Maaf, Saya Menghamili Istri Anda (2007)
Posted by Dodi Mahendra on Sunday, 24 of June , 2007 at 8:08 am
Monty Tiwa tidak harus meminta maaf pada siapa-siapa (seharusnya juga tidak kepada perserikatan keluarga Simamora yang menuntutnya untuk meminta maaf atas penggunaan marga mereka di film ini). Maaf, Saya Menghamili Istri Anda adalah sebuah komedi yang cerdas dan menyenangkan.
Setelah menyerahkan skrip-skripnya untuk disutradarai Rudi Soedjarwo (dan the much less-talented Indra Yudhistira), kali ini Monty menyutradarai sendiri ceritanya. Dan hasilnya ternyata jauh lebih baik dari film-filmnya yang disutradarai kedua sutradara itu.
Dibyo (Ringgo Agus Rahman, dalam penampilan yang hampir me-reset ke-overeksposannya) adalah seorang pecundang. Jadi figuran di beberapa film low budget, dia sudah lebih spak dari bintang film paling kondang. Dan ketika dia mendapat satu masalah besar yang berkaitan dengan seorang perempuan (Mulan Kwok, who’s not bad), usahanya untuk menyelesaikan masalah malah menyeretnya into deeper shit.
Setelah openingnya yang sangat pintar yang membuat kami terbahak-bahak, film lanjut dengan joke-joke yang hampir sama lucunya. Monty punya comedic timing yang sangat kuat. Ditambah lagi, para pemainnya mampu mengikuti irama komedi Monty, terutama new-comer Rizky Mocil yang main jadi sahabatnya Dibyo. Shanty juga layak diacungi jempol sebagai gadis batak, 180 derajat berbeda dari penampilannya yang kuat sebagai femme fatale di Kala.
Sayangnya, sebagai film komedi Maaf Saya Menghamili Istri Anda kurang solid karena ada beberapa bagian yang melodramatik (kecenderungan yang selalu kami dapati dari skenario-skenario tulisan Monty), lengkap dengan music score yang didayu-dayuin. Dan film ini bisa jadi lebih baik jika tidak dikerjakan dengan terburu-buru (film ini adalah satu dari proyek suting 7 hari Monty Tiwa/Rudi Soedjarwo). Karena dengan hasil teknis seperti itu, film ini bisa saja ditandingi oleh, misalnya, Bajaj Bajuri yang juga pernah sama lucunya. Seharusnya film bioskop memang lebih cinematic dari film TV. Kan kita beli tiket. Mesti beda dong, ah.
Tapi overall, ini adalah debut penyutradraan yang menjanjikan dari Monty Tiwa.

Penulis/Sutradara: Monty Tiwa
Pemain: Ringgo Agus Rahman, Mulan Kwok, Shanty, Rizky Mocil, Eddie Karsito.
Produser: Rudi Soedjarwo, Novi Christina
Produksi: Sinemart Pictures
Category: Review
- Add this post to
- Del.icio.us -
- Meneame -
- Digg
Comment by alfastudiobatam
Made Sunday, 24 of June , 2007 at 2:21 pm
wa…ga tau nih film kaya apa…blum nonton si..
tapi iklan di tipinya ga bgt..
- perasaan orang batak ga gitu amat deh kakunya…
- sekilas akting si ringgo kaya pasaran aja jadinya…lah..lah..lah
entah lah…
mudah2an nonton d nanti saya..
Comment by sekutu Bayu Bergaswaras
Made Sunday, 24 of June , 2007 at 4:08 pm
(sigh)
Gw kehialngan kepercayaan gw ke SI…
ga gw sangka SI memebela fil myang sama sekali gak lucu ini..
Nowadays,these guys from SI aren’t objective anymore…
they prefer their self-taste than judge overall the movie that they reviewed…
Comment by M Fahmi Aulia
Made Sunday, 24 of June , 2007 at 6:00 pm
filmnya lumayan lucu…tapi ada beberapa catatan…gw bahas beberapa diantaranya di sini.
Comment by afif
Made Sunday, 24 of June , 2007 at 6:49 pm
hah?? dapat bintang2… plis deh mas… pilem aneh gitu harusnya dapat kolor 10 ! seleranya rendah banget…
Comment by verde
Made Sunday, 24 of June , 2007 at 8:12 pm
Belum nonton nih…jd no coment!!!
tp komedi trus ada ringgo lg,agak ngebosanin sama formula kayak gini!!!
duh gue rindu bgt film-film Nan t achnas, christin hakim…
tema keseharian tp dengan skenario kuat dan acting luar biasa
kapan lg bisa berjaya di festifal film international klo
film2nya satu tema kayak gini…..dan penggarapan seadanya
mending nonton filM hollywood yg keluar this sommer pas liburan pula ada FUNTASTIC 4,THE TRANSFORMER, HARRY POTTER….lebih asyik….
Comment by Fansi
Made Sunday, 24 of June , 2007 at 8:32 pm
blom nonton, tapi ngeliat ringgonya rada males. sepertinya dia terjebak untuk menjadi dia yang diharapkan penonton, bukan dia apa adanya. tapi kalo kata SI bagus sih, mungkin bisa dicoba, tapi VCD ato DVDnya aja ah. bdw jalan ceritanya kok gak diceritain sih? kan pengen tau ceritanya…
Pingback by Ujian Akhir « Howdy, Fansi
Made Sunday, 24 of June , 2007 at 9:26 pm
[…] Besok ujian lagi, hafalan sertifikasi (kebiasaan buruk anak kampus gw), dan sejauh ini gw cuman browsing internet doang tanpa bener-bener ngafalin soal. Gw lagi ngecek segala macem tentang film Maaf, Saya Menghamili Istri Anda, yang judulnya aja udah menjadi semacem polemik di kalangan masyarakat sini. […]
Comment by ichsan
Made Sunday, 24 of June , 2007 at 10:20 pm
wah agus lagi..agus lagi
kayaknya si Agus (ringgo) belum bisa lepas dari karakternya di Jomblo, yang mana merupakan comotan (yang jauh dari lucu) dari karakternya John Dorrian di Scrubs
kalo filmnya sih lumayan bagus, cuman si Shanty yang berbahasa batak agak mengganggu, temanku aja dari Batak (Medan?)satu bulan diSurabaya sudah bisa ngomong janc**,kesannya jadi ngga natural (atau mungkin di sengaja supaya lucu, padahal ngga lucu menurutku)
maaf kalo ada yang tdk berkenan di komentarku…
Peace
Comment by moviefreak
Made Sunday, 24 of June , 2007 at 10:23 pm
Oh my God, SI dibayar berapa ya tuk kasi bintang ama ni film???, gila man, kualitas gambarnya aja kayak sinetron gitu, udah gitu soundnya banyak yg annoying banget di telinga.. suara Shanty waktu nangis ke Ringgo kegedean tuh!, editingnya kaco, actingnya gak bikin greget, ceritanya terlalu mengada-ada.. GAK LUCUUUU!!!!. Untuk kategori FTV aja ni film masih berhak dapet 5 kancut lebih!!!.
Come on SI, u must be joking right.. gue jd pgn bikin film “Mendadak Bego”, terinspirasi oleh SI..
Comment by iamsterdam
Made Sunday, 24 of June , 2007 at 10:49 pm
Comment by afif, 24 of June , 2007 at 6:49 pm:
hah?? dapat bintang2… plis deh mas… pilem aneh gitu harusnya dapat kolor 10 ! seleranya rendah banget…
hmm… untuk seseorang yg ngasih 4 bintang ke filem “How to make a monster” (see here), ga heran deh kalo ini film dibilang berselera rendah.
and no, i’m not being cynical ;p
Comment by Anti_Reno
Made Monday, 25 of June , 2007 at 12:09 am
menyedihkan..
Comment by Anti_Reno
Made Monday, 25 of June , 2007 at 12:12 am
ada yang ktinggalan, hati2 nonton felm sampah secara terus menerus. hal ini bisa menyebabkan penurunan selera yang lumayan signifikan. ga tau bisa diobatin atau nggak..
Comment by kriWW
Made Monday, 25 of June , 2007 at 8:33 am
OMG?? bintang??
yah, menurut gw lucu sih, kyk scary movie gitu… mungkin maksud film ini pgn nyaingin plesetan misteri dan plesetan2 lain di tv kali… ok, saya maafkan,,
Comment by yhanuar
Made Monday, 25 of June , 2007 at 9:54 am
Gw baru smalem nonton film ini. Gila, ga nyangka SI ngasih bintang 2. Nih film ga jauh beda ama mengejar mas-mas. Gw malah lebih banyak ketawa di MMM dah. Mungkin bintang 1 (atau kancut 1) lebih layak kali ya. Sebagai komedi emang kurang padet dan kurang dinamis aja pacing-nya. Monty lebih bagus waktu bikin FTV Ujang Pantry.
Duh, Rudi/Monty emang lagi doyan banget (atau terpaksa???) bikin lowbudget movies ya? Nih film baru dua bulan lalu mulai suting, eh tiba2 dah kelar dan langsung tayang di bioskop. Bener2 kejar tayang banget sih….
Comment by Aveline Agrippina
Made Monday, 25 of June , 2007 at 10:05 am
Kayaknya sejak Ringgo main di JOMBLO (yg bener2 Jomblo), jadi laris tuh orang.
Mungkin krn dy punya muka yg unik & berkarakter untuk bermain di komedi gitu
Namun film ini banyak menghadirkan nama yg terpaksa berbunyi tilt sampe beberapa kali
Tapi memang tidak banyak mengganggu jalan filmnya
Mulan? Emang terlalu centil sih. Walau begitu memang dia pantas untuk bermain d film yg centil2 gitu. Kok mau aja sih jd istri preman????
Comment by fufu
Made Monday, 25 of June , 2007 at 12:25 pm
Film yang tak terduga sangat lucu dan menghibur….dua setengah bintang…wajar koq…
Lebih punya tujuan dan makna daripada mengejar mas - mas…beneran. Satu bioskop pada ketawa ngakak kemaren sore, terlepas dari segi tekhnis dan penggarapan yang terburu - buru…film ini cukup entertaining.
Tapi kalo boleh kritik, sebagai orang batak, logat-nya Butet dan Lamhot agak terlalu over (gak semua huruf e dilafalkan seperti e dalam kata “setan”, pasti Ferry ngerti lah
, aku juga keturunan Siregar)yang terkesan natural itu cuma si Marudut adiknya opung si Julius Sitanggang…hehehe…Tapi bahasa tubuh Shanty itu udah dapat banget batak-nya…apalagi kalo dia udah ngakak dan ketawa…aku jadi ingat sodaraku yang dari Sipirok dan P. Sidempuan
Buat Ichsan, orang batak yang lahir dan tinggal di Medan itu nggak semuanya bisa berbahasa batak dan berlogat batak, hanya orang yang diluar Medan saja yang masih menggunakan bahasa batak dan logat batak, jadi wajar aja kalo Butet dan Lamhot yang dari kampung batak masih kental logat bataknya, opung dan sodaraku (yang lahir dan besar di tanah Batak) yang udah tinggal lama di Jakarta, logatnya juga masih sama seperti orang batak lainnya koq.
Yang pasti film ini dibuat untuk menghibur penonton, dan menurutku udah berhasil, gak terlalu menggurui dan nggak sok pintar…aku suka. Setidaknya ketika membeli tiket, kita akan berharap mendapatkan komedi, dari pada nonton film horor tapi dapatnya komedi…bingung kan…????
Buat Misscheerful dan Dorothedebat….yup…Quickie Express dan The Photograph will be something worth to wait…hope so…
Akhirnya senyum lagi deh…:)
Comment by fufu
Made Monday, 25 of June , 2007 at 12:26 pm
Film yang tak terduga sangat lucu dan menghibur….dua setengah bintang…wajar koq…
Lebih punya tujuan dan makna daripada mengejar mas - mas…beneran. Satu bioskop pada ketawa ngakak kemaren sore, terlepas dari segi tekhnis dan penggarapan yang terburu - buru…film ini cukup entertaining.
Tapi kalo boleh kritik, sebagai orang batak, logat-nya Butet dan Lamhot agak terlalu over (gak semua huruf e dilafalkan seperti e dalam kata “setan”, pasti Ferry ngerti lah
, aku juga keturunan Siregar)yang terkesan natural itu cuma si Marudut adiknya opung si Julius Sitanggang…hehehe…Tapi bahasa tubuh Shanty itu udah dapat banget batak-nya…apalagi kalo dia udah ngakak dan ketawa…aku jadi ingat sodaraku yang dari Sipirok dan P. Sidempuan
Buat Ichsan, orang batak yang lahir dan tinggal di Medan itu nggak semuanya bisa berbahasa batak dan berlogat batak, hanya orang yang diluar Medan saja yang masih menggunakan bahasa batak dan logat batak, jadi wajar aja kalo Butet dan Lamhot yang dari kampung batak masih kental logat bataknya, opung dan sodaraku (yang lahir dan besar di tanah Batak) yang udah tinggal lama di Jakarta, logatnya juga masih sama seperti orang batak lainnya koq.
Yang pasti film ini dibuat untuk menghibur penonton, dan menurutku udah berhasil, gak terlalu menggurui dan nggak sok pintar…aku suka. Setidaknya ketika membeli tiket, kita akan berharap mendapatkan komedi, dari pada nonton film horor tapi dapatnya komedi…bingung kan…????
Buat Misscheerful dan Dorothedebat….thank you, yup…Quickie Express dan The Photograph will be something worth to wait…hope so…
Akhirnya senyum lagi deh…:)
Comment by Indie_ana Jones
Made Monday, 25 of June , 2007 at 12:46 pm
nonton ngga ya?? kok males ya, bisan males liat Ringgo males liat Mulan juga *uuh komen ngga penting*
Comment by Togog
Made Monday, 25 of June , 2007 at 12:52 pm
film ini lumayan menghibur dibanding film produksi dari Shanker Inc. dengan horor urban legend-nya (kasihan juga piala Citra-nya dicabut gara-gara jadi plagiator untuk music score-nya). Belum pada liat film ini tapi kok udah under estimate (istilahnya Tukul). Dalam film pasti ada aspek hiburan, bisnis, teknis, kualitas sdm dan juga misi yang ingin sampaikan, sebagai penonton kayaknya harus tau deh. Gue gak belain siapa-siapa. Anyway Bravo Sinema Indonesia.
Comment by Death Berry
Made Monday, 25 of June , 2007 at 2:04 pm
Hmm….begini.
Saya baru saja melihat bagainman film ‘Shrek 3′ membuat gila para penonton ketimbang ‘MaSMIA’(Maaf Saya Menghamili Istri Anda). Tapi bukan dari teknologinya, apalagi karakternya. Bukan. Bukan.
Film tersebut lebih menonjolkan motivasi untuk menghadapi hidup dan pesan moral yang baik untuk semua umur, ketimbang film ini.
Kalau saya lihat, mereka (Dreamworks) jauh lebih berniat membuat film (Bukan hanya film-nya yang sangat Hi-Budget, namun karena kualitasnya pun sangatlah bagus), sedangkan MaSMIA dan film - film Indonesia lainnya cenderung mengharapkan budget yang rendah dengan mengorbankan berbagai aspek, yang saya kira penting.
Maka dari itu, saya sangat mengetahui apabila kualitas film Indonesia sekarang jauh menurun ketimbang beberapa tahun lalu, dimana ‘Ca Bau Khan’ pernah mengharumkan nama Indonesia dimata perfilman Internasional.
Nah. Begitu.
Comment by tegar
Made Monday, 25 of June , 2007 at 2:50 pm
hahahaah… afif, bisa nyela SI punya selera yang rendah banget.. padahal yang ditonton cuma sinetron jiny oh jiny,si entong sama doraemon… ckckckckc gw jadi gak bisa ngomong.. asal jeblak aja tuh orang hehehe… ups sory kok bukan ngomentarin film ini,.. buat gw yang berkesan di film ini ya marudut sama jon tetangganya dibyo… pas aja…
Comment by afterglow
Made Monday, 25 of June , 2007 at 3:29 pm
Gw setuju kok sama SI…
I kinda like dis film, emang bukan film yg buat gw jumping up n down, tapi openingnya jenius bgt, kocak banget!! \
Overall, it was pretty entertaining n lumayan lucu.
And i think Shanty stole the show.
So yeah, i liked it.
Comment by Misscheerful
Made Monday, 25 of June , 2007 at 3:30 pm
hemmmmmm….
lom nonton…. jadi males posting tp berhubung commentnya banyak jadi penegn ikut posting…
pertama gw liat iklannya di tv…. kek ga niat nonton aq! kliatan gambarnya jelek dan settingnya kayak setting bajaj bajuri ya…???
tp liat commentnya SI jadi penegn liat tp tar aj de minggu depan yg penting janagn lupa aj nonton the photograph….. /haha
dan yg paling gw tunggu Quickie Express…. cepet tayang! ga sabar aQ nonton trio Tora Sudiro (males banget klo akting jayus kek di Extravaganza), Aming (i love u whoever u are) ama Lukman Sardi (not gay at all)……
Comment by Misscheerful
Made Monday, 25 of June , 2007 at 3:32 pm
hemmmmmm….
lom nonton…. jadi males posting tp berhubung commentnya banyak jadi penegn ikut posting…
pertama gw liat iklannya di tv…. kek ga niat nonton aq! kliatan gambarnya jelek dan settingnya kayak setting bajaj bajuri ya…???
tp liat commentnya SI jadi penegn liat tp tar aj de minggu depan yg penting janagn lupa aj nonton the photograph….. /haha
Quickie Express…. cepet tayang! ga sabar aQ nonton trio Tora Sudiro (males banget klo akting jayus kek di Extravaganza), Aming (i love u whoever u are) ama Lukman Sardi (not gay at all)……
Comment by Misscheerful
Made Monday, 25 of June , 2007 at 3:35 pm
hemmmmmm….
lom nonton…. jadi males posting tp berhubung commentnya banyak jadi penegn ikut posting…
pertama gw liat iklannya di tv…. kek ga niat nonton aq! kliatan gambarnya jelek dan settingnya kayak setting bajaj bajuri ya…???
tp liat commentnya SI jadi penegn liat tp tar aj de minggu depan yg penting janagn lupa aj nonton the photograph….. /haha
cepet tayang! ga sabar aQ nonton trio Tora Sudiro (males banget klo akting jayus kek di Extravaganza), Aming (i love u whoever u are) ama Lukman Sardi (not gay at all)……
Comment by Afterglow
Made Monday, 25 of June , 2007 at 4:51 pm
Quickie Express insya allah bulan Novemberan…
And its gonna be Funny As Hell!
Another smart script from JA
Comment by Afterglow
Made Monday, 25 of June , 2007 at 4:53 pm
Quickie Express insya allah bulan Novemberan…
And its gonna be Funny As Hell!!
Another smart script from JA
Comment by dozus
Made Monday, 25 of June , 2007 at 5:16 pm
kocak nontonnya, tapi sayang kualitas filmnya bukan kualitas bioskop
Comment by uninstall
Made Monday, 25 of June , 2007 at 5:52 pm
hmm….ringgo..?
bagus maennya di ujang pantry tapi kasian jg sih, udh terlalu over exposed…produser2 broadcast emang kejem…
tp gw blm nonton…
Comment by Neng Production (PH baru Rudi Sujarwo)
Made Monday, 25 of June , 2007 at 6:16 pm
Wakakak… Tahu gak kenapa Rudi menyerahkan penyutradaraan film ini ke Monty Tiwa? Karena dia gak berani nyutradaraiin secara dalam kehidupan nyatanya dia emang ngehamilin istri orang jadinya gak enak kan kalau dia yang jadi sutradaranye. Makanye blaga kawin siri buntutnya dikawinin beneran tu bini orang gara-gara hamil dan sekarang bikin prodution baru namanya Neng Production karena si Eneng bawa hoki pelem-pelemnya doi katenye…. Pocong dua kan laku gara-gara si Eneng katenye ye bang Rudi? Kenape bang, takut premiernye didatengin mantan suaminye si Eneng lage kayak waktu premirenye Pocong 2 ye? Cacian deh lu…. muke lu ketakutan kayak liat pocong beneran waktu itu.
Comment by nuu
Made Monday, 25 of June , 2007 at 7:35 pm
nah, review yg begini nih… yg bikin gw penasaran pengen nonton.
gw sempet ngira ni pilem bakal dapet kancut.
besok nonton ahhh…
Comment by moviefreak
Made Monday, 25 of June , 2007 at 9:48 pm
jangan nonton, tunggu di TV aja, bentar lagi nongol kok.. ini film emang niatnya buat di TV, terus coba2 dibioskop dulu tuk nambahin uang saku, kalo gak lakuya ya udah, emang niatnya buat ditayangin di TV kok… (he2 ngarang)
Orang kualitasnya aja kayak FTV kok.. (ini baru beneran!)
Comment by surya
Made Tuesday, 26 of June , 2007 at 11:21 am
gw setuju deg kalo openingnya ok ceritanya juga ok deh. ok juga deh dengan budget yang minim (pake HD udah bisa buat bioskop toh. Tu Pake HDV HVR Z1 kan ya?). Tapi jangan bikin gambar yang amatiran gitu donk. Please!!! focusnya aja suka gak jelas. Terus ngambil gambar kayak bikin dokumentasi kawinan yang lebih amatiran dari yang biasa-biasa aja.
Comment by harjo
Made Tuesday, 26 of June , 2007 at 1:34 pm
seperti yang dibilang Mr. Clekit..
Maaf, Saya Tidak Akan Menonton Fim Anda
Comment by Potato_King alias pembenci titit(yaph..i hate you)
Made Tuesday, 26 of June , 2007 at 3:26 pm
AMIT-AMTI SIH..si,apa yang terjadi dengan kalian????
Film gak mutu gini disamain ama maskot ynag kocak abis(Dulu maskot nilainya 2 1/2 bintang kan?)
Comment by just an ordinary guy
Made Tuesday, 26 of June , 2007 at 3:33 pm
Gw dah nonton film ini。Dan menurut gw lucu bgt!! Walaupun gw gak setuju untuk ngasih sampe 2 1/2 bintang. 1 bintang aja cukup deh kayaknya. Soalnya kualitas gambarnya tuh jelek abis!!! Shoot-nya banyak yg gak jelas dan gak enak. Terutama scene yg close-up mulut itu (and I’m not talking about toothpaste). Kayak anak SMA yg coba2 bikin film gitu.
Tapi yg patut dipuji, komedinya dapet bgt! Satu bioskop (termasuk gw) ketawa ngakak di hampir semua scene lucu. Gw setuju sama SI kalo Monty Tiwa punya comedic timing yg kuat. Kalo banyak yg bilang ceritanya ngasal, gw mau ngutip kata2 Shanty di salah satu infotainment : “Ini cuma komedi ringan, jadi jangan dianggap serius!” (or something like that.)
Intinya gw sangat terhibur sama film ini, walaupun kecewa sama kualitasnya secara teknis.
Comment by nico
Made Tuesday, 26 of June , 2007 at 5:19 pm
No comment soal filmnya, soalnya belum nonton (dan sepertinya memang tidak berminat)… Saya suka Ringgo dan Shanty, tapi tidak dengan Mulan! Soalnya sempat lihat aktingnya di sinetron yang juga dibintangi Baim Wong (yang aktingnya juga jelek!), bikin eneg. Yah, begitulah ocehan saya. Buat SI, alhamdulillah, bertambah lagi film bagus di mata kalian.
Comment by Omfeb
Made Tuesday, 26 of June , 2007 at 7:16 pm
udah saaatnya kita kembali tertawa………………..yang pasti ketawa di film ini harus lebih keras di banding film-film laen yang ditulis oleh Monty.
ini humor cerdas, bukan bajaj bajuri yang di bilang dodi, angle kameranya aja jauh lebih baik di banding bajaj bajuri…segi kreatifnya juga jauh beda dengan bajaj bajuri. walaupun,,,,,,gue ngerasa ini film kayak bukan filmnya MONTY YIWA, kenapa? karena dari segi tata sinematografy, warna, musik dan laennya. film ini menggambarkan banget seorang RUDI SOEDJARWO. mungkin emang gak salah juga kenapa film ini roh-nya bener-bener rudi, karena, nih film emang masih di bawah tangan rudi ,walaupun enggak seutuhnya.
ini komedi yang cerdas, sama kayak NAGA BONAR JADI 2. hanya berbeda sosial yang diangkat aja.
2 bintang udah oke, untuk nyambut calon director, yang benar-bener ingin membuat film. (semoga MONTY tak sampai kerjasama dengan SHANKER)
amiiiiiinnnnnnn…………
Comment by Odi
Made Tuesday, 26 of June , 2007 at 9:49 pm
Pas adegan yang diplesetkan dari adegan di Gangs of new York (atau genre film perang geng lainnya) saat mau baku hantam antar geng, soundtracknya yang lagu Batak itu judulnya apa ya ? Keliatannya mirip sama soundtrack di nagabonar 1, dengan aransemen dan penyanyi yang berbeda.
Comment by raVeNsKa
Made Tuesday, 26 of June , 2007 at 9:56 pm
ah gw suka ko filmnya..lucu lg,,dibanding pelem² low budget rudy yg laen mendingan ini kmana² lah..
krn lucu itu gw jd memaafkan kekurangan²nya ky gambarnya yg jlek,scene yg suka bikin jijik,dialog yg kadang suka klamaan,fakta² yg g masuk akal,wig mulan yg aneh bgt,ending yg kburu² truz….ko byk ya kekurangannya??!! well…tp krn lucu itu jd smua termaafkan,,yg penting lucu period.
Comment by don
Made Tuesday, 26 of June , 2007 at 10:35 pm
lucu abizz,tapi memang kualitas gambarnya jelek banget….@neng production] serius tuh si rudi disamperin sama mantannya si neng waktu premier pocong 2, kalo bener …..kaciaaan deh loe rudi….
Comment by NoNtOn_YuuK
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 12:31 am
Film yang MenGhibur..Tapi sEkedar saRan,jaNgan jadi kayak sinetrOn ah cerItanya meLankoLis begiTU..RinGan yah Ringan AJa..Ga uSah Pake PesaN mOraL segaLa..
Comment by Hutomo Bayu
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 12:36 am
Maaf OOT. Ada teaser Quickie Express nih. He he he he… Enjoy.
Comment by Dito Bukan Siapa-siapa
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 12:48 am
hufff…. ak habis pikir deh..
kenapa SI ngasih bintang sama film ini..
sumpah.. aku mikir SI jadi hilang soul-nya habis kasih review film ini..
SI..SI..
Bangun dunk… Sadar…!!!!
Film ini tuh gak ada lucunya.. mutunya.. sama sekali..
Jujur nuh.. aku nonton film ini gara2 baca review ini wktu pertama kali muncul..
Comment SI tu bikin aku tertarik buat nonton film ini..
Jadi kecewa bgt habis nonton kan..
kecewa udah nonton..
kecewa udah baca review SI ttg film ini..
SI..SI…
plis deh…
Comment by Dito Bukan Siapa-siapa
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 1:23 am
Yuppp..setuju sama Death Berry…
menurutku malah hampir gak ada pesan moral di film ini..
duhh…tapi bagian mana ya.. yg ada pesan moralnya..
gak ada ding kayaknya..
ada gak sih..??
jadi pusing nh nginget2 film ini lagi…
cape…dhh….
Comment by Dito Bukan Siapa-siapa
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 1:28 am
Oia….
Sebuah Film Komedi dari Monty Tiwasusopokuijenenge…
Film Komedi??
Gak bgt dah…
*sorry… cuma ungkapan kekecewaan aja*
tapi silahkan berapresiasi sama film ini…
Viva Film Indonesia… hiks..hiks…*antara optimis dan pesimis..*
Comment by sonny
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 8:35 am
duh film ginian dapat dua bintang?
sakit mata!
Comment by Mercie
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 11:39 am
Oh my God, SI dibayar berapa ya tuk kasi bintang ama ni film???, gila man, kualitas gambarnya aja kayak sinetron gitu, udah gitu soundnya banyak yg annoying banget di telinga.. suara Shanty waktu nangis ke Ringgo kegedean tuh!, editingnya kaco, actingnya gak bikin greget, ceritanya terlalu mengada-ada.. GAK LUCUUUU!!!!. Untuk kategori FTV aja ni film masih berhak dapet 5 kancut lebih!!!. (tulisan org nih, tapi gw plagiat)
Ho-oh bener, seharusnya dapat 109 cangcut.
Ah SI udah di SOGOK nih…….Kayaknya SI udah mulai nih, mulai2 mata duitan.
.
Comment by bakarshanker
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 2:43 pm
rudi mengejar apa sih di film ini? sebel lihat hasilnya nih film. Ringgo, akan menjadi next Tora SUdiro? banyak dipake, setelah itu akan membosankan, karena mirip dian sastro, dia memerankan dirinya sendiri.
ah, film garing. tertawa pun hanya dikulum
Comment by brubah!
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 4:57 pm
set dah..
jimblo dikasih kancut, tp ni film dikasi BINTANG?
BINTANG?
BINTANG?
gak salah ketika kan?
gak terima neh aku klo nih film lebih bagus dr jomblo (klo dibandingin dr sisi entertaining. kalian dari tadi ngomongin entertaining terus kan?)
duhh, ak semakin bingung dengan cara org menilai sebuah film. sebenernya yg bener tuh gmn to?
kok dari dulu sebuah film yg udah ak anggap cukup bagus, ADAAAAAAAAAAA aja yg bilang jelek.
asem.
oke, aku bukan sapa2, meskipun gitu aku kan juga punya OTAK, MATA, dan PIKIRAN juga..
bisa mikir lah..
mana yg objektif mana yg enggak objektif..
a.k.a subjektif
tp klo buat film ini..
dapet bintang?
GAK TERIMAAAAAAAAA!!!!!!!
Comment by HARJO
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 6:40 pm
Well, satu lagi film yang diproduksi ph pemegang rating no 1 sinetron saat ini. Gw bingung sm para investor dlm negri yg seharusnya membuat industri film Ind mkn bgs tp tnyata mlh menarik selera pasar ke standarisasi sinetron. Padahal menurut gw, kl tayangan tv maju otomatis film jg maju demikian jg sebaliknya. Takut sinetronnya nggak laku krn perbandingan mutu atau gmn? Bt Gw, denger setiap film indo yg bagus investasinya hrs dr luar negri atau perseorangan (nggak tau bikin film padahal), kpn bs maju? Gw jg bingung sm film maker yg rela ngerusak karir dan kwalitas filmnya sendiri (Rudi Soedjarwo n gank) yg penting duit masuk trs. Shangker, Ram, Leo dll pleaseee… tolong jangan bikin jati diri film Indo jd kampungan dan rendah hanya krn lo smua maruk duit… Nt yg kasihan mlah penerus lo krn hrs bayar hutang2 moral ke Nusantara ini. dan buat sineas Indo, tolong lo smua pikirin identitas film Indo yg udah dibentuk sm senior2 dulu jgn dirusak krn lo koleksi DVD2 film asing yg aneh dan dgn pengetahuan plagiat udah mikir lo smua jenius. Gw kangen nungguin film Indo yg orisinil, nasionalis, dan berani….
Comment by Reno
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 7:22 pm
Akhirnyaaaaaahhh……
Comment by Karina Nurunnisa
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 8:57 pm
gw ragu nih skarang ama SI…
film kaya gini dapet bintang??
masyaaa olooooo…
lagian aktingnya kaku gitu..
gambar banyak ga fokus gitu…
cerita juga begitu..
standar sinetron kejar tayang..
SI napa sih?
Comment by tando-wi yahya
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 9:22 pm
yah…mnurut gw ya neh film kocak bgt…btul komedi cerdas tpi menurut nilai neh film sbenernya…
1 KANCUT!!!
yak…
1 KANCUT!!!
mngapa???
karna…
1.kocak bgt…sampe ada scene “org-mirip-rudi-soedjarwo”(kyknya) yg bikin film “kuntilanak abg”
2.pas gak ada kocaknya…gw jd males ntn…soalnya gambarnya sm suaranya bikin jenuh…jd grafiknya naik turun
3.ringgo,shanty,lamhot,sitanggang uda kocak walopun mnurut gw sitanggang jayus pas nyanyi2 ga jlas…en cara ngomong lamhot ma shanty bataknya trlalu maksa…tpi akting uda bagus loh…
4.bener…kalo ga buru2 aja…neh film bs 3 bintang soalnya bnyk scene yg bs dievaluasi…bahkan nenek2 aja bs ngira2 mn yg jelek mn yg kgk…(kyknya)
5.mindah2 daerah sak karepmu dewe jd kyk gak ad critanya…
6.debut monty tiwa…
7.bnyk trlalu trlihat potongan yg dprotes org batak…dr nama miranti sopo kowe sama shanty pokoke nama lengakapnya pas disebutin pas lamaran…ngebuat jenuh…
8.bnyk harapan gw yg pupus stelah ntn film ini…
9.hei dodi…ada apa ini???biasanya kritikan lo mantep…kok langsung ngedrop gini…
—————————————————————–
mnurut gw ini ga mo nyaingin nagabonar jadi 2 ah(soalnya gw blom ntn nagabonar 1)…tpi cm masukin batak walopun gw blg mengecewakan en tdk-trlalu-brlebihan-gagal…
itu reno mksud akhirnya seneng akhirnya SI di kecewakan ato karna SI akhirnya ngasih 2,5 bintang sm maaf saya menghamili istri anda???
tpi uda ah reno diem aja…
Comment by tando-wi yahya
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 9:45 pm
satu lg…film ini berada di tgn yg slh…
Comment by tando-wi yahya
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 9:45 pm
Comment by DOROTHEA-DE-BATE
Made Wednesday, 27 of June , 2007 at 10:17 pm
kayaknYa Review ini Pantas diberI sub-judul:
“the fall of SI”
Menuangkan selera sendiri ya gak pa-pa ,so-so aja,tapi kalo SI objektif,selain daripada kelucuannya,MSMIA :
-Akting satu(Ringgo saves the last one)
-Di-edit dengan NOL
-Suara NOL
-Musik NOL NOL NOL
Trus pantas dikasi bintang ?
Comment by moviefreak
Made Thursday, 28 of June , 2007 at 1:57 am
hahaha, 7 kancut untuk commentnya SI kali ini… payah ah!
Comment by Da
Made Thursday, 28 of June , 2007 at 4:47 am
dodi mahendra baru2 sering hang out kali sama sih monty tiwa, biasa sok “hipster”
Comment by Shanker Pagayo
Made Thursday, 28 of June , 2007 at 7:21 am
iya…ada apa neh dgn SI?film kaya gini bs dapet 2 bintang?menyedihkan sekali…kalian mengecewakan penggemar kalian tau!!!!!!
Comment by cahbagus
Made Thursday, 28 of June , 2007 at 11:11 am
lepas dari teknis, film ini oke kok..
yah, walo agak berlebihan juga sih kalo gw bilang sbg film komedi indonesia terkomedi.
tapi beneran… lucu abis. dan lucunya ga bodoh
tapi.. saking lucunya, utk adegan yg sendu yg harusnya bisa buat haru malah ga dapet (gw rasa cm itu aja kekurangannya)
satu bintang cukup sih (ga rela aja film ini dpt bintang lbh byk dr 3HuS)
salut jg untuk adegan tribute to warkop d-k-i (pas itu tuh, preman ga abis2nya kluar dari bajaj)
Comment by brian
Made Thursday, 28 of June , 2007 at 11:28 am
Klo situ mau gak terima juga silakan..
Orang bebas berpendapat kan?
Toh dalam komen2 di atas2, ada juga yg ngerasa film ini lucu.
Dan kenapa mesti banyak yg nuduh SI dibayar utk membaguskan review film ini?
Dengan tuduhan tak beralasan seperti itu, sah2 saja kan klo misalnya gantian SI yg nuduh kpd kalian, “Dibayar berapa utk menjelek2kan film ini?”
Comment by HARJO
Made Thursday, 28 of June , 2007 at 1:19 pm
Gw jg nunggu tuh photograph, smg di flmnya yg terakhir ini Nan bs ksh film Indo yg bener2 film Indo bkn kayak gw ntn film2nya Zang Zi Mou atau Hao Sia Sen. Yang pasti smg logat bicara dan kebudayaannya jelas Indo bkn ngasal. Hbs film2nya yg dulu slalu ngasal dan nggak diperhatiin. Sepertinya nan itu bkn asli Indo ya?
Comment by Afterglow
Made Thursday, 28 of June , 2007 at 4:06 pm
Pasir Berbisik filmnya Nan kok…..
Comment by Afterglow
Made Thursday, 28 of June , 2007 at 5:04 pm
Kenapa pd marah2 sama SI semua yaa? Hehehe lucu….
Biarin ajalah SI kasih 2 bintang buat MSMIA, toh ini juga websitenya SI… Bukan begitu bukan?
Kebetulan gw setuju sama SI ttg film ini,
tapi kalopun gw beda pendapat ya ga papa juga hehe
lucu bgt aja ngeliat semuanya pada bereaksi gini
Comment by lovable
Made Thursday, 28 of June , 2007 at 5:13 pm
gue males mau nonton liat behind the scene nya aja garing abiss
apalagi mulan … wuekk
btw bikin reviewnya lantai 13 dong
Comment by kiki
Made Saturday, 30 of June , 2007 at 7:26 am
gak ngerti.. gua bener2 gak ngerti..
film apa sinetron sih? apa bikinan anak2 indie yg baru belajar bikin film?
gak ngerti.. gua bener2 gak ngerti..
kanapa sutradara baru yg seperti ini yg lahir di dunia perfilman indonesia…
ini bikinnya mungkin emang low budget, tapi dari bisik2 temen gua, anggaran film ini nyampe itungan milyar. Lalu kenapa kulitas ngga lebih bagus dari ftv yg 200 jt-an?????
gua ngerti.. gua ngerti..
mungkin filmmakernya pengen cepet kaya. supaya bisa nuntut ilmu lagi, supaya bisa belajar bikin film yg bener.
isunya lagi, monty tiwa mulai patok harga utk film selanjutnya!!
plis deh bang.. jangan besar kepala deh..
Comment by tando-wi yahya
Made Saturday, 30 of June , 2007 at 2:48 pm
sori jd ketulis miring smua tulisannya yg diatas…
Comment by WaHaHa
Made Saturday, 30 of June , 2007 at 3:46 pm
Review lantai 13 dunk..penasaran…
Duuh…akhir” ini kok komen”nya isinya saling menuduh n menjatuhkan yaa ??
Gw butuh komen beneran ttg film nii…
Comment by mangq
Made Sunday, 1 of July , 2007 at 3:48 pm
nonton film aja susah-susah amat. nikmatin aja gak usah pake banyak prasangka dan pikiran teknis ideologis ini itu. masa sih gak ada yang bisa nangkep pesan film ini? one lie leads to another. it’s that simple. gee…
sensor marga-marga batak itu yang mestinya dipertanyakan. jaman gini pake sensor?
Comment by verde
Made Monday, 2 of July , 2007 at 1:20 am
where is my posting
kok g ada?duh admin gua g nyinggung siapa2 kan dstu..?
bingng nih….
btw sekarang reviewnya agak macet lg setelah beberapa hari belakangan cepat bgt!
what’s wrong….
next review pliss!!!
Comment by Death Berry
Made Monday, 2 of July , 2007 at 5:40 pm
@ Semua
Sebenarnya apa sih arti sebuah bintang…?
Comment by nia
Made Monday, 2 of July , 2007 at 9:47 pm
hm..i think ini good movie, lucu n engga maksa..ditambah lagi ada unsur2 batakknya…i love it. Maybe for teenager lagu2 batak kayak lagu yang aneh n dari antah berantah. But for me, adanya lagu2 batak asyik !
Dan udah jarang juga sekarang film2 Indo kasi unsur2 indonesia di filmnya. Adanya juga lagu2 ala BCL yang bikin muak…
Comment by titit alias pembenci potato_king (yaph...i hate you ASSHOLE!
Made Monday, 2 of July , 2007 at 10:51 pm
buat potato king…
dasar emang selera lo rendah dan kampungan….
mending lo nggak usah posting2 lagi deh di SI…
SI hanya untuk orang yang berbudi dan berotak… nggak kayak lo!
najis banget gue ma lo….dasar HOMO lo!( ya…ampyun… gw keceplosan, soli ya pot….
slm fuck dari gw…
Comment by anggie
Made Tuesday, 3 of July , 2007 at 1:32 am
bagus kok ![]()
cerdas dan menghibur.. paling ngga ketawa terus selama nonton film ini. lucunya ga dipaksain dan pas aja kalo menurut gue. pengambilan kamera emang karena si rudy aja. salut buat monty tiwa.
Comment by Afterglow
Made Tuesday, 3 of July , 2007 at 11:59 am
iyaa gw juga enek bgt sm BCL….
n i really do like the batak song in this flick.
it really was the icing on the cake !!!
Comment by first name_last name
Made Tuesday, 3 of July , 2007 at 4:06 pm
hey monty tiwa,
i wonder if you could sleep at night making money out of ridiculing people’s ethnicity. why dont you make fun of your own stupid people for your shitty movie? why.. ooh, cos mommy will be mad at you? too many movies reduced us to stupid stereotypes, and yours like the worst. leave us alone you cunt!
Comment by bunga
Made Tuesday, 3 of July , 2007 at 9:41 pm
film ini lucu, menghibur, dan nggak bikin aku ngrasa rugi bayar 20ribu. soal sinematografi, sound, memang kualitasnya nggak ok, tapi nggak merusak kesenangan menontonku kok…
jadi 2,5 bintang bolehlaaaah…
Comment by verde
Made Wednesday, 4 of July , 2007 at 10:00 am
NEXT MOVIE PLISS
Comment by JaLu
Made Wednesday, 4 of July , 2007 at 3:39 pm
buat gue yang penting adanya film komedi yang berjudul “maaf,saya menghamili istri anda” bisa memberikan oase baru dari banyaknya film horor yang buanyak banget…buat gue film ini sangat menghibur..jangan liat teknisnya…buat yang suka kritik..bisa bikin film ngga?!
Comment by pOe
Made Thursday, 5 of July , 2007 at 10:41 am
aku jadi nonton pilem ini gara2 review na SI yang ngasi 2,5 bintang loh. OMHO, pilem ini ndak layak juga dapet bintang sebanyak itu. paling ya setengah bintang aja lah…
plot, sound ama sinematografinya ngaco….
Comment by yudythbastian
Made Thursday, 5 of July , 2007 at 7:24 pm
akhirnya, reno komen juga.
Comment by Wojciech Kilar
Made Thursday, 5 of July , 2007 at 10:29 pm
menurut gw 2.5 bintang memang layak. monty tiwa berhasil menghidupkan karakter yang membuat kita simpatik sekaligus bikin jengkel pada saat yg bersamaan. dia juga berhasil membuat alur cerita yang seperti boneka rusia, satu konflik membuka koflik lainnya dan membuka lagi konflik lainnya yang akhirnya menjadi kompleks tapi natural, tutur ceritanya juga mengalir jauh lebih rapih ketimbang mengejar mas-mas. satu yang gw sesali hanya endingnya yang kurang greget, tapi dengan konflik yang rumit seperti itu, gw rasa susah untuk mendapatkan ending yang enak. soal teknis? ya, memang ada adegan2 yg gelap dan kadang ada yang off frame, tapi gak tau ya… dengan begitu gw malah merasa lebih menyatu dengan cerita dan karakternya dan seolah-olah tidak dibatasi oleh layar bioskop. hanya suara, lagi-lagi suara yang membuat gw terganggu.
Comment by mimi hitam
Made Friday, 6 of July , 2007 at 9:09 am
bang…the photograph udh main tuh…reviewnya donk…
Comment by simungilucu
Made Friday, 6 of July , 2007 at 9:34 am
NEXT REVIEEW NYA DUUUNKSS………..
Comment by floweRE
Made Saturday, 7 of July , 2007 at 12:14 am
the photographs dunk….
anak2 borobudur jg…
mn nih…
Comment by WEWE
Made Sunday, 8 of July , 2007 at 1:41 pm
Kenapa setiap sineas indonesia bikin film, selalu dicari-cari pesan moral di dalam filmnya? Apa sebuah kesalahan kalo seseorang bikin film hanya dengan tujuan MENGHIBUR saja? Apa hukumnya wajib, bikin film harus dibumbui pesan moral?
Comment by yudythbastian
Made Sunday, 8 of July , 2007 at 4:32 pm
wah jangan bawa etnis. jangan gila!!!
Comment by wekwekwek
Made Sunday, 8 of July , 2007 at 7:51 pm
sudah disebut di atas2, ini film humor+jokesnya mayan ngena,pembukaan mayan oke walopun masih kurang mereveal asal-usul + pribadi tokoh utama(masak cuma tukang bokis sama kerenya aja).
scene2 sok sedihnya agak menjijikkan deh, kayak pas si ringgo nangis bombay di kamarnya,, nggak banget.
logat bataknya keterlaluan.
kualitas gambar,pengambilan gambar,musik, BURUK.. kayaknya monty tiwa kurang ahli mengalokasikan dana minimnya,bukannya buat sewa kamera bagusan, malah buat bayar lagu sedih yang malah bikin film jadi jelek. oh ya, beberapa sound effect bikin kesan murahan, walopun sisanya cukup ngena
kayaknya monty tiwa belom belajar teori penulisan essay/cerita/whatever deh, tujuan film komedi ini gak jelas, sekedar bikin ketawa(kayak film2 warkop,american pie,dkk) atau ceritanya/pesan moral(kalo ada) yang ditekankan(kayak ‘thank you for smoking). akibatnya banyak scene+jokes yang walopun lucu, bikin film secara keseluruhan jadi NGACO
akhir kata, sangat terlihat bahwa MSMIA adalah film yang dipaksakan release padahal blm matang, banyak scene yang kalau diganti bakal membuat film ini bisa maju(walopun dengan teknis lowbudget yang buruk,inget, 300 itu lowbudget loh).
Comment by WSH_me
Made Monday, 9 of July , 2007 at 12:42 pm
bener,,, bener.. kok selera SI jadi “MENDADAK TeNGKUREP” gini sih.. padahal gw nonton dih file karena liat reviewnya di sini .. BINTANG?? klo 2 KANCUT masih lumayan… sori to say.. but your taste of funny movie has been lost..
Comment by Anti_Reno
Made Tuesday, 10 of July , 2007 at 10:56 pm
kesimpulannya, SI ga boleh ngereview film bergenre komedi-sampah.
Comment by Potato_King alias pembenci titit(yaph..i hate you)
Made Wednesday, 11 of July , 2007 at 1:32 am
hlah.si titit akhirnya juga nunjukin sifat aslinya …gak nahan buat nulis kata-kata kotor dengan jarinya di keyboard…
yah ,setidaknya gw masih bisa nahan diri dan memaafkan,daripada lo yang bisanya cuma ngomong kata-kata kotor dan menjatuhkan orang! kampungan sekali!
ps:kalau lu merasa diri lu berotak,mending lu baca dulu tuh postingan lo…koreksi diri lo!
kok argumennya gak berotak banget…
Comment by viCiouSaiKo
Made Saturday, 21 of July , 2007 at 6:44 pm
PElmnya LUCU kok, ada adegan yang emang benr-benr buat gue ketawa, kayak adegan openingnya dan pas Dibyo nampar cewek waktu dia jadi piguran. Dialog “Mas, saya punya bisul di pantat…Itu masih boleh buat dirahasiain…dst” sama “Sebenernya kantor kamu di Sudirman atau di akhirat…” menurut gue itu lucu.
Sayangnya, gambar-gambarnya enggak terlalu bagus, banyak adegan yang terlalu maksa, kamera yang kadang bikin sakit mata, dan ada sedikit cerita yang menurut gue bikin ceritanya ‘melambat’ serta ending yang ‘Indonesia banget’ itu…adoeh…
Comment by mei
Made Saturday, 21 of July , 2007 at 8:06 pm
beberapa alasan SI kasih komen kayak di atas:
1. SI pacaran ama Monty Tiwa
2. Sakin bosennya nonton SI ketiduran pas nonton trus mimpi nonton film lain
3. SI lagi high pas nonton
4. SI cuman dengar komentar orang-orang yang punya selera rendah soal film.
5. SI pacaran ama Monty Tiwa (lagi…)
Comment by oni mehrani
Made Monday, 23 of July , 2007 at 10:44 am
Belum nonton sih tapi denger2 dari temen mengkhawatirkan.bukan jenis film yang bakal gue tonton di bioskop.apalagi di EX, nggak banget!tapi gue janji nggak akan ngebeli bajakannya.sumpah!soalnya ngebeli bajakannya aja gua nggak mau!
Nonton di TV ajalah n berharap para objek rating AC-NIELSEN nggak memencet remotenya saat nonton film ini di TV sehingga nggak bakal diputar ulang.mustinya ringgo n mas gombloh tuh maen di ujang pantry the series aja!abis karakternya gitu2 aja
Comment by wig_teraneh_sepanjang_masa
Made Tuesday, 7 of August , 2007 at 11:52 am
gue setuju ama org2 yg bilang SI ga objektif..either that, atau seleranya emg rendah bgt..waktu nonton ni film gue lgsg kecewa dgn gambar yg kualitasnya sinetron abis, semua diperparah dengan dialog2 maksa yang ga lucu, norak, dan dibuat2..ditambah wignya Mulan yg bikin gue mules nahan boker..JELEK BANGET!!! kalo kita bukan dari suku tertentu, kayaknya ni film ga lucu2 banget deh.. pokoknya gue kecewa berat!~!!!
TERAMAT SANGAT MENGECEWAKAN, TERUTAMA SETELAH BACA REVIEWNYA *sigh*
(maap baru comment skrg, dr dulu lupa mulu..)
Comment by Candra
Made Sunday, 12 of August , 2007 at 7:12 am
No comment, nunggu VCD-nya…
Comment by dony veronyka
Made Wednesday, 22 of August , 2007 at 4:02 pm
ringoo selalu bagus mainya aku suka dengan ringgo aku salah satu fensnya apalagi dia membintangi film ini aku suka.
Comment by yOGAS
Made Monday, 27 of August , 2007 at 1:20 am
Mnurut gw film ini bukan film kacangan, walaupun ada 2 point yang bikin gw mau muntah waktu nonton: (1) wignya Mulan & (2) Mulan Says “Indonesia”. cheesy mengarah ke disturbing.
gw ga terlalu ngerti soal cahaya, angle dan teknis lainnya, tapi dari segi cerita dan karakter hidup kok. dan tentang yang bilang Monty ngejelekin suku tertentu, its just a movie. justru Monty udah berani banget ngangkat tema yang selama ini tabu untuk diangkat. buat gw nonton film ini kayak nikmatin pembicaraan di warung kopi, ngangkat persoalan yang tabu - semua orang tahu tapi ga pernah diomongin secara luas, apalagi dibikin film - tapi dalam konteks humor. kayak karakter-karakter suku tertentu, gimana kehidupan mereka di jakarta dan rebutan lahan parkir. semuanya diangkat secara satir, emang ga sempurna - termasuk logat batak yang agak maksa - tapi cukup bagus.
and as a comedy, it has its moments and surely a laugh. Technicalities aside, its a treat.
Comment by Ellious Grinsant
Made Saturday, 15 of September , 2007 at 1:29 pm
Shanty bataknya maksain kali. Menurut gw aktingnya shanty belum bisa natural saat itu. masih sedikit dipaksakan.! kurang jeli lu!