Sinema Indonesia

Hantu (2007)

Posted by Dodi Mahendra on Sunday, 12 of August , 2007 at 1:12 pm

Dengan bangga, Sinema Indonesia mengumumkan hadirnya film horror “terbener” buatan dalam negeri. Jangan jadi “ilfil” dulu melihat posternya yang kurang menarik, atau beberapa nama pemain yang sering muncul di sinetron. Menonton Hantu adalah salah satu pengalaman menonton di bioskop yang paling fun yang pernah kami rasakan.

Film ini dibuka dengan seorang cewek yang lari di hutan dikejar-kejar hantu. Ini memang standard opening film horror banget, dan ketika hantunya muncul, nggak serem juga. Tapi ketika film berlanjut dengan lima orang anak muda yang akan backpacking ke hutan yang sama dan atraksi debus yang mencengangkan (no animals were harmed during the making of this movie. Yeah, right), film ini berhasil menarik perhatian kami. Dan dari situ, it becomes such a good ride and becomes better and better.

Perbedaan yang paling signifikan yang memisahkan Hantu dari film-film horror berkelas kancut adalah sense or humor yang berkelas, dialog dan akting para pemainnya yang sangat natural. Kalau di film lain karakter-karakternya berdialog seperti entah dari planet mana, karakter-karakter di film ini berinteraksi satu sama lain seperti layaknya kita sehari-hari. Ini yang membuat, sekalipun tidak dijelaskan latar belakang mereka dengan detil, kita jadi peduli dengan nasib mereka. Apakah mereka akan selamat atau tidak. Para pemainnya juga berhasil mengembangkan karakter mereka dengan baik. Bahkan Dhea Ananda dan Dwi Andhika (three words, “Get a haircut, Baby“) yang tadinya kami kira akan jadi beban film ini, ternyata menunjukkan penampilan yang mengasikkan. Makhluk yang menghantui anak-anak ini memang tidak sering muncul (dan lebih serem nggak keliatan ketimbang sebaliknya), tapi atmosfer kengerian berhasil dibangun oleh sutradaranya (sebuah debut penyutradaraan yang patut dihormati). Bahkan, beberapa adegan seremnya sangat “bull’s eye”.

Kecerdasan film ini membuat kita melupakan kelemahan teknisnya. Gambarnya sering burem dan lighting sering yang nggak pas (masak di hutan sering terang banget). Audionya juga naik turun, tapi untung saja musiknya sangat pas dan selalu berhasil membuat atmosfer jadi tambah serem.

Mudah-mudahan Hantu bisa jadi standard film horror Indonesia. Shanker dan Koya, learn from this film. Dan buat Andrianto Sinaga, siapa pun anda, selamat! dan kami tunggu karya-karya anda selanjutnya.

Sutradara: Andrianto Sinaga. Penulis: Shafa Wijanarko. Pemain: Oka Antara, Dhea Ananda, Dwi Andhika, Andhika Gumilang, Monique Henry. Produser: Chandra Willem. Produksi: Grandiz Media.

Official Site

Jadwal Tayang 21

Comments (95)

Category: Review, bintang tiga

Selamanya (2007)

Posted by ferrysiregar on Tuesday, 24 of July , 2007 at 9:36 am

Seorang mantan junkie bernama Bara (Dimas Seto) yang kini jadi aktifis anti narkoba sedang mempersiapkan pernikahannya dengan tunangannya yang cantik nan jelita. Saat dia tiba-tiba bertemu kembali dengan mantan pacarnya yang bernama Arista (Julie Estelle), rencana pernikahan dan hatinya goyah. Bukan saja karena Arista masih jadi junkie berat, tapi karena dialah yang bikin Arista jadi pecandu. Tak lama kemudian, air mata dan dialog-dialog puitis bermerek Sekar Ayu Asmara mulai berjatuhan.

Yang tadinya ditakdirkan jadi melodrama menye-menye dan kampanye anti narkoba berhasil diangkat menjadi melodrama menye-menye sekaligus kampanye anti narkoba yang sangat enjoyable, terima kasih buat penyutradaraan Ody C. Harahap yang solid dan kreatif. Ritme yang asik di 20 menit pertama memang kemudian hampir terseret-seret, tapi Ody berhasil membuat kami rela masuk ke dunia yang diciptakannya tanpa banyak cingcong. Penampilan Julie Estelle sangat meyakinkan. Tapi piala memang harus diberikan kepada Masayu Anastasia sebagai sahabat Arista yang punya profesi sebagai penari telanjang berhati emas yang selalu berkostum sesuai permintaan pelanggan. Masayu mencuri semua scene yang ada dianya. We looove her. Etah kenapa aktor yang sangat berbakat seperti dia masih mau menghabiskan hidup di sinetron. Wahai para sutradara, ini mungkin aktor perempuan paling berbakat di Indonesia. Pakailah dia, pakailah dia. Sayang sekali, Dimas Seto di peran utama berpenampilan sangat lemah dan hampir merusak film ini.

Secara teknis, Ody dan para kru boleh berbangga. Sinematografi dan tata artistiknya membuat film ini terasa berkelas dan enak dipandang mata.

Penghargaan anda terhadap film ini memang sangat tergantung apakah anda bisa menerima ceritanya. Kami sih bisa. Multivision boleh bangga karena setelah serentetan film kancut, film ini layak dapat bintang. Kebalikan dengan saudaranya MD Entertainment yang masuk jurang ke lembah kancut setelah memproduksi film sebrilian Kala. Bisa dipastikan film ini akan laku luar biasa. Film ini layak mendapatkannya.

Sutradara: Ody C. Harahap. Penulis: Sekar Ayu Asmara. Pemain: Julie Estelle, Dimas Seto, Masayu Anastasia. Produser: Raam Punjabi. Produksi: MultiVision Plus.

Official Site
Jadwal Tayang 21

Comments (100)

Category: Review, bintang tiga

We are back!

Sinema Indonesia adalah blog pribadi yang secara tidak disengaja jadi public domain. Sinema Indonesia tidak berafiliasi dengan grup, filmmaker, pejabat, atau tuan tanah mana pun. Sinema Indonesia adalah domain nirlaba (untuk sementara ini). Kesempatan untuk bergabung menjadi reviewer di Sinema Indonesia tetap terbuka bagi siapa saja. Silahkan e-mail contoh tulisan anda ke sinemaindonesia@gmail.com