Sinema Indonesia

Genderuwo (2007)

Posted by Dodi Mahendra on Monday, 17 of September , 2007 at 1:00 am

Satu lagi bukti bahwa kita tidak harus selalu percaya apa yang dikatakan oleh orang tua. Dulu, guru saya, guru ngaji saya, orang tua saya, sering bilang kalau budaya barat adalah budaya yang buruk dan merusak. “Hati-hati dengan produk budaya barat. Termasuk film barat,” kata mereka. Setelah saya dewasa, saya menonton produk budaya yang “buruk dan merusak” ini. Salah satunya adalah serial Sex and the City. Saya tidak tau dampak apa yang saya dapat dari mengikuti tontonan ini (selain kepingin jadi Manolo Blahnik sehingga dipuja perempuan). Tapi teman-teman cewek saya yang juga megikuti serial ini dengan setia jadi meningkat cita rasanya, dalam berpakaian, dalam berbicara, dan mereka juga kepingin jadi perempuan-perempuan independen seperti Carrie Bradshaw. Dengan cerita, akting, dan penggarapan yang bagus, serial ini telah menginspirasi banyak orang.

Terus terang, kebiasaan dicekoki tentang “bahaya” budaya barat ini membuat kita jadi tidak sadar bahwa produk budaya timur sering kali lebih berbahaya. Lebih buruk dan lebih merusak. Paling tidak merusak perfilman Indonesia. Lihat saja “film” Genderuwo. Kata “film” saya kasih tanda kutip karena bisa saja Genderuwo dianggap sebagai sebuah film, kalau kita mau. Tapi ini juga berarti kita harus menerima pendapat yang mengatakan bahwa jerawat adalah “makanan”. Bisa saja toh, dimakan? Kalau makan jerawat sekilo, kan bisa kenyang juga. Tapi pertanyaannya, how desperate are we? (Tuh, kan. Pake bahasa barat lagi).

Maaf, bukannya saya sengaja menyinggung SARA SECHAN (Suku Agama Ras Sex Citarasa Hanamasa dan Nationality. Mau dibilang garing terserah). Saya tahu saya tidak boleh membuat sebuah generalisasi. Tapi kenapa sih yang kebagian ke kita bukan orang-orang berbakat seperti Ruth Prawer Jhabvala atau Mira Nair? Kenapa kita hanya kebagian orang-orang seperti KK Dheeraj yang membuat Genderuwo?

KK Dheeraj adalah anti-tesis (ciiiah… pake bahasa keren sekali-sekali) dari dari banyak hal.
Kalau ada yang bilang budaya malu adalah budaya timur, orang ini menghancurkan anggapan itu. Di barat sana, kalau seorang sutradara tidak puas dan malu akan filmnya, dia boleh mengajukan permohonan untuk menghilangkan namanya dari film tersebut. Diciptakanlah nama palsu Alan Smithee untuk para sutradara yang tidak mau mengakui sebuah film adalah filmnya. KK Dheeraj bukannya malu dengan salah satu film terburuk (atau mungkin terburuk) dalam sejarah manusia, dia malah dengan bangga menambahkan kata “film horror yang berbeda dan bermutu” di poster filmnya. Padahal kenyataannya, tidak ada satupun kualitas yang bisa dilihat dari film ini yang bisa menghentikan orang waras dari bunuh diri setelah membuatnya. Kamera handphone Bik Jessika saja bisa menghasilkan gambar yang lebih bags dari gambar Genderuwo. Skenarionya seakan-akan bukan ditulis oleh manusia, tapi oleh hamster. Itu pun setelah hamsternya disiram air panas dan dipotong ekornya. Sadis ya? Tapi ya memang seburuk itu. Belum lagi artistik dan kostumnya. Oh my God. Hamster yang disiram air panas dan dipotong ekornya saja masih lebih enak dilihat ketimbang film ini.

KK Dheraj berpikir, bahwa penggambaran hantu terseram adalah dengan cara men-zoom-in dan men-zoom-out boneka jelek beberapa kali, lalu mengganti warna layar menjadi merah, biru, hijau, dan kuning, setiap kali boneka tadi di-zoom. Olala, orang ini luar biasa naif atau luar biasa kurang ajar?

Luar biasanya lagi, “film” ini seakan-akan diedit dengan menggunakan Power Point. Satu adegan hanya disyut satu shot. kalau butuh close-up, gambar tadi di-zoom di komputer. Gambarnya pun jadi kecil sekali pixel-nya sehingga ujung-ujung gambar berbentuk tangga. Persis kayak masking yang menutupi penis dan vagina di film-film blue Jepang.

Lupakan Psikopat yang membuat Sinema Indonesia menciptakan sistem rating kancut. Film ini membuat Psikopat terlihat seperti film The Godfather. Dan kami hampir saja membuat sistem rating tinja. Tapi paling tidak, film ini sudah menimbulkan rasa nasionalisme yang selama ini tidak pernah terpikirkan oleh kami. Dengan ini, kami sebagai bagian dari rakyat Indonesia menyatakan keberatan kalau ini disebut buatan Indonesia, dan menuntut film ini dicoret dari bagian dari sejarah perfilman Indonesia.

X 1000 + nanah

Sutradara, Produser, Pemain: Genderuwo

Official Site

P.S. Posternya bilang: Genderuwo adalah hantu terseram di dunia. Tinggi besar dan banyak bulunya. Mungkinkah poster ini mencoba memberitahu kita sesuatu yang lain?

Category: Review, kancut lima

150 Comments

Comment by Mastrip

Made Monday, 17 of September , 2007 at 2:09 am

Pertama; gw mo ngucapin terima kasih sebesar2-nya bwt SI atas review2-nya yg telah seringkali nyelamatin gw dari buang2 duit utk nonton film Indonesia yg kebanyakan ya gitu deh!

Kedua; gw jd prihatin banget knapa film2 Indonesia kok begini amat??? kancut kacrut (hampir) semuanya!! adududududuh….

Ketiga; mudah2-an produser + sutradara film ini digangguin abis2-an ama gendruwo beneran!

Comment by Yohanes

Made Monday, 17 of September , 2007 at 7:37 am

Betul sekali - ini film memang sangat memuakkan. Yang disedihkan - kok bisa2nya full house.

Dulu pernah ada film Indo tahun 1981 yg judulnya “Gondoruwo”. Saya belum lihat, tapi saya ingat pernah nonton trailernya. Tapi saya 100% yakin se-katro2nya Gondoruwo yg dulu pasti jauh lebih baik drpd Genderuwo celaka yg satu ini.

Kalau saya Ketua LSF - sudah saya larang film ini beredar. Karena melecehkan kecerdasan penonton Indonesia, melecehkan POLRI, melecehkan film Indonesia, dan melecehkan legenda Genderuwo.

Comment by maman

Made Monday, 17 of September , 2007 at 8:40 am

yah… para genderuwo aja bisa tersinggung ama nih film :D
kancut 5 kurang banyak kayanya

Comment by maman

Made Monday, 17 of September , 2007 at 8:51 am

[quote] Dalam proses pembuatan film, KK Dheeraj menggunakan make-up, visual effect, den graphic animasi, yang menggunakan tenaga profesional dari Amerika [quote]

ngakak abissss pas baca ini dari web nya

Comment by savatose

Made Monday, 17 of September , 2007 at 9:03 am

wuzz up with you and hamster?? :)

gue lagi cape baca cinemags krn film setan indonya buanyakkk banget…tp then again mendingan banyak film horor n teen/romantic comedy drpd pilem sex gak jelas jaman ibra azhari…(kurang munafik apa coba bangsa ini?!?)

Comment by yhanuar

Made Monday, 17 of September , 2007 at 9:11 am

SI emang eduun. Lama ga ngasih review, sekalinya ngasih langsung 3 film. Smuanya obral kancuuuut :p

Comment by Yohanes

Made Monday, 17 of September , 2007 at 9:54 am

@maman: anda lupa liat buntutnya rating SI, lima kancut x 1000 + nanah :D

Dialog dlm film Gendruwo juga ganjil… saya curiga script asli tdk ditulis dlm Bhs Indonesia, terus diterjemahkan mentah ke dlm Bhs Indo. Mungkin juga aslinya adalah bahasa fauna (yg bikin kan hamster kata SI), atau bahasa tumbuh2an bwahahahahaha…

Melihat daftar kru2nya, bisa2nya org2 impor ini nyampah di Indonesia, dasar semprul.

Comment by azarna

Made Monday, 17 of September , 2007 at 9:58 am

Mengutip dr poster GENDERUWO :
- Hantu Terseram di Dunia(Pelecehan terhadap harga diri dan citra seram GENDERUWO)
- Buktikan keberanian anda(saya cuman berani nonton 5 menit)

Sekedar mau curhat, saya dan tmn2 sempat nonton. tak disangka antusiasme penonton untuk nonton “film” ini membuat ruang theater penuh. dibuka oleh penampilan orang india(ga tau nemu dr mana tuh orang)ga jelaz..

setelah 5 menit menonton tiba2 keluarlah muka boneka ancur yg di zoom menggunakan Ms Paint(di windows 95 uda ada ms paint, jd bisa anda coba), dgn sound yg ga jelas, maksud nya ingin membuat kaget tp malah membuat saya dan tmn2 keluar meninggalkan tempat.

Ketika sdang meninggalkan tempat, tiba2 ada penonton yg lain yg nyeletuk gini “Gila,, uda kaya buang2 duit??!”. sebenarnya siapa yg gila yg mau nonton sampai selesai “obyekan” para tukang kain.

Comment by Raditz

Made Monday, 17 of September , 2007 at 10:25 am

Wah, parah juga rating nya udah kaya rumus matematika yaitu
(5(kancut)x1000)+ nanah .
Hm sebenernya emang nggak niat nonton film ini, selain posternya yg nggak banget ditambah suatu malam sepupu gue yg tau gue pecinta film indonesia nelepon dan bilang “Mas, nggak usah nonton film Genderuwo deh, JELEK BANGET , aq aja nyesel nontonnya” plus ditambah review dari SI, ya udah tambah ga kepengen deh hahahaha …

Ntar kalo Film Horror dah keluar kasih tau yaa … *kayanya niru2 scary movie deh kalo ngeliat posternya*

— I’m glad ur back SI reviewer, cape juga bolak-balik masuk sini belum ada update-an —

Comment by monda

Made Monday, 17 of September , 2007 at 10:31 am

setelah mendapat kancut plus nanah jadi kepengen nonton film ini..masih ada gk ya?

Comment by sapar

Made Monday, 17 of September , 2007 at 10:37 am

gak mau liat!!! sayang duit…mending buat beli baju lebaran!!!hihihihihi….*biarin deh kikir daripada cuman liat film anjr*t kayak gitu*

Comment by dsaint

Made Monday, 17 of September , 2007 at 11:25 am

hahahaha….
bagus banget….review-nya…

si dah emosyi berats kayanya…
sabarrrrr….biar dapet pahala…

Comment by kevin

Made Monday, 17 of September , 2007 at 12:51 pm

“K2K Production berdiri pada 23 agustus 2004, pendirinya adalah KK Dheeraj. Awalnya KK Dheeraj adalah seorang Dj (disc jockey) yang memainkan lagu Bollywood untuk komunitas India di Indonesia. Itu adalah sebuah hobby. la juga bergerak dalam bidang penanganan event management yang menyajikan suatu pergelaran-pergelaran musik dj dan artis dari India.

KK Dheeraj berharap film yang akan diproduksi melalui K2K Production dapat diterima masyarakat luas di tanah air. Strategi yang diterapkan adalah dengan memberikan film yang berkualitas serta dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat dan untuk itu pula K2K Production telah mempersiapkan segala dari sesuatunya baik dari segi internal maupun eksternal”

huahauhaauahahaha,, DJ kok jadi sutradara! udah liat guestbook yang di official websitenya. cuman 1 komentar. gue dah nulis komentar buruk banget, ternyata ama mereka akan direview dulu untuk diperlihatkan di web. pantesan cuman 1 yg lolos sensor, gw yakin pada marah2 semua tuh yg dah nonton!

Comment by revan_hantu

Made Monday, 17 of September , 2007 at 2:38 pm

Comment by revan_hantu

Made Monday, 17 of September , 2007 at 2:39 pm

oh iya pak kok del.icio.us aja ???

mana produk indonesianya !

http://www.lintasberita.com/tools.php

Comment by Bunga Citra Lestarik

Made Monday, 17 of September , 2007 at 2:43 pm

kalo hantu terseram di dunia aja dah jadi gak seram, apa dong yg sekarang bisa buat nakut-nakutin anak kecil?

Comment by paw

Made Monday, 17 of September , 2007 at 2:48 pm

ya ampun..lebih serem bulu ketek eva arnaz kayaknya…to the people who have watched it, my biggest sympathy for you..

Comment by elliousgrinsant

Made Monday, 17 of September , 2007 at 2:50 pm

FIlm ini adalah sebuah kutukan bagi bioskop-bioskop ditanah air. film ini memberikan virus kebodohan yang fatal bagi umat manusia… stay away dari film ini!

Comment by godote

Made Monday, 17 of September , 2007 at 2:59 pm

hehe..
websitenya aja kacobalo gitu.

Comment by Nindya

Made Monday, 17 of September , 2007 at 4:42 pm

Sebelumnya, ada apa dengan hamster dan Sinema Indonesia? :P Hehehe, baca review tiga-tiganya, ada nama hamster kesebut.

Jadi OT ginih.

Selamat datang kembali SI! :D Udah kangen baca review-reviewnya, hehehe. SI berkali-kali menyelamatkan dompet (dan otak) gw dari hujanan film Indonesia yang ga mutu. Ngliat posternya Genderuwo ini aja udah mati rasa, hehehe. Gw ngakak pas ngliat rating kancutnya ditambah X 1000 + nanah.

Ditunggu untuk review-review berikutnya yah :)

Comment by funkshit

Made Monday, 17 of September , 2007 at 5:02 pm

jadi pengin nonton nich,…. serem mana sama casablanca ?

Comment by bintang

Made Monday, 17 of September , 2007 at 5:04 pm

Thanks SI..tadinya temen2 kantor gua ribut pengen nonton filem ini. Untung gw baca dulu SI dan tanya sana-sini…akhirnya penasaran juga. Maka menontonlah kami, Alamaaak….jujur gw merasa berdosa nonton filem ini..berdosa karena film yang tidak mengenal kualitas ini di putar di bioskop tanah air…( nasionalisme, bro..)

Gw penasaran karena di web nya , si KK ini belajar filem di india dan kalo2 dipikir2 si KK ini belajar bikin film, naskah dan penyutradaraan gak sampe setahun…dan katanya, mau memajukan film di tanah air..plis deh…..bo’ong banget.

Btw, bisa gak ya gw minta duit gw balik sama si KK ?
Maju terus film indonesia, jaya terus SI.

Comment by mas anggi bersabda

Made Monday, 17 of September , 2007 at 5:14 pm

gwe setuju…gwe nontonnya ketawa2 cekakakan setengah mati…hari gini film bioskop transisinya pake 3d box!?astaghfirallah….norak parah melihat sekeliling gwe ada yang mainan HP,tidur2an saking membosankannya……

Comment by tengu

Made Monday, 17 of September , 2007 at 6:52 pm

wa ambil dari official webnya :

Tentang film Gendruwo
Masyarakat luas sudah pernah mendengar tentang Genderuwo. Tetapi sebagian besar belum pernah melihatnya. Inilah yang melatar belakangi KK Dheeraj sebagai sutradara, produser, dan penulis cerita, ingin membuat film berjudul, “Genderuwo”. Selain itu juga, karena masyarakat Indonesia menyukai film bertema horor-mistik.

Untuk memulai membuat film Genderuwo, KK Dheeraj melakukan semacam penelitian mengenai genderuwo, dengan menjumpai dengan beberapa ‘orang pintar’ yang menyatakan sudah melihat genderuwo. Genderuwo adalah hantu terseram di dunia, terbesar, paling mengerikan, hantu yang banyak bulunya.

KK Dheeraj yakin bahwa film genderuwo ini adalah film yang lain dari yang lain. Film ini bukan film yang hanya mengaget-kagetkan penonton, tetapi penonton histeris melihatnya.

Dalam proses pembuatan film, KK Dheeraj menggunakan make-up, visual effect, den graphic animasi, yang menggunakan tenaga profesional dari Amerika untuk mendapatkan detil karakter Genderuwo. Film ini diperankan oleh Davina Veronica, Robby Shine, dan Indah Kirana.

Jalan cerita film ini belum pernah ada di film horor manapun di Indonesia.Film ini akan memutar otak penonton, lalu melahirkan kejutan pada akhir film. Jalan ceritanya susah ditebak, jawabannya hanya ada di akhir cerita. KK Dheeraj menantang masyarakat untuk membuktikan keberanian mereka menonton film ini. Siapkah Anda melihat Genderuwo?

Comment by daniel

Made Monday, 17 of September , 2007 at 7:10 pm

Adalah suatu rekor untuk bisa bertahan 10 menit aja nonton film ini.
Tapi bukan itu yang paling menarik.
Kabarnya, tanpa bermaksud SARA SECHAN seperti bahasanya abang2 kita,
perkumpulan orang india se-indonesia (ini termasuk orang punjabi dan orang tamil mewakili aktor film ini) menggelar pertemuan tertutup dengan memanggil robby shine (nama ejekan karena hitam jelas tidak bersinar) dan kak Dheeraj, lengkap dgn surat peringatan dan panggilan resmi untuk mempermalukan imej-harkat dan martabat, sedangkan Davina dipanggil sebagai bintang tamu. Nah, disana mereka disidang atas yang terjadi dalam film ini dan setelah argumen alot dan marah2, akhirnya putusan asosiasi itu adalah mengeluarkan robby dari klan mereka, bahkan ga boleh mencantumkan suku bangsanya di ktp atau identitas lain, serta tetap memakai nama shine sebagai tindakan penyamaran dan peringatan resmi untuk tak mabuk lagi saat suting. dheeraj masih diberi kesempatan dengan beasiswa yang diminta secara paksa dari orangtuanya untuk belajar lagi mengedit film di luar negeri, sedangkan davina tetap dijadikan bintang tamu yang menghibur para tamu dengan membawakan 2 buah lagu india. o ya, pihak produser sendiri kabarnya masih harus membereskan utang ke salah satu produsen topeng hantu yang biasa dijual di lampu-lampu merah.

Comment by tiw

Made Monday, 17 of September , 2007 at 8:36 pm

Ahahaha.. kancut 5 dikali 1000 dikasi nanah!! hihihi.. jijay bangat. Seakan2 5000 kancut itu yg make kena lion king semua alias sipilis.. Syaaahahahaha..

Comment by russky

Made Monday, 17 of September , 2007 at 9:42 pm

“KK Dheeraj yakin bahwa film genderuwo ini adalah film yang lain dari yang lain. Film ini bukan film yang hanya mengaget-kagetkan penonton, tetapi penonton histeris melihatnya.”–dari web-nya lo..

kebayang ko gimana “histerisnys” mereka..hueheheheh
welcome back SI

yang ada waktu gw liat tu bilboard segede2 bajaj gw uda ketawa..apanya yang serem..keknya lebih serem pelemnya susana or si manis jembatan ancol ala diah permata sari heheheh

Comment by indra

Made Monday, 17 of September , 2007 at 10:03 pm

Tolooongngng…..!!!!!!! sampe kapan bioskop kita dipenuhi sama film2 lokal yg dibuat asal jadi dgn janji yg muluk2???kl boleh saya bilang, filmmaker kita yg bikin film horor ga ada bedanya ma politikus.cuma ngomong dan janji doank yg gde, hasilnya nol/ancur!!!sialan tuh org2 dari pasar baru itu!! ngerusak kepercayaan penonton sm film2 indonesia.ntar kl bsk2 ada film horor lokal yg bagus bikinnya, org2 dh pd mls nntnnya.krn asumsi dlm benak mrk bilang: “alaahh…! paling film ecek2 dgn omong besar itu lagi”kl dah ky gtu, mrk bakal cuci tangan deh dengan kabur ke negara asalnya

Comment by NUGROHO

Made Monday, 17 of September , 2007 at 10:19 pm

huh…semua film horor Indonesia emang layak dikasih kancut
(yak,termasuk pocong 2 ama hAntU yg disayang2 SI itu)

Tapi Genderuwo…kancut aja gak layak

Comment by ramdaffe

Made Monday, 17 of September , 2007 at 10:41 pm

beberapa bulan lalu di depan sebuah bioskop, temen gw bilang, “berani ga ngabisin duit 10 ribu nomat nonton film ini?”

yah untungnya nggak usah dijawab lagi ya, hahahaha
apakah berarti dengan ini rating BBB sebagai film terkancut dipatahkan?

Comment by anton

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 2:32 am

ini film cerita nya tuh ada. enggak seperti film horror lainya, yang kageting doang dan apalagi ending film, penonton tidak bisa nebak, bikin kita mikir, baru film selesai , penonton akan ngerti. otak harus berpikir.

jangan dengarin sinema indonesia. semua film juga di hancurin sama mereka.

Comment by azarna

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 4:50 am

Wah wah… mas anton hebat punya pendapat lain dari pada yg lain. mungkin pendapat mas anton 1 dari 1000 orang yg bilang klo neh “film” bagus..

oiya, klo ga suka ama sinema indonesia kenapa kesini dan ngisi comment?? aneh..

hahaha…

Comment by genderuwo

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 6:30 am

duh… ik jadi penasaran pengen nonton sodara2 ik di film ini…

btw, barangkali SI punya bocorannya, adakah upaya membuat remake film Bayi Ajaib??? itu baru namanya film horor… bikin gw ga mau beol 3 hari gara2 takut ada kepala nongol dari WC…

Comment by Yohanes

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 7:52 am

Berpikir? Hahahaha…justru karena saya nonton dengan berpikir, kalau ngebahas kacaunya ni film ga akan ada habisnya. Plotnya bolong2 besaaaar seperti kawah Gunung Bromo…

Anyway, ada bbrp hal yg lumayan dr film ini:
1. Credit title awalnya” tulisan “GENDERUWO” yang merah gede memenuhi sepanjang layar yg aspect rationya 2.35:1.Kl penonton yg ga tau kan bisa mikir, wah, menjanjikan nih.
2. Teks Prolog: Genderuwo dah beken, genderuwo adalah dsb dsb jangan main2 sama genderuwo dll dll… Ini juga boleh.
3. Sisipan humor sama tukang mi: si Robby Shine yg marah2 membentak, “Makan tuh uang” dan si tukang mi memasukkan duit itu ke mulutnya… yah lumayan selera humornya…

Tapi ya cuma itu saja. Lainnya cuman (meminjam isitilah SI) kancut bernanah…

Membahas aspek lainnya, yaitu penonton. Saya sendiri takjub, tapi mungkin karena saya kebetulan nonton sama ABG2 katro/ndeso/kampungan, bahwa mereka menjerit2 terus sepanjang film setiap kali boneka jelek itu ditampilkan. Malah sampe ada yg mengerang seolah2 ketakutan banget, “hiiii…” Ya ampun. Saya bener2 ga habis pikir. Sebegitu konyolkah selera mereka? Dan ni film full house saat saya nonton. Yah, mudah2an hanya di hari2 pertama aja.

Tapi saya ga nyesel nonton ini film, krn dari sini saya bisa melihat sendiri bahwa di bbrp segi, film Indonesia sudah begitu terpuruknya digerojoki sampah impor.

Comment by tando-wi yahya

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 8:03 am

anton say:
jangan dengarin sinema indonesia. semua film juga di hancurin sama mereka.

kata sapa??lo kira yg diancurin itu yg ga pantes apa??pantes bgt woi!!!

Comment by revan_hantu

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 8:05 am

mr anton

film ini kemaren lusa saya liat

saya dibayar 100 ribu pun ga bakal mau masuk nonton film ini lagi

Comment by kenen

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 8:48 am

ini film kan cuman tayang di bioskop kelas 2 di jakarta… waduh baik hati sekali SI rela ke bioskop2 pinggiran demi menyelamatkan netter dari film jelek…
ada yg tau ga kenapa byk bioskop ogah muter film ini?? malu ya saking jeleknya?

Comment by deelilahh

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 9:11 am

buset, ga bakal brani ntn lbh dr 10 mnt, jelek abis, gambarnya aj masi bagusan gambar senetron, ya 11-12 lahh.
ehm, as it stated, its only review film gt looh… so yg emang ga mo dengerin ya g usah dengerin tho? tho? wew..
back to genderuwo–yg masi cinta otaknya, dun watch it, for ur own sake!

Comment by Entamoeba Histollitica

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 11:14 am

Ha.haha….untung gw nggak nonton….dari trailer-nya aja dah kayak film-film hantu sinetron….

Hoho…semoga semakin banyak sutradara film indonesia, yang nggak cuma ber-diplomatis ria (asal ngomong, kagak dipikir…)tapi yang lebih ngasih bukti konkrit ngasih film-film yang bikin penontonnya ngacungin jempol dan juga bikin pinter……

janganlah bego-begoin bangsa kita yang udah 350 tahun di jajah belande….film nggak sekedar hiburan….tapi bisa juga jadi media pembelajaran……..(peace and love naga bonar jd 2)

BUAT PARA SUTRADARA FILM RATING KANCUT YANG BACA SI, MIKIR DONG!

Comment by dc

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 12:11 pm

ampun deh pake nanah segala, btw horor kayanya masi banyak ajah, nanti lebaran ada 3 hantu “besar” yang bakal bersaing: sun**l bolong, kuntilanak, ama pocong..
hayu siapa yang paling bisa dijual…

Comment by EpN

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 12:20 pm

Amit-Amit, Itu Tepatnya..

Duuh.. Jujurnya saya sih asli males banget nonton film horor. Khususnya film horor buatan barisan orang yang narsis memakai emblem di dada sebagai sutradara muda nan handal ala negeri ini. Amit-amit, itu keyakinan saya. Tapi, saat menyimak informasi pengantar tentang film ini yang ter-publish di official website-nya, nurani saya bergolak dengan segumpal amarah. Sok tahu banget nih orang yang blarakin informasi soal film ini. Ironisnya, ter-publish pula, sehingga, kebodohan pun semakin tersebar luas.

Mari simak dari yang teratas, mulai dari judul: Tentang film Gendruwo. Saya nggak akan membahas mendalam soal kaidah penulisan yang baik dan benar secara rinci. Tapi, yang amat nyebelin.. Mbok yaa akurat ama judul filmnya doooong! Genderuwo dan Gendruwo itu beda… Amit-amit!!!

Kalimat kedua alinea pertama: Tetapi sebagian besar belum pernah melihatnya. Lho? Hubungan sebab akibat dengan kalimat pertama itu apa? Dasar logika penulisan kalimat itu pun nggak jelas juntrungannya, asal njeplak! Selepas itu, menulis masih acakadut, tetep nekat dipublikasiin. Kata dasar gabungan “latar belakang” bila mendapat imbuhan kata depan “me” dan akhiran “i”, maka penulisannya menjadi “melatarbelakangi”. Kasus!!!

Masih di alinea pertama, tepatnya di kalimat terakhir: Selain itu juga, karena masyarakat Indonesia menyukai film bertema horror-mistik. Heh? Haloooo? Masyarakat Indonesia yang mana ya? Yang sebodoh atau serendah si pembuat ide cerita, pembuat film, produser film, dan artis-artisnyakah? Maaf, Dik—mungkin yang menulis belum cukup umur untuk paham ilmu berkomunikasi dalam menyampaikan ide promosi dengan baik dan benar—jangan sesekali menguniversalkan pendapat pribadi yang masih minus sekaligus mengeneralisirkan secara cetek bin enteng manusia lain. FYI (agak pas pake istilah akronim bahasa Inggris ini kayaknya), tak semua manusia sebodoh Anda.

Di alinea kedua, si empunya ide disebut sudah meneliti ihwal genderuwo, hingga bertemu dengan “orang pintar”. Well, Dodi Mahendra amat sangat nggak salah alias superduper tajam menganalisis tatkala memberikan rating lima kancut dikali seribu plus nanah. Proses pembuatan “film”—meminjam istilah yang dipakai Dodi—saja sudah diawali dengan sesi yang nggak masuk akal. Orang pintar? Pfffhhhhh… Ktaker dah.. Amit-amit banget!!!

Langsung melompat ke alinea empat, disebut: Dalam proses pembuatan film, KK Dheeraj menggunakan make-up, visual effect, den graphic animasi, yang menggunakan tenaga profesional dari Amerika untuk mendapatkan detil karakter Genderuwo. Yakin bahwa dengan menghadirkan expert dari sono lantas bisa menolong “menghaluskan” tampilan kebodohan yang disajikan di sepanjang film ini? Penjilat banget sih? Seakan kalau menyebut kata “Amerika” lantas semua bangsa Indonesia bisa manut mau menyimak ketidaksempurnaan proyek yang digembar-gemborkan ini? Sempurna bodoh kok ngajak-ngajak… Amit-amit!!!

Untuk alinea-alinea selanjutnya lebih baik nggak usah dibahas. Isinya jelas, film ini amit-amit banget…

Comment by foke

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 12:27 pm

masih ada THE WALL, cepetan bikin reviewnya dong.
Sinema Indonesia jalan terus, ANJING MENGGONGGONG SI NULIS TERUS.
yang film “diancurin” oleh SI, ngaca dulu, merenung dan berpikir ulang kalau mau bikin film lagi. Kecuali tembus 4 angka Singapore,
bolehlah bikin film lagi, itung itung duit jin dimakan GENDERUWO.

Comment by diyantouchable

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 12:28 pm

“KK Dheeraj yakin bahwa film genderuwo ini adalah film yang lain dari yang lain. Film ini bukan film yang hanya mengaget-kagetkan penonton, tetapi penonton histeris melihatnya.”
hakahkahkahkahka…gw histeris banget waktu liat bagian ini di official webnya…
btw sekedar tambahan info buat bahan celaan…
promonya gila2an karet!!!! mereka mem-Pimp sebuah mobil pickup dengan menambahkan sebuah tipi layar datar (atau semacamnya), yang memutar trailer Genderuwo. gila tuh alat promo kagak ada rapih2nya !!! buat nutupin kerangka tipi mereka nempelin stiker promo, terus mesin diesel sumber tenaga tipi tsb nongkrong gitu aja di sebelah layar, tanpa ada keinginan untuk menutupinya. benar2 parah….*geleng2*
belum cukup disitu saja saudara2, saya melihat mobil tersebut lewat di kawasan pasar minggu (pada malam hari kawasan pasar minggu diramaikan oleh para pedagang grosir sayur), saya jadi berprasangka….apakah peralatan promosi ini juga dijadikan omprengan sayur? wallahualam bissawab…

Comment by Razmoez

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 2:27 pm

Ahh….Film macam apa, ini , Mending nonton film FTVnya ” Genderewo” yang dulu sempet di tayangin di SCTV, bagusan itu kali, lebih rapi , kalo gak salah bintang filmnya Wulan guritno sama Marcell ( adalah bintang iklan shampoo gitu), Jalan ceritanya jelas dan lebih menyeramkan , walau kualitas sinetron tapi gwe lebih gereget nontonnya dari pada Film Horor dan berkualitas…. Tolong Lah kepada para Movie Maker Indonesia asal india, Tolong Jangan Rusak Film Indonesia kami dengan Film Film yang nggak banget seperti Gundu-rewo…..hiks!

Comment by guess_

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 2:29 pm

hahaa sudah gw dugaa..
lima kancut plus nanah! gyahahaha..
gw dukung dah klo emang mesti ada rating tinja!

Comment by rocky

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 3:00 pm

waduhhhhhhhhh kepada semua yg baca ini…jangan nonton neh film gw ga stuju ne dsebut fim indonesia….ga da alurnya…costum nya minimalis bgt….kalo bole protesss anak2 semester2 juga bisa buat film gendewruwo yg katanya menakutkan itu….hihihihihi geli gw weakkkkkkkkkk

Comment by yudythbastian

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 3:38 pm

ini bukan film Indonesia…

Comment by KRK

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 3:45 pm

Mas Anton siapa nih ya?
hahahahaha

Comment by gerandong ( setan terlucu )

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 4:27 pm

sir Anton adalah biangnya genderuwo (yg mati muda.. bis 19 th dah jadi genderuwo sih )

kalo memang situ bisa memahami “jalan cerita” film ini, seperti yang anda bilang “ini film ceritanya ada” , bisa sebutin ngga film favorit anda apa saja ? film luar juga boleh dech.. biar ketauan sudut pandang anda sebenarnya apa ?

4 all :
sekedar usul gimana kalo kita boikot aja film2 tinja ini .. kayanya udah ngga bisa didiemin aja dech.. mo sampai kapan Layar2 Putih nan suci di 21 itu ternoda oleh gambar2 penuh tinja ini ????

4 SI : sepertinya film ini pantas dijadikan standar rating baru, yaitu : Tinja Level !!

Comment by Josh

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 4:44 pm

kalo separah itu filmnya harusnya dapet kancut yang kuning kuning karena kecipirit!

Comment by gerandong ( setan terlucu )

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 4:46 pm

nambah ahh..

4 KK Dheeraj : saya punya ide cerita yang jauh lebih menggambarkan ( dan ada ceritanya ) , shoot saja kehidupan pribadi anda dan berilah judul ” Genderuwo Strike Back 4″ .. tapi durasinya jangan lama2 yach.. or kalo ngotot pengin lama ya jadiin mini seri ajah.. trus tayangin di radio MW / AM or HT ..

4 ABG-ABG yang histeris waktu nonton film ini : PlZ dUnK acH,jANgan NorAk dEcH, meNDinG PUlanG TRu$ NonTOn CErd4s cerM4t aj4 y4chhhhh..oR n0nton Kl0nPerC4piR jauH l3biH berMutu Lho .. ( buset..cape banget nulis gaya ABG )

Comment by NUGROHO

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 4:59 pm

daripada ngomentarin film sampah ini,ada yang tau gak kenapa forum SI gak bisa dibuka?

Comment by rama

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 6:26 pm

ni dia alien yg gw bicarakan…gw setuju ma loe…jgn bawa2 nama indonesia…krn di angkasa sana gak ada tuch indonesia…pesen gw u penikmat film….waspadalah…waspadalah…mahluk2 sejenis itu sedang menyusun rencana besar!!!

Comment by bintang

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 6:38 pm

Kata websitenya nih filem, si KK ngedatengin tenaga ahli dan para profesional dari Amerika..sebenarnya yang diambil itu tenaga ahli pembersih saluran tinja.

Usul untuk SI, kasih kesempatan dunk sama penggemar genderuwo seperti mas anton buat bicara di SI..ya kita jadi tahu mereka itu sebenarnya punya harga diri gak ?

Motto : MENONTON FILM BERMUTU ADALAH HAK AZASI MANUSIA……
jadi kalo ada sutradara model KK ini, sudah jelas melanggar HAM.

Pis ah…

Comment by wassup

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 9:09 pm

dari pada film terwongan casablanca, malam jumat kliwon
lebih bagus genderuwo. ending cerita bagus

Comment by Lutuna

Made Wednesday, 19 of September , 2007 at 1:12 am

HUaa hahahahahahaha……reviewnya lucu banget deh hihihi…

Comment by Banci

Made Wednesday, 19 of September , 2007 at 10:32 am

Eike merasa terhina setelah nonton pilem ini deh…
Puspa…
Eike sbg banci aja ga merasa serem cooong….

Comment by mondaycleo

Made Wednesday, 19 of September , 2007 at 12:26 pm

Stop segala bentuk pengidiotan masal melalui film-film retarded kaya gini!

Duh gw ENEK berat sama ’sineas-sineas’ dan produser kapitalis yang kerjaannya bikin-bikin film ga mutu. Tapi gw juga geregetan sama manusia-manusia yang dengan sukarela menyerahkan dirinya untuk dibodoh2in…

Comment by DarA

Made Wednesday, 19 of September , 2007 at 1:38 pm

Setuju banget kalo ada sistem rating TINJA. Biar bener2 bisa tau diri tu pembuat2 film. Jangan bikin pembodohan dengan poster yang keren dan trailler yang kehilatannya serem
Kejadian pas TEROWONGAN CASSABLANCA. Kan muncul tuh di tipi iklan2nya dan liputan proses pembuatannya yang sampe mewawancarai kru yang kejatuhan helikopter yang bw2 ka itu 9apa seeh namanya?), jadi fikir niy film pasti horor banget. Maulah aku ngantri sekian jam untuk nonton, dan voila! beberapa menit film main, aku tidur dengan sukses. BT!

Comment by Teera

Made Wednesday, 19 of September , 2007 at 2:14 pm

bener2 latah yah, orang2 klo bikin pilem..

setelah Kuntilanak, pocong, leak dan segala macam peranakannya, sekarang genderuwo…

ayooo sutradara2 kacrut bikin lagi yg lebih spektakuler! kasih judul setan2 indonesa yg belom kesebut ‘kolong wewe , Tuyul, wewe gombel, setan alas.. apa kek..

okeh2! ditunggu yah! nah, abis itu baruu deh SI bisa kasih rating tinja beneran.. huehehehe

Comment by Candra

Made Wednesday, 19 of September , 2007 at 3:10 pm

uhhh… untung nlm nonton yak…..

bgsnya ni film dah turun dr banyak bioskop yg muter….

lhah, mending sekarang nonton The Brave One-nya Jodie Foster…

huhuhu…..

Comment by andi

Made Wednesday, 19 of September , 2007 at 4:03 pm

ada genderuwo yang marah tu, namanya anton hehehe

mendingan uangnya buat beli baju baru buat lebaran

Comment by Ferry

Made Wednesday, 19 of September , 2007 at 7:05 pm

Comment by daniel

Made Monday, 17 of September , 2007 at 7:10 pm

Adalah suatu rekor untuk bisa bertahan 10 menit aja nonton film ini.
Tapi bukan itu yang paling menarik.
Kabarnya, tanpa bermaksud SARA SECHAN seperti bahasanya abang2 kita,
perkumpulan orang india se-indonesia (ini termasuk orang punjabi dan orang tamil mewakili aktor film ini) menggelar pertemuan tertutup dengan memanggil robby shine (nama ejekan karena hitam jelas tidak bersinar) dan kak Dheeraj, lengkap dgn surat peringatan dan panggilan resmi untuk mempermalukan imej-harkat dan martabat, sedangkan Davina dipanggil sebagai bintang tamu. Nah, disana mereka disidang atas yang terjadi dalam film ini dan setelah argumen alot dan marah2, akhirnya putusan asosiasi itu adalah mengeluarkan robby dari klan mereka, bahkan ga boleh mencantumkan suku bangsanya di ktp atau identitas lain, serta tetap memakai nama shine sebagai tindakan penyamaran dan peringatan resmi untuk tak mabuk lagi saat suting. dheeraj masih diberi kesempatan dengan beasiswa yang diminta secara paksa dari orangtuanya untuk belajar lagi mengedit film di luar negeri, sedangkan davina tetap dijadikan bintang tamu yang menghibur para tamu dengan membawakan 2 buah lagu india. o ya, pihak produser sendiri kabarnya masih harus membereskan utang ke salah satu produsen topeng hantu yang biasa dijual di lampu-lampu merah.

Hah? Beneran nih? wakakakakakka….
Sekarang, kru-krunya udah pada lari gara2 dapet surat panggilan dari persatuan tukang mie indonesia dan POLRI dengan tuduhan melecehkan. Kalo robby sih masih gampang nyarinya huehehehhe… datang aja ke kawasan pagaruyung, kp keling medan, sekitar jam 2 malem banyak yg pada mabok dan robby pasti ada di situ, ya at least yg mirip dia lah…

Comment by DiAngelo

Made Wednesday, 19 of September , 2007 at 10:01 pm

astaga..sory tp bwt gw pribadi..klo gw disuruh ntn film ini agak mikir 1 juta kali dulu.gw blm ntn..(gk bisa ntn jg,gw di sydney.)..tp klo lo tanya pendapat gw..astaga..dr poster udah gak menarik…pas buka webnya..tambah lebih gak menarik x 10000,, sumpah yg bikin webnya PD bgt!!..gila..gembor2 bgt..
walo pelem bgus juga gak perlu kali gembor2 gt..malah norak kan jdnya..
pas liat foto yg ada di web gw bkn takut malah jijik..
aneh bgt.
ah pelem ini teramat frik tampaknya.
btw buat SI kok jarang2 review sih..pdahal udh gw tunggu2.haha

oh iya m nanya skalian..knp gw gak bisa join SI ya??…error2 mulu.
thanks..maju trus perfilman indo!!

Comment by hihihi

Made Wednesday, 19 of September , 2007 at 10:49 pm

endingnya gmana sii?
spoiler dong.

posternya aja udah tasteless,pemainnya org india gtu.. hii ga banget deh.

g liat di cinemags genderuwonya kok kaya zombie di RE ya?

Comment by moviefreak

Made Thursday, 20 of September , 2007 at 12:33 am

Biasanya sekancut apapun film indonesia, gw pasti usahain nonton… tapi kali ini gw bener2 gak mau nontoooon, liat posternya aja gw uda ENEEEK.. WUEKKK!!!

Comment by siapa kek

Made Thursday, 20 of September , 2007 at 10:09 am

haiyaa…. ini film toh…. gw kira dagelan konyol made in india… kok ya diputer di bioskop-bioskop indon… yang bginian mah diputer di layar tancep di kampung aja udah krasa bagus banget…

Comment by BelomNonton

Made Thursday, 20 of September , 2007 at 10:50 am

Buat pembaca SI, coba deh iseng mampir ke situs resminya (http://www.genderuwofilm.com/). Itu yg bikin website-nya siapa yah? Editor-nya siapa? Bahasanya kacau balau!!! Jangan2 karena kejar setoran atau yg edit bukan orang Indonesia deh. Tadinya saya pikir mungkin salah ketik tapi ternyata kesalahannya terlalu banyak kalo cuma sekedar salah ketik. Ini sy kutip dari http://www.genderuwofilm.com/kk.htm :

“K2K Production berdiri pada 23 agustus 2004, pendirinya adalah KK Dheeraj. Awalnya KK Dheeraj adalah seorang Dj (disc jockey) yang memainkan lagu Bollywood untuk komunitas India di Indonesia. Itu adalah sebuah hobby. la juga bergerak dalam bidang penanganan event management yang menyajikan suatu pergelaran-pergelaran musik dj dan artis dari India.

Dengan didukung sumber daya manusia yang menguasai di bidangnya. K2k Production mampu menjadi salah satu event management yang cukup produktif dalam pergelaran-pergelaran musik tersebut. Dengan mengacu pada kesuksesan selama menjalankan bisnis event management serta pengalaman menjadi seorang dj yang dikenal oleh komunitas India di Indonesia, KK Dheeraj membuka sebuah diskotik bernama The Gate di Jakarta.

Setelah lama di bidangnya, KK Dheeraj merasa lelah berkerja di bisnis dunia malam. Tahun 2006 ia melihat perkembangan perfilman Indonesia yang bergerak maju. Maka ia ke India untuk mendapat ilmu perfilaman sebagai Director dan serta sebagai penulis.

Begitu lulus sekolah film, ia magang dalam sebuah produksi film India. Setelah merasa percaya diri, ia balik ke Indonesia, dan mengembangkan K2K Production dengan membuka Rumah Produksi (Production House). Tujuan KK Dheeraj mendirikan Rumah Produksi (Production House) adalah sebagai upaya dalam mendukung perfilman di tanah air. Dengan maksud agar produksi perfitman di Indonesia mampu bersaing dengan produksi dari macan negara yang memang telah lebih dulu berkembang perfilmannya.

KK Dheeraj berharap film yang akan diproduksi melalui K2K Production dapat diterima masyarakat luas di tanah air. Strategi yang diterapkan adalah dengan memberikan film yang berkualitas serta dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat dan untuk itu pula K2K Production telah mempersiapkan segala dari sesuatunya baik dari segi internal maupun eksternal. K2K Production terbuka dalam menerima kritik dan saran dan masyarakat, karena kritik dan saran tersebutlah yang dapat menjadikan tolak-ukur dan pendorong bagi perkembangan K2K Production.

K2K Production selalu berusaha memberikan yang terbaik. Semoga K2K Production mampu menjalankan misi dan visi yang sesuai dengan harapan masyarakat di tanah air.”

Satu lagi, coba deh lihat guestbook-nya. Ada 1 orang yg komentar (yg lain pasti udh di sensor tuh…), nih komen-nya:
Nama : rauf
Alamat : Tangerang
Email : rauf@yahoo.com
Pesan : Lumayan Serem

Perhatiin deh email si Rauf, ada yg janggal alias mencurigakan gak? berkali2 sy buat ID di Yahoo, kayaknya gk pernah deh bisa bikin ID yg pas n simpel kayak punya si rauf ini. Pasti Yahoo bakal nolak en nawarin ID lain yg susah diingat. Dan tahu gk, sy iseng kirim email ke si rauf dan ups dugaan saya benar! Mailer Daemaon! Muncul pesan “….This user doesn’t have a yahoo.com account (rauf@yahoo.com)…”

Hahaha….Any comment???

Comment by athree

Made Thursday, 20 of September , 2007 at 12:32 pm

iya…kenapa kita ga kebagean sineas kayak mira nair…ko malah pedagang kaen…ehehehehehe
sekarang2 yg gw liat mereka banyak ‘jualan’ bawa spc Fx dari amrik lah itu lah ini lah,…ga penting! wong ceritanya masih kayak tulisan hamster gitu…ya percuma
contoh the host tuh, produksi korea, cerita manteb abis, tambah lagi didukung spc FX dari amrik yg ga tanggung2, (bukan cuma boneka karet doang hihihihi)

(btw kasian jg tuh hamster jadi kambing hitam..padahal siapa tau mereka masih lebih jago nulis cerita daripada produser2&sutradara2 ga jelas itu?? XD)

Comment by Yohanes

Made Thursday, 20 of September , 2007 at 12:50 pm

Oh jelas sudah mampir ke site-nya. Dan jelas saya muak membaca deskripsi “profil” KK Dheeraj yang dikutip spt di atas. Menurut saya:

“Setelah lama di bidangnya, KK Dheeraj merasa lelah berkerja di bisnis dunia malam” - INI KAN MAKSUDNYA SETELAH LAMA BISNISNYA JADI LESU

“Tahun 2006 ia melihat perkembangan perfilman Indonesia yang bergerak maju” DENGAN KATA LAIN DIA MELIHAT BAHWA PERFILMAN INDONESIA BISA JADI ALTERNATIF CARI DUIT

“Maka ia ke India untuk mendapat ilmu perfilaman sebagai Director dan serta sebagai penulis. Begitu lulus sekolah film, ia magang dalam sebuah produksi film India.” SEKOLAH DAN MAGANG SAMA HAMSTER? KALAUPUN MAGANG DI FILM BENERAN KEMUNGKINAN KERJANYA CUMA MABUK SAJA DAN TIDAK MAU BELAJAR DALAM ARTI SESUNGGUHNYA.

SISA DARI DESKRIPSI, SAYA GA BISA KOMENTAR, NANTI YANG KELUAR KEBUN BINATANG, MENDING NGGAK.

Mengenai guestbook, oh, saya yakin buanyak banget yg ngisi tapi ga ada yg positif. Sampai ngeri webmaster-nya utk memajang. Drpd sepi ya diisi aja sendiri bwahahahahahaha

Comment by Yam Yam

Made Thursday, 20 of September , 2007 at 1:10 pm

Jangan2 foto2 Davina yang beredar selama ini ternyata potongan2 Film Genderuwo yang tidak lolos sensor…

Comment by Dody

Made Thursday, 20 of September , 2007 at 1:35 pm

“KK Dheeraj yakin bahwa film genderuwo ini adalah film yang lain dari yang lain. Film ini bukan film yang hanya mengaget-kagetkan penonton, tetapi penonton histeris melihatnya.”

Apakah hal yang lain daripada yang lain dari film ini maksudnya adalah rating kancut x 1000 + tinja???? TANYA KENAPA???

Comment by soultrooper

Made Thursday, 20 of September , 2007 at 7:26 pm

Yang menonton ini dan memberi kancut serta nanah jelas-jelas BELUM NONTON THE WALL!!!!!!! Film The Wall membuat saya ingin mencongkel kedua mata saya dan menggantinya dengan mata monyet yang sudah gegar otak, sehingga tingkat intelegensinya juga sangat rendah. Belum lagi di Press Release-nya mereka bilang kalau THe Wall dibuat karena sudah ada studi banding dengan film-film horor Amerika dan Thailand. Dengan hasil yang saya kira, mereka sepakat untuk membuat sesuatu yang sama sekali berbeda: HUEK CUIH. Dibilang jelek pun gak pantesss…

Comment by DiAngelo

Made Thursday, 20 of September , 2007 at 10:52 pm

tampaknya ini akan menjadi film indonesia TERSAMPAH TAON ini
kcuali ada yg mao bikin genderuwo 2..ato m bikin horor yg lbih sampah lagi..

gw kasian ma setan2 indo..di ekspos mulu..mending bagus eksposnya..klo gw jd genderuwo gw datengin n yg bikin film ini…

horor indo makin gak penting….tolong bagi org2 aneh sperti KK dheeraj…jgn nyampah mulu lah..klo gak bisa bikin film mending gak usah bikin…mending mencoba hal2 laen sperti membuat pabrik KANCUT..ato hal2 bermutu laennya..seperti buka PT.SEDOT WC gt.

Comment by Yohanes

Made Friday, 21 of September , 2007 at 7:39 am

Oh saya juga sudah nonton The Wall kok. Sama sampahnya sih. Cuman lebih rapi dikit, tapi tolong digarisbawahi, dikiiiiiiiiiiiiiiiit aja. Saya cuma bertanya2: kok bisa Hilman ya? Anyway, nanti aja tuh ngomentarinya, sekarang masih giliran Genderuwo :D

Comment by Hanif

Made Friday, 21 of September , 2007 at 11:14 am

Gw heran udah tau film-film horor indonesia yang bejibun dan super jelek gt masih banyak yang nonton di biopskop? Sebenarnya yang bodoh itu yang bikin filemnya ato yang bela-belain dateng ke bioskop bwt nonton tu film? Gw ga yakin …Ada sekelompok anak smp dateng ke bioskop, bingung sambil melihat daftar film…The Departed,The Godfather,Gendruwo (he..he…emang ga mungkin).seorang anak berkata “eh nonton gendruwo aja yu,Departed ama Godfather ga rame boring banget…” BUAAAK!!!!!ANJING!!!!!!!!GUOBLOK!!!(Kejadian ini sering banget terjadi di bioskop)JADI YANG BODOH SIAPA!!!???????

Comment by Removable Disk

Made Friday, 21 of September , 2007 at 11:22 am

With all due respect sama penikmat film indonesia, para film maker, produser, kritikus, dan orang2 yg terlibat dalam proses produksinya, serta rekan-rekan di forum ‘free comment’ situs ini,saya kira tidak cuma mereka yg harus disalah kan atau di maki-maki.kenyataan nya saya pikir lebih lebih dari itu,masalahnya gak jauh beda dengan polemik ttg sinetron. menurut komentar teman-teman diatas yg saya baca (juga di kolom komentar untuk film yg terakreditasi ‘KANCUT’ di situs ini), bahwa ruang theater yang menayangkan film kayak gini biasa nya penuh, jadi penonton kita itu, either mereka ABG, babe2,ibu2, anak nongkrong MTV, orang2 berduit, kaum intelek, rohaniawan, olahragawan, kaum marjinal, kaum tertindas, kaum kusam, kaum priyayi, pribumi, non-pri, birokrat, tekhnokrat, akademisi, penikmat film sejati, jablay, TG, Om senang, cupu, cumi, hamster, keong atau dari cluster2 lain -you name it- tetep aja dateng dan nonton, bukan? so, salah ga kalo saya bilang, penonton-penonton itu juga-lah yang harus disalah-kan? atau pendapat saya terlalu ekstrim? tapi tentunya ga bisa segampang itu saya nyalahin orang lain, yah ga SI? karena nonton film ama sinetron juga hak individu setiap orang,WONG mereka nonton pake duit mereka sendiri(walaupun dibayarin, tapi tetep aja ga pinjem duit saya, anda, penikmat film sejati, atau kru-nya SI, yah ga SI? bwahahahahaha…atau kita memaksa mereka utk ga nonton serta mencekoki selera, citarasa dan standard mutu film yg kita suka ke orang lain? disatu sisi,kita bicara ttg kekuatan finansial produser dan selera pasar penonton film dan sinetron masyarakat indonesia(walaupun ga semua & maaf kalo ada teman-teman yg ga setuju utk komentar ini atau merasa terpojok). my dear fellas, mau kita teriak2 ampe capek, sinetron tetep aja laku, film2 ‘kancut’ versi SI ato versi kritikus lain masih aja dibikin (yg artinya segment penonton film kayak gini tetep banyak). hemat saya film seperti juga musik adalah bagian dari budaya suatu bangsa, tidak bisa kiranya serta merta kita begitu aja meng-absorp dan menduplikasi selera, system dan cara pandang orang lain dengan begitu aja. walaupun ada yg bilang film & musik adalah bahasa universal yg bisa dipahami setiap orang -yg mana saya sepakat- tp tetap saja ada jeda bagi setiap orang utk mentransformasikan-nya kedalam bentuk ’selera’. jadi, sekali lagi saya setuju bahwa film yg ga bermutu harusnya tidak usah aja ditonton dan utk itulah tugas temen-temen semua dan kru SI utk membagi pengetahuan film yg anda miliki kepada penonton indonesia (including saya).

note: upsh..sorry sebelumnya, saya sadar, sesadar-sadarnya nya kalo komentar saya ini mesti ada yg ga suka dan ga setuju. bwat SI, whoeveryouare…thanks for letting me to write in your own site, keep up rockin’ in the free world!

Comment by Yohanes

Made Friday, 21 of September , 2007 at 2:08 pm

Film / serial / sinetron “komersil” tidak harus berwujud hasil karya kelas kancut. Makanya kondisi ini menantang para sineas yg benar2 berdedikasi memajukan film Indonesia. Maukah anda membiarkan dunia perfilman Indonesia diinjak2 pemodal yang tidak “care about the game”, tapi cuma “care about the money”? Maukah membiarkan selera penonton Indonesia dicekoki terus menerus dengan sampah2 yang banyak sekali made in impor?

Makanya saya salut pada produser / sutradara spt Mbak Nia Di Nata dan Mira Lesmana. Film2 mereka tetap enak ditonton, bukan film “berat” seperti bikinan Garin Nugroho, dan laris juga kan? Kenapa tidak meniru mereka ini? Kenapa just meniru orang2 macam KK Dheeraj?

Comment by Bezita

Made Friday, 21 of September , 2007 at 6:23 pm

Woi,Mas Anton ada bnerny jg tuh!!! Gila nih film bner2 menghibur coz nih film ngocok perut gw smp mw buang air besar n terkencing2. S’enggaknya gw yg capek biz dr skul langsung seger lagi gr2 banyolan nih film ngalahin pelawak2 intrnsnl n all comedy film.Trus qt jg bs bljr maen sulap,ky nglepas borgol dlm skejap,ngilang dr polisi,dll.

gw ad prtnyaan neh:
1. emang ap hubnya dokter kjiwaan dgn rangka manusia?
2. tuh ondel2 numpang lewat di jndela N di kursi dlm rangka ap?
3. mw tw dong cara maen sulapnya?
4. tuh orang yg sok ganteng di awal film orang india apa mozambik?

btw nih film komedi kog ky film horor ya?
maju trus KK Dheraaj, smoga bakat ngebanyolnya bertambah!!!
smoga nih film bs msk TPI(Hikayah)n msk Guiness World of Record sbg film komedi plg bersejarah…..
Amin….

Comment by Jodie Poster

Made Saturday, 22 of September , 2007 at 12:29 pm

Film horor kancrut gitu justru gw tunggu-tunggu. Gile gw sama temen-temen ngakak terus pas nonton. Pilem apalagi yah yang kancrut selain Generuwo sama The Wall?. Inpo dong, plis?
BTW itu The Wall dahsyat men, SI kudu nonton, buruan, kayaknya udah mau diturunin tuh. Dijamin SI bakal bikin review yang kocak abis deh. Krn gw aja yang cuman orang biasa nonton udah kepingkel-pingkel. Nih, gw pamerin dikit aja deh kelucuan dari openingnya The Wall. Ada nesa Sadin naik mobil mewah, mo masuk kantor yg tob abis(ada valet parking-nya) ehhhh…taunya kantor-nya ruko hihihi…naik tangga bo (bukan lift), terus di depan pintu ada tulisan no smoking yang kayaknya dibeli di emperan kolong tol slipi gitu. Terus ke ruangan produser itu,hihihi….yang ada valet parkingnya itu, eeeh jendelanya pakai gorden rumah nenek gw Bo, no sight of vertical/horizontal blind en segala. Udah gitu…bwahahaha…SI, pokoke elu kudu nonton, sumpah!

Comment by YouKnowWho

Made Saturday, 22 of September , 2007 at 2:12 pm

kasihan si Davina

Comment by Condor

Made Saturday, 22 of September , 2007 at 2:45 pm

*Jalan cerita film ini belum pernah ada di film horor manapun di Indonesia.Film ini akan memutar otak penonton, lalu melahirkan kejutan pada akhir film. Jalan ceritanya susah ditebak, jawabannya hanya ada di akhir cerita. KK Dheeraj menantang masyarakat untuk membuktikan keberanian mereka menonton film ini. Siapkah Anda melihat Genderuwo?* gile promnya sok asik ternyata dapet 5000kancut pluz nanah whakakakakakak

Comment by KK-Raj

Made Saturday, 22 of September , 2007 at 11:59 pm

Oom Removable Disk ngomong panjang lebar cuma bikin sakit mata yg baca…tulis conclusionnya aja dhe…

Comment by Candra

Made Sunday, 23 of September , 2007 at 7:50 am

yah,maap y? Gw malah tertarik banget… coz, film terparah yang pernah gw liat piskopat sama 17th seventeen. Sayang udah ngilang di Malang. Hehehehe… kali aja bisa bikin gw senang karena nunggu buka puasa sambil tidur dalem bioskop.

Comment by kinney

Made Monday, 24 of September , 2007 at 1:41 am

ada yang mau kasih modal ke gue buat bikin film “TUYUL BOTAK”, “SERANGAN BABI NGEPET”, “MISTERI GUNUNG KAWI”, “PERSEMBAHAN NYI RORO KIDUL” ? Dijamin dapat keuntungan 500%!! Bisa dibilang film-film kayak gini adalah “PESUGIHAN PRODUSER FILM DUNIA LAIN”

Comment by MosBoyRbi

Made Tuesday, 25 of September , 2007 at 11:00 am

Jadi sangat sangat penasaran nih nonton Genderuwo… mumpung puasa jadi bisa ngabuburit… lagi nomat pula…

Ingin membandingkan ngakaknya lebih fenomenal mana sama waktu ngelihat Spider-Pig…

Comment by Mihael Ellinsworth

Made Tuesday, 25 of September , 2007 at 1:14 pm

Hahaha….sudah saya duga dengan poster yang terlalu “memelas” itu, film “Genderuwo” akan tamat ’selama - lamanya’ dalam review ini. :mrgreen:

Gila, poster Genderuwo saja dihiperbolakan begitu. :?

Comment by nita

Made Tuesday, 25 of September , 2007 at 2:57 pm

Sutradara, Produser, Pemain: Genderuwo –> wakakakakka, ngakak
banget gwe bacanya… Asli bener banget….

Comment by aji

Made Wednesday, 26 of September , 2007 at 12:02 pm

FYI kalo di india itu yg namanya sekolah film itu saking banyaknya ada setiap 5 meter sekali di mana2, mulai dari yg bentuknya meyakinkan sampe yg ruko jelek, dan semuanya menawarkan sertifikat “filmmaker” secara instan. Sooo..kalo si KK Dheeraj ini bangga2in diri karena udah sekolah film di india..mmm..don’t be so sure about that

Comment by genderuwo

Made Wednesday, 26 of September , 2007 at 12:32 pm

ada yg tau gak dmn bisa beli cd bajakannya, dari pada nyumbangin duit ke K2k yg gak jelas dipake apa kan mending nonton di bajakan. jadi sama sam rip off, saya juga di rip off waktu dan uang, si K2K juga saya rip off karyanya.

Comment by regindang

Made Wednesday, 26 of September , 2007 at 1:14 pm

ahahaaaaaaa….hahaha..
ini baru pertama kali gue buka nih situs, dikasih tau sama temen gue. good-lah kalau begitu, berarti gue bisa baca review yang realistis. hahahaaaaaaaa (sori, gue seneng banget baca reviewnya si genderuwo ini)

Comment by nienong

Made Wednesday, 26 of September , 2007 at 2:22 pm

apa dosa genderowo sampe nasibnya kaya gini??

Comment by KK Dheeraj

Made Wednesday, 26 of September , 2007 at 2:28 pm

Acha acha, ai ngga suka, kalo film ai dijelek-jelkin, nehi-nehi please dong ah you orang bisa buat pilem ngga… soal kualitas ai ngga peduli yang penting ai jadi kaya … nehi kemiriketumbar jahe, jana gana mana acha-acah eh caphee deh …..

Comment by moonlight

Made Thursday, 27 of September , 2007 at 7:06 pm

busyet dah, baru kali ini indonesia import product yg ga mutu at all!!! $^#%$#^@#$@%$#@$#^%$#@@

Comment by pingz

Made Thursday, 27 of September , 2007 at 8:15 pm

removable disk: yah… oleh karena itulah gua gak nonton sebagian besar film indo. wasting my money. tapi kalo semua orang kaya gua ya repot juga sih. mati lagi perfilman indo. hehehehe

emg ada artinya yah ga mati tapi dipenuhi film2 sampah? hm….

Comment by darul

Made Friday, 28 of September , 2007 at 8:38 pm

Ancur….
film terburuk spanjang sejarah Indonesia bahkan Hindia Belanda..
stelah membaca ulasan SI mngkn kita bersyukur karna gak nonton film ini..

Comment by crisis_issue

Made Sunday, 30 of September , 2007 at 10:15 am

“any publicity is good publicity”. temen2 gue malah nonton film ini untuk ketawain isinya… ngakak abis… inilah salah satu dillemanya. lebih baik gak usah di review SI daripada membuat si KK makin kaya karena diketawain.

Comment by Naruto

Made Sunday, 30 of September , 2007 at 5:11 pm

Gw setuju banget sm Mas Anton…..
Ceritanya ada(komedi berbalut horor), gak kaya film horor lain yg ngagetin doang(mengocok perut & unsur pertunjukan sulap), penonton gak bisa nebak(yg buat bukan manusia, genderuwo), bikin kita mikir baru film selesai(hiya iyalaaaaaaaaaah, ceritanya gak jelas, cacat…..), KK Dheraaj menantang keberanian masyarakat(buat nahan perut mulezzzz……gara2 nonton komedi terhebat sepanjang masa……..)

Comment by Steven_Hyde

Made Wednesday, 3 of October , 2007 at 1:35 pm

To Kevin:
[quote]huahauhaauahahaha,, DJ kok jadi sutradara! [quote]

Haha…Setuju kalo Dj-nya kaya sutradara ni’film,dari india lagi. -Wah inget namanya aja udah males- Anyway,Alejandro Gonzales Innaritu itu dulunya juga Dj.Sekarang,dia salah satu sutradara meksiko terbaik yg pernah ada di samping guillermo del toro (pan’s labyrinth) dan Alfonso Cuaron (Children of Men)dan bahakn salah satu sutradara paling brillian di dunia. Film2xnya dia selalu dapet respon positif dari kritikus dan audiens. Mulai dari Amores Perros(2001),21 Grams(2003) dan terakhir Babel(2006).Mantep2x khan tu?

Comment by Steven_Hyde

Made Wednesday, 3 of October , 2007 at 2:26 pm

Anyway,THIS FILMS..SUCKS! THE WORST MOVIE EVER MADE OF ALL TIME!

Gue inget kalo salah satu yg kerja di film ini anaknya temen nyokap gue. Trus,nyokapnya ikutin promosi ni film. en’ bilang ke nyokap gue supaya nonton ni film…HUAHAUAHAA..Untung segera gue peringatkan buat jangan pernah nonton ni’ film,meskipun gratis ato cuma2x. Bener2x TOLOL Khan ni film?

Comment by Jijay

Made Thursday, 4 of October , 2007 at 8:28 am

ehem…bukannya sok pinter neh, cuma yg bikin pilem mesti “SADAR” dan “BERTANGGUNG JAWAB” atas “TERBUANG SIA-SIANYA UANG PENONTON” karena menonton film yang “TIDAK DIBUAT DENGAN SUNGGUH-GUNGGUH” titik.

Kalina para film makaer, saya yakin ada yang IDEALIS adajuga yang MONEYLIS ( maksa banget ) alias MATRE. Tapi tolong donk, SEMATRE-MATRENYA kalian JANGAN JADI PENIPU, film JELEK di bilang BAGUS.. kami kan jadi kecewa.. mas/mbak film maker yth, kami cari uang peras keringat-banting tulang..kalo cuma buat liat FILM KANCUT…aduh..apa kalian sebegitu teganya ???

BERTERIMA KASIHLAH buat SI yang sudi me-REVIEW film-film. Kritik SI memang PEDAS, tapi bukankah KEJUJURAN ITU KADANG MENYAKITKAN? Sadar donk ah..

KAMI MENUNGGU FILM_FILM BERMUTU DARI SINEAS INDONESIA. titik!

Comment by adia & jojo

Made Tuesday, 9 of October , 2007 at 10:46 pm

pertama - tama, biarkan gue mengucap ashtaghfirullah 1000000000 x!! dan tentunya meminta maaf kepada SI karena tidak mengindahkan peringatan untuk menjauhi film ini. astaghfirullah hal’adziiim!!!!gue baru percaya bahwa seseorang bisa dicabut nyawanya di usia muda, gue hampir mati di usia gue yang ke 27 (kalo seperti janis joplin, atau kurt cobain, mungkin kematian gue akan menyenangkan)

tapi mati karena nonton film bangsat ini?????? please please this is serious, tolong gimana caranya bayang - bayang robby shine, gendruwo yang jueleeeek banget, kaki davina yang bekas digigitin nyamuk, dan efek merah, kuning biru tiap si gendruwo itu muncul hilang dari otak gue!! SERIOUSLY!!!!

seseorang harus bertanggung jawab atas trauma gue!!! orang yang terlibat dalam film ini melakukan kejahatan serius, merendahkan martabat gue yang sudah rendah (nekat liat filmnya). menyangka semua orang ber IQ 17 (gue 18, man!)

ah sudahlah!!!! mau bunuh diri dulu!!!! thanks SI!!! MAAFKAN GUE!!

Comment by Kamen rider reza

Made Wednesday, 10 of October , 2007 at 9:41 pm

Dari pada anda membeli obat pelancar buang air besar,mendingan anda mencoba menonton film ini,saya doakan anda semoga cepat sembuh.Wassalam

Comment by riri

Made Tuesday, 16 of October , 2007 at 10:18 pm

Lucu banget reviewnya…lumayan buat ngilangin stress…BTW emang filmnya lucu banget ya?

Comment by genosuke

Made Wednesday, 17 of October , 2007 at 6:37 pm

yaa… ampun gusti, agus roti..
gua sempet mikir, jangan-jangan yang bikin filmnya genderuwo..!

by the way bus way in the milky way, jaelangkung 3, kuntilanank 2 sama pocong 3 review nya kapan yak? gua trauma.. gara2 genderuwo!

Comment by Rain Bi Zhonk

Made Friday, 19 of October , 2007 at 9:24 pm

Gila pak!!! Gua udah 4 kali ngirim Guestbook ke genderuwo… temen2 gua semuanya juga udah gua suruh ngrim Guestbook ke genderuwo sama aja,, 0 Besar!!!!! Semuanya gak dicantumin ama admin genderuwo!!!
Keliatan dari sini kalu mereka nggak sportif!!!!!
Nggak mau nerima kenyataan kalu Filmnya NGGATELI Abiezzz….
Dasar PENGECUT Semua!!!!

Comment by amin,choirul

Made Saturday, 20 of October , 2007 at 1:04 pm

memang, banyaknya filem horor indonesia saat ini membuat kita terbahak bahak, apalagi dengan filem ini, aku ga tau ceritanya, ga tau filemnya, ga peduli lagi ama filem horor indonesia ( sepertinya sebentar lagi aku ga peduli ama filem drama percintaan indonesia) tolong guys selamatkan filem indonesia, om dedy turun lagi ayo buat filem

Comment by tomahawk

Made Friday, 26 of October , 2007 at 10:46 pm

temen gue nonton nih fim gunderuwo, terus cerita ke gue. ngedengernya aja gue udah males banget…..pasti gak bagus, pikir gue.Ngeliat poster nya aja terkesan maksa gambarnya.trus, karena gue masih penasaran, gue buka nih situs, dan ternyata dugaan gue bener, film ini benar2 gak ada mutu.

Comment by Arfin

Made Saturday, 27 of October , 2007 at 3:53 pm

Terima kasih banyak buat SI yg telah menambah referensi film2 Indonesia mana saja yg layak dan tidak layak tonton. Acuannya menjadi cerah apabila membaca kritik,komentar2 dan struktur penilaian dari bintang,kancut hingga tinja.sungguh kreatif!

Hanya saja, apakah mungkin SI membuat kritik itu lebih mendalam tidak hanya dari aspek sinematografi,ide cerita atau hal2 teknis lainnya?lebih kepada efek pasca-menonton film ini?

Misalnya begini, dari film Genderuwo di atas (saya tidak mau berkomentar jauh tentang film ini karena sudah cukup direpresentasi oleh comment2 sebelumnya), SI membuat satu paragraf yg menjelaskan anomali selera penonton Indonesia terhadap film ini.karena sejelek2nya film, pasti selalu ada yg nonton khususnya bagi mereka yg kurang memiliki akses informasi yg memadai (kelas menengah ke bawah).dan ternyata jumlahnya pun tidak sedikit.

Misalnya seperti ini:efek menonton film Genderuwo ini adalah fatal:pembodohan masyarakat akut.no wonder yg miskin makin miskin dan yg kaya makin kaya karena si bodoh selalu MAU dibodoh2i oleh si pintar dengan membayar HTM untuk menonton film ini di bioskop.(rada hardcore memang tapi kalo saya yg punya domain ini mungkin saya bakal menulis hal yg serupa).

Atau seperti ini “para produser dan sutradara seperti KK Dheeraj atau Shanker hanya memperhitungkan aspek bisnis semata tetapi justru tidak memajukan kualitas perfilman tanah air.Alih2 memajukan mutu film Indonesia, mereka malah mendegradasi seni film ke lubang tinja.”

seperti itulah…

Comment by pecinta genderuwo

Made Sunday, 28 of October , 2007 at 1:40 pm

kasian tau…
sejelek2nya sesuatu pasti ada hikmahnya

makasih….

Comment by Grindtech

Made Monday, 29 of October , 2007 at 10:54 am

SAMA AJA SEMUA!!! FILM INDONESIA SAMPAH SEMUA… APALAGI FILM2 HORROR KAMPUNGANNYA… DAGANG NASI GORENG AJA LO SEMUA PRODUSER FILM HORROR…

INDONESIA GA AKAN PERNAH MAJU KALAU FILM2 KAYA GITU DITONTON DAN DIBANGGAKAN..

Comment by kbl

Made Monday, 29 of October , 2007 at 1:23 pm

tiap baca review dari sinema-indonesia.com gw jadi pengen nonton film indonesia..anehnya pengen nonton bukan gara2 film-nya emang bagus tapi gara2 pengen liat ke-bututannya.gw heran film2 Indonesia kebanyakan gini2 banget sih..kenapa sih?

Comment by bicil

Made Saturday, 3 of November , 2007 at 12:13 am

@crisis_issue: weih bener banget, man… any publicty is a good publicity..
hmmm mungkin si sutradarasiapalahnamanyatuh.. emang sengaja bikin filem super jelek… biar banyak yang nonton buat ngetawain… reverse psychology… pinter juga tuh india…

Comment by Retro Fashion

Made Saturday, 3 of November , 2007 at 2:52 pm

I don’t understand why so many women go crazy for Manolos.

Comment by PhiTra

Made Sunday, 4 of November , 2007 at 9:11 am

duh,,untung bgt nech gw g n0nt0n nech film,,,
kt tmn gw,,,byk yg keluar dari studi0 padahal itu baru 1/4 p’jalanan film itu diputar lh0,,,
malah yg lbh parahnya lagi,,,0rang2 yg msh di dlm studi0 malah g pada n0nt0n tuch film,,,malah pada sibuk pacaran gtu,,,
cck,,cck,,,binggung jdny???hehehe,,

Comment by Rezy

Made Sunday, 11 of November , 2007 at 2:40 pm

Wah wah… pada keras semua nih… komentarnya, atau mungkin itu satu satunya apresiasi terbaik pada Film yg satu ini, saya sempat melirik film ini dalam list sinema di salah satu 21 di sby, akhirnya saya lihat film ini. Memang kalau dibandingkan dengan yang tahun 1981, jelas lebih dalam produski tahun 1981, saya sempat lihat film itu dan untuk ukuran waktu itu sudah sangat menakutkan. Ya sudahlah, bagaimanapun itu jerih payah orang untuk berusaha terlepas siapa dan bagaimana cerita itu… siapa tau bisa bikin film LIGA SETAN INDONESIA mulai genderuwo sampai tuyul tampil semua… bikin lari penonton satu gedung kalau perlu… dan sutradaranya kalau perlu panggil Steven Spielbergh. cuman ya itu tadi…para pengusaha film yang duduk diatas perlu diingat bahwa Masyarakat Indonesia sudah pandai dan cerdas, sehingga mereka betul betul berprinsip dengan uang yang mereka punya untuk nonton Film, apa timbal baliknya buat mereka. Jangan mengulang suatu kesalahan yang sama pada satu lubang yang sama.. ingat bbrp tahun yang lalu kita sempat kehilangan film film Indonesia kaya kena TSUNAMI, nah apa sekarang harus di TSUNAMI kan lagi tuh film film indonesia biar bersih…Baca selera pasar itu harus, tapi Otak Penonton Indonesia juga perlu diperhatikan…mereka udah pinter semua. Kalu emang lagi otak ngesex bikin aja film “PERKAWINAN GENDERUWO DAN SUNDEL BOLONG” asyik kaleeee.

Comment by Nugroho

Made Monday, 12 of November , 2007 at 8:25 am

Wah sinema-indonesia payah nie, kok comment dari Mas zimmy (yang mengkritik penulis : ferry siregar) di hapus…padahal isi comment-nya sangat berkualitas…

Demi memajukan perfilmana indonesia, mudah-mudahan sinema indonesia mao belajar untuk di kritik jangan hanya bisa mengkritik aja. semoga nasibku commentku tidak seperti nasib comment mas zimmy yang di hapus akibat mengkritik sinema indonesia.

Maju Terus Perfilman Indonesia.

Comment by persis

Made Wednesday, 14 of November , 2007 at 7:58 pm

di malaysia judulnya jadi
MALAM JUMAT KLIWON
sorry kitorg tak layan la cerita macam ni =)

Comment by eeto

Made Thursday, 15 of November , 2007 at 10:04 am

I’m new…saya selalu kecewa sama industri hiburan kita, baik Layar Kaca maupun Layar Emas,I’m watching a lot of movie and tryin’not doin’ a scorin’ thing
but in this case….I’m terribly sick of it!
Susah ya boss…klo tukang meubel bikin film…kebanyakan ngisep terpentin!
Bukan masalah uang yang terbuang untuk nonton sam**h ini!!
Tapi masalah taste yang dirusak!klo film ini sampe dapet piala Citra…saya akan ada di barisan depan orang2 yang membakar poster film2 sam**h!!5 kalor ditambah nanah?masih terlalu manis untuk film ini harusnya + dikebiri, ditelanjangi dan diarak keliling kota!!

Comment by rudymamo

Made Thursday, 15 of November , 2007 at 7:09 pm

bisa dibilang ini film sejenis dengan film era windy cindyana, feby lawrence, inneke koesherawati, reinaldy, ibra azhari, dan similikiti balabala yang lain,,, bedanya sekarang yang banyak nongol abg2 lucu yang masih bau pesing.. huh.!!

Comment by Dizka

Made Sunday, 18 of November , 2007 at 11:29 am

Filmnya ancur abiz. gk ada bagus2nya niy film….
sbuah film yg harus dihancurkan dari peredaran film indonesia…
Lebih boring drpd film2nya teddy

Comment by mAndA,dHitA,dHe-P

Made Monday, 26 of November , 2007 at 2:08 pm

oIa klW bcA gEnderuWo nA pKe Bju Ungu, kHan Jd gOkiL Ky oRang Mo KONDANGAN! bCa Ga? tyUz………….. LbiH goKil gY kLw bjU nA TiaP hRi GnTi wArnA

Comment by dHitA

Made Monday, 26 of November , 2007 at 2:20 pm

bCa ga RmbT nA kyA GIRING voCaliS nA NidJi, kHan Jd GokIL Ky saRang BuruNg! uPz cLy Klw w Slh Kci sRan! n Klw W lEh nyRanin pemAin Na yG MUDA2 n yg SEKSI2, Yg TUA nA mTi dlUAn yaR lbIH aMAn klW cIPOKAN!

Comment by Sofan

Made Wednesday, 5 of December , 2007 at 4:40 pm

Thanks guys…you rock!!!! eh review juga dong sinetron2 kita

Comment by huh

Made Friday, 7 of December , 2007 at 12:23 am

Film sempak!!!!!!

Comment by zen

Made Saturday, 15 of December , 2007 at 10:24 pm

gwe mending nontong iklan 2 jam daripada nonton sampah ini..

Pingback by sinema : between indonesia and malaysia

Made Tuesday, 18 of December , 2007 at 8:06 pm

Comment by rizzz

Made Sunday, 23 of December , 2007 at 11:25 am

jd penasaran gw pengen liat??? hihihih.. ada yg punya filmnya ga? upload donk! LOL

Comment by MoViE faN$

Made Sunday, 30 of December , 2007 at 4:36 pm

dr posternya aj gw gak mo liat,apalagi klo udah liat SI ?
webnya ancur abis,genderuwo aja marah difilmin gitu
harusnya tuh ada
TINJA RATING SYSTEM
SAMPAH RATING SYSTEM
HAMSTER RATING SYSTEM
dipersembahkan untuk film ini
bikin satu lagi deh ratingnya ………..
cinemagz tuh kerjanya cuma muji-muji doang
21 cuma ngasi sinopsis dari sinopsis yang udah dikasi
gw mohon keluarlah filmaker andal yang membawa suatu id`e yang bisa memasukkan film horor indonesia ke fest.internasional
amieeeeeeeeeeeeennn

Comment by MoViE faN$

Made Sunday, 30 of December , 2007 at 4:38 pm

impor sampah
denger2 DJ itu sering gak kebagian jd kru peting di film manapun

Comment by Genderuwo berkancut ada nanahnya

Made Friday, 4 of January , 2008 at 9:48 pm

he setan lo semua!!!
gw lo jelek2in !!!

Comment by ira

Made Wednesday, 23 of January , 2008 at 1:49 pm

ok deh.. harap bisa bikin cerita yang lebih real…

Comment by paijoe

Made Wednesday, 6 of February , 2008 at 1:09 pm

…….wewww diliat dari review ma komen om om skalian kyaknya masi sereman nonton teletubis yak….T_T T_T

Comment by Cheppy

Made Thursday, 21 of February , 2008 at 1:39 pm

Udah lama nggak liat perubahan di site ini. Kenapa pada gulung tikar, yak?

Sayang banged,….

Comment by sandynata

Made Saturday, 23 of February , 2008 at 4:50 pm

dari Gatra
http://www.gatra.com/artikel.php?id=111457

KK Dheeraj, produser film horor Genderuwo, mengakui bahwa film produksinya yang dirilis sekitar September 2007 itu jelek.

“Saya sadar bahwa film saya yang pertama itu (Genderuwo), jelek. Itu menurut saya,” tanggap KK, Senin (21/1), di Jakarta, terkait film yang memasang Davina, salah satu model papan atas Indonesia, sebagai pemeran utama film itu.

Kala itu, KK mengklaim Genderuwo merupakan film horor paling seram yang pernah dibuat di Tanah Air. Namun nyatanya, usai pemutaran perdana, sejumlah wartawan yang menyaksikan film ini hanya bisa geleng-geleng kepala. Pada umumnya mereka menilai film ini jauh dari kualitas yang dijanjikan sang produser yang berstatus rookie (pemain baru) ini.

Comment by codot

Made Saturday, 8 of March , 2008 at 2:38 pm

jangan sekali-kali ngapusin aku ya cz aku dah tua banget ntar kalo u smua pada kualat lho

Comment by jongos

Made Sunday, 9 of March , 2008 at 9:13 pm

film tai kucing, bangsat lo india geblek…!!!

Comment by sie

Made Monday, 10 of March , 2008 at 9:23 pm

speaking of which.. this KK. Dheeraj guy ternyata belum bunuh diri… http://ruangfilm.com/?q=hal/2008/01/21/skandal_cinta_babi_ngepet_film_terbaru_k2k_production

Comment by puthut

Made Sunday, 23 of March , 2008 at 12:24 pm

Saya setuju jika film kayak genderuwo dibilang tidak memenuhi sandrat film bagus.

Comment by cana,ninik,rusel,ame

Made Wednesday, 2 of April , 2008 at 2:08 pm

kami dukung rating film tinja,,,

Comment by ninik,rusel,ame

Made Wednesday, 2 of April , 2008 at 2:45 pm

HIDUP TINJA!!

Comment by Apus-apusan

Made Sunday, 6 of April , 2008 at 1:16 am

Filmnye kaya alamat email gwe..

Comment by mpok ame2

Made Thursday, 10 of April , 2008 at 6:05 pm

Mas, mas, numpang ngereview yak, hehehe, akhirna saya menonton GENDERUWO juga, jujur aja saya terkesima sama review yg sudah mas2 ungkap di website ini.
Ijinkan saya mengatakan sejumlah kata2 obyektif tentang film ini.

Pertama :

Ini Film Indonesia————-saya sangat bangga karena judule indonesia

Kedua :
Saya terkesima oleh akting mas Robby Shine, sangat impresif, beliau mampu memerankan 3 peran rumit dalam 1 waktu yang bila boleh saya rinci sebagai berikut:
a. Seorang novelis psikopat yang terobsesi pada GENDERUWO
b. Orang India idiot kerasukan Hantu Cekik
c. Orang India geblek kebingungan dikasih script suruh jadi psikopat
benar-benar memukau….leher saya pun tercekat melihat akting beliau yang memenuhi seluruh jalan cerita yang disajikan

Ketiga :
Saya pun terlonjak haru melihat akting davina yang mampu mengikuti kebrilianan akting mas Robby yang bila dijabarkan memiliki beberapa kepribadian sebagai berikut:
a. Istri yang tertekan karena suaminya hobi selingkuh, dan dia dijual sebagai pelacur
b. Seorang wanita matang (i like that phrase) yang haus belaian lelaki sampe2 pembunuh pun dijabanin
c. Seorang wanita hantu berdarah dingin (bukannya hantu emang dingin yak??)
yang penasaran karena dibunuh oleh selingkuhan suaminya setelah ia membunuh suaminya itu sendiri,
dan saking penasarannya sampe jatuh cinta ma mamas Robby, n setia menantinya di penjara
(saya curiga apa mbak nanda–davina–itu dimaksudkan sebagai GENDERUWO versi cantiknya)

Keempat :

Semangat saya membuncah di dada ketika melihat keberhasilan KK Dheeraj dalam menghidupkan karakter GWENDERUWO
dengan tenaga ahli dari Amerika, saya sangat histeris—????—-,
bahkan membawa mewmori saya kembali ke era 80-90an dimana bineka favorit saya—si Unyil— berjaya di tv.

Kelima :

KK Dheeraj sangat jenius dalam menyajikan kejutan2 di tengah cerita, bahkan saya terpental dari tempat duduk saya
setelah sekitar 10 menit—tepatnya setelah adegan mas Rey-Robby Shine- dikejar-kejar oleh pak polisi setelah ia
melarikan diri dari RSJ— tiba2 muncul 2 baris tulisan indah berwarna putih yang bunyinya : “Produced & Directed by KK Dheeraj”,,,,…..jheng….jheng…..

Keenam :

Pemilihan lokasi yang amat teliti, yak, sangat tepat, dekat stasiun lempuyangan, dan hal itu tergambar jelas di peta pak polisi—tapi kok petanya bentuknya mirip peta wisata yak???—
Dan pada saat adegan pencarian terhadap mas Rey, saya salut terhadap polisinya, beliau sangat teliti bahkan sampai batang pohon di dekat semak belukar pun diberi tanda WANTED —perasaan
di jogja udah gak banyak2 amat hutannya— untuk mengantisipasi siapa tahu ada yang kebetulan punya kepentingan untuk membenamkan diri dalam semak belukar—???iseng amat yak???—

Kesimpulan :
Saya tak bisa ungkapkan lagi kesimpulannya, saya masih terkaget-kaget

Comment by sutradara muda

Made Monday, 12 of May , 2008 at 9:44 pm

Aduuuuuuh….tolong buat sesuatu yang berguna…!
majukan film indonesia….
jangan mau kalah sama negara lain…!

Comment by susi s

Made Friday, 23 of May , 2008 at 5:06 pm

serem abizzz !!!

Comment by alirusydi

Made Thursday, 23 of October , 2008 at 1:32 am

ini sih repost balik dari causes yang gua bikin di FB…
http://apps.facebook.com/causes/132045?m=49d64da4&recruiter_id=22346846

gua dulu pernah punya ide gila. misalnya saja kalo gua kuliah di Fak. Hukum gua pengen bikin skripsi dengan judul “Clash Action terhadap Ram PunNajis atas tuduhan kejahatan pembodohan terhadap masyarakat Indonesia”.
Jadi dikenakan tiga pasal.
1. Pembodohan bangsa indonesia.
2. Menghalangi pembangunan karena telah menyia-nyiakan anggaran pendidikan secara tidak langsung (depdiknas telah capek2 bikin program, eh si kancut itu dengan gampang menghancurkannya).
3 Melanggar UUD 45 khususnya bagian Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.

kira2 kemungkinan itu ada gak yha?

Comment by noEl

Made Friday, 26 of December , 2008 at 8:16 am

gw udh nonton..
gila jeleeekkkk bgt filmnya.
ini film apa bkn sih?

Comment by dani

Made Friday, 2 of January , 2009 at 6:27 pm

emang bener tuh harusnya kita usir aja si raam punjabi dan punjabi punjabi lainnya.india kan bagus dengan bollywoodnya tapi kenapa si punjabi dan antek-anteknya milih berkarier di indonesia krn di sana mereka seperti sampah.akhirnya mereka yang tidak tahu diri kalo mereka itu gak bisa bikin film ngungsi deh ke indonesia.

Comment by zaif

Made Saturday, 11 of April , 2009 at 12:28 am

Mas Dodi…Khusus buat film ini, 1000 kancut msh bagus…,lebih baik ganti aja sama tai yg dicampur seton upil, satu drum ingus sama 1000 ember bangke tikus yg belatungan!!!
para pemain, sutradara,produser dan antek2nya WAJIB bertanggung jawab atas 10000 rupiah uang yg tlh di keluarkan buat beli karcis…
sungguh tidak berguna……………

Comment by babyblue323

Made Tuesday, 28 of April , 2009 at 7:06 pm

wakakakakkakakakakakkakakakakakakakakakakakakakakakkakakakaka……..
gua ngakak seadadanya baca preview film ini!!!! (gua lagi d public place tepatnya, dan jadi banyak orang yg ngeliat gua kaya ngeliat genderuwo)kalo gua punya 20 jempol. gua bakal kasih smua tuk SI!!!!
point 1: HORROR INDONESIA SUCKS SUCKS SUCKS..
point 2: yang gua heran.. walau tak mendidik.. knp film film najis ini selalu dibuat dibut dan dibuat terus!!
yaaa…. gimana moral bangsa ini gag merosot kalo yang selalu dibikin oleh para sineas indonesia adalah film film gag bermutu?? adapun film yang bermutu adalah film yg disadur ulang dr sebuah buku bestseller!! PARAH!!! gag punya imaginasi yang tinggi apa ya para movie maker indonesia ini?? kasian..

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

We are back!

Sinema Indonesia adalah blog pribadi yang secara tidak disengaja jadi public domain. Sinema Indonesia tidak berafiliasi dengan grup, filmmaker, pejabat, atau tuan tanah mana pun. Sinema Indonesia adalah domain nirlaba (untuk sementara ini). Kesempatan untuk bergabung menjadi reviewer di Sinema Indonesia tetap terbuka bagi siapa saja. Silahkan e-mail contoh tulisan anda ke sinemaindonesia@gmail.com