan.
kebanyakan pilem sampah akan membuat penonton kembali menjauh. Nagabonar Jadi 2 telah mengundang penonton2 baru film Indonesia. kenapa tidak ada yang melanjutkan?
Comment by Death Berry
Made Sunday, 24 of June , 2007 at 3:40 pm
Hmmm…..
Apa tidak bosan, film cinta melulu…?
Comment by yudythbastian
Made Monday, 25 of June , 2007 at 10:19 am
imron fauzi said:
—————————————————————
sinema indonesia .com sinema indonesia is back????? kalau kalian bikin review begini terus ancur dong sinema indonesia yang baru nongol lagi!!!!! nanti website ini juga hancur kalau nggak ada film yang di review…mikir kesitu nggak?? dengan menulis review begini..publik juga tahu orang macam apa kalian…kehidupan pribadi kamu……kami bisa tahu….pikirkan itu..nggak malu??…satu lagi…amatir film nggak berhak sama sekali menulis review apapun!! and don`t delete this comment
—————————————————————
SI pasti mikirnya penonton indonesia harus diselametin dari film2 jelek buang2 duit (dan itu suuusah banget), kalo penonton udah pada ga suka sama film jelek, filmmaker jadi puter otak biar penonton mau nonton lagi, dan hasilnya muncul film2 bagus.
Dan SI, juga semua orang di Indonesia juga pasti nggak akan begitu peduli website kaya gini ga bisa muncul lagi, asal film2 di indonesia udah layak tonton.
Dari mana tuh doktrin AMATIR FILM ga BOLEH REVIEW FILM, “sialnya” kita hidup di negara demokrasi.
dan omongan lo tuh terlalu berlebihan Imron. Kehidupan pribadi yang mana???
Comment by Potato_King alias pembenci titit(yaph..i hate you)
Made Monday, 25 of June , 2007 at 7:37 pm
bikin film cinta juga yang serius dikit kek,kayak In The Bedroom kek,kayak match Point kek,ato kayak Punch-Drunk Love
tapi misalkan film-film cinta keren kayak di atas diadaptasi (atau,di rip-off) ama filmaker indonesia hasilnya 80% ke-sinetronan..
Comment by JAY
Made Tuesday, 26 of June , 2007 at 9:38 am
Kenapa sih setiap film GAY itu pasti banyak yang sirik dan tidak suka.Itu kan realita yg ada disekitar kita.Dan harus diakui itu. Gue seneng film ini ada, karena diceritakan tokoh yang dimana menggambarkan banyak lelaki yang mengaku macho, normal dan tidak mempunya sex menyimpang. Tapi bukatinya banyak kok cowok yg berpacaran dgn wanita tapi dia suka main dengan cowok juga. Disaat ceweknya tidak mau diajak main….ya dia berusaha merayu teman cowoknya…. thanks film ini sudah di buat dengan baik…tapi masih ada yg kurang, mestinya tokoh aldi diceritakan pula akhirnya orang tuanya terima dia apa adanya. nah itu baru kumplit.ya Moga - moga keberadaan GAy dan lesbian bisa diterima lebih lagi sama orang yang menurut dirinya normal….
Comment by afif
Made Tuesday, 26 of June , 2007 at 10:47 am
nerima GAY ama lesbian di tengah masyarakat? maaf, yang namanya kelainan tetep aja kelainan
Comment by keled
Made Tuesday, 26 of June , 2007 at 11:55 am
maap yah,
kyknya gay ma lesbian udah sejak lama tidak lagi termasuk penyakit kelainan seksual…tpi slh satu orientasi seksual…harap dibedakan
Comment by Potato_King alias pembenci titit(yaph..i hate you)
Made Tuesday, 26 of June , 2007 at 1:42 pm
afif,di dunia Globalisasi kayak gini lu gak bisa lagi punya pola pikir kayak gitu…sekarang gay harus diangggap sebagai status,yaitu sebagai salah satu dari status seksual,bukan lagi sebagai kelainan.
Comment by nico
Made Tuesday, 26 of June , 2007 at 5:26 pm
Oh… film gay. Basi!
Comment by mao
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 12:11 am
Memang kapan sinema indonesia pernah bikin gay jokes yg “tepat guna”? Kayaknya sama aja tuh sama film-film yg direview..
Comment by Sutradara Indonesia
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 2:38 am
“Perfilman Indonesia”
kenapa setiap orang gak mendukung perfilman indonesia? kapan perfilman indonesia bisa berkembang klo smua orang cuma bisa mengkritik film - film indonesia. permasalahan film di indonesia adl budget yang terbatas. gmana mau bikin film bagus klo budgetnya di potong?? orang tolol mana yg mau ngasi modal buat bikin film sementara gak jelas filmnya sukses apa enggak, trus klo uda di modalin filmnya gak sukses otomatis dia rugi en gak mau bikin film lg kan. lagian gmana mau sukses, kebanyakan orang blom ntn uda mengkritik klo film itu gak bgs. kbanyakan orang indonesia tuh sok tau pemikirannya belum dewasa, diri sendiri aja belum bener tapi kerjaannya mengkritik orang aja.
Maaf mungkin omongan saya sedikit kasar tapi lebih baik membenahi diri sendiri sebelum mengkritik orang lain…
Comment by fish
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 9:01 am
secara pilem sebagai tontonan, tema ‘gay’ buat gw ga masalah,wong pilem buat dinikmati dan kalo kebetulan pilemnya lucu, yah bisa buat bahan ketawa. but,gw ga setuju kalo tema ‘gay’ di dipilem dijadikan alat indoktrinasi dan pilem digunakan sebagai media yg efektif untuk memnyampaikan ‘pesan’ tersembunyi bahwa status ke’gay’an seseorang itu adalah hal yg lumrah, common, biasa, dan diproklamirkan jadi salah satu status seksual, hello????!! bagi sebagian pendapat orang,karena kita hidup di jaman globalisasi, mestinya kita juga bisa menerima ‘perubahan2′ yang notabene;’menyimpang’, menjadi suatu kewajaran. sbg umat muslim, ga ada ceritanya gw menerima ‘gay’ sbg suatu kewajaran!!!, kelainan yah tetep kelainan!! yg maha kuasa nyiptain org berlainan jenis untuk dijadiin pasangan buat mereka sendiri, bukan untuk sesama jenis, ini nurut gw loh!! hehehehehe..gw pernah nanya ma sohib nya joko anwar, dari beberapa pilem joko yg gw tonton,kenapa dia selalu menyelipkan pesan2 tentang dunia gay? (yg nurut gw udah masuk kategori ‘to much’)terutama adegan di ‘kala’ yg sedikit banyak ngupas ttg gay. dan jawaban joko ttg hal ini adalah bahwa dia pengen tau, even seseorang yg punya kualitas bagus tuk jadi pemimpin, bisa ga orang indonesia nerima kalo pemimpinnya dari kalangan ‘minoritas’(GAY, or whatever they seksual orientation) jadi pesan moral yg gue tangkep dari pilem2nya joko (yg temanya berbeda2 tapi sering nyelipin ‘gay scene’) adalah bisa ga orang kita nerima perbedaan yg secara adat istiadat ketimuran dan agama islam (sengaja gw mention cuman islam karena gw muslim dan sedikit bnyk tau ttg hal2 yg ngebahas ttg gay).karena kaum ini bisa juga menghasilkan karya2 yg bermutu, terlepas dari seksual orientasi mereka..bahkan jika presiden ato pemimpin agama seorang ‘gay’ bisa ga masyarakat kita nerima nya???padahal ditilik dari kualitas mereka, mereka memang mapu mengemban tugas2nya, hehehehe..sekali lagi ini nurut gw loh,pendapat gw…hahahaha, jadi kalo ada banyak teman2 yg ga setuju n sepakat dalam hal ini, yah monggo..semakin maju-nya zaman bukan berarti membiarkan dekadensi moral terjadi (mphhhhh..)yg memang bagus nurut parameter ajaran agama diambil yg enggak di buang ke tong sampah (hehehehe..)overall, kalo crew SI ngebuat jokes gay yg ‘tepat guna’,gw mencari pilem dng tema gay yg ‘tepat guna’, piss yukkk…..
Comment by hate afif
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 1:49 pm
Buat afif yang namanya kelainan tu orang yang punya pola pikir kayak lo…cos gay/lesbi itu sekarang bukan rahasia umum lagi and gak bakal ada yang mau jadi kayak gitu kalo bisa nolak…
gimana kalo lo yang kayak gitu trus gak diterima dimana2….
dewasalah nak and rajin2 punya pacar biar g sempit pikiran lo…
3 kancut buat coklat stroberi and 5 kancut buat dipake afif
Comment by Afterglow
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 3:51 pm
@afif… Kelainan? can u be more shallow?
elo kali yang kelainan…..
Kalo dunia penuh orang kayak elo, pantesan byk bgt Sara n perang dimana2, karena orang2 kyk lo lah yang paling ngerasa dirinya benar sedunia.
Ck ck ck.
Very sad.
Comment by Potato_King alias pembenci titit(yaph..i hate you)
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 5:07 pm
bwat fish:Joko emang GAY.udah rahasia umum lagi.sekar Ayu Asmara juga transeksual.
Knapa?Protes?
btw,pendapat lu ttg gay dalam sudut apndang umat muslim itu gw emang gak berhak,krn selain krn gw bukan agama muslim,bukankah gw gak berrhak mengubah persepsi orang lain?
Tapi ,walau gwe penganut Kristen,gw berbeda dengan org kristen lainnya yg menganggap GAY adl hal yang tabu(bahkan pandangan gw bertentangan dg Bapak Paus g notabene adl pimpinan umat Kristen sedunia).
GAY adl bagian dari era globalisasi.GAY adl bagian dari budaya manusia,dan,bisa dibilang,masa depan kita nantinya akan sangat mungkin dipenuhi oleh banyak GAY2 yg berprestasi dalam bidangnya (however,Joko membuktikannya!).Sebagai budaya,tentunya budaya itu memerlukan proses agar dapat diterima masyarakat.
jadi,kita tunggu saja,prediksi gw,sepertinya dalam 30-50 tahun ke depan para gay tersebut akan terus memperjuangkan hak2 mereka agar dapat diterima masyarakat(seperti yang terjadi pada gerakan emansipasi wanita).Kalau masyarakat belum siap menerima mereka(terutama yang golongan tua2) masalah gay ini bisa sampai ratusan tahun lamanya loh(emansipasi wanita sendiri membutuhkan waktu sekitar 200 tahun lebih).
Comment by "WhAt eVer"
Made Thursday, 28 of June , 2007 at 1:40 am
Semua orang berhak kasih pendapat. gak ngebedain lo cowok atau cewek, lo gay atau normal. semua yg bole nentuin hidup mereka masing - masing. yg penting bisa di pertanggung jawabkan…
Tapi menurut gw film ini bgs kok. selain ngasih taw gay itu emang ada, film ini jg ngasi taw hidup klo hidup lo ada di tangan lo sendiri. biarpun ada kekurangannya (masalah sound), tapi overall film ini menghibur bgt. daripada horror terus, abis ntn bawaannya gak bisa tidur… hehehe…
smoga sukses deh ni film…
Comment by Afterglow
Made Thursday, 28 of June , 2007 at 2:39 pm
Film ini ngehibur apanya??
Nonton film ini bikin sakit paru2 karena kesel ga bisa keluar dari bioskopnya.
soooo engga menghibur sama sekali ;((
Comment by gw gay
Made Thursday, 28 of June , 2007 at 3:03 pm
yang homophobia kemungkinan homo juga..
Comment by madam helga
Made Thursday, 28 of June , 2007 at 5:44 pm
duuh kog pada jahat semua seeh komennya??? dah merasa paling pinter ???
Comment by "WhAt eVer"
Made Friday, 29 of June , 2007 at 1:27 am
Hah??? Sakit paru2?? Gak bisa keluar dari bioskop???
lo aja kali yg penyakitan…
lagian klo lo gak suka yah keluar aja, emank gak punya kaki lo??
atau ini cerita mirip ama kehidupan lo.. hahaha… saking terharunya sampe kaki lo lemes gak bisa keluar bioskop…
Comment by Afterglow
Made Friday, 29 of June , 2007 at 1:47 pm
Hahaha… Lucu juga kauuu..
Ngga, gw ga keluar karena ga enak sama yg bikin filmnya,
ga enak sama kru2nya, etc etc.
Gw emang penyakitan, penyakit gw itu namanya penyakit engga enakan,
jadi kalo lg kumat jadi asma deh trus paru2nya sakit, gitu sob.
Comment by WaHaHa
Made Saturday, 30 of June , 2007 at 3:24 pm
@Afif
Gay kek..lesbi kek…itu kan hak masing” orang… Yg penting kan mereka ga ganggu kehidupan lo…
Comment by just share
Made Saturday, 30 of June , 2007 at 10:28 pm
Berdasarkan pengalaman dan analisis gw, orang yang benci banget sama sesuatu biasanya (dan ini kerap terjadi) bakalan menjadi bagian di dalamnya, bahkan freak banget alias maniak sama sesuatu yang dulu dibencinya itu. Yeah, gw dulu benci banget sama salah satu aktris (penyanyi) di Indonesia, sekarang gw tergila-gila ama dia. Halah! Banyak banget contoh hal ini. Beberapa temen gw juga udah mengalaminya. So, bagi yang benci ama gay (homofobia) bisa jadi dia sebenarnya gay - hanya belum menyadarinya. Then, fenomena gay udah gak heran lagi. Bahkan, kata Simon Cowell, “Dua dari tiga orang temen akrab gw dari kalangan seleb adalah gay…” Boleh percaya atau tidak, orang yang sudah punya istri sekalipun juga punya kemungkinan besar terpeleset suka sama cowok dan jadilah biseks. So, biseks or gay or straight? It’s different. Film ini harusnya mengupas dari sisi itu. Tokoh Nino fernandez yang akhirnya jalan ama Nadia dan meninggalkan Mario bisa jadi hanya untuk saat itu tok. For next, jangan2 kesukaannya ama cowok kembali lagi? Atau hanya nutupin kelainannya belaka? Ho, atau sebenarnya di biseks yang suka dua-duanya? Toh, susah juga diidentifikasi bukan kalo dari luar…Yeah, I just want to share…How about you?
Comment by aang
Made Tuesday, 3 of July , 2007 at 12:21 pm
najis banget se ne film kagak ada kualtiasnya sama sekali
kenapa cuman 1 kancutnya kasih aja sebanyak2 nya?
orang ni kan film terburuk, n najis banget sama ne film
gay ko ga sesuai
yang satu keker yang satu kurus kayak lidi.adu lain kali kalo bikin film yang bermutu kek kaya “kala”
na ne kayak paan tai
rugi w nonton film ga bermutu kayak gitu udah durasinya sebentar?bener 2 rugi w?najissssssssssss
kalo ada nonton bareng bintang n sutradaranya w mo tuh ikut.
abis itu gw guyur muka pemerannya ama sutradaranya sekalian pake kopi yang panas.truz sambil bilang. NAJIS BANGETS E FILM LO
ABIS ITU W TINGGAL DEH TU PEMERANNYA.HEHEHEHEHEHEHEEHHEHEmampus
Comment by brubah!
Made Tuesday, 3 of July , 2007 at 10:43 pm
emang sih gay banyak yg berprestasi, terkenal, artis, hebat, de el el..
tapi..
meskipun itu terpaksa dan bagaimanapun.. (hey aku jg punya temen gay, dan aku bs menerima mereka..)
itu tetaplah hal yg salah..
dan sangat menyedihkan bukan jika kita tak bisa memilih hal itu?
tapi guys..
menjadi seperti itu tetaplah..
sesuatu yg ironis.
meskipun hal ini terus menerus tumbuh dan berkembang dengan hebatnya di masyarakat dunia,
bukankah ini jug asalah satu tanda-tanda kiamat yg semakin mendekat? (buset, ko aku jadi ngomongi kiamat yak? haha)
Comment by Anabelle
Made Wednesday, 4 of July , 2007 at 2:53 pm
Aduh … emang yang namanya nyela hasil karya orang itu paling gampang. Sebenernya yang namanya hasil karya setiap orang itu berbeda2, karena “creator”nya pun berbeda2. Tinggal masalah taste aja. Suka nggak dengan cerita/film/artistik dari hasil karya itu. Sama aja kayak lagu. Gw eneg banget denger lagu dan suara Tompi. Tp ternyata banyak yg bilang enak. Jadi bukan masalah jelek atau bagus. Tapi masalah sesuai taste atau enggak. Kalo misalnya memang kalian jelek, bikin dong yang lebih bagus. Jadi selain nyela, tapi juga berkarya … gitchuu … kalo cuma bisa comment dan nyela tanpa action, pantes ajahh Indonesia kagak maju2 … SDMnya kayak gini semua siii …. wekkkk ….
Comment by Tutti Frutti
Made Wednesday, 4 of July , 2007 at 2:56 pm
Film ini memang segment-nya untuk teenager. Yang pikirannya belum terlalu mendalam seperti orang dewasa. Jd orang dewasa yang kasih comment, harusnya research dulu ke ABG or teenager. gimana opini mereka. mana tau cara pikir mereka memang seperti itu.
Comment by lover_not_hater
Made Thursday, 5 of July , 2007 at 12:52 pm
gelooo!
afif, r u the idiot that rated 4 stars on “How To Make A Monster” ???? Pantesan komen lo sama kampungannya sama multiply lo. Plis deh. Gk butuh deh, orang2 shallow, dumb, judgemental,dan penuh diskriminasi seperti elo.
Just an advice….Puh-lease! Jangan ninggalin komen2 tolol, rasis/seksis, sehingga dunia tahu kalo kamu itu DOGOL!
Comment by lover_not_hater
Made Thursday, 5 of July , 2007 at 12:55 pm
satu lagi….
imron fauzi….
hadooooohhhh!!!!!
afif…..
double hadooooohhhh!!!!
ada internet yah, di idiotcity???????
Comment by lover_not_hater
Made Thursday, 5 of July , 2007 at 1:00 pm
@brubah!
i get where u’re going,
tapi….
sadarkah kamu bahwa homoseksualitas itu sudah eksis sejak jaman dahulu kala?
mungkin yang jadi tanda2 kiamat sudah dekat itu adalah ketidak terbukaannya masyarakat terhadap kondisi orang2 disekitarnya.
peace
Comment by anita
Made Monday, 9 of July , 2007 at 8:26 pm
sabodo teuing film cokstro dpt 2 kancut di website ini krn yg bikin resensi emang homophobic. gue suka film ini, jarang yg angkat tema gay dgn pendekatan yg ringan. biarin aja kritikus di sini ngomong apa, yg pasti filmnya laris tuh n org yg nonton pada terhibur. nino fernandez elo beneran gay ? sini ama tante, pasti bisa sembuh he he he
Comment by 80fantasy
Made Monday, 9 of July , 2007 at 11:51 pm
stop ah debat soal gay lesbi di sini, pindah kapling, sono!
Yang soal pelem ini, kita kayaknya spakat ni filem ga da nilainya
Comment by BAR-BAR
Made Thursday, 12 of July , 2007 at 6:32 pm
coba yang pada ngritik itu pada bikin film, bisa jadi bagus n dipuji buanyak orang apa nggak, menang festival apa nggak, buktikan dong, jangan cuman pinter ngritik doank….., ayo berkarya,…
buat AFIF, semoga bisa lebih luas berpikir dimasa yg akan datang…..
Comment by Park Soo Choi
Made Saturday, 14 of July , 2007 at 8:13 pm
Kayaknya gw cukup beruntung kg jadi nonton ni pelem.
“Belanjalah di firma dagang Park Soo Choi!”
Comment by conkeh
Made Monday, 16 of July , 2007 at 12:00 pm
yo dude…am a gay…so wat gitu lohhhhh…not ur biz…n am happy with my life…fuck all munafik people…
yo lover_not_hater…i agree with ya
Comment by chielicious
Made Monday, 16 of July , 2007 at 2:15 pm
Entah kenapa tiap hari ngeliwat PI Mall gue selalu bete sama billboard gede buat promo film2 baru..banyak orang yang tertipu sama judulnya yah.. contoh lah si coklat stroberi ini.. kesannya chick dan modern sekali
*gue yang saking muaknya sama buku2 berjudul coklat2an dan stroberi2an dan kapucino2 dan apalah itu*
Oh dan tunggu sampai BBB the muvi tayang.. ¬ ¬
Comment by Afterglow
Made Wednesday, 18 of July , 2007 at 2:55 pm
@anita…
Yang bikin referensi homophobic??
Justru film ini menyinggung homo, seolah2 pesan moralnya adalah homo sebaiknya “disembuhkan”..
Whereas, ppl shud can just choose whoever they want to be, instead of menggarisbawahi mana yang benar dan salah secara subjectively.
And buat afif, banyak baca buku n buka mata lebar2, buka hati lo lebar2 biar pikiran lo ga sesempit sekarang…
Comment by viCiouSaiKo
Made Saturday, 21 of July , 2007 at 6:31 pm
pelmnya sinetron banget!!! Temen gue yang udah baca novelnya terus menerus bilang cerita pelm ini bagyus, tapi setelah nonton pelmnya gue menyesal. sebenernya gue lebih suka kalo konflik yang diangkat adalah gimana Aldhi menghadapi bokapnya yang enggak setuju kalo dia jadi guy (bokapnya itu George Rudy!!! Jadi pingin nonton sinetron saur sepuh. ditambah dengan adegan-adegan a la India kayak waktu adegan slow motion Nadia pas makan bakso, bikin gue merasa tambah menyesal.
Comment by just share
Made Sunday, 22 of July , 2007 at 4:00 pm
Pengin nimbrung lagi. Kalau ditelisik lebih jauh, memang film ini punya banyak kelemahan. Y, itung-itung ini karya debutan sutradara muda, Ardi Oktaviand yang berani mengangkat tema sensitif, gay. Boleh dibilang Coklat Stroberi merupakan film Indonesia kedua pasca Arisan! yang bertema gay secara eksplisit. Beberapa film sebelumnya juga sempat mengulik, namun hanya sekilas belaka. Bagaimanapun, Ardy sudah menampilkan ending yang dianggapnya happy, sebuah penawaran yang win-win solution. Semuanya happy, karena ‘merasa’ bakal mendapatkan jalur hidup yang disukainya. Meskipun bagi penonton sendiri, jalur yang ditempuh ini seperti menafikan identitas seorang gay. Selain itu, kentara sekali Ardy kurang bisa mengeksplorasi plot cerita yang sebenarnya lumayan bagus diangkat. Seperti konflik antara Aldy dengan ayahnya (meski singkat, George Rudy membawakan perannya dengan sangat ciamik) yang bakalan jadi inti film ini sesungguhnya. But, Ardy hanya menyelisipkan konflik ini sebagai bumbu belaka. Malah lebih concern dengan problematika cinta segitiga Aldy-Nesta-Key yang mengorbankan Aldy dan menafikan Nesta yang sebenarnya bukan straight, but he is actually bisexual! Dari segi akting, sayang banget yah..Mario Merdithia masih amatir banget, padahal dia lah pusat cerita yang potensial buat dielaborasi. Tapi, dia menampilkan secara standar dan cenderung flat. Dari keempatnya, dia-lah aktor paling baru. Di beberapa event yang sempat diundang, ketika diminta mempertontonkan aktingnya, Mario dengan canggung mengatakan belum bisa. Ups, pasti ada alasannya bukan kenapa Ardy, sang sutradara film menggunakan Mario untuk peran ini? Atau, hanya prasangka gw aja? Who knows…
Comment by nina
Made Thursday, 26 of July , 2007 at 10:41 pm
coklat stroberi
“film yang aga aneh but menyanagkan ada funnya juga…acting nadia yg bagus jd mendukung..mario loq cocok banget ya jd guy…
hehehehehe…….(serius loh)
nino di sini aga2 lebay bgt ya,secara bodynya doi ok tapi dapet peran gay sungguh memuakan!!!!!!tapi toplah daripada kaga.heheheh
justru vino yg cuma cameo doang asyik bgt di liatnya,malah gw pengen dia peran bgt di coklat stroberi movie
marsya dapet tu juteknya,jd keren2……
for upi sang sutradara……..
next filmnya jnn terlalu anak muda sekali,sangatttt……
kalo bisa yg ada pemikirannya,dapet ceritanya,tp teteup komedian ok!!!!!!!!!
4 all,good lahhhhhhhh………
“salam buat dance mario di coklat stroberinya yg bersama marsya and nadia.itu dance yg gokil gw suka”
Comment by Bex
Made Tuesday, 31 of July , 2007 at 4:50 am
Filem ini ‘penting’, lagi. Beneran!!! Gw punya 2 temen gay yg udah nonton film ini. 2-2 nya get impressed getto. Yang satu malah ada yang mau go back to the normal spot setelah ngedenger dialog nya Nino yang intinya “being gay merely has no future”.
gw gak tau kenapa sih pembuat review SI ini selalu ‘memaksa’ sebuah film masuk ke standart mereka. Who the hell are u, guys?!! I mean.. you just can’t ask a lil children how awesome “berbagi suami” has become. seorg peresensi harusnya memposisikan diri meraka senetral mungkin dan bisa ‘meminjamkan’ diri mereka untuk semntara menjadi tokoh yang diperankan di film. Thence, in the future lu harus banyak bertanya ke para gay dulu sebelum men-judge nih film politically-incorrect, Ok?!
Comment by kinney
Made Saturday, 11 of August , 2007 at 1:12 pm
Sumpah gw sebenarnya agak blank tentang film Indonesia tercinta. Bukannya gw sok ber holiwud ria tapi emang agak susah dapetin fim Indonesia tercinta yang ok’s bgt. gw lebih percaya instink gw saat ngeliat preview2x film itu. kalo gw gak sreg dari preview nya, gw bs jamin bakal seperti apa film itu. Dan alhamdulillah, selama ini instink gw bener. Terbukti dari review2x yang gw baca dari tadi. You should welcome me guys coz gw baru nemu situs ini, accidentally. Gara2x gw habis liat video klip nya ungu ada klip nya cokelat stroberi yang gw baru tahu ada ” G-A-Y ” nya. Sori juga baru ngeh coz ya itu tadi gw gak gitu ngeh sama “produk lokal” kecuali bener2x glowing or shinin’. Kuper banget yak? Minder jg sama x-an yang dah paham banget sama “produk lokal”.
Sebenarnya sebagai penggemar gay-movie ( liat aza nama gw )tadinya antusias banget sama film ini ( walaupun telat tau’nya ). gw jarang miss gay movies makanya gw kaget koq gw bisa gak tahu bout this movie?! But tnyt no wonder gw miss, katanya politically-incorrect ya? tapi gw tetap ntn this movie lah ( on vcd aza ) biar data base gay movie gw tetep ke-isi. Tapi gw yakin, film Indonesia tercinta masa kini yang membahas isu gay belum ada yang menandingi ke- hot- annya ” Istana Kecantikan ” nya Mathias Muchus & Nurul Arifin. Gw harap ke depannya para sineas Indonesia tercinta bisa bikin movie gay yang cerdas & masuk akal ( not politically-incorrect )biar gw gak miss lagi dengan film2x negeri kita yang tercinta ini.
Btw, meski gw gaymovie-frek, gw tetep straight, lho.
Comment by donNy
Made Monday, 3 of September , 2007 at 10:03 am
bgus bgt,,,,,,
Comment by Daddy
Made Wednesday, 5 of September , 2007 at 9:36 am
meski saya hanya tertarik pada sesama pria, tapi saya merasa bahwa masyarakat sekarang lebih kejam sama saya.
Kemanapun saya pergi selalu :
Dipaksa untuk “be yourself” (emangnya diri saya cuma ditentukan orientasi seksual saya?),
Dimaki homofobik (meski homosexual, tapi otak saya tidak dikuasai fobik, secara logis saya mengakui bahwa pabrik alat listrik manapun merancang steker untuk ditancepin ke stopkontak. Demikian pula Tuhan merancang Mr P dan Mrs V),
Politically incorrect (emang siape elo, ngaku2 jadi judges of the political rightness? wajar ‘kan dalam politik ada kubu2 yang bertentangan?),
Bukan kelainan lagi (untuk bisa dikatakan sebagai kelainan, salah satu syaratnya harus terbukti menimbulkan penyakit/kematian. Gay bowel syndrome itu salah satu buktinya),
Judgemental (plis deh, kalian bisa ngejudge org judgmental, berarti judgemental juga kan?),
Munafik (definisi munafik aslinya kan 180 derajat dari yang kalian pake di web ini?),
Subyektif (halo? aku ambil sikap ini dari kitab suci dan artikel ilmiah. apanya yg subyektif?),
Sudah eksis dari dulu kala (dan apa yang terjadi pada umat Luth as pada masa dulu kala?),
Banyak yg berprestasi (so? that’s not the issue)
shallow, dumb, dll yg semuanya adalah kata2 makian yg kejam.
Masyarakat kini bersikap amat kejam, diskriminatif, shallow, dumb, dll thd org2 spt saya yg butuh motivasi utk pulih.
Gay bisa berubah sikap, homoseksual bisa digeser ke heteroseksual. bacalah artikel di www.narth.com, atau di www.hijrah,uni.cc/
Comment by iq
Made Friday, 7 of September , 2007 at 1:41 pm
gw kesel bgt ditempat gw gak beredar coklat stroberi padahal gw pengen nonton itu film gw kan suuuuuuuuuuuuuka bangt dg nadia shapira buat yang cetakfilm banyak- banyak dunki biar puyn tempat gw jauh dari jakarta